Plasenta Previa: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Plasenta Previa: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Apakah Ibu sedang mengalami pendarahan hebat yang mana darah keluar dari vagina selama masa kehamilan atau sebelum maupun sesudah proses persalinan? Jika iya, bisa jadi Ibu mengalami plasenta previa. Bu, cari tahu semua hal tentang plasenta previa, penyebab, gejala, maupun cara mengatasi plasenta previa di artikel ini, yuk.

 

Apa Itu Plasenta Previa?

Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan yang mana kondisi plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim. Kondisi ini menyulitkan proses melahirkan dan bisa mengakibatkan pendarahan hebat baik sebelum maupun sesudah proses persalinan.

 

Penyebab Plasenta Previa

Dari beberapa referensi, penyebab plasenta previa belum diketahui secara pasti, tetapi ada faktor-faktor yang membuat Ibu rentan mengalami plasenta previa, di antaranya:

  • Bukan kehamilan pertama dan kehamilan terjadi di usia 35 tahun atau lebih.
  • Punya riwayat keguguran dan operasi pada rahim, seperti pengangkatan miom, kuret, bahkan karena pernah operasi caesar.
  • Pernah mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.
  • Posisi Buah Hati sungsang, postur tubuh Buah Hati terlalu besar, atau karena hamil kembar.
  • Ibu merupakan perokok aktif selama masa kehamilan atau pengguna kokain/zat adiktif lainnya.

 

Gejala Plasenta Previa

Dalam beberapa kasus, plasenta previa tidak ada gejala dan kalau ada masalah pada plasenta baru bisa diketahui dari hasil tes ultrasound yang dilakukan secara rutin. Tetapi, ada pula ibu hamil yang mengalami gejala plasenta previa, seperti:

  • Darah segar berwarna merah cerah keluar dari vagina pada akhir trimester kedua atau trimester ketiga kehamilan (mengalami menstruasi saat hamil).
  • Mengalami kram dan rasa yang hebat pada bagian rahim.
  • Rasa tidak nyaman pada bagian punggung disertai kontraksi dini bersamaan dengan keluarnya darah dari vagina.
  • Terjadi pendarahan setelah berhubungan intim disertai kram perut atau kontraksi.

 

Jenis-jenis Plasenta Previa

Saat mengetahui kalau Ibu mengalami plasenta previa, maka cari tahu terlebih dahulu beberapa jenis plasenta previa. Mengapa? Karena jenis plasenta previa yang dialami akan mempengaruhi cara melahirkan seperti apa yang perlu dilakukan. Beberapa jenis plasenta previa yang umum terjadi, yaitu:

  1. Plasenta Previa Parsial (Sebagian)

    Plasenta berada pada posisi menutupi sebagian jalan lahir, tapi masih memungkinkan bagi Ibu untuk melakukan proses persalinan normal.

  2. Plasenta Previa Low-Lying (Rendah)

    Letak plasenta berada tepat di serviks (leher rahim) atau berada di samping leher rahim. Jika mengalami jenis gangguan plasenta ini, Ibu masih bisa melahirkan secara normal.

  3. Plasenta Previa Marginal

    Plasenta previa marginal terjadi ketika posisi plasenta berada di ujung atau di bagian bawah rahim sehingga menekan serviks. Meski mengalami kondisi ini, Ibu tetap bisa melahirkan melalui vagina dengan risiko pendarahan ringan akibat plasenta menyentuh serviks.

  4. Plasenta Previa Major (Total)

    Kalau Ibu mengalami kondisi plasenta previa mayor sudah pasti persalinan harus dilakukan melalui operasi caesar karena plasenta menutupi jalan lahir.

 

Cara Menangani Plasenta Previa

Jika Ibu sudah dipastikan mengalami plasenta previa setelah melalui serangkaian pemeriksaan, maka ada beberapa cara menangani plasenta previa ini, antara lain:

  • Banyak Beristirahat

Ibu bisa mengatasi plasenta previa dengan cara banyak beristirahat, tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya pendarahan, seperti berhubungan seks maupun berolahraga. Dengan catatan, gejalanya masih ringan dan pendarahan yang terjadi tidak banyak.

 

  • Hubungi Dokter

Dalam kasus yang lebih berat, terutama kalau Ibu mengalami pendarahan dengan jumlah yang banyak, alangkah baiknya segera menghubungi dokter untuk mendapatkan perawatan.

Nah, itulah penyebab, gejala, dan cara menangani plasenta previa yang perlu Ibu tahu sehingga jika hal ini terjadi, Ibu bisa menanganinya dengan cepat. Untuk memperlancar persalinan, cari tahu tentang persiapan persalinan sejak dini yuk, Bu. 

 

 

Referensi: