Masa Menyusui

Bolehkah Memberi ASI Anak Saat Pandemi? Cek Di Sini, Bu!

Ditulis oleh: Amicis

Bolehkah Memberi ASI Anak Saat Pandemi? Cek Di Sini, Bu!

Bukan rahasia lagi, jika ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi utamanya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Untuk itu, Ibu pasti mengupayakan untuk membuat ASI baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. Bahkan menurut World Health Organization, menyusui adalah cara yang tiada bandingnya dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Namun begitu, tak sedikit Ibu yang menemui berbagai masalah saat menyusui, sebut saja nyeri payudara, puting pecah-pecah, ASI tersumbat, payudara membengkak, hingga infeksi bakteri payudara atau mastitis. Selain itu, Ibu juga menemui berbagai kendala memberi ASI anak saat pandemi COVID-19.

Baca juga:Pentingnya Dukungan untuk Ibu Menyusui saat Wabah Corona

Pada 1000 HPK bayi, Ibu disarankan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). WHO merekomendasikan proses IMD dilakukan dalam satu jam pertama sejak bayi lahir. IMD juga memperkuat bonding Ibu dan Buah Hati melalui skin to skin contact, serta menjadi “pintu keberhasilan” saat memberi ASI eksklusif. Setelah melakukan IMD, Ibu disarankan memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan. Mengingat hanya ASI diberikan sebagai makanan dan minuman utamanya. Bahkan jika memungkinkan dari kondisi Ibu, pemberian MPASI juga dilakukan rutin dan ASI hingga usia anak dua tahun.

Untuk itu, penting bagi Ibu dalam memenuhi nutrisi selama masa menyusui. Apalagi Bu, ternyata kebutuhan nutrisi busui lebih banyak daripada saat hamil lho. Ibu menyusui memerlukan tambahan 400-500 kalori per hari dalam mencukupi kebutuhan energi. Sehingga total kebutuhan kalori harian mencapai 2000-2500 kalori. Dengan kebutuhan yang cukup, maka Buah Hati pun bisa semakin tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun saat ini, banyak busui bertanya bolehkah memberi ASI anak saat pandemi tidak kunjung usai? Temukan jawaban selengkapnya di sini, Bu!

Ibu Disarankan Tetap Memberi ASI Anak Saat Pandemi Corona

Agar tidak penasaran ini jawabannya, Bu, Ibu tetap disarankan memberi ASI anak saat pandemi. Ibu dapat menyusui langsung dengan memerhatikan kondisi kesehatan. Mengingat ASI merupakan makanan terbaik untuk Buah Hati, Ibu tidak perlu khawatir ya. Seperti dilansir KlikDokter, ASI mengandung semua komponen makronutrien (lemak, protein, karbohidrat) dan mikronutrien (vitamin, mineral). Di dalam ASI juga terkandung sejumlah zat bioaktif, seperti antibodi, sel punca, hormon dan faktor pertumbuhan. Nutrisi-nutrisi ini bisa berasal dari asupan makanan Ibu maupun cadangan nutrisi yang terdapat dalam tulang dan jaringan tubuh.

Bahkan Bu, menurut informasi dari KlikDokter, ditemukannya antibodi virus Corona dalam ASI busui yang sudah menerima vaksinasi. Studi pada jurnal medRxiv yang berjudul SARS-CoV-2 Antibodies Detected in Human Breast Milk Post-Vaccination (2021) mendaftarkan enam busui sebagai peserta vaksin COVID-19 dengan jenis Pfizer atau Moderna, dalam waktu vaksinasi Desember 2020 hingga Januari 2021. Dibagi menjadi tiga waktu yaitu ASI sebelum divaksinasi, ASI setelah vaksin dosis pertama dan ASI setelah 14 hari vaksin dosis kedua. Hasilnya, adanya peningkatan kadar antibodi IgG dan IgA spesifik SARS-CoV-2 secara signifikan dalam ASI. Pembentukan antibodi muncul setelah tujuh hari setelah busui dapat vaksin pertama.

Meski studi ini masih berskala kecil, belum ada efek negatif yang terjadi pada bayi ketika minum ASI dari busui yang telah di vaksin. Hal senada juga disampaikan American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan busui untuk menerima vaksin COVID-19. Tentu Ibu tidak perlu khawatir, dimana Ibu semakin bisa memberikan perlindungan untuk bayi terhadap paparan virus, terutama COVID-19.

