Cara Mencegah Infeksi Tali Pusat (Omfalitis) pada Bayi Baru Lahir

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Aditya Nugroho

Aditya Nugroho adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2021 dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain itu, Aditya Nugroho juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Cara Mencegah Infeksi Tali Pusat (Omfalitis) pada Bayi Baru Lahir

Omfalitis atau infeksi tali pusat pada bayi adalah peradangan pada pangkal tali pusat dan jaringan di sekitarnya yang dipicu oleh paparan bakteri. Risiko infeksi ini sebenarnya sangat dapat dicegah sejak hari pertama kelahiran melalui perawatan tali pusat bersih dan kering (dry cord care), tanpa perlu mengoleskan alkohol, ramuan, atau pembersih kimia. Mengenali langkah pencegahan yang tepat serta ciri-ciri awal peradangan merupakan kunci utama menjaga kesehatan dan kenyamanan Si Kecil hingga tali pusatnya puput alami.

Pada dasarnya, perawatan tali pusat tidak hanya dengan menjaga kebersihan area sekitar tali pusat saja. Kualitas nutrisi yang diperoleh buah hati melalui ASI ternyata juga sangat berkaitan erat dalam membangun daya tahan tubuhnya di awal kehidupan. Semakin baik persiapan dan pengetahuan Ibu, semakin besar peluang buah hati untuk melewati masa neonatal dengan sehat dan aman.

Omfalitis dan Dampaknya pada Bayi Baru Lahir

Omfalitis adalah infeksi bakteri yang terjadi pada sisa tali pusat (umbilikus) beserta jaringan di sekitarnya. Kondisi ini umumnya dialami oleh bayi baru lahir hingga beberapa minggu pertama kehidupan, ketika sisa potongan tali pusat belum kering atau lepas sepenuhnya. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi ini adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, serta bakteri gram negatif seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Proteus mirabilis.

Bakteri dapat masuk ke area tali pusat melalui beberapa jalur, antara lain peralatan persalinan yang tidak steril, infeksi pada cairan ketuban ibu (korioamnionitis), pecahnya selaput ketuban yang berkepanjangan, maupun perawatan tali pusat pasca persalinan yang kurang higienis. Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, atau lahir di lingkungan dengan sanitasi terbatas memiliki risiko yang lebih tinggi.

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, omfalitis dapat berkembang menjadi infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh (sepsis neonatal), bahkan mengancam jiwa buah hati. Angka kematian bayi yang disebabkan oleh omfalitis adalah sekitar 7-15%. Itulah mengapa pengenalan dini terhadap gejala-gejalanya sangat penting bagi setiap ibu.

Gejala Omfalitis pada Bayi

Gejala omfalitis dapat bervariasi, bermula dari perubahan fisik di sekitar tali pusat hingga meluas ke seluruh tubuh apabila infeksi tidak segera ditangani. Ibu perlu mengenali tanda-tandanya sedini mungkin agar penanganan dapat segera dilakukan sebelum kondisi memburuk.

  • Gejala Lokal: Pada tahap awal infeksi, biasanya muncul kemerahan dan pembengkakan di sekitar pangkal tali pusat yang terasa nyeri saat disentuh. Bagian tali pusat dapat mengeluarkan cairan nanah yang berbau tidak sedap.
  • Gejala Meluas: Apabila infeksi mulai menyebar ke jaringan kulit di sekitarnya, bercak merah kebiruan dapat muncul di kulit sekitar tali pusat. Pada kasus yang lebih berat, area dinding perut di sekitar tali pusat dapat mengeras saat ditekan, serta bisa muncul lepuh berisi cairan pada kulit di sekitarnya.
  • Gejala Sistemik (Darurat Medis): Infeksi yang telah menyebar ke seluruh tubuh atau sepsis adalah kondisi darurat medis yang perlu segera dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD). Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya demam tinggi atau sebaliknya suhu tubuh terlalu rendah (hipotermia). Tanda lainnya yakni bayi terlihat sangat lemas, rewel, menolak menyusui, detak jantung cepat, sesak napas, hingga kulit pucat membiru.

Perbedaan Tali Pusat Normal vs Terinfeksi

Memantau proses pengeringan tali pusat setiap hari membantu Ibu membedakan mana proses pemulihan alami dan mana yang membutuhkan tindakan pencegahan ekstra:

Parameter Pemantauan Tali Pusat Normal (Dalam Pemulihan) Tali Pusat Terinfeksi (Omfalitis)
Tekstur & Warna Bertahap mengeras, menghitam, dan mengering Tampak lembek, kehitaman basah, atau berkerak nanah
Aroma Tidak berbau tajam/menusuk Berbau busuk atau amis menyengat
Cairan Kering (atau bercak cairan bening sangat sedikit) Mengeluarkan nanah kekuningan/kehijauan terus-menerus
Kulit Perut Sekitar Warna kulit perut sama seperti area tubuh lain Meluas kemerahan, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh
Perilaku Bayi Bayi tenang dan tetap menyusu dengan lahap Bayi rewel, menangis saat perut disentuh, atau demam

 

Cara Mengatasi dan Mencegah Omfalitis pada Bayi

Omfalitis harus ditangani secara bertahap dan hati-hati, mulai dari intervensi medis profesional hingga perawatan lanjutan di rumah. Berikut panduan penanganan dan pencegahannya.

Penanganan Omfalitis

Omfalitis adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan medis segera. Jangan mencoba untuk mengobatinya sendiri di rumah. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi:

  • Segera cari bantuan medis jika menemukan tanda-tanda omfalitis.
  • Bawa buah hati ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan menyeluruh, termasuk kultur bakteri jika diperlukan guna menentukan pemberian antibiotik yang paling tepat.
  • Ikuti prosedur perawatan di rumah sakit sesuai anjuran dokter, termasuk pemberian antibiotik secara oral maupun intravena sesuai tingkat keparahan infeksi.
  • Pastikan kebersihan area tali pusat dijaga secara ketat selama masa perawatan.
  • Patuhi seluruh instruksi tenaga medis terkait perawatan lanjutan di rumah.

Pencegahan Omfalitis

Omfalitis dapat dicegah dengan menerapkan perawatan dan menjaga kebersihan tali pusat dengan baik dan konsisten sejak hari pertama kelahiran. Langkah-langkah pencegahannya antara lain:

  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh tali pusat buah hati.
  • Bersihkan pangkal tali pusat dengan kapas steril yang sudah dibasahi dengan air matang bersih atau menggunakan antiseptik sesuai anjuran tenaga kesehatan, lalu keringkan dengan lembut menggunakan kasa steril atau kain bersih.
  • Jaga area tali pusat tetap kering dan terbuka agar dapat mengering dan lepas secara alami.
  • Hindari menaburkan bedak, mengoleskan minyak, ramuan herbal, abu, atau bahan lain yang tidak direkomendasikan dokter pada tali pusat. Kebiasaan ini justru meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
  • Hindari memandikan buah hati dengan cara direndam di bak mandi sampai tali pusatnya lepas. Sebagai gantinya, gunakan waslap lembab untuk membersihkan tubuh buah hati.
  • Jangan menarik atau memaksakan tali pusat agar cepat lepas. Biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya untuk mencegah luka dan risiko infeksi.

Panduan Pencegahan Infeksi Tali Pusat (Dry Cord Care) di Rumah

Metode pencegahan terbaik yang direkomendasikan secara medis adalah menjaga area tali pusat tetap bersih, kering, dan terpapar udara segar. Berikut langkah-langkah pencegahannya:

  1. Selalu Cuci Tangan: Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyentuh area perut atau tali pusat Si Kecil.
  2. Biarkan Terbuka dan Kering: Hindari membungkus tali pusat dengan perban atau kasa ketat. Biarkan tali pusat berada di luar agar udara dapat mengeringkannya secara alami.
  3. Atur Posisi Popok: Lipat bagian depan popok atau posisikan di bawah tunggul tali pusat agar tidak menutupi, menekan, atau terkena genangan urine.
  4. Hindari Pemakaian Bahan Kimia: Jangan mengoleskan alkohol, povidone iodine (betadine), bedak, maupun ramuan tradisional pada tali pusat kecuali atas petunjuk medis spesifik.
  5. Pembersihan Minimalis: Jika terkena kotoran atau air kencing, basuh secara lembut menggunakan kasa steril yang dibasahi air matang hangat, lalu keringkan sampai benar-benar kering dengan kasa steril baru.

Kapan Tali Pusat Bayi Puput dan Kapan Harus ke Dokter?

Dengan perawatan bersih dan kering yang konsisten, tali pusat umumnya akan mengering dan puput (lepas sendiri) dalam waktu 7 hingga 14 hari setelah lahir.

Segera hubungi dokter anak jika langkah pencegahan sudah dilakukan namun Ibu menemukan tanda bahaya berikut:

  • Area kulit di sekitar pangkal tali pusat tampak memerah dan membengkak.
  • Tali pusat terus menerus mengeluarkan nanah berbau busuk atau cairan darah.
  • Suhu tubuh Si Kecil meningkat hingga demam (>38°C).
  • Bayi tampak sangat lemas, menolak menyusu, atau merintih kesakitan.

Bangun Perlindungan Menyeluruh Sejak Hari Pertama

Pencegahan omfalitis merupakan bagian dari perawatan bayi baru lahir secara menyeluruh. Selain menjaga kebersihan tali pusat, Ibu juga perlu memperhatikan kebersihan tangan setiap kali menyentuh atau menyusui buah hati, menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat bayi beristirahat, serta memantau kondisi buah hati secara keseluruhan setiap hari.

Masa neonatal atau 28 hari pertama kehidupan buah hati adalah periode adaptasi yang sangat penting. Pada fase ini, sistem imun buah hati masih dalam tahap penyempurnaan sehingga ia sangat rentan terhadap berbagai infeksi. Setiap aspek perawatan, mulai dari kebersihan kulit, perawatan tali pusat, hingga dukungan nutrisi melalui ASI perlu disinergikan demi membantu buah hati terhindar dari risiko infeksi.

Ibu yang menjaga pola makan bergizi seimbang dengan asupan PROTEIN yang cukup akan lebih optimal dalam memproduksi ASI berkualitas tinggi, sehingga turut berkontribusi pada ketahanan tubuh buah hati terhadap infeksi seperti omfalitis sejak hari pertama.

Untuk memahami lebih lengkap langkah-langkah penting dalam merawat bayi baru lahir secara tepat dan aman, Ibu bisa membacanya di artikel: Panduan Perawatan Bayi Baru Lahir untuk Orang Tua Baru. Harapannya supaya Ibu dapat merawat buah hati dengan lebih tenang dan penuh kesiapan sejak hari pertama kehidupannya.

Referensi:

  • Painter K, Anand S, Philip K. Omphalitis. [Updated 2022 Sep 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513338/
  • Boos, M. D., & Sidbury, R. (2023). Infections of the skin. In Avery’s Diseases of the Newborn (pp. 1347-1355.e2). https://doi.org/10.1016/b978-0-323-82823-9.00093-3
  • Dan Stewart, William Benitz, COMMITTEE ON FETUS AND NEWBORN; Umbilical Cord Care in the Newborn Infant. Pediatrics September 2016; 138 (3): e20162149. https://doi.org/10.1542/peds.2016-2149
  • Omphalitis. (2025, November 26). Cleveland Clinic. Diakses pada 26 Maret 2026, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/omphalitis
  • Fraser, N., Davies, B.W. and Cusack, J. (2006), Neonatal omphalitis: A review of its serious complications. Acta Pædiatrica, 95: 519-522. https://doi.org/10.1111/j.1651-2227.2006.tb02277.x
  • Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Retrieved March 26, 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/58/perawatan-tali-pusat-bayi-baru-lahir
  • Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2022). Retrieved March 26, 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3417/bagaimana-metode-perawatan-tali-pusat-yang-tepat
  • Camacho-Morales A, Caba M, García-Juárez M, Caba-Flores MD, Viveros-Contreras R, Martínez-Valenzuela C. Breastfeeding Contributes to Physiological Immune Programming in the Newborn. Front Pediatr. 2021 Oct 21;9:744104. doi: 10.3389/fped.2021.744104. PMID: 34746058; PMCID: PMC8567139.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Ibu Menyusui Bisa Hamil Meski Belum Haid? Ini Faktanya
Bingung apakah ibu menyusui bisa hamil walau belum haid? Cek fakta medis dan pengaruh ASI eksklusif terhadap masa subur Ibu setelah melahirkan!
Masa Persiapan
Kulit Bayi Sensitif, Amankah Ibu Minum PRENAGEN Lactamom?
Kulit bayi sensitif, amankah Ibu tetap minum PRENAGEN Lactamom? Kenali beda kulit kering biasa dan gejala alergi susu sapi lewat ASI.
Masa Persiapan
Bayi Cukup ASI atau Tidak? Ini Tanda dan Cara Ceknya
Cek tanda bayi cukup ASI dari frekuensi pipis pup, tabel kenaikan berat badan bayi ASI eksklusif standar WHO KMS, dan ciri dehidrasi di sini.
Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Benarkah payudara kecil produksi ASI sedikit? Cek fakta medis kelenjar ASI, kapasitas penyimpanan, perlekatan benar, dan tips melancarkan ASI di sini.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Apakah makanan busui bisa membuat kulit bayi putih bersih? Cek fakta medis genetik, daftar nutrisi pemicu kulit bayi sehat bebas ruam, dan tipsnya di sini.
Masa Persiapan
Bolehkah Busui Makan Daging Kambing Ini Fakta Medis dan Mitosnya
Bolehkah ibu menyusui makan daging kambing? Cek fakta medis mitos ASI panas, manfaat nutrisi zat besi, porsi aman, dan tips mengolahnya di sini.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN