Bayi sering muntah? Inilah penyebab dan cara mengatasinya

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Bayi sering muntah? Inilah penyebab dan cara mengatasinya

Bayi yang baru berusia beberapa minggu memang rentan sering muntah. Meskipun begitu, hal ini tetap saja membuat Ibu dan Ayah khawatir. Muntah bisa menjadi kondisi serius yang menandakan bayi mengalami gangguan kesehatan, apalagi jika bayi muntah terus menerus. Oleh karena itu, penting bagi Ibu dan Ayah mengetahui penyebab mengapa bayi sering muntah. Dengan begitu, Ibu dan Ayah bis menanganinya dengan baik. 

Penyebab Bayi Sering Muntah

1.Infeksi

Bayi baru lahir masih mengembangkan beberapa fungsi organnya agar menjadi lebih sempurna. Hal ini juga berlaku pada tingkat imunitas tubuhnya. Bayi yang masih rentan imun tubuhnya mudah terserang infeksi. Penyakit yang sering menyerang yaitu gastroenteritis, atau muntah disertai diare akibat peradangan pada saluran pencernaan terutama lambung.

Apabila terjadi muntah pada bayi 7 bulan atau di bawah 1 tahun, Ibu perlu segera memeriksakannya pada dokter. Selain gastroenteritis, infeksi juga bisa menyerang kandung kemih dan telinga.

Tak hanya infeksi, penyakit pun bisa berkembang seperti Stenosis Pilorus, atau kondisi dimana klep otot lambung dan usus menebal sehingga makanan yang diproses di lambung tidak bisa masuk ke dalam usus halus. Kondisi ini bisa dideteksi pada awal kelahirannya, yaitu bulan pertama kelahiran. Stenosis Pilorus dapat dilihat dari bayi yang muntah menyembur dalam jumlah banyak dan berwarna kuning.

2. Alergi Makanan

Menurut KlikDokter, 9 dari 10 reaksi alergi anak berhubungan dengan makanan seperti kacang-kacangan atau makanan bercangkang seperti udang dan telur. Untuk itu, penyebab bayi muntah setelah makan kemungkinan berasal dari alergi yang dialaminya.

Alergi makanan yang berujung pada muntah muncul pada rentang waktu 2-6 jam. Jika bayi sering muntah dan terus menerus, hindari menghiraukan kondisi ini dan periksakan kondisi kesehatannya.

3.Peningkatan Refleks Saluran Cerna

Bayi memiliki lambung dan kerongkongan yang kecil sehingga rentan mengalami muntah. Baik setelah makan, menyusui, dalam perjalanan atau terlalu lama menangis.

Meningkatnya refleks sistem saluran cerna bisa menyebabkan muntah pada bayi. Makanan yang masuk ke lambung naik ke kerongkongan dan dimuntahkan. Umumnya, peningkatan refleks ini akan berangsur menghilang. Ibu disarankan untuk tidak menggendong bayi dengan menggoyangkannya setelah menyusui atau makan.

Jenis Muntah Bayi

Setelah mengetahui penyebabnya, yang perlu diketahui selanjutnya yaitu jenis muntah pada bayi. Berikut ini beberapa jenisnya dilansir dari KlikDokter.

1. Muntah Menyemprot

Jika bayi tiba-tiba menyembur isi lambung, tandanya ia mengalami muntah menyemprot. Penyebab jenis muntah ini adalah penyempitan bagian yang menghubungkan lambung atau usus (stenosis pilorus). Bayi baru lahir rentan mengalami jenis muntah menyemprot. Untuk penanganan lebih lanjut, Ibu perlu segera memeriksakan kondisi bayi pada dokter spesialis anak.

2. Muntah Kekuningan

Jenis muntah yang satu ini umumnya tidak berbahaya. Muntah kekuningan berasal dari peradangan saluran cerna. Namun apabila bayi sering muntah dan disertai gejala lemas, segera membawanya pada fasilitas kesehatan. Penyebab muntah kekuningan bisa beragam, mulai dari infeksi hingga kekenyangan sehingga bayi muntah setelah minum susu formula atau ASI.