Jika Ibu Terinfeksi, Apakah Tetap Boleh Menyusui Buah Hati?

Bagi Ibu sehat dan tidak terinfeksi virus Corona disarankan tetap memberikan ASI anak saat pandemi. Namun, bagaimana dengan Ibu yang terkena COVID-19? Hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan jika COVID-19 menular melalui ASI. Namun begitu, Ibu tetap perlu mewaspadai penularan dari kontak fisik dengan bayi. WHO merekomendasikan jika Ibu diduga atau terkonfirmasi positif, tetap bisa melanjutkan menyusui. Bahkan manfaat menyusui secara substansial lebih besar daripada potensi risiko penularan.

Ibu bisa melakukan beberapa tips berikut ini saat menyusui anak dalam keadaan terkonfirmasi positif, yaitu:

  • Jika Ibu memiliki gejala pernapasan misalnya sesak, Ibu wajib gunakan masker medis saat berada di dekat bayi.
  • Cuci tangan Ibu secara menyeluruh selama 20 detik, dengan sabun atau pembersih sebelum dan sesudah kontak dengan bayi.
  • Lakukan disinfeksi secara rutin pada setiap benda yang Ibu sentuh, terutama barang-barang yang juga dipegang oleh bayi.
  • Apabila Ibu mengalami gejala berat hingga komplikasi sehingga tidak dapat menyusui, Ibu tidak perlu memaksakan menyusui langsung. Perah ASI untuk bayi agar lebih aman.
  • Kalau memungkinkan Ibu dan bayi untuk tetap bersama dan melakukan skin to skin contact.
  • Tetap jaga pola makan sehat dan bergizi, serta pantau waktu istirahat yang cukup. Hal ini dapat meminimalisir ASI terhambat karena Ibu rentan stres saat terkonfirmasi positif COVID-19.

Tips Memberikan ASIP Jika Ibu Terpapar Virus Corona

Bayi tetap bisa memperoleh ASI apabila Ibu terpapar COVID-19. Bila Ibu masih bisa menyusui langsung, beberapa cara di atas bisa diterapkan. Namun, jika gejala Ibu cukup berat atau bahkan dirawat di rumah sakit, Ibu bisa memberikan ASIP atau ASI perah untuk Buah Hati. Perhatikan beberapa cara berikut ini yang dianjurkan Centers for Disease Control and Prevention:

Sebelum Memerah ASI

Ibu wajib mencuci tangan dengan baik sebelum memerah ASI dengan tangan ataupun pompa. Cuci tangan pada air mengalir dengan sabun selama 20 detik. Kemudian, jika menggunakan pompa, pastikan kembali apakah pompa sudah bersih dan bebas dari kotoran. Terkadang saat penyimpanan, alat pompa jadi lebih mudah kotor. Apabila berjamur atau kotor, segeralah ganti ya Bu. Sebisa mungkin hindari menggunakan pompa yang digunakan orang lain selama pandemi. Jangan lupa Bu, untuk juga selalu menggunakan masker saat memerah ASI.

Sesudah Memerah ASI

Simpan ASI dengan aman dan beri label waktu agar Ibu bisa memantau kapan ASI diperah. Setelah itu, masukkan ke dalam lemari pendingin. Jika Ibu menggunakan fasilitas publik seperti di rumah sakit, tambahkan nama Buah Hati pada labelnya. Setelah itu, bersihkan area sekitar pemompaan misalnya saklar daya, meja, atau barang yang sudah Ibu sentuh dengan disinfektan. Bilas pompa dengan air mengalir dan sabun untuk membersihkan sisa ASI. Hindari meletakkan komponen pompa langsung pada wastafel atau alat cuci karena rentan terpapar kuman. Bersihkan juga pompa dengan sikat khusus peralatan bayi. Kemudian, biarkan sampai benar-benar kering dan tempatkan pada tempat yang terlindung dari kotoran ya, Bu.

Baca juga:Cara Menjaga Kehamilan Saat Pandemi COVID-19

Meskipun Ibu diperbolehkan memberi ASI anak saat pandemi, namun begitu tetap terapkan protokol kesehatan ya, Bu seperti rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik, melakukan disinfeksi secara berkala dan menggunakan masker apabila pergi keluar rumah ataupun bagi Ibu yang terpapar COVID-19 saat menyusui. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Bu!