Inilah 6 Fungsi Plasenta yang Wajib Ibu Ketahui

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Inilah 6 Fungsi Plasenta yang Wajib Ibu Ketahui

Terbentuknya plasenta, yang juga disebut ari-ari, terjadi sekitar 2 minggu setelah pembuahan. Plasenta menjadi organ penting yang membantu tumbuh kembang Buah Hati selama berada di dalam kandungan. Apa saja fungsi plasenta? Temukan jawabannya dalam artikel ini, yuk.

 

Fungsi Plasenta pada Kehamilan

  1. Menyalurkan Oksigen untuk Buah Hati

    Buah Hati kan juga manusia ya, Bu? Itu sebabnya, Buah Hati membutuhkan asupan oksigen supaya bisa terus hidup selama di dalam kandungan. Dari mana Buah Hati mendapatkan pasokan oksigen? 

    Tentu saja dari tubuh Ibu. Untuk itu, Ibu perlu memastikan pasokan oksigen di dalam tubuh cukup sehingga oksigen tersebut bisa dialirkan ke plasenta, lalu plasenta akan mengalirkan oksigen sesuai kebutuhan Buah Hati melalui tali pusar.

  2. Menyalurkan Nutrisi untuk Janin

    Selama masa kehamilan, asupan nutrisi dan gizi yang Ibu konsumsi akan dinikmati pula oleh Buah Hati agar bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Transfer nutrisi biasanya terjadi mulai usia kehamilan 2 bulan. 

    Dalam prosesnya, makanan yang Ibu konsumsi akan disaring dulu dan masuk ke aliran darah, kemudian menuju pembuluh darah Buah Hati melalui plasenta dan tali pusar. Oleh karena itu, pastikan makanan dan minuman yang Ibu konsumsi memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik untuk Buah Hati di dalam kandungan.

  3. Membuang Sisa Metabolisme Janin

    Fungsi lain plasenta adalah membantu membuang sisa metabolisme yang sudah tak dibutuhkan Buah Hati. Sisa metabolisme ini dialirkan kembali ke aliran darah ibu, kemudian dikeluarkan bersama sisa metabolisme Ibu.

  4. Melindungi Janin dari Infeksi Bakteri



    Plasenta menjadi tempat pertukaran darah antara Ibu dan Buah Hati. Di dalam plasenta, darah akan disaring sehingga darah dari Buah Hati yang berisi sisa metabolisme, tidak bercampur dengan darah dari ibu yang banyak mengandung nutrisi dan oksigen.

    Karena adanya proses penyaringan itulah, plasenta mampu melindungi Buah Hati dari infeksi bakteri yang mungkin saja ada di dalam darah Ibu. Sayangnya, plasenta belum mampu melindungi Buah Hati dari infeksi virus dan zat-zat berbahaya, seperti nikotin dan alkohol.

  5. Menyalurkan Antibodi dari Ibu kepada Janin

    Plasenta membantu menyalurkan antibodi dari tubuh Ibu ke Buah Hati di masa akhir kehamilan demi meningkatkan kekebalan tubuh dan Buah Hati Ibu pun dapat terhindar dari berbagai penyakit saat dilahirkan. Sebab, antibodi ini hanya bisa bertahan selama 3 bulan setelah proses persalinan. Oleh karena itu, pastikan Buah Hati mendapatkan imunisasi ya, Bu.

  6. Memproduksi Hormon Kehamilan

    Selama masa kehamilan, plasenta memproduksi hormon kehamilan, seperti hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG), progesterone, estrogen, steroid, peptida, dan laktogen, yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan Buah Hati di dalam rahim, memperkuat lapisan rahim, merangsang jaringan payudara, menghentikan siklus menstruasi, dan mempercepat metabolisme tubuh Ibu hamil. Nah, karena peran hormon kehamilan begitu penting, cari tahu secara lengkap tentang fungsi dan efek samping hormon kehamilan ini ya, Bu. 

 

Ibu, itulah beberapa fungsi plasenta pada Buah Hati. Sebab, asupan harian dan kondisi tubuh Ibu sangat mempengaruhi tumbuh kembang Buah Hati di dalam kandungan, pastikan Ibu selalu menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat agar tidak mengalami plasenta previa.

 

 

Referensi: