Gaya Hidup

6 Cara Menyimpan ASI Perah Agar Tetap Segar & Awet

6 Cara Menyimpan ASI Perah Agar Tetap Segar & Awet

Cara mengemas ASI perah yang benar dilakukan dengan membagi ASI ke dalam wadah khusus berkapasitas 60–100 mL, menyisakan ruang udara ~2,5 cm di bagian atas kemasan, memberikan label tanggal dan jam perah, serta menutupnya secara kedap udara. Ibu disarankan menggunakan botol kaca steril atau kantong ASI bebas Bisphenol-A (BPA-Free) berkualitas pangan (food grade).

Durasi ketahanan ASI perah sangat bergantung pada media dan suhu penyimpanannya. Berdasarkan standar panduan dari World Health Organization (WHO), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ASI perah bertahan selama 3–4 jam pada suhu ruangan (19–26°C), hingga 24 jam di dalam cooler bag berpendingin ice gel (15°C), 4–8 hari di dalam lemari es (chiller suhu 4°C), serta 3 hingga 6 bulan di dalam freezer pembeku (suhu -18°C hingga -20°C).

Cara Menyimpan ASI Perah

1. Simpan ASI di Suhu Ruangan Selama 3-4 Jam Saja

ASI yang baru ibu perah, sebaiknya disimpan pada suhu ruangan sekitar 10-29°C. Ketahanan ASI yang disimpan dalam suhu ruangan dipengaruhi oleh kebersihan dan teknik memerah ASI, serta perbedaan suhu ruangan. Temperatur ruangan yang panas mempengaruhi perkembangan jumlah bakteri pada ASI perah. Dalam suhu ruangan 27°C sampai 32°C ASI perah mampu bertahan 3-4 jam. Sedangkan dalam kondisi kebersihan terjaga dengan temperatur ruangan yang lebih rendah, ASI perah dapat bertahan kurang lebih 6-8 jam. 

2. Agar Lebih Tahan Lama, Simpan ASI Perah di Kulkas

Jika ingin menyimpan ASI jangka waktu lama, simpan ASI di dalam kulkas, Pada suhu 15°C, jika ASI diletakkan dalam suatu wadah atau termos es berisi es beku di dalamnya ataupun blue-ice sebagai pendinginnya, maka ASI dapat bertahan selama 24 jam. Hal karena bakteri yang tumbuh sangat minim. Sementara pada pendingin 4°C, biasanya pada kulkas bagian bawah tempat menyimpan sayur-sayuran, ASI dapat bertahan hingga 48-72 jam.

3. Bekukan ASI di Freezer Untuk Jangka Waktu Penyimpanan 3 Bulan

ASI yang dibekukan dalam freezer dengan suhu -20°C, terbukti bertahan aman untuk setidaknya 3 bulan. Umumnya vitamin A, E, B, protein, lemak, enzim, laktosa, imunoglobulin, lisozim, dan laktoferin tetap bertahan pada ASI yang dibekukan. Pertumbuhan bakteri tidak ditemukan dalam ASI beku selama minimal 6 minggu. ASI perah harus disimpan dalam freezer bagian dalam untuk menghindari perubahan suhu ketika pintu freezer dibuka. Selain itu, sebaiknya wadah penyimpanan ASI tertutup rapat untuk mencegah terjadinya kontaminasi.

4. Bagi ASI Menjadi Beberapa Wadah dengan Jumlah Sedikit

Saat menyimpan ASI ke dalam kulkas atau freezer, pastikan ibu telah membagi ASI ke dalam beberapa wadah dengan ukuran yang tidak terlalu besar, yaitu antara 60 hingga 100 ml. Tujuannya agar ASI lebih awet karena bayi tidak menghabiskan ASI terlalu banyak dalam sekali minum. Jika tidak habis, maka ASI harus segera dibuang karena tidak dapat disimpan kembali. Itulah sebabnya, menyimpan ASI sebaiknya menggunakan beberapa wadah dengan jumlah sedikit atau secukupnya saja.

5. Beri Label pada Botol Penyimpanan

Pada saat mengisi wadah ASI, sebaiknya tidak sampai penuh. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya ekspansi ASI ketika membeku. Setiap wadah harus diberi label yang berisi tanggal memerah ASI, serta nama anak jika ibu akan menggunakan ruang perawatan anak atau daycare.

6. Hindari Mencampur ASI Baru dengan ASI yang Telah Disimpan Lama

Hindari mencampur ASI yang baru diperah dengan ASI sebelumnya sudah didinginkan. Jika memang ingin mencampurnya, maka ASI yang baru diperah perlu didinginkan dahulu di kulkas yang bukan freezer. Simpan ASI yang baru diperah di wadah yang berbeda, dan tunggu hingga suhu ASI perah pada kedua wadah sama dinginnya, setelah itu baru dapat ibu gabungkan. Sebaiknya jarak perah tidak lebih dari 24 jam, serta daya simpan ASI berlaku berdasarkan tanggal serta waktu perah ASI yang pertama.

