Gaya Hidup

Bolehkah Busui Makan Daging Kambing Ini Fakta Medis dan Mitosnya

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Aditya Nugroho

Aditya Nugroho adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2021 dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain itu, Aditya Nugroho juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Bolehkah Busui Makan Daging Kambing Ini Fakta Medis dan Mitosnya

Ibu menyusui boleh dan aman mengonsumsi daging kambing. Daging kambing merupakan sumber protein berkualitas tinggi, zat besi, serta zinc yang sangat dibutuhkan untuk menjaga stamina Ibu pascapersalinan dan melancarkan produksi ASI. Anggapan bahwa daging kambing memicu ASI terasa panas atau otomatis meningkatkan kolesterol adalah mitos medis, asalkan daging diolah dengan cara yang sehat dan dikonsumsi dalam porsi yang wajar.

Daging kambing juga merupakan sumber protein dan berbagai zat gizi yang dapat menjadi bagian dari asupan makan bergizi seimbang selama menyusui. Mari kita dukung kebahagiaan Ibu dalam menikmati hidangan favoritnya tanpa rasa bersalah. Sebab, saat Ibu terbebas dari stres akibat pantangan makan yang tidak berdasar, kondisi emosional yang lebih tenang dan nyaman dapat mendukung proses menyusui. Hal yang terpenting, Ibu tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menyusui si Kecil secara rutin sesuai kebutuhannya.

Daging Kambing Tidak Otomatis Memicu Darah dan Kolesterol Darah Tinggi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging kambing itu sendiri tidak menyebabkan kenaikan tekanan darah. Kenaikan tekanan darah pada hidangan berbahan dasar daging kambing kemungkinan dipengaruhi oleh cara pengolahannya, termasuk penggunaan garam yang berlebihan (Sunagawa dkk., 2014). Anggapan bahwa daging kambing pasti membuat tekanan darah melonjak tidak sepenuhnya tepat.

Mitos mengenai daging kambing meningkatkan kolesterol secara berlebihan juga perlu diluruskan. Menurut pakar gizi FIKKIA UNAIR, kandungan kolesterol daging kambing sekitar 57 mg per 100 gram, lebih rendah dibandingkan daging sapi yang sekitar 87 mg per 100 gram (Puspikawati, 2024).

Kedua fakta tersebut membuktikan bahwa hal yang perlu perhatikan adalah cara mengolah dan porsi yang dikonsumsi, bukan menghindari daging kambing semata-mata karena dianggap dapat menyebabkan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Daging kambing tanpa lemak berlebih yang diolah dengan tepat tetap bisa menjadi bagian dari menu sehat untuk Ibu.

Tabel Mitos vs Fakta Medis Daging Kambing untuk Busui

Berikut penjelasan medis di balik mitos populer seputar konsumsi daging kambing saat menyusui:

Mitos Populer Fakta Medis untuk Ibu Menyusui
Membuat ASI Terasa Panas & Bayi Rewel Mitos. Daging kambing tidak memengaruhi suhu ASI maupun menimbulkan rasa panas pada sistem pencernaan bayi.
Otomatis Memicu Darah Tinggi & Kolesterol Mitos. Kandungan kolesterol daging kambing murni justru lebih rendah dari daging sapi, selama diolah tanpa santan pekat atau garam berlebih.
Membuat Aroma ASI Berbau Prengus Fakta Sebagian. Bumbu rempah aromatik masakan dapat sedikit memengaruhi rasa ASI dan juga bermanfaat mengenalkan variasi rasa pada bayi sebelum MPASI.

 

Keunggulan Daging Kambing untuk Gizi Masa Laktasi

Daging kambing membantu Ibu memenuhi kebutuhan protein dan zat gizi selama masa laktasi. Ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sekitar 330 hingga 400 kkal per hari pada beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Energi tambahan ini membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh selama masa menyusui, termasuk untuk produksi ASI. 

Berdasarkan informasi dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020), dalam 100 gram daging kambing terkandung sekitar 16,6 gram PROTEIN yang dapat membantu Ibu menyusui untuk memenuhi kebutuhan protein hariannya. Asupan PROTEIN yang cukup penting untuk menjaga kesehatan dan pemulihan tubuh Ibu selama masa laktasi serta mendukung proses produksi ASI.

Asupan PROTEIN hewani juga dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang selama laktasi. Menariknya, kebutuhan zat besi ibu menyusui justru sedikit menurun menjadi sekitar 9 hingga 10 mg per hari karena kebutuhan zat besi untuk menstruasi belum kembali seperti sebelum hamil (Kominiarek & Rajan, 2016).

