Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.
Ibu menyusui wajib mewaspadai beberapa jenis bahan herbal karena senyawa aktif di dalamnya dapat terserap ke dalam ASI dan berisiko menimbulkan efek samping pada kesehatan bayi maupun menekan produksi ASI. Bahan herbal yang wajib dihindari atau dibatasi secara ketat antara lain herbal penurun produksi ASI (seperti sage, peppermint berlebih, dan spearmint) serta herbal berisiko toksik atau memicu efek samping sistemik (seperti ginseng, kava-kava, St. John's wort, ginkgo biloba, dan daun senna). Selalu konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi sebelum mengonsumsi racikan herbal atau suplemen pelancar ASI.
Mengasihi buah hati merupakan perjalanan yang luar biasa, namun terkadang rasa lelah dan kekhawatiran akan suplai ASI bisa membuat Ibu merasa tertekan. Di fase ini, banyak Ibu beralih pada pengobatan tradisional, meskipun tingginya penggunaan herbal sering kali dipengaruhi oleh kurangnya informasi yang komprehensif terkait faktor risikonya pada masa laktasi (Aragie & Afework, 2025). Ibu sama sekali tidak perlu memaksakan diri meminum ramuan pahit jika ada metode medis dan nutrisi yang lezat serta jauh lebih nyaman untuk tubuh.
Terdapat asumsi yang beredar luas di masyarakat bahwa segala sesuatu yang berlabel "alami" sudah pasti aman. Mari kita luruskan miskonsepsi ini secara perlahan. Berdasarkan tinjauan ilmiah berjudul "Herbs in pregnancy and lactation: A review appraisal", dijelaskan bahwa tanaman herbal memiliki berbagai senyawa aktif yang dapat tersalurkan melalui sirkulasi darah Ibu kemudian masuk ke dalam ASI (Shinde et al., 2012).
Meskipun jamu tradisional dipercaya banyak membantu melancarkan ASI, sebuah penelitian berjudul "Gambaran Penggunaan Galaktagog pada Ibu Menyusui di Kota Malang" mencatat fakta bahwa sebagian kecil ibu (12,3%) tetap merasakan efek samping ringan seperti sakit kepala, kenaikan berat badan, dan sulit tidur, serta 1% bayi dilaporkan mengalami gangguan sembelit sementara (Wulandari et al., 2020)
Penting bagi Ibu untuk memahami bahwa organ tubuh bayi yang baru lahir, seperti ginjal dan organ hati, masih sangat sensitif serta berada dalam tahap penyempurnaan fungsi. Oleh sebab itu, segala asupan yang masuk ke dalam perut mungilnya perlu dijaga. Senyawa pekat dari beberapa herbal tidak selalu dapat dinetralkan sepenuhnya oleh sistem pencernaan Ibu, melainkan bisa ikut mengalir secara bebas bersama nutrisi ASI. Yuk, mulai hindari penggunaan beberapa jenis herbal di bawah ini demi kenyamanan dan kelancaran proses tumbuh kembang si Kecil.
Tanaman comfrey mengandung alantoin dan asam rosmarinik yang dapat memberatkan kerja organ hati si buah hati dan memicu kerusakan apabila terpapar secara terus-menerus melalui ASI. Oleh karena itu, Ibu sangat disarankan untuk mencari alternatif salep payudara lain yang berbahan dasar food-grade murni (seperti lanolin) alih-alih menggunakan krim lecet berbahan comfrey. Hal ini penting agar residunya benar-benar aman jika tidak sengaja tertelan oleh buah hati saat menyusu. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak merekomendasikan penggunaan produk oral berbahan herbal ini demi menjaga fungsi sel hati Ibu dan bayi tetap sehat maksimal.
Berdasarkan informasi dari University of Utah College of Pharmacy, FDA sangat menyarankan kewaspadaan khusus pada konsumsi kava selama menyusui karena sifatnya yang dapat memicu toksisitas dan memengaruhi kinerja organ hati (Shane-McWhorter, 2025). Ekstrak kava memiliki efek penekan kecemasan dan relaksasi yang sangat kuat, yang jika berhasil menembus ke dalam cairan ASI dapat memengaruhi saraf bayi dan membuatnya merasa terlalu lesu atau mengantuk berlebih. Efek kantuk yang tidak wajar ini patut diwaspadai, sebab hal tersebut dapat membuat buah hati melewatkan jadwal menyusunya sehingga berat badannya berisiko sulit untuk naik sesuai grafik.
Penting untuk menyoroti tingginya kadar kalium pada ekstrak daun mengkudu yang kerap digunakan sebagai campuran herbal. Asupan kalium pekat yang tiba-tiba melonjak masuk ke dalam aliran darah dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan membuat ritme kerja jantung bayi, yang masih amat sensitif, menjadi jauh lebih berat dari yang seharusnya (Halodoc, 2026). Dalam aturan Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia yang diterbitkan oleh Kemenkes, brotowali dilarang dikonsumsi Ibu menyusui. Tanaman herbal ini dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan memiliki efek samping mual dan muntah. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017).
Jika Ibu ingin mengonsumsi teh herbal atau jamu tradisional, terapkan panduan keamanan medis berikut:
Ibu diimbau agar tidak mudah tergiur dengan berbagai produk komersial seperti teh pelangsing pascapersalinan atau minuman penurun berat badan instan yang menggunakan ragam campuran herbal tidak terstandar. Perlu diingat dengan ramah bahwa masa menyusui sama sekali bukanlah waktu yang ideal untuk melakukan diet ketat menggunakan suplemen, sebab tubuh Ibu sedang berada dalam fase pemulihan dan amat membutuhkan banyak energi cadangan untuk memproduksi ASI. Mari kenali tiga komposisi di bawah ini yang sering dipromosikan sebagai "peluntur lemak" namun terbukti kurang nyaman bagi pencernaan buah hati.
Lateks lidah buaya (getah kuning di bawah kulit daun) memiliki efek pencahar (cathartic) yang kuat. Ibu hamil dilarang mengonsumsi lateks Aloe vera karena sifat pencaharnya dapat merangsang kontraksi rahim, yang meningkatkan risiko persalinan prematur atau keguguran. Sementara Ibu menyusui tidak disarankan mengonsumsi obat pencahar berbasis lidah buaya karena antarkuinon dapat masuk ke dalam ASI dan menyebabkan diare pada bayi (Guo, X., & Mei, N., 2016). Kelompok ini tidak boleh menggunakan lidah buaya dalam bentuk apa pun, baik dioleskan ke kulit maupun diminum (Mayo Clinic, 2025). Menahan konsumsi herbal jenis ini sangatlah penting untuk mencegah risiko dehidrasi yang berbahaya pada bayi akibat volume cairan tubuh yang terlalu banyak keluar.
Beberapa tanaman seperti Guarana atau Ephedra yang sering diselipkan di dalam teh diet instan ternyata mengandung stimulan dan kafein dalam takaran yang cukup padat (Tetlow, n.d.). Guarana mengandung kafein sekitar empat kali lipat lebih banyak dibandingkan biji kopi (Lakin, H., et. al. 2023). Ketika Ibu menyusui mengonsumsi guarana, kafeinnya tidak hanya berhenti di tubuh, tetapi juga mengalir ke dalam ASI. Metabolisme bayi lebih lambat dibandingkan orang dewasa menyebabkan kafein menumpuk. Hal ini membuat bayi susah tidur, menjadi rewel (irritability), dan mengalami gangguan pencernaan seperti diare atau peningkatan aktivitas buang air besar.
Secara tradisional, daun sage dan spesies kerabatnya (Salvia fruticosa) sangat dikenal di berbagai budaya sebagai herbal untuk menurunkan produksi ASI. Tanaman ini biasanya dimanfaatkan oleh para ibu yang sedang dalam proses menyapih bayinya, atau ibu yang mengalami produksi ASI berlebih (hiperlaktasi). Secara umum, daun sage dapat ditoleransi oleh tubuh dengan baik. Namun, ibu menyusui tetap memiliki risiko mengalami beberapa efek samping ringan hingga sedang, seperti mual dan muntah, sakit perut, pusing, gelisah, dan mengi. Ketiadaan bukti ilmiah dan data keamanan membuatnya menjadi pilihan yang berisiko. Oleh sebab itu, sage sebaiknya dihindari oleh Ibu selama masa menyusui normal. Namun, sage mungkin bermanfaat sebagai pengobatan selama masa penyapihan untuk mengurangi produksi ASI (Yarnell, E., 1997)
Sebelum membeli produk suplemen laktasi berbasis herbal, pastikan keamanan legalitasnya:
Merawat buah hati tidak berarti Ibu harus mengabaikan rasa nyaman pada diri sendiri. Mengambil langkah ekstra kehati-hatian dalam memilih suplemen, jamu, atau teh diet pascapersalinan merupakan salah satu bentuk pelukan hangat perlindungan Ibu untuk menjaga organ tubuh buah hati yang masih sangat peka. Daripada khawatir akan efek samping tanaman herbal yang takarannya kurang pasti, Ibu dapat beralih pada solusi nutrisi yang terjamin secara medis untuk menenangkan pikiran.
Jadikan PRENAGEN Lactamom sebagai sahabat sejati Ibu yang berperan ganda sebagai ASI booster, energy booster, sekaligus mood booster andalan harian. Dengan memercayakan asupan pada PRENAGEN Lactamom, Ibu tidak perlu lagi repot menebak-nebak takaran herbal yang aman. Susu ini telah dirancang secara khusus dengan makronutrien berupa PROTEIN berkualitas tinggi serta mikronutrien yang sangat presisi untuk memelihara kualitas dan kuantitas ASI.
Percayalah bahwa merawat diri sendiri dengan asupan yang lezat dan aman adalah kunci kebahagiaan sejati bagi seorang Ibu. Saat Ibu merasa rileks, tenang, dan suasana hatinya sangat baik, suplai ASI akan terstimulasi keluar secara alami dan melimpah tanpa perlu lagi memaksakan diri meminum ramuan herbal yang tidak disukai. Memastikan asupan harian Ibu berasal dari sumber gizi yang teruji merupakan cara ternyaman untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang si Kecil sekaligus menjaga stamina tubuh Ibu tetap bugar menawan. Temukan ketenangan pikiran dan pelajari keunggulan nutrisi aman dari PRENAGEN Lactamom yang didesain khusus untuk mendukung indahnya perjalanan menyusui Ibu mulai hari ini.
Referensi: