Masa Menyusui

10 Cara Alami Turunkan Panas Anak Anda Sebelum ke Dokter

Ditulis oleh: Amicis

10 Cara Alami Turunkan Panas Anak Anda Sebelum ke Dokter

Meskipun tergolong wajar, demam pada si kecil pasti membuat Ibu panik. Demam merupakan tanda alami tubuh untuk menaikkan suhu ketika ada benda atau zat asing masuk ke tubuh. Ketika bakteri atau virus masuk ke tubuh anak, maka secara otomatis tubuh akan merespon dengan menaikkan suhu. Demam bukan merupakan penyakit, namun merupakan gejala dari suatu penyakit.

Baca Juga: Yuk, Kenali IgE dan Kaitannya dengan Alergi Anak Anda

Umumnya, orang tua akan mencoba menurunkan panas si kecil dengan menggunakan obat demam, baik paracetamol atau ibuprofen. Namun ada juga orang tua yang menghindari obat penurun panas dan memberikannya hanya jika suhu si kecil benar-benar tinggi. Pasalnya, obat penurun panas yang mengandung bahan kimia memiliki efek yang kurang baik bagi tubuh anak jika diberikan secara terus menerus.

Lantas, apakah ada obat penurun panas alami untuk anak yang aman bagi kesehatan? Jawabannya ada, Bu. Terdapat beberapa penurun panas alami yang dapat Ibu coba untuk meredakan panas si kecil tanpa obat-obatan. Bagaimana caranya?

Baca Juga: Ampuh! Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi Anda

  1. Balurkan Minyak dan Bawang Merah

    Obat herbal ini merupakan penurun panas alami yang terbukti ampuh untuk menurunkan panas. Ibu dapat membalurkan campuran bawang merah dengan minyak ke seluruh tubuh si kecil, utamanya di area punggung, perut, dan juga dada.

    Bawang merah mengandung antibakteri yang dapat melawan berbagai macam radikal bebas yang terdapat pada tubuh anak. Jika dicampur dengan minyak, bawang merah sangat efektif dalam menurunkan panas si kecil. Umumnya dalam beberapa jam panas si kecil akan turun.
  2. Mandi Air Hangat

    Mandi air hangat juga dipercaya dapat menurunkan panas anak. Air hangat atau air suam-suam kuku memiliki efek penenang sehingga membuat anak merasa rileks. Ibu bisa menambahkan garam atau minyak esensial untuk menambah rasa nyaman.

    Saat demam, hindari memandikan si kecil dengan menggunakan air dingin ya, Bu. Air dingin justru dapat meningkatkan suhu tubuh anak. Jika memang tidak memungkinkan untuk memandikan si kecil karena ia terlihat lemas, Ibu bisa membasuh wajah dan tubuh si kecil dengan menggunakan handuk atau waslap saja.
  3. Kipas Angin

    Penurun panas alami lain yang dapat Ibu coba adalah kipas angin. Dinginkan suhu kamar dengan menggunakan kipas angin, cara ini dapat juga membantu menurunkan panas anak. Suhu udara yang panas dapat membuat panas di tubuh anak tak kunjung reda, oleh karena itu Ibu bisa mendinginkannya dengan kipas. Tapi ingat, jangan diarahkan langsung ke tubuh si kecil ya, Bu.
  4. Berikan Baju yang Tipis

    Meskipun si kecil sedang sakit, bukan berarti ia harus memakai jaket atau pakaian tebal. Pakaian yang terlalu tebal dapat menghambat panas keluar dari tubuh anak, akibatnya panas si kecil tak juga reda. Lebih baik ganti pakaian anak dengan bahan yang tipis dan menyerap keringat agar suhu tubuh anak cepat turun.
  5. Kompres Hangat

    Penurun panas alami selanjutnya adalah kompres. Sejak jaman dahulu, kompres memang sudah dipercaya ampuh untuk menurunkan panas. Sayangnya, masih banyak orang tua yang salah paham terhadap kompres ini. Kesalahan tersebut terletak pada air yang digunakan untuk mengompres. Air yang kerap digunakan untuk mengompres adalah air dingin atau air es, padahal kompres air hangat jauh lebih ampuh ketimbang air dingin.

    Jadi ketika si kecil panas, kompres dengan menggunakan air hangat ya, Bu. Gunakan handuk atau kain untuk mengompres anak di bagian dahi, ketiak, dan juga perut.
  6. Perbanyak Cairan

    Langkah selanjutnya untuk menurunkan panas anak secara alami adalah dengan memberikan cairan yang banyak. Usahakan anak tetap dapat minum dengan jumlah yang cukup agar terhindar dari dehidrasi. Dehidrasi justru merupakan efek paling berbahaya dari demam, Bu. Jadi pastikan kebutuhan cairan pada si kecil tetap terpenuhi.

    Ibu dapat memberikan ASI, susu, kaldu sop, atau air madu untuk mengganti cairan tubuh yang keluar akibat demam. Dengan memperbanyak cairan, maka panas di tubuh si kecil akan lebih cepat mereda.
  7. Berikan Makanan Bergizi

    Seperti yang telah dijelaskan di awal, demam merupakan respon tubuh untuk melawan berbagai macam bakteri dan virus yang masuk ke tubuh. Jika demam disebabkan oleh virus, maka langkah yang paling tepat untuk dilakukan adalah dengan melawan virus tersebut. Caranya dengan meningkatkan kekebalan tubuh melalui pemberian makanan yang bergizi.

    Beberapa contoh makanan bergizi yang dapat Ibu berikan adalah buah-buahan, sop ayam atau daging, atau sayur-sayuran. Jika si kecil menolak, Ibu dapat membuatkan campuran jus buah agar gizi si kecil tetap tercukupi.
  8. Perbanyak Istirahat

    Tidur merupakan penurun panas alami yang ampuh untuk meredakan panas anak. Oleh karena itu, Ibu perlu memberikan waktu istirahat lebih banyak untuk anak agar tubuhnya beristirahat. Sebaliknya, terlalu aktif bergerak dapat membuat suhu badan cepat meningkat.

    Jika anak tidak mau tidur, Ibu dapat membacakan buku si kecil sambil berbaring atau memutarkan acara TV kesukaannya agar istirahatnya terjaga.
  9. Gosok dengan Minyak Telon

    Memberikan kehangatan pada tubuh anak juga dapat membuat suhu tubuh anak menurun. Ibu dapat membalurkan minyak telon pada punggung anak lalu memijatnya perlahan. Pijatan dengan minyak telon dapat membuat si kecil rileks dan tenang sehingga panasnya pun mereda.
  10. Berikan Makanan Pedas

    Untuk anak yang lebih besar, Ibu dapat memberikan makanan yang agak pedas untuk memancing keringat. Ketika anak mengeluarkan keringat, maka panas di tubuh juga akan cepat keluar bersama dengan keringat. Efeknya, suhu tubuh si kecil akan cepat kembali normal. Selain itu, makanan yang sedikit pedas juga dapat melancarkan pencernaan.

    Tapi jika demam si kecil disertai dengan muntah atau diare, hindari memberikan makanan pedas untuknya ya, Bu!

Tidak selamanya panas si kecil harus diredakan dengan obat kimia bukan? Penurun panas alami justru memiliki efek kesehatan yang lebih baik untuk anak. Ibu bisa mulai menggunakan cara-cara diatas ketika suhu tubuh anak mulai naik. Namun jika cara tersebut sudah dilakukan dan panas anak tak kunjung mereda atau malah meningkat, Ibu bisa memberikan obat pereda panas sesuai dengan dosis.

Baca Juga: 9 Penyebab Pipi Bayi Merah dan Kasar Beserta Cara Mengatasinya

Demam normal pada anak umumnya berlangsung selama maksimal 3 hari. Dalam waktu 3 hari, gejala lain biasanya sudah muncul. Seperti batuk, pilek, atau sariawan misalnya. Setelah gejala diobati, maka demam tidak akan muncul lagi.

Ibu perlu segera membawa si kecil ke dokter jika panas tak kunjung mereda dalam waktu 3 hari. Artinya, terdapat kondisi lain yang harus mendapat penanganan dari dokter jika si kecil demam terus menerus. Dokter nantinya akan memeriksa, menegakkan diagnosa, serta memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi si kecil.