Masa Menyusui

Pentingnya Dukungan untuk Ibu Menyusui saat Wabah Corona

Ditulis oleh: Amicis

Pentingnya Dukungan untuk Ibu Menyusui saat Wabah Corona

Seperti yang diketahui, ASI merupakan makanan utama yang penuh nutrisi untuk anak. Di masa pandemi COVID-19, terdapat beberapa kekhawatiran mengenai penularan virus COVID-19 kepada anak melalui ASI. Walau begitu, menyusui saat wabah corona tetap harus menjadi prioritas bagi anak untuk membantu tumbuh kembangnya agar optimal.

Baca juga:Bagaimana Mempertahankan ASI Eksklusif untuk Bayi Anda?

ASI diketahui memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap, antara lain protein yang mudah dicerna oleh bayi, serta adanya asam lemak yang baik untuk perkembangan otak dan jaringan sel, serta mengandung zat kekebalan tubuh. Namun, di masa pandemi seperti ini Ibu sering merasa khawatir sehingga menjadi stres dan terhambatnya proses mengASIhi.

Benarkah ASI Bisa Cegah COVID-19?

Dilansir dari WHO, penelitian terhadap kandungan ASI pada ibu terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilakukan di China akhir September 2020, menyimpulkan bahwa ASI dapat mencegah infeksi, dan diketahui memiliki efek penghambatan pada bakteri dan virus seperti HIV. Dikatakan bahwa kemungkinan virus corona sensitif terhadap beberapa protein dalam ASI misalnya laktoferin. Oleh karena itu, World Health Organization tetap menyarankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif, meski masa pandemi COVID-19 belum selesai dan bahkan jika sang Ibu terinfeksi virus corona.

Penularan COVID-19 terjadi melalui droplet atau percikan dahak, dan bukan melalui ASI. Zat yang dapat ditransmisikan melalui ASI adalah antibodi yang merupakan salah satu komponen kekebalan tubuh. Antibodi terbentuk ketika seseorang terinfeksi. Studi yang dilakukan oleh University of Rochester Medical Center (URMC), menemukan dalam ASI tersebut justru mengandung antibodi spesifik terhadap virus COVID-19. Sehingga anak masih dapat tetap menyusui saat wabah corona meskipun Ibu terinfeksi positif COVID-19 sekalipun.

Menyusui saat wabah corona tentu mengubah kebiasaan dan ritme kehidupan sehari-hari kita. Meskipun demikian, menyusui saat wabah corona secara eksklusif untuk anak tetap menjadi hal yang wajib diupayakan sepenuh hati, demi membangun imunitas bayi.

Peran ASI Untuk Bayi di Masa Pandemi

Ada beberapa manfaat menyusui saat wabah corona seperti sekarang ini. Pertama, adalah menyusui saat wabah corona pada bayi baru lahir dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan perlindungan pencernaan bayi. Pada usia empat hingga enam minggu, tingkat antibodi dalam ASI meningkat. Dengan cara ini, kekebalan bayi meningkat dan risiko mencegah alergi serta infeksi juga meningkat.

Selain itu, ASI mengandung imunoglobulin, faktor antivirus, sitokin, dan sel darah putih yang dapat membantu bayi melawan serangan virus. Kandungan penting ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Ajaibnya, kandungan gizi ASI malah akan bertambah seiring bertambahnya usia bayi lho, Bu!

Tidak hanya itu, ASI dapat memenuhi kebutuhan perkembangan otak dan otot bayi serta balita. Pada usia enam bulan, kandungan asam esensial yang kaya dalam ASI akan membantu perkembangan sel-sel otak bayi. Kemudian, mengonsumsi ASI dalam waktu 9 hingga 12 bulan akan menghasilkan asam amino yang membantu pertumbuhan otot dan mengoptimalkan IQ bayi.

Kedua, kontak kulit antara ibu dan bayi telah terbukti bermanfaat bagi bayi baru lahir. Kontak kulit antara ibu dan bayi telah terbukti menstabilkan pernapasan dan detak jantung bayi. Tak hanya itu, kontak kulit juga dapat membantu memperbaiki pola tidur bayi. Selain itu, hormon oksitosin yang dirangsang oleh aktivitas menyusui dapat mengurangi stres Ibu.

Kehadiran hormon ini juga membantu menjaga kesehatan mental Ibu dalam menghadapi pandemi. United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) juga menyatakan bahwa kontak kulit selama menyusui bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Manfaat ini penting untuk kenyamanan bayi dan membuatnya merasa aman.

Situasi pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia, tentunya diharapkan tidak membuat para ibu berhenti atau takut memberikan ASI-nya. Saat ini, pemerintah telah mengambil berbagai tindakan untuk menghentikan penyebaran virus corona dengan menghimbau masyarakat, seperti menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain, memakai masker, dan rajin mencuci tangan.

Pentingnya Dukungan Support System Bagi Ibu MengASIhi

Di tengah kondisi pandemi yang tak kunjung usai ini, banyak Ibu yang merasa cemas dan tentunya akan berpengaruh pada kualitas ASI yang diproduksinya. Itulah mengapa dukungan dari suami dan keluarga terdekat ibu menyusui selama masa pandemi, dinilai cukup penting dalam membantu menjaga kualitas ASI. Tujuannya adalah agar Ibu tetap bahagia.

Sebab saat Ibu menyusui merasa bahagia, maka ASI yang dikeluarkan pun menjadi lebih lancar dan membuat bayi dapat ikut merasakan kebahagiaan tersebut. Dengan Ibu yang bahagia dan bayi juga bahagia, maka tumbuh kembangnya akan lebih optimal. Untuk itu, sangat dibutuhkan adanya dukungan dari suami maupun keluarga dalam membantu mendukung Ibu menyusui saat wabah corona, terlebih di tengah kondisi pandemi yang tidak kunjung usai seperti sekarang ini.

Selain mencari nafkah, Ayah dapat membantu Ibu dengan membantu meringankan pekerjaan rumah, menyediakan kebutuhan Ibu, dan memberikan Ibu kebahagiaan dengan memeluk bahkan mencium kening saat pulang dari kantor. Selain itu, saat sampai di rumah, Ayah bisa memijat bahu dan punggung supaya Ibu lebih rileks saat mengASIhi. Hal ini disebut pijat oksitosin yang dapat membantu Ibu memproduksi ASI lebih banyak dan berkualitas.

Dukungan kepada Ibu saat mengASIhi di masa pandemi tak hanya datang dari suami, peran orangtua dan kerabat terdekat juga tak kalah penting dalam memberikan dukungan bagi setiap ibu menyusui. Saling berdiskusi masalah yang Ibu rasakan. Dengan adanya dukungan serta masukan yang positif, mudah-mudahan Ibu tidak menjadi stres. Sebab kadang nasihat ataupun masukan yang diberikan bisa berasal dari sumber yang kurang kredibel. Alih-alih mendukung, Ibu malah ikut stres.

Dukungan-dukungan serta masukan yang positif ini sangat dibutuhkan lho, Bu. Sehingga Ibu dapat memberikan ASI secara optimal untuk tumbuh kembang anak. Tak hanya dukungan yang positif, hal penting yang Ibu butuhkan adalah untuk memenuhi asupan nutrisi anak. Jika setelah melahirkan Ibu dan anak dinyatakan tidak terinfeksi COVID-19, maka dukungan dari orang terdekat seperti suami dan keluarga adalah untuk selalu mengingatkan kepada Ibu bahwa penting memberikan ASI satu jam setelah anak lahir.

Untuk bayi kurang dari enam bulan, dianjurkan kepada Ayah dan keluarga untuk selalu memberikan dukungan kepada Ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Sementara itu, jika anak sudah memasuki tahap MPASI, tetap berikan ASI dan menu makanan yang sehat dan bergizi. Terpenting dari itu semua adalah, jangan memisahkan bayi dari sang Ibu. Sebab kontak kulit antara Ibu dan Buah Hati sangat dibutuhkan untuk kelancaran mengASIhi.

Baca juga:Cara Menyimpan ASI yang Aman untuk Dikonsumsi Bayi

Namun jika Ibu dinyatakan terinfeksi virus COVID-19, hal pertama yang perlu diperhatikan apakah kondisi Ibu cukup fit untuk menyusui atau tidak. Ibu harus mengenakan masker medis saat menyusui. Selain itu, Ibu dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan, serta membersihkan area payudara dan dada jika terkena bersin atau batuk.

Lain hal jika kondisi Ibu sedang tidak fit untuk memberikan ASI secara langsung, maka Ayah atau keluarga yang merawat boleh memberikan dukungan dengan membantu Ibu melakukan pemerahan ASI baik menggunakan tangan ataupun pompa ASI.

Dengan tubuh yang sehat serta dukungan dari keluarga, Ibu juga ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Jadi semua ini diharapkan dapat membantu mendukung keberhasilan menyusui. Walaupun Ibu harus menyusui saat wabah corona seperti sekarang ini, tidak boleh menjadi halangan Ibu untuk mengASIhi secara optimal hingga usia anak 2 tahun ya, Bu!