3. Muntah Kehijauan

Bila bayi mengeluarkan cairan hijau dibarengi saat muntah, tandanya ia mengalami muntah kehijauan. Warna ini berasal dari cairan empedu yang diproduksi dalam mencerna makanan. Jenis muntah ini muncul karena adanya kemungkinan sumbatan pada saluran cerna yang harus ditangani ahlinya.

4. Muntah Hitam Pekat atau Merah Kehitaman

Warna hitam atau merah cenderung hitam bisa menandakan bayi mengalami pendarahan pada saluran cerna. Pendarahan bisa disebabkan oleh infeksi atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINs). Ibu tetap disarankan tenang dan apabila setelah beberapa jam gejala disertai sakit perut, demam, lemah dan tidak nafsu makan, segera bawa bayi pada fasilitas kesehatan terdekat.

Apakah Gumoh juga Termasuk Muntah pada Bayi?

Sering kali Ibu bertanya, “Bagaimana jika bayi muntah setelah minum ASI”. Sebelum beranggapan bayi muntah, Ibu perlu membedakan perbedaan muntah dan gumoh. Kondisi keluarnya susu setelah ditelan bayi atau gumoh terjadi karena ukuran lambung bayi yang masih kecil sehingga mudah penuh.

Volume susu dan udara yang masuk pada perut menyebabkan refluks. Kondisi gumoh juga bisa terjadi pada kerongkongan bayi yang belum sempurna dalam menahan isi lambung. Gumoh berlangsung hingga usianya 1 tahun. Sedangkan, bayi muntah banyak setelah minum ASI ini berlangsung hingga usianya 5 bulan.

Namun, bila muntah disertai diare, alergi atau timbulnya ruam kulit, demam, tidak mau menyusu dan rewel, perut bengkak, serta bayi sering muntah terus menerus lebih dari satu hingga dua hari, segera periksakan Buah Hati pada dokter spesialis anak di fasilitas terdekat. Setelah muntah, bayi rentan mengalami dehidrasi. Ibu bisa mengetahuinya melalui bibir kering, menangis tanpa air mata dan jarang buang air kecil.

Kapan Harus Membawa Bayi Ke Dokter?

Apabila muntah disertai dengan beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya langsung bawa bayi ke dokter spesialis anak.

  1. Bayi muntah terus menerus, muntah menyembur dan sudah berlangsung lebih dari dua hari.
  2. Cairan muntah berwarna hijau, merah kehitaman atau hitam pekat.
  3. Adanya tanda dehidrasi, misalnya menangis tanpa air mata, kurangnya buang air kecil, mulut kering dan lemas.
  4. Volume susu atau kekuatan muntah yang meningkat
  5. Perut membengkak
  6. Berat badan menurun dan cenderung rewel.
  7. Sesak nafas dan bayi tampak kesakitan akibat batuk
  8. Disertai gejala demam dan diare
  9. Jika bayi jatuh atau mengalami cedera, segera periksakan terkait dengan tanda gegar otak

Cara Mengatasi Bayi Sering Muntah

Setelah membaca beberapa poin di atas, Ibu perlu mengetahui cara menangani bayi yang sering muntah. 

  1. Penuhi kebutuhan cairan Si Kecil dengan memberikan ASI, susu dan air untuk bayi usia diatas 6 bulan. 
  2. Jangan memberikan buah atau jus untuk menghindari si kecil dari diare. Jika ingin tetap memberikan, berikanlah sedikit dan secara bertahap. Jaga posisi bayi tetap tegak sambil menepuk punggungnya secara perlahan.

Dengan mengetahui penyebab mengapa bayi sering muntah, jenis muntah bayi, perbedaan gumoh dan muntah dan cara mengatasinya, Ibu bisa lebih tenang menghadapi situasi seperti ini. Jika membutuhkan perawatan medis, segeralah bawa Si Kecil ke dokter spesialis anak terpercaya. Cari tahu cara memilih dokter spesialis anak yang tepat yuk Bu.