Gaya Hidup

Ciri-Ciri ASI Basi dan Efek Samping bagi Bayi

Ciri-Ciri ASI Basi dan Efek Samping bagi Bayi

 ASI yang disimpan untuk diberikan nantinya kepada bayi kadang-kadang dapat menjadi basi, sehingga tidak dapat diminumkan kepadanya. Ciri-ciri ASI basi ini dapat terlihat dari teksturnya yang cenderung menggumpal, dan juga mengalami perubahan pada aroma, warna, dan rasa. Mari Ibu, cari tahu lebih dalam lagi mengenai ciri-ciri ASI yang sudah kedaluwarsa dalam artikel berikut ini.

Apakah ASI Bisa Basi?

Pertanyaan yang sering muncul di pikiran Ibu yang pertama kali menyusui adalah “Apakah ASI bisa basi di payudara?” dan jawabannya adalah tidak. ASI yang terkandung dalam tubuh Ibu tidak akan pernah basi, karena di dalam ASI ada bakteri baik yang akan membunuh bakteri jahat di dalam payudara serta menjaganya agar tetap segar. 

Namun, ketika Ibu mengeluarkan ASI tanpa memperhatikan cara penyimpanannya, maka berpotensi menjadi basi karena adanya bakteri-bakteri yang bisa memicu pembusukan. ASI yang kedaluwarsa sudah tidak baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Oleh karenanya, Ibu wajib tahu mengenai cara penyimpanannya yang tepat.

Langkah sederhana untuk mencegah ASI basi adalah dengan memasukkannya ke dalam wadah khusus yang steril dan tertutup rapat. Lalu, perhatikan suhu penyimpanannya. Apabila Ibu menyimpan di suhu ruangan 25 derajat Celcius, ASI bisa bertahan selama 4 jam. Sementara dalam keadaan beku, ASI dapat bertahan selama 2 minggu.

Ciri-Ciri ASI Basi

Untuk dapat memastikan bahwa ASI Ibu masih dalam kualitas yang baik, maka Ibu perlu tahu ciri-ciri ASI yang sudah basi ya. Berikut ini ciri-cirinya:

  1. Tekstur ASI yang cenderung menggumpal, dan gumpalannya tidak bisa larut, meskipun telah diaduk.
  2. Tercium aroma amis.
  3. Warna yang awalnya putih atau kekuningan, cenderung menjadi lebih gelap dan terlihat tidak segar.
  4. Rasanya menjadi masam, disebabkan karena ASI sudah terkontaminasi oleh bakteri sehingga rasanya menjadi terpengaruh.

Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, Ibu bisa mencegah bayi meminum ASI basi yang tidak baik untuk tubuhnya sehingga terhindar dari penyakit yang bisa menghambat pertumbuhannya.

Efek ASI Basi pada Bayi

Ibu, ASI yang sudah kedaluwarsa sangat berbahaya bagi bayi karena ada beragam efek negatif yang dapat terjadi pada tubuh dan kesehatannya. Berikut adalah penjabarannya.

Berisiko Terkena Infeksi Saluran Pencernaan

Berdasarkan penelitian yang dimuat di situs Unair, ASI yang disimpan lama dapat terkontaminasi oleh berbagai bakteri. Salah satunya adalah E. coli. Bakteri ini dapat menimbulkan infeksi saluran pencernaan seperti diare. 

Jika bayi terkena diare, ia akan semakin rewel dan mengalami dehidrasi. Sebab, banyak cairan yang keluar dari tubuhnya. Apabila terjadi hal seperti ini, segera bawa ke dokter agar bayi bisa mendapat pertolongan.

Oleh sebab itu, Ibu harus berhati-hati saat memberikan ASI pada bayi. Perhatikan cara menyimpan ASI, sehingga bakteri berbahaya tidak mudah masuk dan merusak kualitasnya.

Mengganggu Kesehatan Bayi

Selain bakteri E. coli, bakteri lain yang harus diwaspadai adalah Cronobacter sakazakii yang dapat menyebabkan bayi terkena penyakit meningitis. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa  mengakibatkan kerusakan otak, kejang dan kebutaan. 

Kemudian, gangguan kesehatan lainnya adalah demam. Naiknya suhu tubuh pada bayi adalah respon alami tubuh karena ada serangan bakteri dari ASI basi. Apabila demamnya terus meningkat untuk waktu yang lama, segera periksakan ke dokter karena bisa jadi ini adalah gejala awal penyakit serius.

Tidak hanya itu saja, pada kulit bayi pun bisa timbul ruam. Sebab, pada ASI kedaluwarsa terdapat bakteri Staphylococcus yang dapat menimbulkan infeksi pada kulit. Penyakit ini mudah sekali menyerang bayi karena imunitasnya belum sempurna.

Mengganggu Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi

ASI dengan kualitas baik mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi. Contohnya adalah laktosa yang menjadi sumber energi otak, nukleotida yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan kematangan usus, serta kalsium untuk pertumbuhan jaringan otot dan rangka.

Namun, nutrisi ini pun bisa menghilang karena beberapa faktor. Pertama, terlalu lama menyimpan ASI perah. Kedua, suhu penyimpanan ASI yang salah dan mengakibatkan ASI menjadi basi. Terakhir, cara penyajian yang salah sehingga protein di dalam susu menjadi rusak.

Akibatnya, berat badan bayi rendah, perkembangan otak menjadi tidak optimal dan pertumbuhan badannya menjadi lebih lambat daripada bayi yang mendapat asupan ASI berkualitas. Karena itulah, Ibu wajib memperhatikan kualitas ASI yang diberikan kepada bayi, sehingga ia bisa tumbuh dengan sehat.

Cara untuk menjaga kualitas ASI Ibu adalah memastikan bahwa penyimpanan ASI sudah tepat dan higienis. Selain itu, asupan yang Ibu konsumsi memiliki nutrisi yang cukup dan menyehatkan. Yuk, cari tahu kandungan nutrisi apa saja yang harus Ibu konsumsi untuk meningkatkan kualitas ASI di sini: Kandungan Susu untuk Ibu Menyusui agar ASI Berkualitas

Referensi:

  • IDAI. Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. Diakses pada tanggal 30 Mei 2024. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu
  • National Library of Medicine. Cronobacter sakazakii Infection from Expressed Breast Milk, Australia. Diakses pada tanggal 30 Mei 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5782911/
  • UNAIR News. Kandungan Mikrobiologi di Dalam ASI yang Dipapar Suhu Kamar. Diakses pada tanggal 30 Mei 2024. https://news.unair.ac.id/2020/12/21/kandungan-mikrobiologi-di-dalam-asi-yang-dipapar-suhu-kamar/?lang=id

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Payudara kecil produksi ASI sedikit itu hanya mitos. Temukan fakta produksi ASI dan pentingnya nutrisi untuk mendukung kebutuhan Ibu selama menyusui.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Benarkah makanan ibu menyusui bisa membuat bayi putih? Simak faktanya, faktor yang memengaruhi warna kulit bayi, dan nutrisi untuk menjaga skin barrier.
Masa Persiapan
Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya
Cari tahu apakah ibu menyusui boleh makan daging kambing, meluruskan mitos ASI panas dan darah tinggi, serta tips olahan sehat untuk ASI lancar.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Cari tahu bolehkah ibu menyusui donor darah, pedoman waktu resmi dari WHO dan PMI, serta tips nutrisi jaga ASI tetap lancar dan tubuh selalu bugar.
Masa Persiapan
Cara Mengatasi ASI Terlalu Deras Agar Bayi Tidak Tersedak
Pelajari cara mengatasi aliran ASI yang terlalu deras melalui posisi menyusui bersandar (uphill nursing), teknik block feeding, dan bedanya dengan hiperlaktasi kronis.
Masa Persiapan
Cara Support Teman yang Sedang Menyusui Lewat Aksi Nyata
Pelajari cara support teman perempuan yang sedang menyusui lewat langkah praktis di rumah dan kantor agar produksi ASI mereka tetap lancar.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN