Gaya Hidup

Posisi dan Cara Pelekatan Menyusui yang Benar

Posisi dan Cara Pelekatan Menyusui yang Benar

Cara memastikan pelekatan (latch-on) bayi sudah benar untuk menghindari puting lecet adalah dengan menerapkan teknik pelekatan asimetris (asymmetric latch), di mana sebagian besar areola bagian bawah masuk ke dalam mulut bayi dengan sudut bukaan mulut 130°–160° dan dagu bayi menempel erat pada payudara. Mengacu pada panduan medis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan World Health Organization (WHO), pelekatan yang presisi ini memosisikan puting berada jauh di dalam rongga mulut pada area soft palate (langit-langit lunak) sejauh ±2,5 cm dari gusi, sehingga puting terhindar dari gesekan atau jepitan gusi bayi.

Pelekatan yang tepat terbukti secara klinis menekan risiko nyeri dan luka lecet pada puting hingga 90%, sekaligus mengoptimalkan pengosongan ASI dalam waktu 15–20 menit per payudara.

Cara Pelekatan Menyusui yang Benar

Pertama-tama, siapkan diri dengan mengikuti beberapa langkah-langkah berikut ini:

  1. Cuci Tangan: Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun antiseptik selama 20 detik.
  2. Oleskan ASI: Perah 1–2 tetes ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya. ASI mengandung Lactoferrin dan Lysozyme yang bisa dimanfaatkan sebagai desinfektan alami serta menjaga kelembapan puting susu.
  3. Atur Posisi Ibu: Ibu duduk santai dengan punggung bersandar pada sudut 90°–100°, kaki tidak boleh menggantung.

Pastikan Posisi Ibu dan Bayi Nyaman

Ibu akan merasa lebih tenang dan mampu mendukung bayi selama menyusui jika posisi bayi telah nyaman. Berikut langkah-langkahnya ya Bu: 

  1. Pegang bayi dengan satu lengan. Letakkan kepalanya dekat lengkungan siku.
  2. Tahan bokong bayi dengan telapak tangan.
  3. Tempelkan perutnya pada tubuh Ibu.
  4. Pastikan mulutnya berada di depan puting.
  5. Lengannya yang berada di bawah perlu merangkul tubuh ibu, bukan terjepit di antara tubuh bayi dan tubuh Ibu.
  6. Tangannya yang berada di atas boleh dipegang atau diletakkan di atas dada Ibu.

Penting untuk memastikan bahwa telinga, bahu, dan pinggul bayi berada pada satu garis lurus. Selain itu, kepala bayi tidak seharusnya condong ke atas atau ke samping setelah melakukan pelekatan.

Dekatkan Hidung ke Puting

Coba arahkan puting Ibu ke arah hidung bayi, seolah-olah ingin meneteskan ASI ke hidungnya. Aroma ASI akan membantu mendorongnya untuk membuka mulut bayi dengan lebar. Dengan mendekatkan hidungnya ke puting, posisi puting cukup pas untuk menyusui dengan lancar.

Beri Rangsangan pada Mulut Bayi

Rangsanglah dengan cara menggelitik bibir bayi, selembut mungkin. Maka rangsangan ini akan mendorongnya untuk membuka mulutnya lebar-lebar. 

Masukkan Puting ke Mulut Bayi 

Jika bibir bayi telah membuka dengan lebar, segera dekatkan kepala bayi ke payudara. Kemudian, masukkan puting dan areola ke mulut bayi.

Sebaiknya tidak hanya puting yang berada di dalam mulut, tetapi sebagian areola juga harus terisap ya, Bu. Karena jika areola telah masuk ke mulut bayi, maka ia telah melekat dengan benar dan efektif. Sehingga, proses menyusui dapat berlangsung dengan lancar serta nyaman. Bu, memerhatikan posisi menyusui sangatlah penting. Tak hanya untuk menjaga kenyamanan bayi dan Ibu, tetapi juga untuk mencegah bayi mengalami cegukan. Namun jika bayi terlanjur mengalami cegukan, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk menanganinya. Selengkapnya, baca di sini yuk: Ini yang Perlu Ibu Lakukan Saat Bayi Cegukan.

Tanda Posisi Pelekatan Sudah Benar

Terakhir, Ibu perlu memeriksa apakah perlekatan sudah benar atau belum. Berikut caranya: 

  1. Dagu menempel ke payudara.
  2. Mulut terbuka lebar.
  3. Sebagian besar areola (terutama pada sebelah bawah) masuk ke mulut bayi.
  4. Bibirnya terlipat keluar.
  5. Pipinya tidak boleh kempot. Hal ini karena bayi tidak menghisap, tetapi memerah ASI.
  6. Tidak boleh terdengar bunyi decak. Jika bayi masih berdecak, maka perlekatan belum benar.
  7. Ibu tidak kesakitan dan bayi dalam keadaan tenang.

Selain memahami teknik-teknik perlekatan, penting juga untuk mencari tahu tentang cara menjaga kelancaran produksi ASI. Yuk, cari tahu makanan apa saja yang bisa membantu melancarkan produksi ASI ini di sini: 10 Makanan ASI Booster Alami yang Bagus untuk Busui

Referensi: 

  • Berens, P., Eglash, A., Ryan, M., & Academy of Breastfeeding Medicine. (2016). ABM Clinical Protocol #26: Persistent pain with breastfeeding. Breastfeeding Medicine, 11(2), 46–53. https://doi.org/10.1089/bfm.2016.29002.pjb
  • Meek, J. Y., Noble, L., & Section on Breastfeeding. (2022). Policy statement: Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics, 150(1), Article e2022057988. https://doi.org/10.1542/peds.2022-057988
  • International Lactation Consultant Association. (2013). Clinical guidelines for the establishment of exclusive breastfeeding (3rd ed.). ILCA.
  • World Health Organization, & UNICEF. (2009). Infant and young child feeding: Model chapter for textbooks for medical students and allied health professionals. World Health Organization. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK148965/
  • Cadwell, K., & Turner-Maffei, C. (2013). Maternal and infant assessment for breastfeeding and lactation: A tool for healthcare providers. Jones & Bartlett Learning.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Posisi dan Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang Benar. Diakses 15 Agustus 2023. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/posisi-dan-perlekatan-menyusui-dan-menyusu-yang-benar
  • Kronborg, H., & Vaeth, M. (2004). How are variables associated with treatment of sore nipples during breastfeeding?. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, 83(12), 1152–1158. https://doi.org/10.1111/j.0001-6349.2004.00488.x

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Bayi Cukup ASI atau Tidak? Ini Tanda dan Cara Ceknya
Bagaimana mengetahui bayi sudah cukup ASI? Kenali tanda bayi cukup ASI dari frekuensi BAK, BAB, pola menyusu, dan kenaikan berat badan sesuai usia.
Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Payudara kecil produksi ASI sedikit itu hanya mitos. Temukan fakta produksi ASI dan pentingnya nutrisi untuk mendukung kebutuhan Ibu selama menyusui.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Benarkah makanan ibu menyusui bisa membuat bayi putih? Simak faktanya, faktor yang memengaruhi warna kulit bayi, dan nutrisi untuk menjaga skin barrier.
Masa Persiapan
Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya
Cari tahu apakah ibu menyusui boleh makan daging kambing, meluruskan mitos ASI panas dan darah tinggi, serta tips olahan sehat untuk ASI lancar.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Cari tahu bolehkah ibu menyusui donor darah, pedoman waktu resmi dari WHO dan PMI, serta tips nutrisi jaga ASI tetap lancar dan tubuh selalu bugar.
Masa Persiapan
Cara Mengatasi ASI Terlalu Deras Agar Bayi Tidak Tersedak
Pelajari cara mengatasi aliran ASI yang terlalu deras melalui posisi menyusui bersandar (uphill nursing), teknik block feeding, dan bedanya dengan hiperlaktasi kronis.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN