Masa Menyusui

6 Tips Cara Menyimpan ASI yang Benar Supaya Awet

Ditulis oleh: Amicis

6 Tips Cara Menyimpan ASI yang Benar Supaya Awet

Menyusui secara eksklusif hingga 6 bulan merupakan impian setiap ibu. Meskipun demikian, proses menyusui tidaklah mudah. Ibu perlu berjuang dalam memberikan ASI untuk si kecil. Tak hanya soal direct breastfeeding dan pelekatan, ibu juga perlu tahu ilmu tentang memerah ASI. Terlebih bagi ibu bekerja, memberikan ASI perah kepada si kecil selama ibu meninggalkan bayi sangat penting untuk dipelajari. Hal penting lain dalam pemeliharaan ASI setelah memerahnya adalah cara menyimpan ASI perah. Cara penyimpanan yang tepat akan menjaga kualitas ASI perah ibu. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ASI perah mengandung lebih sedikit bakteri dan lebih kecil kemungkinan tumbuh bakteri. Di samping itu, ASI memiliki tingkat protein jauh lebih tinggi dibandingkan dengan susu lain.

Baca juga:Selain Minuman Pelancar ASI, Dukungan Ayah Juga Tentukan Keberhasilan Program ASI

Cara Menyimpan ASI Perah

Lantas bagaimana cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar? Berikut ini terdapat sejumlah cara yang dapat ibu terapkan dalam penyimpanan ASI, antara lain:

1. Simpan ASI di Suhu Ruangan Selama 3-4 Jam Saja

ASI yang baru ibu perah, sebaiknya disimpan pada suhu ruangan sekitar 10-29°C. Perbedaan waktu atau ketahanan ASI yang disimpan dalam suhu ruangan dipengaruhi oleh kebersihan dan teknik memerah ASI, serta perbedaan suhu ruangan. Temperatur ruangan yang panas terkait erat dengan perkembangan jumlah bakteri pada ASI perah. Dalam suhu kamar mulai dari 27°C sampai 32°C ASI perah mampu bertahan 3-4 jam. Sedangkan dalam kondisi kebersihan terjaga dengan temperatur ruangan yang lebih rendah, ASI perah dapat bertahan kurang lebih 6-8 jam.

2. Agar Lebih Tahan Lama, Simpan ASI Perah di Kulkas

Jika ingin menyimpan ASI jangka waktu lama, simpan ASI ke dalam kulkas, Pada suhu 15°C, dimana ASI diletakkan dalam suatu wadah atau termos es disertakan es beku di dalamnya ataupun blue-ice sebagai pendinginnya, maka dapat bertahan selama 24 jam. Hal tersebut berdasarkan pada pertumbuhan minimal dari bakteri. Sementara pada pendingin 4°C, biasanya pada kulkas bagian bawah tempat menyimpan sayur-sayuran, ASI dapat bertahan hingga 48-72 jam.

3. Bekukan ASI di Freezer Untuk Jangka Waktu Penyimpanan 3 Bulan

ASI yang dibekukan dalam freezer dengan suhu -20°C, terbukti bertahan aman untuk setidaknya 3 bulan. Umumnya vitamin A, E, B, protein, lemak, enzim, laktosa, imunoglobulin, lisozim, dan laktoferin tetap bertahan pada ASI yang dibekukan. Pertumbuhan bakteri tidak ditemukan dalam ASI beku selama minimal 6 minggu. ASI perah harus disimpan dalam freezer bagian dalam untuk menghindari perubahan suhu ketika pintu freezer dibuka. Selain itu, wadah penyimpanan ASI ada baiknya tertutup rapat supaya mencegah terjadinya kontaminasi.

4. Bagi ASI Menjadi Beberapa Wadah dengan Jumlah Sedikit

Saat menyimpan ASI ke dalam kulkas atau freezer, pastikan ibu telah membagi ASI ke beberapa wadah dengan ukuran yang tidak terlalu besar, yaitu antara 60 hingga 100 ml. Hal ini bertujuan agar ASI lebih awet, mengingat sekali minum bayi tidak akan menghabiskan ASI terlalu banyak. Jika si kecil tidak habis, ASI harus segera dibuang karena tidak dapat disimpan kembali. Itulah sebabnya, menyimpan ASI sebaiknya menggunakan beberapa wadah dengan jumlah sedikit atau secukupnya saja.

