Masa Menyusui

Catat! Tips Aman Menyusui Bagi Ibu Positif COVID-19

Ditulis oleh: Amicis

Catat! Tips Aman Menyusui Bagi Ibu Positif COVID-19

Di tengah serangan pandemi virus corona yang semakin parah akibat munculnya berbagai varian baru virus ini, membuat ibu hamil dan menyusui harus waspada. Pasalnya, virus yang mudah menular melalui droplet udara ini mulai mengincar semua kalangan usia, tak terkecuali ibu menyusui.

Hal ini tentu menyebabkan kekhawatiran mengenai dampak virus corona pada ASI. Walaupun belum ada penelitian lebih lanjut tentang efek virus corona pada ASI, ada baiknya ibu menyusui lebih waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun walau hanya di rumah saja.

Baca juga:Cara Menjaga Kehamilan Saat Pandemi COVID-19

Dikutip dari WHO, sebanyak 116 wanita yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan menyusui dilakukan tes pada bayi mereka. Ternyata, semua bayi yang mengonsumsi ASI dari ibu yang terkonfirmasi positif corona dilaporkan negatif infeksi virus COVID-19 dan tidak memiliki gejala apapun.

Bisakah Ibu Positif Corona Menyusui Bayi?

ASI merupakan sumber makanan utama bayi yang kaya akan gizi dan nutrisi yang belum bisa mengonsumsi makanan padat. Pemberian ASI untuk bayi disarankan hingga Anak berusia 2 tahun agar maksimal tumbuh dan kembangnya. Dalam 6 bulan pertama kehidupannya, Ibu tidak perlu memberikan makanan atau minuman lain karena ASI disebut sebagai liquid gold yang mengandung nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi seperti vitamin, protein, dan lemak.

Selain itu, ASI mengandung zat antibodi yang membuat sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat dan bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus, termasuk COVID-19. Untuk itu, sebaiknya Ibu tidak melewatkan fase menyusui meskipun Ibu positif COVID-19. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa virus corona dapat menular pada bayi melalui ASI. Jadi, bagi Ibu yang memiliki gejala COVID-19 ataupun sudah dinyatakan positif tetap dapat memberikan ASI untuk bayi.

Dilansir dari WHO, dalam rekomendasinya, menyusui, melakukan kontak skin-to-skin, berada dalam satu ruangan dengan ibu yang terinfeksi virus COVID-19 juga secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup neo natal bayi dan mengurangi tingkat risiko bayi mudah terinfeksi virus serta bakteri.

Tips Aman Menyusui bagi Ibu Positif COVID-19

Meski masih bisa menyusui bayinya dengan benar, ibu menyusui yang terjangkit virus corona harus sangat berhati-hati. Alasannya adalah karena dapat menyebar dengan mudah dengan sedikit air liur. Untuk mencegah penyebaran virus corona pada ibu menyusui, ibu harus melakukan hal berikut:

  • Gunakan masker saat menyusui. Saat ibu batuk, bersin atau mengajak anak ngobrol, memakai masker bisa mencegah air liur terciprat mengenai buah hati. Dengan cara ini, buah hati Anda akan lebih aman. Ada banyak jenis masker yang dapat Busui pakai, mulai dari masker bedah, masker kain, hingga masker KN95. Ibu pun bisa menggunakan masker dobel, yaitu masker medis dan masker kain agar lebih pasti dalam melindungi anak dari percikan liur.
  • Biasakan mencuci tangan. Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh atau menggendong anak. Cuci dengan sabun antiseptik dan air mengalir untuk mencegah virus yang menempel di telapak tangan menyebar ke anak.
  • Bersihkan permukaan. Bersihkan permukaan yang sering Anda sentuh, contohnya kursi, railing tangga, ataupun handphone. Bila ibu tidak bisa menyusui langsung karena isolasi mandiri, bersihkan permukaan tempat alat pemerah ASI dan botol ASI. Jika dianggap perlu, disinfektan dapat digunakan untuk menonaktifkan bakteri atau virus.
  • Memerah ASI. Jika ibu merasa tidak nyaman ataupun mengalami perburukan gejala COVID-19, yang terbaik adalah memberi ASI pada anak dalam botol. Dengan memerah ASI dan menjaga jarak dari buah hati sementara waktu akan membantu mencegah penularan virus pada buah hati.
  • Bersihkan area payudara. Bila ibu memiliki gejala ringan atau tanpa gejala dapat menyusui secara langsung, ibu harus menjaga kebersihan diri terutama area payudara. Hal ini berguna untuk mencegah penularan virus COVID-19.
  • Jaga kebersihan alat dan sterilkan. Selain menjaga kebersihan tangan, Ibu harus memerhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan untuk memerah ASI, baik alat pompa ataupun botol susu, serta sterilkan alat-alat tersebut sehingga virus ataupun kuman lain mati.
  • Mencari donor ASI. Hal ini dilakukan bila memang ibu menyusui yang terkonfirmasi positif corona tidak sanggup menyusui secara langsung, misalnya adanya perburukan kondisi kesehatan sang ibu. Bantuan pasangan dan keluarga sangat dibutuhkan agar sang buah hati tetap mendapatkan kebutuhan nutrisi dan gizi ASI meskipun bukan dari ibunya langsung.

Perlu diingat, Ibu tidak boleh memaksakan diri untuk menyusui secara langsung atau direct breastfeeding. Minta bantuan ayah atau anggota keluarga lainnya untuk membantu memberikan botol ASI pada Anak.

Saat memilih untuk memberikan ASI perah pada anak, penting Ibu ketahui bahwa ASI bisa bertahan selama 4 bulan dalam freezer. Sedangkan dalam chiller, ASI bisa bertahan selama 3-4 hari. Namun jika hanya menggunakan ice pack gel, ASI bisa bertahan kurang dari 24 jam.

Apa yang Busui Harus Lakukan Jika Terinfeksi Virus Corona?

Tetap positif dan menyusui buah hati ya Bu! Sebab, dengan menyusui, secara otomatis tubuh akan menghasilkan antibodi dalam ASI sebagai respon tubuh terhadap virus COVID-19 dan akan melindungi anak dari paparan virus serta meningkatkan respon kekebalan tubuh bayi itu sendiri. Namun, bila tingkat keparahan meningkat, jangan memaksakan diri untuk memberi ASI secara langsung. Hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan untuk Ibu dan buah hati.

Selain itu, Ibu juga tetap perlu menjaga kesehatan tubuh dengan selalu mengonsumsi makanan sehat serta bernutrisi, beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, serta minum obat dengan rutin agar bisa pulih dari penyakit COVID-19. Sebisa mungkin lakukan kegiatan yang menyenangkan selagi isolasi mandiri agar Ibu tidak stres, sebab bila Ibu stres akan menghambat produksi ASI. Dukungan suami dan keluarga pun tetap harus ibu menyusui dapatkan. Sebab, ibu akan merasa tidak sendirian dan dapat membantu meningkatkan imun tubuh.

Hindari melihat berita-berita baik di televisi maupun sosial media. Hal ini dikarenakan dengan gencarnya berita hoax bertubi-tubi, dapat membuat ibu yang terkonfirmasi positif corona panik dan stres. Tontonlah hal yang menyenangkan seperti serial opera atau musik yang dapat menenangkan sekaligus membuat ibu bahagia agar cepat pulih dari virus COVID-19.

Jika ibu sudah terkonfirmasi negatif, disarankan ibu menyusui segera mendapatkan vaksinasi COVID-19 guna melindungi buah hati. Dilansir dari Klikdokter.com, saat ini Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan ibu hamil dan menyusui untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Selain itu, Centers for Disease Control & Prevention (CDC) Amerika Serikat juga telah menyatakan bahwa ibu hamil dan ibu menyusui dapat menerima vaksinasi COVID-19. Semua jenis vaksin COVID-19 dapat digunakan untuk ibu menyusui. Sejauh ini, tidak ada masalah atau isu yang berkaitan dengan vaksinasi COVID-19 untuk ibu menyusui.

Baca juga:4 Risiko Hamil Saat Corona serta Tips Menghadapinya

Jika Ibu berobat ke dokter, pastikan beberapa obat yang dikonsumsi tidak menghambat produksi ASI. Jika mengalami kesulitan untuk menyusui, konsultasikan kembali dengan dokter atau spesialis laktasi guna mendapatkan saran dan penanganan yang sesuai kondisi Ibu. Semoga tips aman menyusui bagi ibu positif COVID-19 di atas bisa bemanfaat ya!