Usia Aman Bayi Naik Pesawat, Syarat, dan Tips Perjalanan

Usia Aman Bayi Naik Pesawat, Syarat, dan Tips Perjalanan

Sebagai Ibu yang baru melahirkan dan menyusui, Ibu mungkin tidak sabar mengajak Buah Hati jalan-jalan naik pesawat. Usia aman bayi naik pesawat yang disarankan minimal 7 hari, tapi sebagian besar dokter merekomendasikan umur bayi naik pesawat di 2 hingga 3 bulan agar sistem imun Buah Hati lebih kuat.

Keamanan bayi naik pesawat sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan persetujuan dari dokter anak. Namun, tenang saja, selama Ibu melakukan persiapan yang tepat, perjalanan dengan pesawat bersama Buah Hati sangat mungkin dilakukan. Ini dia syarat dan tips aman untuk mengajak bayi naik pesawat.

Usia Ideal dan Pertimbangan Medis Bayi Naik Pesawat

Usaha Ibu dalam mencari informasi tentang umur bayi naik pesawat yang ideal sudahlah tepat. Batas usia disarankan agar Ibu bisa fokus pada perkembangan fisik dan sistem imun Buah Hati. Masa-masa setelah kelahiran bayi memang membutuhkan perawatan ekstra, tapi bukan berarti tidak bisa jalan-jalan.

Maskapai udara secara umum menentukan syarat bayi naik pesawat minimal 7 hari karena alasan risiko tekanan udara dan pernapasan. Namun, tantangan bayi yang baru lahir sebenarnya tidak hanya itu. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yang berkaitan dengan kesehatan bayi.

Dokter menyarankan bayi sebaiknya naik pesawat minimal di umur 2 hingga 3 bulan karena sistem imun bayi sudah berkembang. Risiko terkena virus flu atau pilek lebih rendah. Masalah pendengaran atau penyeimbangan tekanan telinga juga bisa diatasi lebih baik karena organ bayi sudah berkembang.

Ada lagi jika Buah Hati memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti masalah di paru-paru dan jantungnya. Atau Buah Hati lahir prematur yang membuatnya lebih rentan. Risikonya yang lebih tinggi mengharuskan Ibu perlu mendapatkan izin tertulis dari dokter anak.

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan, pastikan Buah Hati dalam keadaan sehat. Tidak mengalami flu atau penyakit lain. Tidak juga mengalami masalah di telinganya.

Syarat dan Dokumen Wajib yang Harus Dibawa 

Tidak hanya Ibu yang membawa dokumen menyangkut identitas pribadi, dokumen Buah Hati juga perlu dibawa. Syarat ini tidak bisa ditawar karena sudah menjadi ketetapan dari maskapai. Fungsi dari dokumen sebagai verifikasi ke pihak maskapai terkait umur Buah Hati karena bayi di pesawat perlu perhatian ekstra.

Dokumen yang biasanya akan diminta, yaitu Akta Kelahiran asli atau fotokopi untuk verifikasi nama dan umur, Kartu Identitas Ibu/pendamping, dan surat keterangan sehat dari dokter terutama untuk bayi yang berumur di bawah 2 bulan atau punya risiko kesehatan tertentu.

Untuk tiket dan kursi biasanya bayi di bawah 2 tahun tidak memerlukan kursi sendiri, tapi tetap harus didaftarkan dalam tiket. Ada biaya tiket yang harus Ibu persiapkan, tapi biasanya lebih murah dari tiket reguler.

Tips Perjalanan Udara Nyaman dengan Buah Hati

Membawa bayi dalam perjalanan menggunakan pesawat perlu punya tantangan tersendiri. Berada di tempat yang asing baginya bisa membuatnya lebih rewel. Penyebab lainnya adalah perubahan udara yang cukup ekstrem. Ini dia cara yang bisa Ibu lakukan agar Buah Hati merasa nyaman selama perjalanan.

1. Strategi Mengatasi Tekanan Telinga Saat Take-off dan Landing

Tekanan pada telinga bisa membuat telinga nyeri dan Buah Hati menangis. Ketika akan take-off dan landing, Ibu bisa memberikan susu ASI atau formula atau memberikan empeng/dot untuk dihisapnya.

Proses mengisap atau menelan membantu membuka saluran Eustachius dan menyeimbangkan telinga bagian tengah. Buah Hati tidak akan mengalami sakit telinga dan tetap tenang selama perjalanan.

2. Kebutuhan Logistik dan Ketenangan Bayi

Ketenangan bayi adalah penting karena selain artinya bayi merasa nyaman, Ibu pun tidak akan mengalami kecemasan dalam perjalanan. Penting bagi Ibu untuk membawa kantong atau tas khusus kebutuhan bayi seperti popok, wipes, pakaian ganti, kantong plastik untuk popok kotor.

Ibu bisa memberikan asupan yang cukup untuk Buah Hati. Mengajaknya bercanda atau bermain untuk menjaga agar bayi tetap nyaman. Jika merasa nyaman, bayi biasanya mudah tertidur.

3. Pilihan Kursi Terbaik dan Fasilitas Bassinet

Berbagai maskapai familier dengan penumpang bayi. Mereka mempersiapkan beberapa fasilitas yang memudahkan para ibu. Ibu bisa memesan kursi yang dekat jendela atau sekat/bulkhead untuk mengurangi lalu-lalang dan potensi penggunaan bassinet.

Untuk mendapatkan fasilitas ini, Ibu perlu memesannya ketika booking ticket alias jauh hari sebelum check-in agar bisa dipersiapkan maskapai sesuai prosedur. Biasanya fasilitas ini diberikan secara gratis, tapi tergantung dari ketersediaan.

4. Aturan Membawa Cairan dan Makanan Bayi Ke Kabin

Cairan atau makanan bayi berupa ASI perah, susu perah, dan MPASI puree dikecualikan dari aturan 100ml cairan yang dibawa ke kabin. Ibu perlu mengkomunikasikannya ke petugas keamanan bandara sebelum proses screening agar prosesnya lebih cepat. Buah Hati tetap bisa mendapatkan asupan bergizi yang dibutuhkannya.

5. Tips Mengelola Jet Lag dan Skenario Darurat

Saat melakukan perjalanan dengan pesawat yang cukup jauh, jet lag bisa saja terjadi pada Buah Hati. Untuk mengantisipasi agar hal ini tidak terjadi, Ibu bisa menyesuaikan jam menyusui atau jam tidur bayi secara bertahap sebelum terbang. 

Apabila Buah Hati tiba-tiba sakit atau mengalami tidak nyaman yang tidak biasa, Ibu bisa menghubungi pramugari yang bertugas. Mereka mendapatkan pelatihan P3K yang lengkap, sehingga tahu pertolongan pertama yang perlu dilakukan. Ibu bisa tetap tenang.

Pastikan Ibu dan Buah Hati Sehat Sebelum Terbang

Perjalanan dengan pesawat bisa lancar bagi Ibu dan Buah Hati selama keduanya sehat. Penerbangan adalah perjalanan yang aman selama Ibu mempersiapkan logistik dan medis dengan matang.

Sebelum melakukan perjalanan, Ibu perlu menjaga kesehatan diri sendiri sebaik-baiknya. Sebagai ibu menyusui, Ibu perlu menjaga keseimbangan nutrisi dengan baik. Untuk memastikan stamina Ibu tetap optimal, cek di sini untuk Makanan yang Dibutuhkan Ibu Menyusui.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Payudara kecil produksi ASI sedikit itu hanya mitos. Temukan fakta produksi ASI dan pentingnya nutrisi untuk mendukung kebutuhan Ibu selama menyusui.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Benarkah makanan ibu menyusui bisa membuat bayi putih? Simak faktanya, faktor yang memengaruhi warna kulit bayi, dan nutrisi untuk menjaga skin barrier.
Masa Persiapan
Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya
Cari tahu apakah ibu menyusui boleh makan daging kambing, meluruskan mitos ASI panas dan darah tinggi, serta tips olahan sehat untuk ASI lancar.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Cari tahu bolehkah ibu menyusui donor darah, pedoman waktu resmi dari WHO dan PMI, serta tips nutrisi jaga ASI tetap lancar dan tubuh selalu bugar.
Masa Persiapan
Cara Mengatasi ASI Terlalu Deras Agar Bayi Tidak Tersedak
Pelajari cara mengatasi aliran ASI yang terlalu deras melalui posisi menyusui bersandar (uphill nursing), teknik block feeding, dan bedanya dengan hiperlaktasi kronis.
Masa Persiapan
Cara Support Teman yang Sedang Menyusui Lewat Aksi Nyata
Pelajari cara support teman perempuan yang sedang menyusui lewat langkah praktis di rumah dan kantor agar produksi ASI mereka tetap lancar.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN