Cara Membedakan Sperma Subur dan Mandul

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Cara Membedakan Sperma Subur dan Mandul

Ibu tak kunjung hamil, padahal Ibu dalam kondisi subur? Coba periksa tingkat kesuburan Ayah, yuk. Sebab, berhasilnya kehamilan tak hanya bergantung pada Ibu saja, tetapi kedua belah pihak. Umumnya, sperma yang tidak subur menunjukkan ciri seperti jumlahnya yang sedikit, pergerakan yang lemah, dan struktur yang tidak normal.

Nah, agar Ibu dan Ayah tahu cara membedakan sperma yang subur dan tidak, baca artikel ini ya. 

Sperma Subur

Untuk mengetahui apakah sperma Ayah subur atau tidak, Ayah harus melakukan tes analisis sperma dan semen dengan cara memberikan sampel air mani untuk dianalisis di laboratorium. Petugas laboratorium tersebut akan memeriksa jumlah, pergerakan, dan bentuknya. 

Kesuburan Ayah dapat dilihat dari jumlah sperma yang tidak kurang dari 15 juta dalam setiap 1 ml air mani. Peluang hamil juga akan semakin besar kalau jumlahnya semakin banyak.

Kalau dilihat melalui mikroskop, sperma yang subur akan banyak bergerak. Namun, tidak semuanya akan bergerak secara efektif. Agar bisa membuahi sel telur atau disebut subur, diperlukan setidaknya 40% sperma yang bergerak secara efektif.

Pada umumnya, sperma yang subur dan sehat memiliki bentuk kepala yang bulat dengan ekor yang panjang. Bentuk yang ideal menjadi pertanda bahwa sel ini cukup kuat untuk menembus sel telur dan membuat Ibu hamil. 

Sperma Tidak Subur (Infertil)

Ciri-ciri sperma yang tidak subur atau infertil juga dapat dilihat dari jumlah, pergerakan, dan bentuknya. Ayah yang kurang subur umumnya hanya sedikit memiliki sperma, gerakan spermanya lesu, dan bentuknya tidak normal. 

Jumlahnya yang kurang dari 15 juta menunjukkan bahwa air mani kekurangan calon bayi sehingga peluang untuk mencapai sel telur juga lebih sulit. Pergerakan yang tidak aktif atau keaktifannya kurang dari 40% juga menjadi pertanda bahwa Ayah tidak subur. Sperma yang kurang aktif akan kesulitan untuk berenang mencapai sel telur, dan peluang Ibu untuk hamil jadi berkurang.

Ada banyak bentuk sperma yang abnormal, seperti memiliki dua ekor, dua kepala, dan ekor yang pendek. Bentuk yang tidak normal biasanya mudah mati atau tidak bisa bergerak dengan lincah.  

Ciri-ciri Sperma Berhasil Membuahi

Melakukan hubungan intim tidak otomatis menyebabkan Ibu hamil, karena belum tentu sperma Ayah berhasil membuahi sel telur. Bahkan perlu lebih dari sekali hubungan intim hingga sel sperma berhasil mencapai sel telur. 

Ada beberapa ciri fisik pada Ibu yang bisa menjadi pertanda kalau sperma berhasil membuahi sel telur. Ketika berhasil membuahi, Ibu akan merasakan mual, kram, sedikit pendarahan, dan sakit kepala. 

Namun, Ibu tidak akan tahu secara pasti apakah benar berhasil hamil atau tidak sebelum melakukan tes kehamilan. Ibu bisa menggunakan test pack untuk memastikan bahwa Ibu memang hamil atau langsung mengunjungi dokter kandungan. 

Makanan Penyubur Sperma

Ibu tidak perlu langsung putus asa kalau ternyata sperma Ayah tidak subur. Ada beberapa usaha yang bisa Ibu dan Ayah lakukan, yaitu rajin konsumsi makanan yang meningkatkan kesuburan.

Makanan seperti daging sapi umumnya mengandung asam amino bernama karnitin, yang mampu memperbaiki bentuk sperma sekaligus mempercepat pergerakannya. Selain itu, daging sapi juga mengandung vitamin B12, serta mineral-mineral tertentu berupa selenium dan zinc, yang berguna meningkatkan kesehatan sperma. 

Makanan lainnya yang juga membantu mendukung kesuburan adalah kacang-kacangan, sebab kacang umumnya mengandung lemak baik dan antioksidan yang dapat mengimbangi keberadaan lemak jahat yang mampu mengganggu kualitas sperma. Antioksidan sendiri juga dapat Ibu peroleh melalui buah-buahan dan sayur-mayur.

Makanan yang Bisa Menurunkan Kualitas Sperma

Meskipun daging sapi dapat membantu menyuburkan sperma, namun Ibu perlu menghidangkan daging sapi yang segar ya, Bu. Sebab, daging yang telah mengalami pengolahan malah dapat merusak bentuk sperma Ayah karena kandungan lemak transnya.

Lemak trans ini juga dapat Ibu temukan pada beberapa makanan seperti roti, biskuit, kue, dan segala makanan lainnya yang digoreng. Apabila Ibu memang ingin menghidangkan makanan tersebut tanpa mengganggu potensi kesuburan Ayah, Ibu perlu memeriksa agar makanan tersebut tidak mengandung lemak trans. 

Jika usia Ayah sudah tidak terlampau muda lagi, Ibu juga perlu mengatur agar Ayah tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis. Ini dikarenakan makanan yang terlalu manis dapat merangsang peningkatan hormon insulin hingga berlebihan, dan efek insulin ini adalah mengganggu pembentukan sperma Ayah. 

Butuh kesabaran, waktu, dan dukungan semangat dari Ibu agar Ayah bisa meningkatkan kesuburannya. Usahakan agar Ayah selalu konsumsi makanan yang bisa meningkatkan kesuburan. 

Nah, masalah kesuburan Ibu dan Ayah memang sering menjadi perhatian bagi pasangan yang tengah menjalankan promil. Jika Ibu dan Ayah ingin tahu lebih banyak tentang hal ini dan bagaimana pasangan lain mampu melewatinya, Bunda bisa bergabung ke PRENAGEN Club. 

Club ini merupakan ruang bagi Ibu dan Ayah untuk berdiskusi dan mendapatkan edukasi tentang program kehamilan. Untuk informasi selengkapnya, baca artikel berikut, yuk: PRENAGEN Club, Komunitas Ibu Hamil Masa Kini

Sumber:

  • UChicago Medicine. Don’t Make the Mistake of Letting a Diet Kill Sperm. Diakses 11 April 2024. https://www.uchicagomedicine.org/forefront/health-and-wellness-articles/2018/december/dont-make-the-mistake-of-letting-a-diet-kill-sperm.
  • Healthline. The 7-Step Checklist to Healthy, Fertile Sperm. Diakses 11 April 2024. https://www.healthline.com/health/mens-health/mens-guide-healthy-fertile-sperm.
  • Klik Dokter. Inilah Makanan yang Bisa Menurunkan Kualitas Sperma. Diakses 11 April 2024. https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-pria/inilah-makanan-yang-bisa-menurunkan-kualitas-sperma.