Masa Persiapan

Haruskah Check Up Rutin Sebelum Mempersiapkan Kehamilan?

Ditulis oleh: Amicis

Haruskah Check Up Rutin Sebelum Mempersiapkan Kehamilan?

Masa kehamilan merupakan masa yang penting bagi seorang wanita, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seorang wanita harus memiliki persiapan yang cukup dalam menghadapi masa kehamilannya. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan pra kehamilan menjadi prioritas.

Baca Juga: Hal-Hal yang Pantang Dilakukan Saat Mempersiapkan Kehamilan

Masih ada wanita Indonesia yang ingin memiliki momongan namun menganggap bahwa pemeriksaan ke ahlinya sebelum hamil bukanlah sesuatu yang penting. Terutama bila kendala finansial menjadi salah satu faktor penyebabnya. Di negara berkembang seperti Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada yang memilih untuk menyimpan uangnya untuk keperluan pada masa kehamilan atau sesudah kelahiran untuk merawat bayinya.

Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kehamilan

Fungsi pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum kehamilan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu sehingga dapat mendeteksi adanya kelainan (terutama pada ibu dan ayah) sebelum proses kehamilan. Bila memang ada kelainan, tentunya kondisi tersebut dapat diperbaiki, dan karenanya dapat mencegah terjadinya ketidak normalan atau kelainan pada bayi yang dikandung.

Tujuan utama pemeriksaan pra kehamilan adalah mengontrol kesehatan calon ibu agar masa kehamilan nanti lancar tanpa adanya masalah berarti. Selain itu, check up sebelum mempersiapkan kehamilan juga bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan calon ibu dan calon ayah. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi gaya hidup yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Tips Persiapan Kehamilan

Berikut adalah tips persiapan kehamilan, khususnya hal-hal yang dilakukan saat pemeriksaan pra kehamilan (pre-pregnancy check up) yang bisa dilakukan di dokter umum atau dokter spesialis kehamilan.

Baca Juga: Diet untuk Mempersiapkan Kehamilan

  1. Riwayat Kesehatan Keluarga
    Tes riwayat kesehatan keluarga ini dimulai dari cek golongan darah, rhesus, semua penyakit yang pernah diderita (seperti epilepsi, diabetes, tekanan darah tinggi), dan semua kelainan bawaan yang dimiliki pasangan atau anggota keluarga. Bila ditemukan adanya kelainan bawaan atau penyakit, maka pada umumnya, dokter akan memberikan perawatan khusus terhadap ibu selama kehamilan. Selain itu, akan dilakukan pula tes lanjutan untuk melihat kemungkinan menurunnya penyakit atau kelainan tersebut pada calon bayi.
  2. Kondisi Kesehatan Pasangan yang Harus Diperiksa
    Kondisi kesehatan pasangan dapat diketahui melalui tes atau pemeriksaan darah untuk mendeteksi kemungkinan terinfeksinya Torch. Selain itu, tes BMI (Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh) juga dilakukan, sebab berat badan ideal dalam perencanaan kehamilan juga penting agar kesehatan tetap prima dan keleluasaan gerak lebih optimal. Jika ibu atau pasangan mengalami kelebihan berat badan atau terlalu kurus, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan diet khusus. Tes atau pemeriksaan alat reproduksi calon ibu dan ayah, tahap ini termasuk pemeriksaan kondisi rahim, indung telur, serta saluran telur. Pemeriksaan ini diperlukan untuk melihat apakah rahim bebas dari miom dan sejenisnya atau tidak. Selain itu, tes atau pemeriksaan kualitas sel telur yang siap untuk dibuahi. Khusus pada calon ayah, perlu dilakukan tes atau pemeriksaan kualitas dan pergerakan sperma yang memungkinkan untuk terjadinya pembuahan pada sel telur.