Masa Persiapan

Cara Menjaga Imun Saat Hamil yang Perlu Ibu Tahu

Ditulis oleh: Amicis

Cara Menjaga Imun Saat Hamil yang Perlu Ibu Tahu

Setiap Ibu perlu menjaga dan memperhatikan imun saat hamil karena pada masa ini pertahanan tubuh tidak sekuat biasanya. Ibu hamil lebih rentan terkena virus atau penyakit lantaran imunnya yang melemah. Ibu harus menjaga imun saat hamil di trimester pertama, kedua dan ketiga demi kesehatan ibu serta bayi.

Lantas, bagaimana cara menjaga imun saat hamil agar tetap kuat? Dan seberapa penting Ibu perlu menjaga imunnya? Simak ulasan berikut, Bu.

Alasan Ibu Hamil Lebih Mudah Sakit

Janin yang berada di dalam perut Ibu kerap dianggap sebagai ‘benda asing’ dan ‘musuh’ oleh sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat imun saat hamil secara alami menurun. Mekanisme ini semacam protokol otomatis yang disematkan Tuhan pada tubuh manusia.

Tak heran jika Ibu lebih rentan terkena penyakit, bahkan infeksi ringan dapat menjadi berat jika terkena pada ibu hamil. Selain itu, ibu hamil lebih rentan terkena infeksi saluran kemih akibat tingkat hormon progesteron yang meningkat sehingga melemaskan otot ureter dan kandung kemih. Kondisi ini menyebabkan urin lebih lama berada di kandung kemih dan menjadi tempat bakteri berkembang biak.

Belum lagi, produksi hormon estrogen di saluran reproduksi juga meningkat, sehingga ibu hamil lebih berisiko terkena infeksi jamur seperti kandidiasis. Perubahan-perubahan lainnya juga bisa jadi penyebab ibu hamil mudah sakit. Misalnya, mual dan muntah di awal kehamilan yang membuat ibu hamil kekurangan nutrisi, serta berisiko pada menurunnya imun saat hamil.

Cara Menjaga Kekebalan Tubuh Ibu Hamil

Adanya perbedaan pada cara kerja sistem imun saat hamil membuat Ibu harus lebih menjaga kesehatan. Upaya tambahan perlu dilakukan untuk memperkecil risiko terserang penyakit atau infeksi. Lalu, apa saja upaya yang bisa dilakukan agar kesehatan kandungan tetap terjaga?

1. Tetap Berolahraga

Selama tidak ada larangan dari dokter atau bidan untuk berolahraga selama masa hamil, cobalah melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. Olahraga akan membantu meningkatkan imun saat hamil karena memberikan beberapa efek positif pada tubuh, di antaranya sebagai berikut:

  • Kenaikan suhu tubuh saat berolahraga dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Antibodi dan sel darah putih yang merupakan pasukan pertahanan tubuh terhadap bibit penyakit, dilepaskan ke aliran darah lebih cepat saat Ibu berolahraga sehingga tubuh dapat mendeteksi penyakit lebih awal.
  • Olahraga juga merangsang tubuh memproduksi hormon endorfin yang dapat membantu meredakan stres, sehingga mengurangi kemungkinan Ibu terkena penyakit.

Olahraga yang disarankan adalah olahraga ringan hingga sedang. Hindari melakukan olahraga berat yang membahayakan Ibu dan janin. Jika sebelum hamil Ibu terbiasa berjalan kaki hingga satu jam setiap hari, ketika hamil pastikan Ibu tetap melakukannya selama 15 hingga 30 menit saja.

2. Minum Banyak Air

Tingkat imun saat hamil dapat terjaga dengan memastikan tubuh Ibu terhidrasi dengan baik. Minumlah air putih sekitar delapan gelas sehari. Kebiasaan sehat ini akan membantu tubuh Ibu mengeluarkan racun dan juga terhindar dari risiko kekurangan cairan tubuh.

3. Tidur yang Cukup

Kurang tidur dapat merusak sistem imun saat hamil dan meningkatkan risiko Ibu terserang penyakit. Cobalah untuk lebih disiplin dalam mengatur pola tidur, usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Namun tidak dapat dipungkiri, kondisi tertentu yang terjadi pada ibu hamil dapat mengganggu pola tidur. Seperti, beberapa kali Ibu harus terbangun karena bolak-balik ke toilet atau susah menemukan posisi tidur yang nyaman.

Cobalah mulai rutinitas baru, yaitu pergi ke toilet sebelum tidur dan menggunakan bantal badan saat tidur demi membantu Ibu mengatur posisi yang lebih nyaman.

4. Rutin Mencuci Tangan

Imun saat hamil yang menurun menyebabkan tubuh lebih rentan tertular penyakit. Jadi, pastikan ibu lebih menjaga diri dari segala kemungkinan yang dapat berisiko mendatangkan bibit penyakit. Karena itu, sangat disarankan ibu untuk rutin mencuci tangan untuk membersihkan bakteri atau virus yang mengancam kesehatan.

Selain itu, sangat disarankan ibu menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit. Penyakit selama masa kehamilan biasanya tidak secara langsung mempengaruhi kondisi bayi, tetapi bisa saja jadi masalah serius saat menyebabkan komplikasi. Segera hubungi dokter jika ibu merasa kurang enak badan, seperti mengalami gejala pilek atau flu.

5. Konsumsi Makanan Sehat

Sebenarnya makan untuk dua orang saat masa kehamilan tidak diperlukan. Kebutuhan energi memang akan meningkat pada trimester kedua dan ketiga, sehingga Ibu mungkin perlu makan sedikit lebih banyak.

Tetapi tambahannya, cukup hanya segelas jus buah dan sepotong roti, bukan seporsi lengkap nasi dan lauknya. Sisanya, Ibu bisa tambahkan kalori dari makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, daging dan kacang-kacangan. Makan lebih banyak buah dan sayuran akan memperkaya asupan nutrisi untuk Ibu dan Buah Hati. Nutrisi yang tepat dapat meningkatkan imun saat hamil.

Nutrisi Penting bagi Ibu Hamil

Nutrisi harian perlu ditingkatkan selama masa kehamilan, karena kebutuhan nutrisi seperti asam folat, kalsium, zat besi, dan juga berbagai vitamin menjadi lebih banyak. Berikut ini daftar nutrisi penting bagi ibu hamil yang dapat meningkatkan imun tubuh.

1. Asam Folat

Cukupnya asupan asam folat pada ibu hamil dapat mencegah terjadinya Neural Tube Defect (NTD) yaitu cacat pada sistem saraf anak. Biasanya, NTD mulai berkembang pada masa dimana kebanyakan calon orang tua belum menyadari dirinya hamil, yaitu 28 hari pertama setelah pembuahan.

Ibu dapat memperbanyak konsumsi sayuran hijau, sereal gandum, kacang-kacangan, dan jeruk yang merupakan sumber alami dari asam folat. Ibu juga bisa memperoleh sumber asam folat dari nutrisi khusus kehamilan. 

2. Kalsium

Peran kalsium cukup penting selama kehamilan. Selain untuk kesehatan tulang dan gigi Ibu, nutrisi ini juga mendukung pertumbuhan jantung, saraf, dan otot jabang bayi dalam kandungan. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko hipertensi dan preeklampsia.

Beberapa makanan yang bisa menjadi sumber kalsium harian ibu hamil adalah tahu, tempe, kacang merah, susu kedelai, susu, keju, yogurt, sayuran hijau, sarden, salmon, dan kacang-kacangan.

3. Zat Besi

Zat besi sangat diperlukan karena merupakan zat pembentuk sel-sel darah merah. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia yang membuat ibu hamil merasa lelah, pusing, lemah, dan pucat. Selain anemia, kurangnya zat besi bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Demi memenuhi kebutuhan zat besi, Ibu disarankan mengonsumsi daging tanpa lemak, sayuran hijau gelap, buah kering dan kacang-kacangan.

 

Rendahnya daya tahan tubuh selama kehamilan membuat Ibu perlu meningkatkan imun saat hamil dengan berbagai cara. Jika tidak, Ibu berpotensi mengalami berbagai virus dan penyakit yang membahayakan diri dan janin. Rajin mengonsumsi nutrisi khusus ibu hamil seperti PRENAGEN yang memiliki nutrisi lengkap makro dan mikro, dapat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Semangat, Bu!