Cara Menyajikan ASI Perah

Setelah mengetahui cara menyimpan ASI, selanjutnya ibu perlu mengetahui cara menyajikan ASI perah supaya tetap aman dikonsumsi bayi.

1. Rendam Botol ASI dengan Menggunakan Air Panas

Setelah ASI disimpan di dalam kulkas dan akan diberikan pada bayi, ibu perlu menghangatkan ASI terlebih dahulu. Cara terbaiknya adalah dengan merendam botol ASI yang dingin dengan menggunakan air panas. Masukkan botol ASI ke dalam mangkuk berisi air panas, tunggu hingga beberapa menit. Ibu perlu memastikan suhu ASI sudah cukup hangat sebelum memberikannya pada bayi.

2. Jika ASI Beku, Siram dengan Air Mengalir

Jika ibu ingin mencairkan ASI yang beku di freezer, gunakan 2 cara berikut ini:

  • Letakkan botol ASI beku di kulkas bawah selama kurang lebih 4 jam hingga mencair, lalu hangatkan dengan menggunakan air panas.
  • Siram botol ASI beku (yang tertutup rapat) dengan menggunakan air kran. Setelah ASI mulai mencair, siram botol dengan menggunakan air hangat lalu rendam botol ke dalam mangkuk berisi air panas.

3. Hindari Mendiamkan ASI di Suhu Ruang atau Memanaskan dengan Microwave

ASI perah yang sudah disimpan biasanya memiliki bau dan rasa yang berbeda dari ASI segar. Hal ini terjadi karena aktivitas lipase yaitu enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak. Pemecahan lemak baik dapat membantu bayi untuk mencerna ASI, terutama bagi bayi prematur. Hal ini tidak berbahaya, walaupun beberapa bayi mungkin menolak untuk meminumnya. Hindari memanaskan ASI di atas 40°C dengan menggunakan microwave karena dapat mengakibatkan hilangnya enzim. Selain itu, hindari juga menghangatkan ASI dengan cara mendiamkannya di suhu ruangan. Sebab hal ini bisa memicu masuknya bakteri ke dalam ASI jika ASI tidak dihangatkan.

4. Berikan ASI Perah pada Bayi dengan Menggunakan Sendok atau Cup Feeder

Setelah ASI hangat, kini saatnya memberikan ASI pada bayi. Tapi ingat bu, hindari memberikan ASI dengan menggunakan dot karena bisa menyebabkan bayi bingung puting. Bingung puting merupakan kondisi dimana bayi tidak lagi mau menyusu secara langsung, karena sudah menemukan kenyamanan lain saat minum menggunakan botol atau dot. Oleh karena itu, sebaiknya bayi diberikan ASI dengan menggunakan sendok atau cup feeder saja.

Itulah beberapa cara menyimpan ASI yang benar agar kandungan dalam ASI yang disimpan tidak rusak. Cara penyimpanan ASI yang tidak tepat tentu sangat berbahaya, sebab ASI akan basi. Selain itu, ibu juga dapat mempraktikkan cara menyajikan ASI pada bayi di atas agar ASI dapat dinikmati dengan baik. Selamat mencoba bu!

Lengkapi kebutuhan nutrisi harian Ibu selama masa menyusui dengan mengonsumsi PRENAGEN lactamom sekarang juga!

Referensi:

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Breast Milk Storage and Preparation. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2018). Panduan manajemen ASI perah untuk ibu bekerja. Badan Penerbit IDAI.
  • World Health Organization. (2014). Infant and young child feeding: Model chapter for textbooks for medical students and allied health professionals. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241597494

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Payudara kecil produksi ASI sedikit itu hanya mitos. Temukan fakta produksi ASI dan pentingnya nutrisi untuk mendukung kebutuhan Ibu selama menyusui.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Benarkah makanan ibu menyusui bisa membuat bayi putih? Simak faktanya, faktor yang memengaruhi warna kulit bayi, dan nutrisi untuk menjaga skin barrier.
Masa Persiapan
Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya
Cari tahu apa ibu menyusui boleh makan daging kambing, meluruskan mitos ASI panas dan darah tinggi, serta tips olahan sehat untuk ASI lancar.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Cari tahu bolehkah ibu menyusui donor darah, pedoman waktu resmi dari WHO dan PMI, serta tips nutrisi jaga ASI tetap lancar dan tubuh selalu bugar.
Masa Persiapan
Cara Mengatasi ASI Terlalu Deras Agar Bayi Tidak Tersedak
Pelajari cara mengatasi aliran ASI yang terlalu deras melalui posisi menyusui bersandar (uphill nursing), teknik block feeding, dan bedanya dengan hiperlaktasi kronis.
Masa Persiapan
Cara Support Teman yang Sedang Menyusui Lewat Aksi Nyata
Pelajari cara support teman perempuan yang sedang menyusui lewat langkah praktis di rumah dan kantor agar produksi ASI mereka tetap lancar.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN