Perawatan bayi baru lahir mencakup berbagai langkah penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatannya sejak hari pertama. Perawatan ini meliputi menjaga area tali pusat tetap bersih dan kering, memandikan bayi dengan suhu air yang tepat, memastikan lingkungan tidur yang aman dan nyaman, serta rutin mengganti popok untuk mencegah iritasi maupun infeksi. Selain itu, pemberian nutrisi eksklusif melalui ASI juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
Karena sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang sempurna, Ibu perlu menerapkan standar kebersihan yang baik dalam setiap perawatan. Hal sederhana seperti mencuci tangan sebelum menyentuh bayi berperan besar dalam melindungi Si Kecil dari paparan kuman dan menjaga kesehatannya secara menyeluruh.
Tali pusat biasanya akan mengering dan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 1–3 minggu. Selama proses ini, menjaga area tetap bersih dan kering menjadi hal utama untuk mencegah infeksi. Menurut Karumbi et al. (2013) dalam The Pediatric Infectious Disease Journal, perawatan tali pusat yang bersih dan kering terbukti efektif menurunkan risiko infeksi pada bayi baru lahir.
Agar cepat kering, biarkan tali pusat terbuka tanpa penutup yang terlalu rapat. Ibu juga disarankan melipat bagian atas popok hingga berada di bawah pusar, sehingga tidak terjadi gesekan atau paparan urine dan feses. Hindari penggunaan obat luar atau bedak, dan cukup bersihkan secara lembut dengan kapas basah jika area tersebut terkena kotoran.
Kulit bayi yang masih tipis dan sensitif membutuhkan perawatan ekstra, terutama saat mandi. Menurut Blume-Peytavi et al. (2016), penggunaan air bersih yang dipadukan dengan pembersih cair bebas sabun (soap-free) dengan pH netral merupakan cara paling aman untuk menjaga fungsi perlindungan alami kulit tanpa memicu iritasi. Agar proses mandi tetap aman dan nyaman, Ibu dapat mengikuti panduan berikut:
Bayi baru lahir membutuhkan waktu tidur yang cukup panjang, sekitar 14–17 jam per hari, untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Karena itu, penting bagi Ibu untuk memastikan Si Kecil tidur dalam kondisi yang aman dan nyaman.
Menurut Moon (2016), area tidur bayi sebaiknya dibuat sederhana dan bebas dari benda-benda lunak untuk mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Selalu tidurkan Si Kecil dalam posisi telentang di atas kasur yang rata dan cukup padat. Hindari penggunaan bantal, selimut tebal, atau boneka di dalam tempat tidur agar tidak mengganggu pernapasannya.
Agar tetap hangat, Ibu bisa memakaikan pakaian tidur yang nyaman sebagai pengganti selimut. Jangan lupa juga menjaga sirkulasi udara di kamar tetap baik, sehingga Si Kecil dapat beristirahat dengan tenang dan aman.
ASI merupakan nutrisi utama yang paling direkomendasikan untuk bayi baru lahir. Kandungannya, termasuk kolostrum dan antibodi, berperan penting sebagai perlindungan awal tubuh Si Kecil dari berbagai infeksi serta mendukung perkembangan sistem imunnya (Victora et al., 2016).
Ibu disarankan menyusui secara responsif, yaitu setiap 2–3 jam atau saat bayi menunjukkan tanda lapar, seperti mengecap bibir, membuka mulut, atau memasukkan tangan ke mulut. Pendekatan ini membantu memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi sekaligus menjaga produksi ASI tetap lancar.
Saat menyusui, pastikan sebagian besar area areola masuk ke dalam mulut bayi agar perlekatan optimal. Perlekatan yang baik membantu bayi mendapatkan ASI secara maksimal, mencegah masuknya udara berlebih, serta mengurangi risiko lecet pada payudara Ibu. Selain itu, momen menyusui juga menjadi waktu penting untuk membangun kedekatan emosional antara Ibu dan Si Kecil.
Merawat bayi baru lahir membutuhkan energi fisik dan mental yang tidak sedikit. Selain beradaptasi dengan rutinitas baru, tubuh Ibu juga sedang dalam masa pemulihan sekaligus memproduksi ASI. Karena itu, asupan nutrisi harian yang seimbang, termasuk protein, kalsium, zat besi, dan asam folat, perlu selalu diperhatikan.
Memenuhi kebutuhan nutrisi yang tepat dapat membantu menjaga stamina Ibu sekaligus mendukung kualitas ASI untuk Si Kecil. Salah satu cara praktis yang bisa dipertimbangkan adalah dengan memilih susu khusus ibu menyusui seperti PRENAGEN lactamom, yang mengandung protein, DHA, omega-3, serta berbagai vitamin dan mineral penting .
Dengan nutrisi yang terpenuhi, Ibu bisa tetap bertenaga dalam merawat Si Kecil dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Yuk, kunjungi halaman berikut: PRENAGEN lactamom untuk menemukan rincian nutrisi lengkap dan pilihan varian rasa yang sesuai dengan selera Ibu.
Refrensi:
Bersihkan tubuh bayi dengan waslap lembut dan air hangat. Hindari merendam bayi. Jaga tali pusat tetap kering, biarkan terbuka, dan lipat popok di bawah pusar agar tidak terkena urine.
Ganti popok secara rutin. Mandikan bayi 5–10 menit dengan pembersih cair soap-free ber-pH netral. Keringkan dengan ditepuk lembut, bukan digosok.
Tidak disarankan. Jika kotor, cukup bersihkan dengan kapas basah secara lembut untuk mencegah infeksi.
Penuhi asupan protein, kalsium, zat besi, dan asam folat. Jika perlu, konsumsi susu khusus menyusui yang mengandung DHA dan Omega-3 untuk mendukung produksi ASI dan stamina.
PRENAGEN lactamom untuk mendukung produksi ASI sekaligus menjaga stamina agar tidak mudah lelah.