Masa Menyusui

Penting untuk Bunda Ketahui Kadar Bilirubin Normal pada Bayi Baru Lahir

Ditulis oleh: Prenagen Writer

Penting untuk Bunda Ketahui Kadar Bilirubin Normal pada Bayi Baru Lahir

Khawatir karena bayi Anda terkena penyakit kuning? Apa sebenarnya penyakit kuning dan apa penyebabnya?

Penyakit kuning adalah penyakit yang kerap dialami oleh beberapa bayi yang baru lahir. Biasanya penyakit kuning ditandai dengan kulit dan bagian putih pada mata bayi berwarna kuning. Ini disebabkan oleh kadar bilirubin pada darah bayi baru lahir yang terlalu tinggi.

Namun, apa itu bilirubin?

Baca Juga: Penyakit yang Harus Segera Diketahui Sebelum Hamil

Bilirubin adalah zat atau pigmen kuning yang ada dalam darah dan tinja. Bilirubin sendiri akan otomatis terbuat dalam tubuh ketika sel darah merah yang sudah tua hancur. Bilirubin yang terbuat terlalu banyak akan membuat hati tidak sanggup memprosesnya. Kadar bilirubin yang tinggi juga bisa terjadi karena hati yang tidak mampu memprosesnya karena terdapat gangguan pada hati.

Beberapa gejala penyakit kuning pada bayi yang baru lahir adalah jika urine bayi berwarna kuning pekat. Urine bayi baru lahir normalnya tidak berwarna. Gejala lainnya adalah tinja atau feses yang berwarna pucat, serta kulit telapak tangan dan telapak kaki yang berwarna kekuningan.

Penyakit kuning pada bayi biasanya disebabkan oleh kerusakan hati, pendarahan internal, kekurangan enzim, infeksi virus atau bakteri, sel darah merah yang mudah rusak, sepsis bayi, perbedaan rhesus golongan darah ibu dan bayi, hingga adanya masalah sistem pencernaan pada bayi, yang menyebabkan gangguan pada kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir.

dan sulit mengonsumsi ASI juga berisiko mengidap penyakit kuning.

Lalu, berapa sebenarnya kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir? Kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir harus disesuaikan dengan usianya juga.

Jika bayi berusia kurang dari 1 hari, kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir adalah 10 mg/dL. Sedangkan untuk bayi berusia 1-2 hari, kadar bilirubin normal adalah 15 mg/dL. Untuk bayi berusia 2-3 hari, kadar bilirubin normal adalah 18 mg/dL. Sementara pada bayi berusia lebih dari 3 hari, kadar bilirubin normal adalah 20 mg/dL.

Cara Memastikan Kadar Bilirubin pada Bayi

Lalu bagaimana cara memastikan kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir? Moms bisa mengetahui kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir dengan melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar bilirubin bayi, beberapa hari setelah bayi lahir.

Namun bisa juga dilakukan pemeriksaan fisik untuk melihat apakah bayi Anda mengalami penyakit kuning atau tidak. Anda bisa memeriksa warna kuning pada bayi di ruangan yang banyak cahaya. Anda bisa periksa apakah warna kulit, gusi, atau bagian putih pada mata bayi berwarna kuning.

Anda juga harus waspada jika bayi terus terlihat mengantuk dan lemas, penyakit kuning pada bayi semakin menyebar atau semakin parah, bayi tidak suka menyusu, atau mengalami demam di atas 37,8 dereajat Celsius.

Baca Juga: Berbagai Penyakit yang Dapat Membahayakan Kehamilan

Jika bayi Anda mengalami penyakit kuning dan mengalami gejala-gejala di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan bayi Anda ke dokter.

Penanganan Kadar Bilirubin Tinggi

Kadar bilirubin yang tinggi pada bayi baru lahir biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga dua sampai tiga minggu. Namun dalam beberapa kasus yang lebih parah, harus ada penanganan intensif untuk mengembalikan kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memulihkan kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir.

