Ketika suhu tubuh anak meningkat hingga berlebihan, ada beberapa cara yang dapat Ibu lakukan untuk menurunkan demam tersebut. Ibu dapat melakukan perawatan sederhana pada anak dengan mengompres hingga memberikan obat-obatan. Nah, kapan anak cukup dikompres saja dan kapan diperlukan obat-obatan? Cari tahu penjelasannya di sini yuk.
Baca Juga: Tips Merawat Anak Sakit dengan Tepat agar Cepat Pulih
Mengapa Penting: Demam dapat menyebabkan dehidrasi. Memberikan cairan yang cukup seperti ASI, air putih, jus buah (tanpa gula tambahan), atau sup kaldu sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan membantu tubuh melawan infeksi. Istirahat yang cukup juga membantu mempercepat pemulihan anak.
Tips Tambahan: Pastikan anak mendapatkan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk beristirahat. Hindari aktivitas fisik berlebihan saat demam.
Mengapa Penting: Kompres hangat membantu melebarkan pembuluh darah dan memfasilitasi pelepasan panas dari tubuh melalui penguapan. Gunakan air bersuhu ruangan (bukan air dingin) pada dahi, ketiak, atau selangkangan. Hindari kompres alkohol.
Cara Melakukan: Basahi kain bersih dengan air hangat, peras hingga lembab, lalu tempelkan pada area tubuh yang disebutkan. Ganti kompres secara berkala.
Mengapa Penting: Mirip dengan kompres hangat, mandi air suam-suam kuku dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak secara bertahap dan memberikan efek relaksasi. Hindari air dingin karena dapat menyebabkan menggigil dan justru meningkatkan suhu tubuh.
Tips: Pastikan suhu air nyaman (sekitar 32-37 derajat Celsius) dan mandikan anak tidak lebih dari 10-15 menit. Jika anak menggigil, segera hentikan.
Mengapa Penting: Pakaian tebal dapat memerangkap panas tubuh. Ganti pakaian anak dengan bahan yang tipis, longgar, dan menyerap keringat. Pastikan suhu ruangan sejuk dan nyaman, tetapi hindari paparan langsung kipas angin atau AC yang terlalu dingin.
Tips: Gunakan kipas angin untuk sirkulasi udara, bukan untuk meniup langsung ke tubuh anak. Jaga suhu kamar agar tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.
Penurun panas alami lain yang dapat Ibu coba adalah kipas angin. Dinginkan suhu kamar dengan menggunakan kipas angin, cara ini dapat juga membantu menurunkan panas anak. Suhu udara yang panas dapat membuat panas di tubuh anak tak kunjung reda, oleh karena itu Ibu bisa mendinginkannya dengan kipas. Tapi ingat, jangan diarahkan langsung ke tubuh anak ya, Bu.
Demam adalah respon tubuh untuk melawan berbagai macam bakteri dan virus yang masuk ke tubuh. Jika demam disebabkan oleh virus, maka lawan virus dengan meningkatkan kekebalan tubuh melalui pemberian makanan yang bergizi.
Contoh makanan bergizi yang dapat Ibu berikan adalah buah-buahan, sop ayam atau daging, atau sayur-sayuran. Jika anak menolak, Ibu dapat membuatkan campuran jus buah agar gizi anak tetap tercukupi.
Ibu juga bisa membaca artikel berikut untuk mendapatkan tips memberikan sayuran dan buah kepada anak agar asupan gizinya terpenuhi, cari tahu disini ya: Tips Mudah Memberikan Sayur dan Buah pada Anak
Ibu dapat membalurkan minyak telon pada punggung anak lalu memijatnya perlahan. Pijatan dengan minyak telon dapat membuat anak rileks dan tenang sehingga panasnya pun mereda.
Tapi jika demam disertai dengan muntah atau diare, hindari memberikan makanan pedas untuknya ya, Bu.
Obat demam ini diberikan jika Ibu telah berupaya mengompres tubuh anak, dan memperbaiki lingkungan kamarnya, tetapi panas tubuhnya tidak kunjung turun juga. Beberapa macam obat yang dapat menurunkan demam ini ialah parasetamol dan ibuprofen.
Obat ini berfungsi mengatur bagian otak yang memang memiliki fungsi untuk mengatur panas tubuh. Dengan bagian fungsi otak yang diatur kembali ini, diharapkan suhu tubuh anak akan berkurang, sehingga sel-sel tubuh anak mampu terhindar dari kerusakan dan mampu menjalankan fungsinya kembali. Jika Ibu ragu bagaimana memberikan obat yang dosisnya sesuai usia anak, Ibu dapat berkonsultasi dengan apoteker ya.
Meskipun banyak kasus demam pada anak dapat ditangani di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak Anda menunjukkan salah satu tanda berikut:
Selalu percayai insting Ibu. Jika ada kekhawatiran, lebih baik periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Nah, ternyata banyak cara untuk mengurangi demam ini, bukan? Selain menurunkan suhu tubuh anak, Ibu juga perlu mencari tahu mengapa anak tersebut sampai mengalami demam.
Ada berbagai alasan yang dapat menimbulkan demam pada anak-anak, Bu. Misalnya saja, ia demam karena giginya baru saja tumbuh. Ini merupakan kasus yang cukup sering terjadi pada anak-anak yang masih bayi, dan dapat membuatnya menjadi rewel. Nah, bagaimana sih cara mengatasi rewel dan demam anak yang giginya sedang tumbuh ini? Yuk, cari tahu jawabannya di sini: Cara Menangani Bayi Demam karena Tumbuh Gigi
Tahukah Ibu, bahwa nutrisi yang Ibu konsumsi saat menyusui juga berperan penting dalam membangun kekebalan tubuh si Kecil? ASI adalah sumber nutrisi terbaik yang mengandung antibodi dan zat kekebalan lainnya yang dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi, termasuk penyebab demam.
Untuk memastikan Ibu mendapatkan nutrisi yang optimal selama masa menyusui, pertimbangkan untuk melengkapi asupan harian dengan Prenagen Lactamom. Dengan kandungan nutrisi lengkap seperti DHA, Kolin, Zat Besi, dan Vitamin B kompleks, Prenagen Lactamom dirancang khusus untuk mendukung kualitas ASI Ibu dan menjaga energi Ibu tetap prima. Dengan begitu, Ibu dapat terus memberikan perlindungan terbaik bagi si Kecil, membantunya tumbuh sehat dan tidak mudah sakit.