Anggapan bahwa makanan ibu menyusui bisa membuat kulit bayi putih bersih merupakan mitos. Warna kulit buah hati dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dari orang tua, bukan dari menu makanan Ibu (Rees, 2003). Meski tidak bisa mengubah warna kulit bayi menjadi lebih putih, asupan gizi Ibu tetap penting untuk mendukung kesehatan Ibu dan bayi serta memengaruhi komposisi ASI (Bravi et al., 2016).Pola makan ibu juga telah diteliti kaitannya dengan risiko eksim dan alergi pada bayi, meskipun hubungan tersebut masih kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor (Idris et al., 2023).
Makanan Ibu tidak dapat mengubah warna kulit bayi menjadi lebih putih. Warna kulit terutama dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dari orang tua, termasuk faktor genetik yang berperan dalam produksi dan distribusi melanin (Rees, 2003).
Meskipun sering beredar mitos bahwa pola makan tertentu dapat mengubah warna kulit bayi, tinjauan sistematis oleh Bravi dkk. (2016) menunjukkan bahwa pola makan Ibu dapat memengaruhi beberapa komponen nutrisi dalam ASI. Namun, tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa makanan Ibu dapat digunakan untuk mengubah warna kulit atau pigmentasi bayi. Penelitian ini juga menyoroti menunjukkan bahwa asupan lemak dari makanan Ibu dapat memengaruhi profil asam lemak dalam ASI. Asam lemak tersebut merupakan bagian penting dari komposisi ASI dan mendukung kebutuhan nutrisi bayi, tetapi tidak berfungsi untuk "memutihkan" kulit bayi.
Faktor keturunan inilah yang memegang peranan penting dalam menentukan warna kulit. Perlu dipahami bahwa warna kulit bayi juga dapat tampak berubah pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran. Bayi baru lahir dapat memiliki kulit yang tampak kemerahan, pucat, atau sedikit lebih gelap, dan penampilannya dapat berubah seiring pertumbuhan. Oleh karena itu, kepercayaan bahwa air kelapa atau bengkuang dapat memutihkan kulit bayi secara instan tidak memiliki dasar medis. Daripada mengejar standar warna kulit putih, tolok ukur yang lebih tepat adalah kulit yang sehat dan bebas iritasi.
Kandungan air, zat gizi, dan berbagai komponen bioaktif dalam ASI membantu memenuhi kebutuhan bayi selama masa awal kehidupannya.ASI juga menyediakan berbagai jenis asam lemak yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Komposisi asam lemak dalam ASI dapat dipengaruhi oleh asupan lemak dari makanan Ibu (Bravi dkk., 2016). Asam lemak merupakan salah satu kelompok lipid yang berperan penting dalam menjaga fungsi skin barrier, bersama dengan ceramide dan kolesterol. Ketiga komponen lipid tersebut membantu mempertahankan integritas skin barrier dan mengatur kehilangan air dari permukaan kulit (Choi, 2025).
Asupan lemak sehat bagi Ibu, seperti alpukat, ikan, atau minyak zaitun, dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang selama menyusui. Asupan lemak dari makanan Ibu dapat berkontribusi terhadap profil asam lemak dalam ASI, yang kemudian mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi (Bravi dkk., 2016).Sementara itu, skin barrier bayi masih mengalami proses pematangan setelah lahir dan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kulit orang dewasa. Komponen lipid seperti ceramide, kolesterol, dan asam lemak bebas berperan penting dalam mempertahankan integritas dan kelembapan skin barrier bayi (Taïeb, 2018; Choi, 2025).
Sebaliknya, skin barrier yang belum matang atau mengalami gangguan dapat meningkatkan kehilangan air dari kulit sehingga kulit bayi lebih mudah kering dan bersisik. Oleh sebab itu, pemberian ASI yang cukup sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, bersama dengan perawatan kulit yang tepat, dapat membantu mendukung kesehatan skin barrier buah hati (Taïeb, 2018; Choi, 2025).
Selain nutrisi internal, kesehatan kulit bayi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Berikut ini langkah praktis untuk membantu melindungi skin barrier si Kecil:
Meski makanan Ibu tidak mengubah warna kulit bayi, asupan gizi yang baik berperan mendukung kualitas ASI yang diterima buah hati setiap hari. Nutrisi Ibu dan kesehatan kulit bayi saling terhubung melalui ASI. PROTEIN, asam lemak omega-3, vitamin C, dan vitamin E merupakan beberapa zat gizi penting yang mendukung kesehatan kulit. Asam lemak juga merupakan bagian dari lipid kulit yang berperan dalam menjaga fungsi skin barrier dan membantu mempertahankan kelembapan kulit (Bravi dkk., 2016; Choi, 2025; Dror & Allen, 2018).
Ibu bisa mengonsumsi beragam makanan bergizi, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, alpukat, serta sayuran hijau sebagai bagian dari pola makan seimbang selama menyusui. Pola makan yang beragam turut memengaruhi komposisi beberapa zat gizi dalam ASI (Bravi dkk., 2016). Pada masa awal kehidupan, pastikan buah hati memperoleh ASI sesuai kebutuhannya agar kebutuhan cairan dan nutrisinya terpenuhi dengan optimal.
Pelajari panduan takaran ASI untuk newborn agar kebutuhan cairan dan nutrisinya terpenuhi dengan optimal.
Referensi