  • Rutin Memberikan ASI pada Bayi
    Upaya pertama untuk mengembalikan kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir adalah dengan rutin memberikan ASI. Itu karena pemberian ASI secara rutin dan sering dapat mendorong defekasi, dan mengurangi kadar bilirubin dalam darah. Jika pemberian ASI secara rutin belum dapat menurunkan kadar bilirubin, Anda bisa menambah susu formula atau ASI yang telah di-pumping ke dalam makanan bayi untuk bayi yang sudah bisa makan.
  • Menjemur Bayi di Pagi Hari
    Menjemur bayi di pagi hari juga dapat menyembuhkan penyakit kuning dan menurunkan kadar bilirubin, berkat vitamin D dalam sinar matahari pagi. Disarankan Moms untuk menjemur bayi pada pukul 06.30 pagi sampai 09.00, di mana ada sinar matahari. Jemur bayi dalam keadaan tanpa pakaian selama 30 menit hingga satu jam. Namun yang terpenting, jangan lupa lindungi mata bayi dari sinar matahari langsung.
  • Fototerapi (Terapi Sinar)
    Anda mungkin bisa mengkonsultasikan upaya terapi sinar atau fototerapi dengan dokter Anda. Dalam terapi ini, bayi akan disinari dengan sinar berwarna biru, yang diharapkan dapat membantu mengubah molekul bilirubin untuk dikeluarkan lewat urine dan feses. Selama melakukan terapi ini, bayi menggunakan popok dan pelindung mata.
  • Transfusi Imunoglobulin
    Berikutnya adalah transfusi imunoglobulin yang dilakukan pada bayi dengan penyakit kuning akibat perbedaan rhesus darah ibu dan bayi. Transfusi imunoglobulin ini dapat mengurangi antibodi yang terlalu banyak akibat rhesus ibu dan bayi yang tidak cocok.
  • Transfusi Pergantian Darah
    Cara berikutnya untuk mengembalikan kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir adalah dengan transfusi pergantian darah. Caranya adalah dengan mengambil sedikit darah dari tubuh bayi dan menggantinya dengan darah donor, dan dilakukan secara berulang. Hal ini dilakukan untuk mengganti darah pada bayi yang memiliki kadar bilirubin yang tinggi.
  • Menggunakan Biliblanket
    Anda mungkin mau mempertimbangkan untuk menggunakan biliblanket untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah bayi yang baru lahir. Biliblanket sendiri adalah alat pengobatan terapi sinar yang diletakkan pada bayi secara langsung dan memberikan pencahayaan atau penyinaran untuk menurunkan kadar bilirubin dan menghilangkan warna kekuningan pada kulit atau mata bayi.

Untuk mencegah kadar bilirubin yang terlalu tinggi pada bayi, semasa hamil ibu bisa melakukan tes darah, untuk memeriksa apakah ada ketidakcocokan golongan darah atau Rhesus. Usahakan juga untuk menghindari kelahiran prematur, karena bayi yang lahir sebelum 38 minggu berisiko mengalami penyakit kuning. Itu karena organ hati bayi prematur belum berkembang sepenuhnya, yang membuatnya sulit untuk memproses bilirubin.

Ibu juga disarankan untuk mencegah bayi dehidrasi. Ibu tidak perlu menunggu anak sampai menangis untuk memberi ASI. Jika sudah ada jeda beberapa jam atau setelah bayi bangun tidur, ibu bisa memberikan ASI bagi si kecil.

Semenjak masa kehamilan, ibu harus sangat menjaga kesehatan tubuh dan janin, supaya tumbuh kembang bayi dapat sempurna. Untuk itu, ibu hamil harus memastikan asupan nutrisi ibu dan janin terpenuhi.

Baca Juga: Cegah Penyakit Campak Pada Ibu Hamil

Selain mengkonsumsi buah dan sayuran kaya nutrisi, ibu hamil juga disarankan untuk minum Prenagen Mommy dua gelas sehari selama masa kehamilan. Prenagen Mommy mengandung Asam Folat, Mikroenkapsulasi Zat Besi, Protein, Kalsium, Vitamin D, Magnesium, Fosfor, Omega 3 dan 6, serta Insulin yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin.

Selama masa menyusui, Moms juga disarankan minum Prenagen Lactamom yang mengandung AA, DHA, dan kolin, serta omega 3, 6, dan 9, juga vitamin D, magnesium, fosfor, dan insulin untuk memperlancar ASI dan meningkatkan nutrisi dalam ASI untuk memastikan bayi tumbuh dan berkembang dengan sehat, serta senantiasa menjaga kesehatan ibu menyusui.