7 Cara Ampuh dan Efektif Menyapih Buah Hati Tanpa Rewel

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

7 Cara Ampuh dan Efektif Menyapih Buah Hati Tanpa Rewel

Ketika sudah waktunya menyapih Buah Hati, Ibu membutuhkan perencanaan dan perlu melakukan proses penyapihan secara bertahap. Sebab, proses menyapih yang kurang tepat, apalagi dilakukan secara mendadak, bisa mempengaruhi psikologis Buah Hati. Nah, berikut 7 cara ampuh dan efektif menyapih Buah Hati tanpa rewel. Baca yuk, Bu.

Apa Itu Menyapih Buah Hati?

Menyapih Buah Hati adalah proses menghentikan pemberian nutrisi, dari yang sebelumnya menyusu pada Ibu beralih ke cara lain untuk mendapatkan sumber nutrisi. Misalnya dengan pemberian MPASI, buah-buahan, snack, dan sebagainya.

Waktu yang Tepat untuk Menyapih Buah Hati

Proses menyapih bisa dimulai secara bertahap sejak Buah Hati berusia 6 bulan. Caranya, dengan mengenalkan berbagai jenis makanan dan minuman selain ASI melalui pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI. Meski pemberian makanan pendamping ASI sudah dilakukan, alangkah baiknya Buah Hati tetap mendapatkan ASI eksklusif hingga berusia 2 tahun sesuai rekomendasikan dari Wealth Health Nation (WHO).

Setelah Buah Hati berusia 2 tahun, maka proses penyapihan yang sesungguhnya sudah bisa Ibu mulai. Tetapi hal ini tetap perlu melihat kondisi Ibu dan Buah Hati, ya. Sebab, ada kondisi tertentu yang bisa jadi membuat proses menyapih Buah Hati perlu dilakukan lebih cepat, misalnya produksi ASI yang menurun atau kondisi Buah Hati yang sudah siap disapih.

Tanda-tanda Buah Hati Siap Disapih

Beberapa tanda Buah Hati sudah siap disapih, di antaranya:

  • Waktu menyusu menjadi lebih singkat dan Buah Hati tidak mau lagi berlama-lama saat menyusu.
  • Buah Hati tidak lagi bersemangat mengisap ASI, tetapi hanya bermain-main di area payudara Ibu.
  • Perhatian Buah Hati mudah teralihkan pada saat menyusu.
  • Buah Hati tidak terlalu tertarik untuk minum ASI atau menyusu pada Ibu.

Cara Menyapih Buah Hati Agar Tidak Rewel

 

1.   Sapih Buah Hati Secara Bertahap

Proses penyapihan Buah Hati perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisinya. Jika Buah Hati sudah siap secara fisik dan mental (terlihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan Buah Hati), Ibu bisa melakukan proses penyapihan secara bertahap. Misalnya dengan tetap memberikan ASI, tetapi sudah dikombinasikan dengan pemberian sumber makanan atau minuman lain.

2.   Kurangi Frekuensi dan Durasi Memberikan ASI

Cara lain untuk menyapih Buah Hati bisa dengan mengurangi frekuensi dan durasi pemberian ASI. Jika sebelumnya Buah Hati menyusu 5-6 kali dalam sehari dengan durasi 15 menit. Maka coba batasi pemberian ASI hanya 3-4 kali saja dengan durasi antara 7-10 menit sekali menyusu. Lakukan pengurangan durasi menyusu ini secara bertahap, sampai akhirnya Buah Hati tidak lagi rewel minta menyusu.

3.   Tunda Waktu Menyusui

Biasanya, kebiasaan menyusu menjadi kebiasaan dan bonding antara Ibu dan Buah Hati. Ada saat ketika Buah Hati merasa lebih nyaman berada dalam pelukan Ibu sambil ia menyusu, misalnya saat mau tidur. Nah, Ibu pasti sudah mengenali tanda Buah Hati ingin menyusu, kan? Ketika tanda-tanda Buah Hati ingin menyusu muncul dalam masa menyapih, coba tunda dulu dan jangan langsung memberikannya ASI.

4.   Alihkan Perhatian Buah Hati

Ibu bisa mencoba mengalihkan perhatian Buah Hati dari keinginan menyusu (terutama saat sedang proses penyapihan atau sedang berupaya menunda waktu menyusui). Misalnya, mengajak Buah Hati bermain atau jalan-jalan di sekitar rumah. Ibu juga bisa memberikan MPASI, buah, atau camilan supaya Buah Hati tidak lagi ingin menyusu.

5.   Ganti ASI dengan Susu Formula atau Makanan Lainnya

Mengenalkan berbagai jenis makanan, seperti puding, salad buah, snack bikinan rumah, dan sebagainya, bisa menjadi upaya mengalihkan perhatian Buah Hati dari keinginan menyusu. Selain itu, Ibu juga boleh mengenalkan susu formula sebagai pengganti ASI, yang diminum menggunakan gelas berbentuk lucu. Cara ini cukup ampuh untuk membuat Buah Hati lebih tertarik minum susu di gelas daripada menyusu langsung pada Ibu.

6.   Perhatikan Respons Buah Hati

Dalam upaya penyapihan, perhatikan secara detail respons dari Buah Hati. Berbagai respons yang biasanya muncul, seperti Buah Hati jadi lebih rewel, sering menangis, sulit tidur, dan sebagainya. Setiap respons yang muncul perlu Ibu tindak lanjuti dan cari solusi lain, misalnya membujuk, mengalihkan perhatian, atau sesekali mengalah dan mengizinkan Buah Hati menyusu. Prinsipnya, proses penyapihan ini jangan sampai ada pemaksaan demi mencegah terjadinya trauma yang bisa mengganggu perkembangan psikologis Buah Hati.

7.   Komunikasikan dengan Buah Hati

Buah Hati yang berusia 2 tahun sebenarnya sudah mampu memahami kata-kata maupun kalimat sederhana yang Ibu ucapkan. Cobalah mengajak Buah Hati berkomunikasi dua arah mengenai alasan menyusu ASI perlu dihentikan. Jelaskan pula pengganti yang bisa Buah Hati dapatkan selain ASI.

 

Itulah 7 cara menyapih Buah Hati secara perlahan. Ibu bisa mengganti ASI dengan susu formula yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Buah Hati, seperti Chil Kid Platinum MoriCare+ Triple Bifidus. Cari tahu lebih banyak tentang Chil Kid Platinum MoriCare+ Triple Bifidus, yuk.