Momen membawa si Kecil pulang ke rumah adalah saat penuh kebahagiaan, meski sering kali terselip rasa gugup bagi Ibu baru. Salah satu tantangan awal yang kerap membuat jantung berdebar adalah saat harus memandikan tubuh mungilnya yang terasa begitu lembut dan rapuh. Namun, percayalah bahwa dengan teknik yang tepat, aktivitas ini bisa berubah menjadi momen bonding yang sangat intim dan menyenangkan antara Ibu dan Buah Hati.
Memahami langkah-langkah aman sangatlah krusial, bukan hanya demi kebersihan si Kecil, tetapi juga untuk menjaga kenyamanan dan keselamatannya. Aktivitas mandi bukan sekadar membersihkan tubuh, melainkan juga menjadi sarana stimulasi sensori yang sangat baik bagi perkembangan bayi. Mari ciptakan suasana mandi yang menenangkan agar si Kecil senantiasa merasa rileks dan Ibu pun semakin percaya diri dalam merawatnya.
Kunci memandikan bayi tanpa drama tangisan adalah persiapan matang sebelum pakaiannya dibuka. Pastikan seluruh perlengkapan mandi sudah tersedia dalam jangkauan tangan Ibu agar prosesnya berjalan lebih praktis. Persiapan ini sangat penting agar Ibu bisa fokus dan tidak perlu meninggalkan si Kecil sendirian di bak mandi sedetik pun.
Selain perlengkapan, Ibu juga wajib menciptakan kondisi ruangan yang aman dan nyaman selama proses memandikan. Tutuplah pintu atau jendela agar si Kecil tidak kedinginan terkena embusan angin, serta pastikan lantai kamar mandi tidak licin. Suasana ruangan yang hangat akan sangat membantu bayi merasa lebih rileks saat kulitnya mulai bersentuhan dengan air.
Langkah krusial berikutnya adalah menyiapkan air mandi dengan suhu ideal, yakni berkisar antara 32 hingga 38 derajat Celcius. Mengingat kulit bayi masih sangat sensitif, pastikan suhu air pas dengan cara mencelupkan siku atau pergelangan tangan bagian dalam Ibu. Jika air sudah terasa hangat suam-suam kuku dan nyaman di kulit, momen memanjakan si Kecil pun siap dimulai.
Saat segala persiapan sudah matang, bicaralah pada si Kecil dengan nada lembut agar ia tetap tenang saat pakaiannya dibuka perlahan. Pastikan satu tangan Ibu selalu menopang bagian belakang kepala dan lehernya dengan kokoh namun penuh kasih sayang, sementara tangan lainnya mulai membasuh tubuhnya dengan langkah berikut:
Jika Ibu merasa tubuh bayi terlalu licin, jangan ragu untuk meminta bantuan Ayah atau orang terdekat agar momen ini tetap aman. Nikmatilah setiap detik interaksi mata dan sentuhan kulit ke kulit ini, karena di sinilah ikatan emosional antara Ibu dan si Kecil terbangun semakin kuat.
Salah satu kekhawatiran terbesar Ibu saat memandikan newborn biasanya adalah area tali pusat yang belum puput. Sebenarnya, Ibu tidak perlu takut memandikan bayi meski tali pusatnya masih basah, asalkan Ibu tahu cara memperlakukannya dengan benar. Saat membersihkan area perut, usaplah bagian sekitar tali pusat dengan sangat hati-hati menggunakan waslap lembut atau kasa steril, dan pastikan area tersebut tidak terendam air terlalu lama.
Setelah sesi mandi selesai, hal terpenting adalah memastikan area pangkal tali pusat benar-benar kering sebelum Ibu memakaikan popok dan baju. Kelembapan yang terperangkap di area ini bisa memicu infeksi atau bau tak sedap. Ibu bisa menepuk-nepuk pelan area tersebut dengan handuk kering atau kasa steril tanpa perlu menggosoknya.
Jika Ibu masih ragu tentang detail perawatannya atau melihat tanda-tanda yang membingungkan, Ibu bisa mempelajari lebih lanjut tentang perawatan tali pusat bayi yang tepat. Pengetahuan yang cukup akan membuat Ibu lebih tenang dan mencegah risiko infeksi, sehingga proses penyembuhan tali pusat bisa berjalan alami dan cepat.
Meski terlihat sederhana, ada beberapa kebiasaan penting yang wajib Ibu hindari demi menjaga keamanan dan kesehatan kulit sensitif si Kecil. Prioritas utama yang tidak bisa ditawar adalah jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di dalam bak mandi, bahkan hanya sedetik untuk mengambil barang yang tertinggal. Selain itu, pastikan Ibu selalu menggunakan produk perawatan khusus newborn dan menghindari sabun orang dewasa yang berpewangi menyengat agar kulitnya terhindar dari risiko iritasi.
Kesalahan lain yang terkadang tidak disadari adalah cara mengeringkan tubuh bayi yang terlalu kasar dengan menggosokkan handuk. Sebaiknya, keringkan tubuh mungilnya melalui gerakan menepuk-nepuk secara perlahan menggunakan handuk berbahan lembut hingga benar-benar kering sempurna. Pastikan juga tidak ada sisa air yang bersembunyi di area lipatan kulit sebelum memakaikan baju agar si Kecil terhindar dari kelembapan berlebih dan ruam kemerahan.
Terkadang saking serunya bermain air, Ibu mungkin tidak sadar sudah memandikan si Kecil terlalu lama. Padahal, durasi ideal memandikan bayi baru lahir hanyalah sekitar 5 hingga 10 menit saja. Mandi yang terlalu lama justru bisa membuat kulit sensitifnya menjadi kering dan tubuh mungilnya rentan kedinginan.
Ibu juga tidak perlu memaksakan si Kecil untuk mandi setiap hari jika kondisinya sedang tidak memungkinkan. Menyeka tubuhnya secara lembut menggunakan waslap hangat pun sebenarnya sudah cukup untuk menjaga kebersihannya. Khusus untuk bayi prematur atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, berdiskusi dengan dokter mengenai rutinitas mandi terbaik tentu akan jauh lebih aman bagi Ibu.
Setelah badannya kembali bersih dan harum, si Kecil biasanya akan merasa rileks, mudah lapar, dan mengantuk. Ini menjadi momen yang sangat tepat dan menenangkan bagi Ibu untuk mendekapnya hangat sambil memberikan ASI.
Agar kualitas dan kuantitas ASI senantiasa terjaga untuk si Kecil, pastikan Ibu juga tidak lupa memenuhi kebutuhan gizi harian sendiri, ya. Nutrisi yang tepat sangat penting untuk menjaga stamina Ibu sekaligus memberikan manfaat terbaik di setiap tetesan ASI-nya.
Untuk mengetahui bagaimana kebutuhan gizi harian Ibu bisa terpenuhi dengan cara yang praktis dan lezat, yuk cari tahu selengkapnya di artikel ini: Berbagai Khasiat Susu PRENAGEN lactamom