Dampak Kekurangan Kalsium untuk Ibu Menyusui

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Dampak Kekurangan Kalsium untuk Ibu Menyusui

Kenapa ibu-ibu yang menyusui sering sakit gigi? Bisa jadi, sakit gigi ini terjadi karena kekurangan kalsium, Bu. Kalsium memang penting untuk ibu menyusui, sebab menjaga kekuatan gigi Ibu. Tidak hanya sakit gigi, masih banyak juga dampak yang terjadi akibat kurangnya asupan kalsium yang akhirnya bisa mengurangi kualitas hidup Ibu. Simak penjelasan tentangnya di sini yuk.

Tanda Kekurangan Kalsium pada Ibu Menyusui

Sebenarnya, tanda pasti bahwa Ibu menyusui kekurangan kalsium adalah nilai kalsium dalam darahnya yang hanya sebanyak maksimal 8,5 mg/dl. Namun, umumnya jarang sekali ibu-ibu yang tengah menyusui memeriksakan kadar kalsium mereka secara mandiri.

Tetapi, Ibu dapat mencurigai bahwa diri Ibu mengalami kekurangan kalsium jika Ibu mengalami gejala-gejala berupa sering sakit punggung, sakit gigi, sering kram otot dan menjadi lemas.

Pada ibu yang sakit gigi, kekurangan kalsium akan menyebabkan gigi sedikit kehilangan kekuatan lapisan pelindungnya. Akibatnya, giginya akan lebih mudah berlubang, sehingga menjadi keropos. Bagi Ibu, gejala yang pertama kali terasa dari gigi yang berlubang ini adalah sakit gigi.

Baik kram otot dan lemas terjadi karena kalsium bekerja untuk membantu koordinasi saraf dengan otot. Apabila Ibu kekurangan kalsium, maka saraf dan otot tidak bisa bekerja sama dengan baik, sehingga Ibu akan merasa kram dan kadang-kadang menjadi lemas.

Sakit punggung juga wajar terjadi pada ibu menyusui yang kekurangan kalsium. Sebab, kalsium seharusnya menjaga kepadatan tulang. Namun, pada ibu-ibu yang hamil dan baru melahirkan, tubuhnya secara normal memprioritaskan kalsium untuk kebutuhan bayi, sehingga ibu sendiri akan rawan tidak mendapatkan kalsium untuk tulangnya sendiri jika asupannya masih kurang. Dengan tulang yang kekurangan kalsium, maka tulang dapat menjadi keropos dan terasa nyeri, dan tulang yang paling rentan keropos ini adalah tulang punggung.

Bagaimana Kalsium Menjaga Kesehatan Tulang

Tulang merupakan jaringan yang 70%-nya terdiri dari mineral, di mana mineralnya sendiri didominasi oleh kalsium yang dikombinasikan dengan fosfor. Sedangkan 30%-nya lagi dibentuk oleh PROTEIN.

Tulang sendiri terdiri dari tulang keras dan tulang lunak. Semakin tinggi kalsium yang dikandung oleh tulang, maka semakin keras pula tekstur dari tulang ini, menyebabkan tubuh Ibu memiliki rangka yang kokoh.

Tulang memiliki siklus hidup yang semula mengubah sel berupa bakal tulang (osteoblas) menjadi osteosit (sel tulang yang menopang tubuh), dan berakhir menjadi osteoklas (sel tulang yang akan mati). Setiap kali tubuh memerlukan osteoblas baru, maka tubuh akan memerlukan kalsium. Proses ini berlangsung terus-menerus hingga Ibu menjadi lansia, karena itu Ibu akan membutuhkan kalsium sebanyak-banyaknya agar tubuh Ibu dapat memproduksi sel tulang baru.

Tanpa cukup osteoblas dari kalsium, maka rangka Ibu hanya didominasi osteoklas yang tentunya tidak cukup kuat untuk menopang tubuh Ibu.

Kebutuhan Kalsium

Selama menyusui, kebutuhan kalsium Ibu adalah 1200 mg per harinya. Jumlah ini masih sama dengan kebutuhan Ibu ketika hamil. Jumlah ini akan menetap hingga Ibu lansia, karenanya penting sekali Ibu memperoleh kalsium secara konsisten setiap harinya.

Cara Mengatasi Kekurangan Kalsium

Terdapat 3 cara mengatasi kekurangan kalsium, yaitu pemberian suplemen, makanan, dan susu yang mengandung tinggi kalsium.

Suplemen

Banyak suplemen berisi kalsium yang kini tersedia di toko-toko obat. Ibu dapat memanfaatkan suplemen ini untuk mencegah diri Ibu kekurangan kalsium. Namun, untuk memperoleh kebutuhan kalsium yang tercukupi, akan butuh konsistensi untuk meminumnya ya, Bu.

Makanan Sumber Kalsium

Ibu dapat memperoleh makanan sumber kalsium ini dengan mudah, dari makanan sebagai berikut:

  • Produk olahan susu (misalnya keju, yoghurt)
  • Minuman olahan yang telah diperkaya dengan kalsium (misalnya jus jeruk)
  • Produk olahan kedelai, misalnya edamame dan tofu.
  • Sayur berdaun hijau (misalnya sawi, lobak, kale, bok choy, dan bayam) 
  • Ikan-ikanan (misalnya sarden dan salmon yang belum dilepas dari tulangnya)
  • Kacang almond

Susu Tinggi Kalsium

Susu merupakan salah satu sumber terbaik di mana Ibu dapat mendapatkan kalsium selama menyusui. Susu pada masa kini merupakan produk yang dapat dikonsumsi dengan mudah, baik dalam bentuk susu bubuk maupun susu UHT pun sama-sama mengandung kalsium.

Susu juga memiliki peran yang penting bagi seorang ibu menyusui karena nutrisinya yang lengkap. Tak hanya mengandung kalsium, tetapi jika Ibu memilih susu yang mengandung tinggi PROTEIN, maka Ibu akan memperoleh manfaat tambahan berupa meningkatnya sumber kalori Ibu. Dengan cukup kalori, maka Ibu akan dapat beraktivitas dengan prima meskipun sambil menyusui bayi.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan kalsium selama menyusui ini, Ibu dapat mengandalkan PRENAGEN lactamom. Tak hanya kalsium yang dapat dipasoknya, tetapi juga PROTEIN dalam jumlah tinggi, zat besi, dan lain sebagainya. Sudahkah Ibu mencoba PRENAGEN lactamom? Simak dulu yuk di halaman berikut ini: Apakah PRENAGEN lactamom Termasuk ASI Booster?

Sumber:

  • University of California San Francisco. Calcium blood test. Diakses tanggal 21 Maret 2024. https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/calcium-blood-test
  • National Library of Medicine. Calcium Intake in Bone Health: A Focus on Calcium-Rich Mineral Waters. Diakses tanggal 2 Juli 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6316542/