Gaya Hidup

Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya

Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya

Banyak Ibu yang bertanya, apakah ibu menyusui boleh makan daging kambing? Jawabannya tentu saja boleh. Daging kambing dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui dan tidak secara langsung menyebabkan darah tinggi, serta sama sekali tidak membuat ASI menjadi 'panas' seperti mitos yang sering beredar. 

Daging kambing juga merupakan sumber protein dan berbagai zat gizi yang dapat menjadi bagian dari asupan makan bergizi seimbang selama menyusui. Mari kita dukung kebahagiaan Ibu dalam menikmati hidangan favoritnya tanpa rasa bersalah. Sebab, saat Ibu terbebas dari stres akibat pantangan yang tidak berdasar, kondisi emosional yang lebih tenang and nyaman dapat mendukung proses menyusui. Hal yang terpenting, Ibu tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menyusui si Kecil secara rutin sesuai kebutuhannya.

Daging Kambing Tidak Otomatis Memicu Darah dan Kolesterol Darah Tinggi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging kambing itu sendiri tidak menyebabkan kenaikan tekanan darah. Kenaikan tekanan darah pada hidangan berbahan dasar daging kambing kemungkinan dipengaruhi oleh cara pengolahannya, termasuk penggunaan garam yang berlebihan (Sunagawa dkk., 2014). Anggapan bahwa daging kambing pasti membuat tekanan darah melonjak tidak sepenuhnya tepat.

Mitos mengenai dagin kambing meningkatkan kolesterol secara berlebihan juga perlu diluruskan. Menurut pakar gizi FIKKIA UNAIR, kandungan kolesterol daging kambing sekitar 57 mg per 100 gram, lebih rendah dibandingkan daging sapi yang sekitar 87 mg per 100 gram (Puspikawati, 2024).

Kedua fakta tersebut membuktikan bahwa hal yang perlu perhatikan adalah cara mengolah dan porsi konsumsinya, bukan menghindari daging kambing semata-mata karena dianggap dapat menyebabkan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Daging kambing tanpa lemak berlebih yang diolah dengan tepat tetap bisa menjadi bagian dari menu sehat untuk Ibu.

Keunggulan Daging Kambing untuk Gizi Masa Laktasi

Daging kambing membantu Ibu memenuhi kebutuhan protein dan zat gizi selama masa laktasi. Ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sekitar 330 hingga 400 kkal per hari pada beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Energi tambahan ini membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh selama masa menyusui, termasuk untuk produksi ASI. 

Berdasarkan informasi dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020), dalam 100 gram daging kambing terkandung sekitar 16,6 gram PROTEIN yang dapat membantu Ibu menyusui untuk memenuhi kebutuhan protein hariannya. Asupan PROTEIN yang cukup penting untuk menjaga kesehatan dan pemulihan tubuh Ibu selama masa laktasi serta mendukung proses produksi ASI.

Asupan PROTEIN hewani juga dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang selama laktasi. Menariknya, kebutuhan zat besi ibu menyusui justru sedikit menurun menjadi sekitar 9 hingga 10 mg per hari karena kebutuhan zat besi untuk menstruasi belum kembali seperti sebelum hamil (Kominiarek & Rajan, 2016).

Paparan Beragam Rasa Melalui ASI dan Penerimaan MPASI Bayi

Mengonsumsi makanan dengan rasa beragam, termasuk hidangan berbahan dasar daging kambing, dapat memengaruhi profil rasa ASI (Mayo Clinic Staff, 2025). ASI bukan sekadar nutrisi, tetapi juga dapat menjadi pengalaman pengenalan rasa bagi bayi.

Paparan ragam rasa melalui ASI dapat menjadi bagian dari proses belajar alami bayi sejak fase menyusui. Pengalaman ini dapat membantu lidah bayi mengenal dan terbiasa dengan beragam rasa sejak dini. Manfaatnya dapat terasa kemudian, karena bayi yang terbiasa terpapar berbagai rasa melalui ASI berpotensi lebih mudah menerima berbagai makanan pada saat memasuki masa MPASI.

Waspadai Bumbu Santan, Garam, dan Suhu Memasak

Hal yang sering memicu pusing atau rasa tidak nyaman setelah menyantap hidangan kambing biasanya bukan dagingnya semata, melainkan penggunaan garam yang berlebihan, santan dalam jumlah banyak, atau metode pengolahan yang kurang sehat, seperti menggoreng dengan minyak secara berulang. Faktor inilah yang perlu Ibu kendalikan. Hindangan bersantan yang tinggi lemak, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, dapat menyebabkan rasa begah atau tidak nyaman pada lambung sebagian orang. Gangguan pencernaan yang muncul dapat mengurangi kenyamanan Ibu saat menyusui.

Penting juga untuk membatasi asupan kafein dari teh, kopi, dan minuman bersoda. Kafein yang bersifat stimulan dapat masuk ke dalam ASI dan pada sebagian bayi berpotensi menyebabkan bayi lebih gelisah atau sulit tidur. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk membatasi konsumsi kafein dari 200-300 mg hingga maksimal 500 mg per hari (National Health Service, n.d.).

Tips Mengolah Daging Kambing agar Ramah Pencernaan

Pakar gizi UNAIR menyarankan teknik merebus 5-30-7, yaitu merebus lima menit, mendiamkannya dalam keadaan tertutup rapat selama 30 menit, lalu rebus kembali 7 menit, untuk membantu melunakkan daging (Puspikawati, 2024). Cara ini dapat membuat daging lebih empuk tanpa perlu dimasak dalam waktu lama.

Selain metode memasak tersebut, ada beberapa langkah praktis lainnya yang bisa Ibu terapkan agar olahan daging kambing menjadi lebih sehat dan lebih nyaman di pencernaan:

  • Gunakan parutan nanas segar selama 10–15 menit sebagai pengempuk daging alami.
  • Masak daging hingga matang sempurna dan hindari suhu yang terlalu tinggi atau proses memasak yang berlebihan agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga.
  • Pilih bagian daging yang lemaknya lebih sedikit, seperti bagian has dalam atau paha, dan buang lemak daging yang terlihat.
  • Olah menjadi sup dengan kuah bening. Asupan cairan yang cukup penting bagi kesehatan dan membantu memenuhi kebutuhan cairan Ibu selama masa menyusui.

Pelengkap Nutrisi Praktis untuk Kelancaran ASI

Saat Ibu tidak sempat memasak PROTEIN hewani segar, susu khusus ibu menyusui bisa menjadi pelengkap asupan harian. Pilihan ini praktis untuk menemani hari-hari Ibu yang padat. Susu ibu menyusui umumnya diformulasikan tinggi PROTEIN, kalsium, dan multivitamin yang melengkapi kebutuhan gizi selama masa laktasi tanpa menggantikan makanan bergizi sehari-hari. Jadi, Ibu tetap bisa menikmati beragam hidangan sehat tanpa perlu khawatir dengan mitos lama.

Nikmati eksplorasi hidangan sehat tanpa dibayangi mitos lama, cek selengkapnya daftar Makanan Pelancar ASI yang Ampuh untuk Ibu Menyusui

Referensi

  • World Health Organization. (2024, October 2). Breastfeeding. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/breastfeeding 
  • Sunagawa, K., Kishi, T., Nagai, A., Matsumura, Y., Nagamine, I., & Uechi, S. (2014). Goat meat does not cause increased blood pressure. Asian-Australasian Journal of Animal Sciences, 27(1), 101–114. http://dx.doi.org/10.5713/ajas.2013.13325
  • Puspikawati, S. I. (2024, June 14). Fakta nutrisi daging kambing menurut pakar gizi kesehatan FIKKIA UNAIR. Universitas Airlangga. https://unair.ac.id/post_fetcher/sekolah-ilmu-kesehatan-ilmu-alam-fakta-nutrisi-daging-kambing-menurut-pakar-gizi-kesehatan-fikkia-unair/
  • Mayo Clinic Staff. (2025, March 28). Breastfeeding nutrition: Tips for moms. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-nutrition/art-20046912
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Tabel komposisi pangan Indonesia (TKPI). https://www.scribd.com/document/524164641/TKPI-2020
  • Kominiarek, M. A., & Rajan, P. (2016). Nutrition recommendations in pregnancy and lactation. Medical Clinics of North America, 100(6), 1199–1215. https://doi.org/10.1016/j.mcna.2016.06.004
  • National Health Service. (n.d.). Healthy diet when breastfeeding: Food and drinks to avoid when breastfeeding. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/feeding-your-baby/breastfeeding/healthy-diet-when-breastfeeding/food-and-drinks-to-avoid-when-breastfeeding/
  • World Health Organization. (2020, October 26). Healthy diet: Keys to eating well. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/healthy-diet-keys-to-eating-well
  • National Health Service. (n.d.). Healthy diet when breastfeeding: Food and drinks to avoid when breastfeeding. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/feeding-your-baby/breastfeeding/healthy-diet-when-breastfeeding/
  • National Library of Medicine. (2026, April 15). Caffeine. In Drugs and Lactation Database (LactMed®). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501467/
  • Chaurasiya, R. S., Sakhare, P. Z., Bhaskar, N., & Hebbar, H. U. (2015). Efficacy of reverse micellar extracted fruit bromelain in meat tenderization. Journal of Food Science and Technology, 52(6), 3870–3880. https://doi.org/10.1007/s13197-015-1667-3 
  • U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service. (2024, September 4). Goat from farm to table. https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/meat-catfish/goat-farm-table

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Payudara kecil produksi ASI sedikit itu hanya mitos. Temukan fakta produksi ASI dan pentingnya nutrisi untuk mendukung kebutuhan Ibu selama menyusui.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Benarkah makanan ibu menyusui bisa membuat bayi putih? Simak faktanya, faktor yang memengaruhi warna kulit bayi, dan nutrisi untuk menjaga skin barrier.
Masa Persiapan
Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya
Cari tahu apa ibu menyusui boleh makan daging kambing, meluruskan mitos ASI panas dan darah tinggi, serta tips olahan sehat untuk ASI lancar.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Cari tahu bolehkah ibu menyusui donor darah, pedoman waktu resmi dari WHO dan PMI, serta tips nutrisi jaga ASI tetap lancar dan tubuh selalu bugar.
Masa Persiapan
Cara Mengatasi ASI Terlalu Deras Agar Bayi Tidak Tersedak
Pelajari cara mengatasi aliran ASI yang terlalu deras melalui posisi menyusui bersandar (uphill nursing), teknik block feeding, dan bedanya dengan hiperlaktasi kronis.
Masa Persiapan
Cara Support Teman yang Sedang Menyusui Lewat Aksi Nyata
Pelajari cara support teman perempuan yang sedang menyusui lewat langkah praktis di rumah dan kantor agar produksi ASI mereka tetap lancar.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN