Munculnya benjolan di ketiak atau "pitties" saat menyusui sering kali memicu kepanikan, padahal biasanya ini hanyalah jaringan payudara tambahan (tail of spence) yang terisi ASI. Untuk meredakannya, Ibu disarankan melakukan kompres hangat, pijat lembut ke arah payudara, serta memastikan pelekatan bayi sudah tepat agar aliran ASI lancar. Langkah sederhana ini efektif mengurangi penumpukan cairan pada jaringan ketiak yang sering kali membengkak seiring meningkatnya produksi ASI.
Menyusui lebih sering juga sangat membantu mencegah pembengkakan berulang dan menjaga kenyamanan Bunda selama masa laktasi. Meskipun umumnya normal, Bunda tetap perlu waspada jika benjolan terasa nyeri hebat, terlihat kemerahan, atau disertai dengan demam tinggi. Segera konsultasikan ke dokter apabila kondisi tersebut tidak kunjung membaik dalam beberapa hari agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Secara alami, jaringan payudara tidak hanya berada di bagian depan dada, tetapi juga memiliki perpanjangan ke arah ketiak yang disebut tail of spence. Bagian ini tetap terhubung dengan saluran dan kelenjar ASI sehingga ikut aktif saat Ibu menyusui. Ketika hormon menyusui bekerja merangsang produksi ASI, seluruh jaringan tersebut akan berfungsi bersama. Inilah sebabnya area ketiak bisa terasa penuh atau membengkak saat payudara sedang terisi.
Pada awal masa menyusui, tubuh masih menyesuaikan jumlah produksi dengan kebutuhan buah hati. Terkadang produksi lebih banyak dari yang langsung dikeluarkan, sehingga terjadi penumpukan sementara. Jika jarak menyusui terlalu lama atau pelekatan kurang optimal, pembengkakan dapat semakin terasa. Biasanya benjolan akan mengecil setelah Ibu menyusui atau memompa ASI hingga payudara terasa lebih ringan.
Selain itu, saluran ASI di area ketiak cenderung lebih sempit dibandingkan bagian depan payudara. Kondisi ini membuat aliran ASI tidak selalu selancar bagian utama payudara. Ketika aliran kurang lancar, pembengkakan lebih mudah terjadi dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Meski begitu, pola membesar saat penuh dan mengecil setelah dikosongkan menjadi tanda bahwa kondisi ini berkaitan dengan produksi ASI, bukan gangguan lain.
Memahami struktur tail of spence dapat membantu Ibu merasa lebih tenang saat menemukan benjolan di area ketiak. Bagian ini merupakan jaringan payudara normal yang mengandung kelenjar dan saluran susu. Artinya, ia memang mampu memproduksi dan menyimpan ASI seperti bagian payudara lainnya. Jadi, kemunculan benjolan di area ini sering kali merupakan respons alami tubuh terhadap aktivitas menyusui.
Istilah pitties sendiri berkembang di kalangan ibu menyusui sebagai cara sederhana untuk menyebut jaringan tambahan tersebut. Walau bukan istilah medis resmi, penyebutan ini membantu Ibu saling berbagi pengalaman dengan lebih mudah. Secara umum, pembengkakan akibat penumpukan ASI terasa lunak dan dapat berubah ukuran. Selama tidak disertai gejala infeksi seperti demam atau nyeri berdenyut, kondisi ini biasanya dapat ditangani dengan perawatan rumahan.
Namun, penting juga untuk tetap waspada terhadap perubahan yang tidak biasa. Jika benjolan terasa semakin keras, tidak mengecil setelah menyusui, atau disertai kulit kemerahan yang meluas, sebaiknya segera periksa ke tenaga kesehatan. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak terjadi peradangan seperti mastitis. Dengan mengenali ciri-cirinya sejak awal, Ibu dapat mengambil langkah yang tepat tanpa menunda penanganan.
Ibu, saat mengalami benjolan di ketiak saat menyusui, rasa tidak nyaman sering kali muncul bersamaan dengan kekhawatiran. Kondisi ini umumnya terjadi karena penumpukan ASI pada jaringan payudara yang memanjang hingga ke area ketiak. Selama masa laktasi, bagian tersebut ikut aktif memproduksi dan menyimpan ASI sehingga bisa terasa membengkak. Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Ibu lakukan untuk membantu meredakannya secara bertahap dan aman di rumah.
Langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan untuk menghilangkan benjolan di ketiak saat menyusui, di antaranya:
Dengan perawatan yang konsisten dan lembut, sebagian besar benjolan akibat penumpukan ASI biasanya membaik dalam satu hingga dua hari. Ibu juga perlu menghindari kebiasaan menunda menyusui ketika payudara sudah terasa penuh agar pembengkakan tidak berulang. Namun, jika benjolan tidak mengecil, terasa semakin nyeri, atau disertai demam serta kemerahan luas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau konsultan laktasi. Penanganan yang tepat akan membantu Ibu tetap nyaman menyusui dan memastikan kebutuhan ASI buah hati tetap terpenuhi dengan optimal.
Selain perawatan pada area yang bengkak, kondisi tubuh secara keseluruhan juga berperan penting dalam kelancaran menyusui. Produksi ASI membutuhkan energi, cairan, serta asupan zat gizi yang cukup setiap hari. Tubuh Ibu bekerja untuk menghasilkan nutrisi terbaik bagi buah hati sekaligus memulihkan diri setelah persalinan. Karena itu, menjaga pola makan seimbang menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Asupan PROTEIN membantu pembentukan dan perbaikan sel tubuh, termasuk jaringan payudara yang aktif selama menyusui. Zat besi mendukung stamina agar Ibu tidak mudah lelah, sementara asam folat berperan dalam pembentukan sel baru. DHA juga penting untuk mendukung perkembangan otak buah hati dan menjaga keseimbangan fungsi tubuh Ibu. Ditambah dengan cairan yang cukup, tubuh akan lebih siap menghadapi tantangan selama masa laktasi.
Memahami kebutuhan nutrisi yang meningkat selama menyusui membuat Ibu lebih percaya diri menjalani setiap perubahan. Dengan asupan yang tepat, daya tahan tubuh lebih terjaga sehingga risiko peradangan dapat diminimalkan. Ibu pun dapat menjalani proses menyusui dengan lebih nyaman dan tenang. Untuk mendukung pemenuhan nutrisi harian, Ibu bisa mempertimbangkan produk khusus ibu menyusui seperti PRENAGEN lactamom sebagai pelengkap pola makan bergizi seimbang.
Jika Ibu ingin mengetahui lebih lanjut tentang kebutuhan nutrisi selama menyusui dan cara menjaga stamina tetap optimal, yuk pelajari selengkapnya di: Nutrisi Ibu Menyusui agar ASI Berkualitas dan Bayi Tumbuh Optimal.
Referensi