Penyebab & Solusi BAB Bayi Hijau, Encer, serta Berbau

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Penyebab & Solusi BAB Bayi Hijau, Encer, serta Berbau

Saat melihat popok si kecil dan menemukan BAB bayi berwarna kehijauan, banyak ibu merasa takut dan cemas. Pasalnya, warna BAB normal pada bayi adalah coklat kuning keemasan, terutama untuk bayi yang mengkonsumsi ASI saja. Namun bagaimana jika warna feses bayi mendadak berwarna hijau? Pernahkah ibu mengalaminya?

Baca Juga: Kriteria Popok Bayi yang Nyaman

Tenang Bu, tak perlu panik. Hal ini normal terjadi ketika bayi berusia 3 hari, feses bayi yang tadinya berwarna kehitaman (mekonium) berubah menjadi kehijauan. Namun jika BAB bayi hijau di bulan-bulan berikutnya, ibu perlu waspada ya!

Sebenarnya apa yang menyebabkan BAB bayi hijau? Dan bagaimana penanganannya? Simak ulasan berikut, Bu!

Mengapa Bisa Terjadi?

Jika bayi sudah berumur lebih dari 3 hari namun mengalami BAB berwarna hijau, ibu perlu curiga. Artinya, ada sesuatu yang tidak beres dari kesehatan si kecil. Beberapa penyebab BAB bayi hijau antara lain:

  1. ASI Tidak Seimbang

    BAB bayi berwarna hijau dapat terjadi karena kurang seimbangnya asupan foremilk dan hindmilk pada ASI. Foremilk merupakan ASI yang masih encer dan keluar pertama saat ibu mulai menyusui, sedangkan hindmilk adalah ASI yang lebih kental dengan komposisi lemak yang lebih besar.

    Bayi yang fesesnya berwarna hijau biasanya terjadi karena ia lebih banyak minum foremilk ketimbang hindmilk. Jika ini terjadi, ibu perlu menyusui lebih lama pada satu payudara sebelum pindah ke payudara lain agar foremilk dan hindmilk seimbang.
  2. Alergi Susu Formula

    Penyebab lain dari BAB bayi hijau adalah alergi susu formula. Tidak semua bayi cocok dengan merek susu formula tertentu, bisa saja terdapat alergi. Jadi sebaiknya ibu tidak sembarangan mengganti merek susu formula bayi untuk menghindari ketidakcocokan yang mengakibatkan fese berwarna hijau.
  3. Infeksi Virus

    Faktor lain yang menyebabkan feses bayi berwarna hijau adalah adanya infeksi virus yang menyerang tubuh si kecil. Ketika ia sakit yang diakibatkan oleh virus, maka feses si kecil bisa berubah menjadi hijau. Apalagi jika virus tersebut menyebabkan diare.

    Selain hijau, feses bayi pun akan berubah tekstur menjadi lebih cair. Bayi pun akan buang air besar lebih sering dari biasanya. segera bawa ke dokter jika sakit si kecil bertambah parah.
  4. Bayi Mengalami Infeksi

    Jika BAB bayi hijau ditambah dengan bau yang menusuk serta lendir pada fesesnya, maka penyebabnya adalah infeksi bakteri. Kondisi ini membutuhkan penanganan dokter agar diketahui sebab pastinya. Terlebih jika bayi mengalami buang air lebih dari 5 kali sehari.
  5. Ibu Mengkonsumsi Makanan Hijau

    Jika ibu mengkonsumsi makanan/ sayur yang berwarna hijau, potensi untuk si kecil mengalami BAB hijau lebih besar. Namun ini hanya berlaku jika si kecil masih menyusui.

    Efek makan sayuran hijau ini membuat BAB berubah warna menjadi hijau. Tak hanya itu, konsumsi obat pada ibu yang berupa antibiotik atau zinc juga menyebabkan feses bayi menjadi berwarna hijau.
  6. Bayi Alergi

    Penyebab lain BAB bayi berwarna hijau adalah adanya alergi pada tubuh bayi. Alergi ini bisa disebabkan oleh obat yang dikonsumsi oleh ibu. Oleh karena itu ibu perlu berhati-hati jika mengkonsumsi obat agar tidak berpengaruh pada kesehatan si kecil.

    Jika alergi tersebut diikuti dengan masalah pencernaan lain, gangguan pernapasan, gangguan kulit, dan kondisi parah lainnya, segera hubungi dokter.
  7. Pengaruh MPASI Bayi

    Jika bayi sudah mulai MPASI, maka makanan yang dimakan oleh si kecil sangat berpengaruh terhadap warna fesesnya. Jika ibu memasukkan sayuran hijau ke dalam menu MPASI-nya, wajar jika fesesnya sedikit berwarna kehijauan. Ini merupakan hal yang normal terjadi.

Penanganan

Setelah mengetahui penyebab BAB bayi hijau, kini, ibu dapat melakukan penanganan atas kondisi tersebut. Berikut langkahnya, Bu.

  1. Memberi ASI dari Satu Payudara Hingga Tuntas

    Jika penyebab BAB bayi hijau disebabkan oleh kurang seimbangnya asupan foremilk dan hindmilk, maka untuk mengatasinya ibu perlu melakukan teknik menyusui yang benar. Susuilah bayi pada satu payudara hingga tuntas sebelum menawarkan payudara yang lain. Tujuannya agar asupan ASI terserap sempurna sehingga warna BAB bayi kembali normal.
  2. Menghentikan Susu Formula yang Tidak Cocok

    Cara kedua untuk menangani BAB bayi hijau adalah dengan menghentikan susu formula yang tidak cocok dengan bayi. Lebih baik kembali pada susu formula yang sudah biasa dikonsumsi si kecil ketimbang sibuk menggantinya. Hal ini berlaku pada bayi yang alergi terhadap susu formula.
  3. Menyembuhkan Infeksi Bayi

    Jika BAB bayi hijau karena infeksi, maka segeralah sembuhkan infeksinya. Jika infeksi diakibatkan oleh virus, maka atasi gejalanya. Namun jika infeksi karena bakteri, ibu harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik.
  4. Menghentikan Konsumsi Obat Ibu

    Jika ibu mengkonsumsi obat tertentu yang menimbulkan efek BAB berwarna kehijauan, maka ibu harus segera menghentikan konsumsi obat tersebut. Terlebih jika bayi sampai mengalami diare setelah ibu mengkonsumsi obat.

Pencegahan BAB Bayi Hijau, Encer dan Berbau

JIka si kecil belum pernah mengalami BAB berwarna hijau, encer, bahkan berbau, maka ibu bisa melakukan langkah pencegahan agar hal tersebut tidak sampai terjadi. Bagaimana caranya?

  1. Pilih Susu Formula yang Cocok

    Jika bayi tidak mengkonsumsi ASI, maka berikan susu formula yang cocok dengan si kecil. HIndari mengganti merek susu formula sembarangan karena ditakutkan dapat memicu alergi pada bayi.

    Jika memang ingin mengganti merk susu, lakukan uji coba terlebih dahulu selama 3 hari. Jika aman, maka lanjutkan. Namun jika bermasalah, langsung hentikan ya, Bu.
  2. Pelajari Teknik Menyusui yang Benar

    Untuk menghindari ketidakseimbangan kandungan ASI, ibu perlu mempelajari teknik menyusui yang tepat. Pastikan foremilk dan hindmilk bisa dikonsumsi bayi secara seimbang.
  3. Menjaga Asupan Makanan Bayi

    Jika bayi sudah dalam fase MPASI, maka ibu perlu menyiapkan menu MPASI yang bergizi, sehat, dan bersih. Jaga asupan MPASI bayi agar bayi tidak mudah sakit. Jika bayi sakit, terlebih terkena diare, kemungkinan fese bayi berubah menjadi hijau sangat besar.
  4. Pastikan Kesehatan Bayi Selalu Terjaga

    Langkah pencegahan berikutnya adalah dengan menjaga imunitas tubuh si kecil. Berikan istirahat yang cukup serta imunisasi lengkap agar kesehatannya terjaga. Bayi yang imunitasnya terjaga tidak akan mudah terkena penyakit.

Jadi, ada saatnya ibu perlu khawatir jika BAB bayi hijau. Namun ada kalanya juga ibu harus tetap tenang, yaitu ketika BAB bayi hijau tergolong normal seperti efek dari makanan yang ia makan.

Baca Juga: Cara Memakaikan Popok Bayi dengan Benar

Jika feses berubah warna diakibatkan oleh penyakit tertentu, segera cari pertolongan ya, Bu. Segeralah pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui kondisi si kecil. Dengan demikian, feses bayi berwarna hijau pun dapat teratasi dan si kecil kembali sehat seperti sedia kala.