Masa Menyusui

Wajib Tahu! Panduan Sekolah Ramah Anak untuk Buah Hati

Ditulis oleh: Amicis

Wajib Tahu! Panduan Sekolah Ramah Anak untuk Buah Hati

Pendidikan sejak usia dini merupakan salah satu hal yang penting untuk membentuk pribadi serta menjadi ladang ilmu pengetahuan untuk anak. Sebagai orang tua, pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk pendidikan sang buah hati. Sekolah merupakan lingkungan yang penting bagi perkembangan emosional, kognitif, dan psikomotor karena mereka akan menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Mulai dari pagi hingga terkadang petang dengan berbagai kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler di dalamnya. Bisa dibilang, sekolah adalah rumah kedua bagi anak.

Baca juga:Memilih Camilan Sehat untuk Anak

Oleh sebab itu, Ibu harus paham dan memastikan bahwa anak senang dan nyaman melakukan berbagai kegiatan belajar di sekolah. Untuk itu, penting untuk orang tua agar memilih sekolah yang ramah bagi anak. Pemerintah pun sudah mengeluarkan kebijakan terkait program Sekolah Ramah Anak atau SRA. Apa SRA itu? Yuk, simak ulasannya yang bisa dijadikan panduan berikut ini.

Pengertian Sekolah Ramah Anak

Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, non formal, dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan. Hal ini diikuti dengan sekolah dapat menjamin, mewujudkan, dan menghormati hak-hak anak serta melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi dan penyalahgunaan lainnya. Selain itu, SRA mendukung partisipasi anak terutama dalam mekanisme perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan pengaduan terkait dengan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan pendidikan.

Sekolah ramah anak bukan tentang membangun sekolah baru, tetapi tentang membuat sekolah lebih nyaman bagi anak-anak, sekaligus memastikan bahwa sekolah menyadari hak-hak anak dan melindungi mereka.Sekolah ramah anak merupakan salah satu indikator pembangunan kabupaten/kota layak anak. Berdasarkan Juknis Kemen PPPA mengenai sekolah ramah anak, hingga Oktober 2015, terdapat 264 kabupaten/kota sudah mulai menjadi kabupaten/kota ramah anak.

Tujuan Sekolah Ramah Anak

Tentu saja, sekolah ramah anak memiliki tujuan melindungi hak anak selama di sekolah serta melindungi mereka dari segala masalah dan hal-hal yang membuat anak kehilangan haknya. Dengan dirumuskannya program sekolah ramah anak, sekolah diharapkan mampu menerapkan konsep BARISAN yang terdiri dari Bersih, Asri, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Aman, dan Nyaman. Tujuan diciptakan konsep BARISAN adalah agar anak dapat belajar di lingkungan sekolah yang kondusif.

Pemerintah pusat dan daerah tentu harus turut mendukung jalannya sekolah ramah anak. Sebagai orang tua, yuk kita harus tahu 8 indikator sekolah ramah anak agar anak nyaman bersekolah. Tujuannya tentu saja agar anak yang kurang paham mengenai pelajaran tetap dibimbing tanpa dibandingkan dengan teman-temannya yang sudah paham. Anak-anak juga mendapatkan apresiasi atas prestasi di sekolah.

Sarana prasarana layak untuk digunakan dan mendukung semua aktivitas kegiatan belajar mengajar serta bebas dari asap rokok dan NAPZA. Sekolah juga diharapkan menjunjung tinggi menjadi sekolah yang bebas kekerasan pada anak termasuk kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Tak hanya itu, guru selalu bertindak adil dengan tidak melecehkan, menghina, mempermalukan anak, membanding-bandingkan kemampuan fisik maupun finansial murid, dan tidak menyebabkan anak trauma.

Prinsip Sekolah Ramah Anak

Pada dasarnya sekolah ramah anak harus memiliki beberapa prinsip untuk menjadi dasar. Sekolah harus menjamin bahwa setiap anak dapat memperoleh hak-haknya tanpa adanya diskriminasi dari pihak manapun. Tak hanya itu, setiap kebijakan yang dikeluarkan sekolah harus mengedepankan kepentingan anak dan manajemen sekolah harus menjamin keterbukaan, transparan, terjaga akuntabilitasnya.

Dari sisi siswa yang belajar di sekolah ramah anak, sekolah harus menjamin kehidupan, kelangsungan hidup, dan menghargai harkat serta martabat siswa siswi yang bersekolah tanpa melihat status sosialnya sekalipun untuk menjadikan anak tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya.

Ciri-ciri Sekolah Ramah Anak

Sekolah ramah anak merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 jam anak berada di sekolah. Kini saatnya Ibu mencari tahu apakah Ibu sudah memilih sekolah ramah anak untuk anak atau belum. Untuk itu, Ibu perlu memperhatikan ciri-ciri sekolah ramah anak berikut ini:

  1. Setiap pengajar baik staf, non-staf, serta anak-anak dilatih dan menerapkan budaya anti kekerasan dan ­anti-bullying baik antar staf, non-staf, dan khususnya kepada anak
  2. Selama kegiatan belajar mengajar, guru tidak melakukan tindak kekerasan ataupun perlakuan kurang menyenangkan pada anak.
  3. Anak mendapatkan perlakukan adil tanpa melihat latar belakang, suku, ras, agama, warna kulit, dan sebagainya.
  4. Anak merasa sekolah bukan beban hidup sehingga anak merasa nyaman dan aman untuk berkegiatan di sekolah.
  5. Guru tidak pernah mempermalukan peserta didik.
  6. Guru dan tenaga pengajar menjadi fasilitator anak untuk tumbuh dan berkembang dengan memperbolehkan anak bebas menyampaikan ide, pendapat, gagasan dengan pengawasan yang sesuai koridor pendidikan
  7. Makanan di kantin sekolah terjaga kebersihannya.
  8. Rasa peduli anak terhadap lingkungan sekitar semakin meningkat setelah masuk di suatu sekolah.
  9. Sekolah menerapkan tata tertib yang sesuai dengan konsep sekolah ramah anak secara terbuka dan anti diskriminasi.

Komponen Sekolah Ramah Anak

Sekolah ramah anak tidak dapat terwujud hanya dengan mengandalkan sekolah, Bu. Menurut Kemen PPPA, dalam berkomitmen menerapkan sekolah ramah anak, sekolah harus merujuk pada 6 komponen penting yaitu:

  • Adanya komitmen secara nyata dan transparan oleh pihak sekolah mengenai kebijakan sekolah ramah anak. Dengan adanya komitmen sekolah untuk menerapkan konsep sekolah ramah anak, sekolah memang benar-benar akan menjalankan program ini sesuai dengan perencanaan pelaksanaan yang ditetapkan oleh sekolah itu sendiri.
  • Terlaksananya proses belajar mengajar ramah anak di sekolah. Hal ini mengindikasikan anak bisa merasakan kenyamanan di lingkungan sekolahnya, seperti perlakuan dari guru dan teman-teman di sekitarnya.
  • Para pengajar dan tenaga kependidikan, baik guru maupun staf lain yang terlatih memahami hak anak di sekolah. Ini artinya sekolah memiliki tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya dan bisa memperlakukan anak sesuai hak yang si anak miliki.
  • Menghadirkan sarana dan prasarana di sekolah yang ramah anak. Dengan adanya sarana dan prasarana yang ramah anak dan memadai, anak akan merasa nyaman terhadap fasilitas di sekolah yang ia gunakan. Anak pun akan dengan riang gembira dan aman tanpa perlu merasa takut menggunakan sarana prasarana sekolah.
  • Anak-anak dengan senang berpartisipasi dalam program sekolah ramah anak. Hal ini dikaitkan dengan bagaimana perilaku anak dalam bersosialisasi di sekolah, termasuk taat kepada tata tertib sekolah.
  • Orang tua sebagai pendidik dan madrasah utama mendukung program sekolah ramah anak dengan memantau segala kegiatan di sekolah, termasuk berpartisipasi aktif dalam Persatuan Orang tua Murid dan Guru (POMG) sebagai wadah untuk menyalurkan pendapat mengenai program sekolah ramah anak kepada pihak sekolah.

Baca juga:Langkah-langkah Menangani Anak Susah Diatur

Bagaimana Ibu? Setelah mengetahui konsep sekolah ramah anak, Ibu sebaiknya mencari sekolah untuk anak yang menerapkan konsep tersebut. Hal ini berguna untuk menjamin perkembangan anak yang baik di sekolah. Selamat mencari, Bu!