5. Beri Label pada Botol Penyimpanan

Pada saat mengisi wadah ASI, sebaiknya tidak sampai penuh. Cara menyimpan ASI yang satu ini bertujuan untuk menghindari terjadinya ekspansi ASI ketika membeku. Setiap wadah harus diberi label yang berisi tanggal memerah ASI, serta nama anak jika ibu akan menggunakan ruang perawatan anak atau daycare.

6. Hindari Mencampur ASI Baru dengan ASI yang Telah Disimpan Lama

Hindari mencampur ASI yang baru diperah dengan ASI sebelumnya sudah didinginkan. Jika memang ingin mencampurnya, maka ASI yang baru diperah perlu didinginkan dahulu di kulkas yang bukan freezer. Simpan ASI yang baru diperah di wadah yang berbeda, dan tunggu hingga suhu ASI perah pada kedua wadah sama dinginnya, setelah itu baru dapat ibu gabungkan. Sebaiknya jarak perah tidak lebih dari 24 jam, serta daya simpan ASI berlaku berdasarkan tanggal serta waktu perah ASI yang pertama.

Cara Menyajikan ASI Perah

Setelah mengetahui cara menyimpan ASI, selanjutnya ibu perlu mengetahui cara menyajikan ASI perah supaya tetap aman dikonsumsi si kecil.

1. Rendam Botol ASI dengan Menggunakan Air Panas

Setelah ASI disimpan di dalam kulkas dan akan diberikan pada bayi, ibu perlu menghangatkan ASI terlebih dahulu. Cara terbaiknya adalah dengan merendam botol ASI yang dingin dengan menggunakan air panas. Masukkan botol ASI ke dalam mangkuk berisi air panas, tunggu hingga beberapa menit. Ibu perlu memastikan suhu ASI sudah cukup hangat sebelum memberikannya pada si kecil.

2. Jika ASI Beku, Siram dengan Air Mengalir

Jika ibu ingin mencairkan ASI yang beku di freezer, gunakan 2 opsi cara yaitu:

  • Letakkan botol ASI beku di kulkas bawah selama kurang lebih 4 jam hingga mencair, lalu hangatkan dengan menggunakan air panas.
  • Siram botol ASI beku (yang tertutup rapat) dengan menggunakan air kran. Setelah ASI mulai mencair, siram botol dengan menggunakan air hangat lalu rendam botol ke dalam mangkuk berisi air panas.

3. Hindari Mendiamkan ASI di Suhu Ruang atau Memanaskan dengan Microwave

ASI perah yang sudah disimpan biasanya memiliki bau dan rasa yang berbeda dari ASI segar. Hal ini terjadi karena aktivitas lipase, yaitu enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak. Pemecahan lemak baik untuk membantu bayi dalam pencernaan ASI, terutama bagi bayi prematur, dan tidak berbahaya, walaupun beberapa bayi mungkin menolak untuk meminumnya. Hindari memanaskan ASI di atas 40°C dengan menggunakan microwave karena akan mengakibatkan hilangnya enzim. Selain itu, hindari juga menghangatkan ASI dengan cara mendiamkannya di suhu ruangan. Sebab hal ini bisa memicu masuknya bakteri ke dalam ASI jika ASI tidak dihangatkan.

4. Berikan ASI Perah pada Bayi dengan Menggunakan Sendok atau Cup Feeder

Setelah ASI hangat, kini saatnya memberikan ASI pada si kecil. Tapi ingat bu, hindari memberikan ASI dengan menggunakan dot karena bisa menyebabkan bayi bingung puting. Bingung puting merupakan kondisi dimana bayi tidak lagi mau menyusu secara langsung, karena sudah menemukan kenyamanan lain saat minum menggunakan botol atau dot. Oleh karena itu, sebaiknya bayi diberikan ASI dengan menggunakan sendok atau cup feeder saja.

Baca juga:Tips Praktis Memerah ASI di Kantor

Itulah beberapa cara menyimpan ASI dengan baik yang harus diketahui ibu, agar kandungan dalam ASI yang disimpan tidak rusak. Cara penyimpanan ASI yang tidak tepat tentu sangat berbahaya, sebab ASI akan basi. Selain itu, ibu juga dapat mempraktikkan cara menyajikan ASI pada bayi di atas agar ASI dapat dinikmati dengan baik. Selamat mencoba, bu!