Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi dengan Mudah

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi dengan Mudah

Apakah kulit bayi gatal-gatal kemerahan karena mengalami biang keringat? Kondisi ini tentu membuatnya rewel dan menangis terus ya, Bu. Tenang saja, biang keringat pada bayi alias keringat buntet bisa diatasi kok. Namun sebelum mengetahui cara mengatasinya, pahami dulu penyakit ini dan penyebabnya yuk.

Apa Itu Biang Keringat pada Bayi?

Nama latin dari penyakit biang keringat ini ialah miliaria. Ciri-ciri miliaria pada bayi ini merupakan ruam dan bintik-bintik merah berukuran kecil dengan ciri khas menonjol, gatal, serta dapat menyebabkan kulit terasa disengat hingga perih.

Tak hanya terjadi pada anak-anak, orang dewasa pun juga bisa mengalami miliaria, meskipun lebih jarang. Pada bayi, gejala biang keringat ini paling sering muncul di area wajah, leher, serta area lipatan kulit seperti selangkangan.

Penyebab

Keringat bayi yang berlebihan mengakibatkan pori-pori kulit tersumbat sehingga keringat tidak bisa keluar. Akibatnya, kulitnya akan mengalami biang keringat.

Penyebab utama penyakit ini pada bayi adalah faktor lingkungan yang terlalu panas dan lembap, atau tertutup, sehingga sirkulasinya buruk. Selain itu, pada bayi baru lahir, biang keringat juga dapat disebabkan baju atau bedong yang tidak menyerap keringat. Keringat tersebut akan terjebak tanpa bisa keluar, sehingga berkumpul dan menimbulkan gatal.

Jenis Biang Keringat

Sebenarnya penyakit tersebut tidaklah berbahaya ataupun menular. Namun, penyakit ini sangat mengganggu bayi, sebab ia akan menjadi rewel ketika rasa gatal menyerang. Pada anak yang lebih besar, juga dapat timbul luka dan koreng jika terlalu keras digaruk.

Berdasarkan tingkat bahayanya, ruam tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis:

Miliaria Kristalina

Miliaria kristalina yang sering terjadi pada bayi, merupakan jenis miliaria yang tergolong sangat ringan, bahkan paling ringan. Miliaria ini hanya mempengaruhi lapisan kulit teratas saja. Gejalanya antara lain munculnya bintil-bintil merah berisi cairan jernih yang dapat pecah dengan mudah. Umumnya ruam tersebut tidak menimbulkan gatal dan sakit pada kulit.

Miliaria Rubra

Miliaria rubra merupakan miliaria pada lapisan kulit yang lebih dalam. Miliaria rubra pada bayi jarang terjadi, karena umumnya dialami oleh orang dewasa. Gejalanya adalah munculnya bintil merah pada kulit disertai dengan rasa gatal menyengat.

Miliaria Pustulosa

Miliaria pustulosa pada bayi ini merupakan perkembangan lanjutan dari miliaria rubra yang mengalami peradangan. Gejalanya adalah munculnya bintil merah berisi nanah, sehingga ruamnya berubah warna menjadi kuning atau putih. Ketika muncul nanah, ruam ini sudah tergolong berat dan beresiko menimbulkan infeksi kulit.

Miliaria Profunda

Miliaria profunda merupakan miliaria paling berat, namun jarang terjadi. Ruam tersebut terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Keringat yang terjebak pada kulit menyebabkan timbulnya bintil merah yang sangat besar dan keras, sehingga bersifat kronis dan kambuhan.

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara menghilangkan biang keringat pada bayi ini cukup mudah dan dapat dilakukan di rumah. Karena tidak tergolong penyakit berbahaya, Ibu belum perlu mengonsultasikannya dengan dokter jika ruam ini hilang dalam beberapa hari.

Turunkan Suhu Ruangan

Ruam ini sangat mudah muncul ketika cuaca sangat panas dan gerah, ditambah lagi jika tidak terdapat sirkulasi udara pada ruangan. Oleh karena itu Ibu perlu menurunkan suhu ruangan agar bayi dapat tidur dan beraktivitas lebih nyaman. 

Ibu bisa menurunkan suhu ruangan dengan menyalakan AC atau kipas angin agar ruangan tidak terlalu gerah. Perlu Ibu ketahui bahwa ruamnya tidak akan hilang jika keringat dan rasa kegerahan masih terus ada.

Berikan Pakaian yang Nyaman Berbahan Katun

Pakaian berbahan katun adalah pilihan terbaik karena menyerap keringat dengan baik dan memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik di sekitar kulit bayi. Bahan katun juga lebih lembut dan tidak akan mengiritasi kulit bayi yang sensitif. Jangan gunakan pakaian yang terlalu ketat atau berbahan sintetis, karena dapat memperburuk ruam kulit dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Ibu juga harus memilih pakaian yang tipis dan longgar untuk membantu mencegah gejala ruam dan gatal-gatal pada kulitnya. Selain itu, ganti pakaian bayi secara teratur, terutama saat cuaca panas di siang hari atau saat bayi berkeringat banyak.

Sebelum ganti baju, sebaiknya bersihkan atau mandikan bayi dulu dengan air hangat dan mengeringkannya dengan lembut. Tujuannya untuk membantu menjaga kulit tetap sehat dan bebas dari biang keringat.

Gunakan Losion Calamine

Losion calamine telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala biang keringat pada bayi. Losion ini mengandung bahan aktif seperti zinc oxide yang membantu menenangkan kulit yang meradang dan mengurangi rasa gatal.

Cara penggunaannya sangat mudah, cukup oleskan losion calamine secara tipis pada area kulit yang terkena biang keringat. Pastikan untuk tidak mengoleskannya di sekitar mata atau area yang terlalu sensitif.

Sebagai tambahan, pastikan untuk menggunakan losion calamine yang telah disetujui oleh dokter atau direkomendasikan oleh ahli kesehatan. Jika bayi mengalami reaksi alergi atau iritasi setelah penggunaan, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan terpercaya.

Pindahkan Bayi ke Ruangan dengan Sirkulasi Baik

Pertolongan Ibu selanjutnya ialah memindahkan bayi ke ruangan lain yang memiliki sirkulasi udara lebih baik. Jika ruangan sebelumnya tidak memiliki ventilasi atau jendela besar, segera pindahkan bayi agar ruamnya cepat teratasi.

Pastikan Kulit Bayi Tetap Kering

Kulit dengan ruam perlu dijaga agar jangan sampai terus menerus terpapar keringat. Pasalnya, ruamnya akan semakin parah jika kulit kembali terkena keringat. Ibu perlu menjaga dan memastikan, bagian kulit yang mengalami ruam tersebut tetap kering sepanjang hari.

Pencegahan

Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Ibu dapat mencegah bayi dari miliaria ini dengan cara mudah, yaitu dengan memberikan pakaian tipis, lembut, dan nyaman digunakan. Perlu Ibu ketahui bahwa ruam tersebut dapat dicegah jika kulit dapat bernapas dengan baik. Sirkulasi udara pada kulit sangat dibutuhkan, salah satunya dengan cara memakai baju yang dapat menyerap keringat.

Selain itu, cegah miliaria dengan cara menyediakan pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin pada kamar. Ruangan yang tidak panas membuat kulit aman dari ruam. Jika Ibu tidak ingin menambahkan pendingin ruangan, maka pastikan sirkulasi udara pada kamar tersebut cukup baik dengan jendela dan ventilasi yang sehat.

Biang keringat memang tidak berbahaya, namun jika bayi sudah tampak sangat terganggu dengan gatal pada kulitnya, Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter. Terlebih jika pertolongan pertama sudah dilakukan namun ruamnya tak kunjung mereda, atau justru bertambah parah. Segera pergi ke dokter agar ditangani dengan tepat ya, Bu!

Selain biang keringat, Ibu juga harus mengetahui berbagai jenis penyakit kulit yang umum terjadi agar dapat mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola kondisi kulit tersebut dengan lebih baik selama kehamilan dan masa pasca melahirkan. Berikut ini di antaranya: Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya.

Referensi:

  • Healthline. What to Know About Heat Rash in Babies. (Diakses pada 27 Juni 2024). https://www.healthline.com/health/heat-rash-toddler
  • Saint Luke's. When Your Child Has Heat Rash (Prickly Heat). (Diakses pada 27 Juni 2024). https://www.saintlukeskc.org/health-library/when-your-child-has-heat-rash-prickly-heat.