Paparan Beragam Rasa Melalui ASI dan Penerimaan MPASI Bayi

Mengonsumsi makanan dengan rasa yang beragam, termasuk hidangan berbahan dasar daging kambing, dapat memengaruhi profil rasa ASI (Mayo Clinic Staff, 2025). ASI bukan sekadar nutrisi, tetapi juga dapat menjadi pengalaman pengenalan rasa bagi bayi.

Paparan ragam rasa melalui ASI dapat menjadi bagian dari proses belajar alami bayi sejak fase menyusui. Pengalaman ini dapat membantu lidah bayi mengenal dan terbiasa dengan beragam rasa sejak dini. Manfaatnya dapat terasa kemudian, karena bayi yang terbiasa terpapar berbagai rasa melalui ASI berpotensi lebih mudah menerima berbagai makanan pada saat memasuki masa MPASI.

Waspadai Bumbu Santan, Garam, dan Suhu Memasak

Hal yang sering memicu pusing atau rasa tidak nyaman setelah menyantap hidangan kambing biasanya bukan karena dagingnya semata, melainkan penggunaan garam yang berlebihan, santan dalam jumlah banyak, atau metode pengolahan yang kurang sehat, seperti menggoreng dengan minyak secara berulang. Faktor inilah yang perlu Ibu kendalikan. Hidangan bersantan yang tinggi lemak, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, dapat menyebabkan rasa begah atau tidak nyaman pada lambung sebagian orang. Gangguan pencernaan yang muncul juga dapat mengurangi kenyamanan Ibu saat menyusui.

Penting juga untuk membatasi asupan kafein dari teh, kopi, dan minuman bersoda. Kafein yang bersifat stimulan dapat masuk ke dalam ASI dan pada sebagian bayi berpotensi menyebabkan bayi lebih gelisah atau sulit tidur. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk membatasi konsumsi kafein dari 200-300 mg hingga maksimal 500 mg per hari (National Health Service, n.d.).

Porsi Aman Daging Kambing yang Sehat

Agar manfaat nutrisi daging kambing diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan masalah pencernaan, terapkan panduan berikut:

  • Porsi Aman Konsumsi: Batasi porsi sekitar 100–150 gram per porsi (sekitar 1–2 kali seminggu) untuk menjaga keseimbangan asupan gizi harian.
  • Gunakan Metode Masak Rendah Lemak: Utamakan mengolah daging menjadi sup bening, soto tanpa santan, atau memanggangnya dibanding memasak gulai santan kental.
  • Kurangi Garam dan Penguat Rasa: Penggunaan garam dan penyedap berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan dehidrasi pada busui.
  • Pastikan Daging Matang Sempurna: Masak daging hingga benar-benar empuk dan matang merata untuk mematikan potensi bakteri atau parasit pencernaan.

Tips Mengolah Daging Kambing agar Ramah Pencernaan

Pakar gizi UNAIR menyarankan teknik merebus 5-30-7, yaitu merebus lima menit, mendiamkannya dalam keadaan tertutup rapat selama 30 menit, lalu rebus kembali 7 menit, untuk membantu melunakkan daging (Puspikawati, 2024). Cara ini dapat membuat daging lebih empuk tanpa perlu dimasak dalam waktu lama.

Selain metode memasak tersebut, ada beberapa langkah praktis lainnya yang bisa Ibu terapkan agar olahan daging kambing menjadi lebih sehat dan lebih nyaman di pencernaan:

  • Gunakan parutan nanas segar selama 10–15 menit sebagai pengempuk daging alami.
  • Masak daging hingga matang sempurna dan hindari suhu yang terlalu tinggi atau proses memasak yang berlebihan agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga.
  • Pilih bagian daging yang lemaknya lebih sedikit, seperti bagian has dalam atau paha, dan buang lemak daging yang terlihat.
  • Olah menjadi sup dengan kuah bening. Asupan cairan yang cukup penting bagi kesehatan dan membantu memenuhi kebutuhan cairan Ibu selama masa menyusui.

Ciri Reaksi Sensitivitas atau Alergi Daging Merah pada Bayi

Meskipun kasus alergi daging kambing pada bayi sangat jarang terjadi, Ibu tetap disarankan memperhatikan respons tubuh Si Kecil setelah Ibu mengonsumsi daging merah:

  • Ruam kemerahan atau bintik gatal pada kulit bayi.
  • Masalah pencernaan seperti bayi tampak kram perut, diare, atau feses bercampur lendir.
  • Bayi menjadi jauh lebih rewel dari biasanya tanpa pemicu yang jelas.

Jika Si Kecil menunjukkan gejala di atas, hentikan konsumsi daging sementara dan konsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Pelengkap Nutrisi Praktis untuk Kelancaran ASI

Saat Ibu tidak sempat memasak PROTEIN hewani segar, susu khusus ibu menyusui bisa menjadi pelengkap asupan harian. Pilihan ini praktis untuk menemani hari-hari Ibu yang padat. Susu ibu menyusui umumnya diformulasikan tinggi PROTEIN, kalsium, dan multivitamin yang melengkapi kebutuhan gizi selama masa laktasi tanpa menggantikan makanan bergizi sehari-hari. Jadi, Ibu tetap bisa menikmati beragam hidangan sehat tanpa perlu khawatir dengan mitos lama.

Nikmati eksplorasi hidangan sehat tanpa dibayangi mitos lama, cek selengkapnya daftar Makanan Pelancar ASI yang Ampuh untuk Ibu Menyusui.

Referensi

  • World Health Organization. (2024, October 2). Breastfeeding. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/breastfeeding 
  • Sunagawa, K., Kishi, T., Nagai, A., Matsumura, Y., Nagamine, I., & Uechi, S. (2014). Goat meat does not cause increased blood pressure. Asian-Australasian Journal of Animal Sciences, 27(1), 101–114. http://dx.doi.org/10.5713/ajas.2013.13325
  • Puspikawati, S. I. (2024, June 14). Fakta nutrisi daging kambing menurut pakar gizi kesehatan FIKKIA UNAIR. Universitas Airlangga. https://unair.ac.id/post_fetcher/sekolah-ilmu-kesehatan-ilmu-alam-fakta-nutrisi-daging-kambing-menurut-pakar-gizi-kesehatan-fikkia-unair/
  • Mayo Clinic Staff. (2025, March 28). Breastfeeding nutrition: Tips for moms. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-nutrition/art-20046912
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Tabel komposisi pangan Indonesia (TKPI). https://www.scribd.com/document/524164641/TKPI-2020
  • Kominiarek, M. A., & Rajan, P. (2016). Nutrition recommendations in pregnancy and lactation. Medical Clinics of North America, 100(6), 1199–1215. https://doi.org/10.1016/j.mcna.2016.06.004
  • National Health Service. (n.d.). Healthy diet when breastfeeding: Food and drinks to avoid when breastfeeding. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/feeding-your-baby/breastfeeding/healthy-diet-when-breastfeeding/food-and-drinks-to-avoid-when-breastfeeding/
  • World Health Organization. (2020, October 26). Healthy diet: Keys to eating well. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/healthy-diet-keys-to-eating-well
  • National Health Service. (n.d.). Healthy diet when breastfeeding: Food and drinks to avoid when breastfeeding. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/feeding-your-baby/breastfeeding/healthy-diet-when-breastfeeding/
  • National Library of Medicine. (2026, April 15). Caffeine. In Drugs and Lactation Database (LactMed®). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501467/
  • Chaurasiya, R. S., Sakhare, P. Z., Bhaskar, N., & Hebbar, H. U. (2015). Efficacy of reverse micellar extracted fruit bromelain in meat tenderization. Journal of Food Science and Technology, 52(6), 3870–3880. https://doi.org/10.1007/s13197-015-1667-3 
  • U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service. (2024, September 4). Goat from farm to table. https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/meat-catfish/goat-farm-table

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Pompa ASI yang Bagus Itu Seperti Apa? Cek di Sini
Bingung mencari pompa ASI yang bagus? Simak perbandingan pompa manual, elektrik, dan wearable, serta panduan memilih ukuran corong yang nyaman di sini!
Masa Persiapan
Penyebab Bayi Marah Saat Menyusu dan Cara Menenangkannya
Bingung mencari penyebab bayi marah saat menyusu? Kenali tanda-tanda pelekatan kurang pas, masalah aliran ASI, dan cara tepat menenangkannya di sini!
Masa Persiapan
Cara Membangunkan Bayi untuk Menyusu dengan Lembut
Bayi baru lahir tidur saat waktunya menyusu? Pelajari cara membangunkan bayi untuk menyusu dengan lembut, serta jadwal dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
Masa Persiapan
Ibu Menyusui Bisa Hamil Meski Belum Haid? Ini Faktanya
Bingung apakah ibu menyusui bisa hamil walau belum haid? Cek fakta medis dan pengaruh ASI eksklusif terhadap masa subur Ibu setelah melahirkan!
Masa Persiapan
Kulit Bayi Sensitif, Amankah Ibu Minum PRENAGEN Lactamom?
Kulit bayi sensitif, amankah Ibu tetap minum PRENAGEN Lactamom? Kenali beda kulit kering biasa dan gejala alergi susu sapi lewat ASI.
Masa Persiapan
Bayi Cukup ASI atau Tidak? Ini Tanda dan Cara Ceknya
Cek tanda bayi cukup ASI dari frekuensi pipis pup, tabel kenaikan berat badan bayi ASI eksklusif standar WHO KMS, dan ciri dehidrasi di sini.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN