Masa Menyusui

Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi, Bikin Anteng!

Ditulis oleh: Amicis

Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi, Bikin Anteng!

Imunisasi merupakan cara terbaik untuk melindungi bayi dari paparan penyakit akibat virus, kuman, dan bakteri. Saat ini IDAI merekomendasikan setiap bayi lahir untuk dilakukan imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah serta imunisasi tambahan. Penyakit yang bisa dicegah dengan cara imunisasi meliputi TBC, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, pneumonia, gondongan, diare akibat rotavirus, campak rubella, serta kanker serviks.

Meskipun mampu memberikan perlindungan dari berbagai penyakit, namun banyak orang tua merasa was-was setiap mendekati jadwal imunisasi si kecil. Pasalnya, imunisasi kerap memberikan efek ‘rewel’ pada bayi yang membuat orang tua khawatir. Tak jarang demam menyerang bayi usai imunisasi. Bayi rewel setelah imunisasi inilah yang membuat orang tua tak nyaman.

Baca Juga: Ketahui Lebih Jauh Tentang Imunisasi untuk Si Kecil

Namun hal tersebut tidak lantas membuat Moms menjadi anti vaksin bukan? Rewel serta demam merupakan efek samping yang harus diterima setelah proses imunisasi. Toh, setelah itu bayi akan terlindung dari penyakit. Jadi ini adalah bentuk ikhtiar wajib dilakukan, bukankah efek samping tersebut akan berbuah manis di kemudian hari?

Artikel ini akan membahas mengenai penyebab bayi rewel setelah imunisasi serta cara mengatasinya yang membuat para orang tua tidak terlalu khawatir dan panik lagi. Simak ya, Moms!

Penyebab Bayi Rewel

Imunisasi adalah proses memasukkan virus yang telah dilemahkan sebagai antibodi tubuh. Jadi ketika virus asli masuk ke tubuh, tubuh sudah memiliki benteng pertahanan kuat untuk melawan virus tersebut. Karena tubuh dimasuki oleh zat asing, maka tubuh akan bereaksi. Salah satunya adalah demam.

Secara umum terdapat 2 hal yang menjadi penyebab bayi rewel setelah imunisasi, yaitu:

  1. Rewel Karena Demam

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, demam merupakan efek samping dari imunisasi. Wajar jika terjadi peningkatan suhu tubuh setelah tubuh dimasuki zat asing. Jadi sangat wajar ketika bayi demam setelah imunisasi.

    Demam inilah yang menjadi salah satu penyebab bayi rewel setelah imunisasi. Saat demam, si kecil merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Hal yang bisa Moms lakukan adalah memberikan rasa nyaman dengan melonggarkan pakaiannya.
  2. Rewel Karena Sakit Bekas Suntikan

    Selain karena demam, penyebab bayi rewel setelah imunisasi yang lain adalah rasa sakit pasca disuntik. Bekas suntikan terkadang meninggalkan rasa nyeri dan pegal.

    Selain itu, bisa jadi si kecil merasa trauma dengan jarum suntik meskipun rasa sakit akibat bekas suntikan sudah tidak ia rasakan lagi. Rasa trauma tersebut membuat ia berpikir bahwa bekas suntikan masih terasa sakit.

    Memeluk, menggendong, serta menyusui bayi akan membuat si kecil merasa sedikit lebih nyaman. Moms tak perlu khawatir karena rasa trauma ini umumnya hanya berlangsung sebentar. Dalam waktu beberapa hari, efek trauma dan sakit akibat suntikan akan hilang dengan sendirinya.
  3. Rewel Karena Panik

    Penyebab lain dari bayi rewel setelah imunisasi adalah panik. Kepanikan bayi ini biasanya dipicu oleh kepanikan dan kekhawatiran orang tua. Ya, sedikit tidak masuk akal, namun memang benar rasa panik itu bisa ditularkan dari ibu ke anak, terlebih ikatan batin antara ibu dengan anak sangatlah kuat. Jadi ketika melihat Moms panik dan was-was, bayi pun akan ikut panik dan akhirnya rewel.

    Oleh karena itu tetap tenang, dan jangan tampakkan rasa cemas di hadapan bayi. Bagaimanapun kondisi si kecil, yakinlah bahwa ia akan baik-baik saja setelah imunisasi.

Cara Mengatasi

Setelah melihat apa saja penyebab bayi rewel setelah imunisasi, langkah selanjutnya adalah mengatasi kerewelan tersebut agar tidak berkelanjutan. Inilah beberapa cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi:

Baca Juga: Jarang Disadari! Pentingnya Imunisasi Untuk Bayi Anda

  1. Ciptakan Suasana Nyaman

    Percayalah, rewel bayi akan mereda ketika suasana nyaman ia dapatkan. Moms bisa menciptakan suasana nyaman dengan cara mengatur suhu ruangan agar sejuk dan memberikan pakaian yang longgar pada bayi. Ajak ia bermain dan mengobrol biasa untuk mengalihkan perhatiannya. Hindari fokus pada bekas suntikan yang akan meningkatkan traumanya.
  2. Pantau Suhu Bayi

    Setelah imunisasi jangan lupa untuk selalu pantau suhu si kecil. Peningkatan suhu biasanya terjadi beberapa jam setelah bayi disuntik. Jika suhu melebihi 38 derajat celcius, berikan obat penurun panas yang direkomendasikan oleh dokter. Obat tersebut akan menurunkan demam serta menghilangkan nyeri akibat suntikan.
  3. Gendong dan Peluk Bayi

    Moms juga bisa menggendong serta memeluk bayi lebih sering setelah imunisasi. Bayi akan merasa nyaman dan tenang saat berada di pelukan ibunya, Tapi ingat Moms, hindari panik ya. Bayi bisa merasakan lho ketika ibunya panik, dan biasanya ia akan menolak digendong dan disusui oleh ibu yang panik.
  4. Susui Lebih Banyak dan Sering

    Demam serta rewel setelah imunisasi juga bisa diatasi dengan memberikan ASI lebih sering dari biasanya. Menyusu juga merupakan kegiatan yang membuat si kecil nyaman. Hormon oksitosin yang keluar saat menyusui juga menimbulkan efek tenang pada ibu dan dan bayi.
  5. Kompres Bekas Suntikan dengan Air Dingin

    Bekas suntikan yang sakit, nyeri, dan pegal bisa diatasi dengan cara mengompresnya. Caranya, ambil kain atau kasa yang telah direndam air dingin lalu kompreskan pada bekas suntikan bayi. Sensasi dingin pada saat dikompres akan membuat bayi lebih tenang. Kompres juga berguna untuk menghilangkan bengkak pada bekas suntikan.
  6. Beri Pijatan Lembut

    Percayalah Moms, bayi sangat suka dengan pijatan. Terlebih jika ibunya yang memijat. Pijatan di arena kaki, tangan, serta punggung mampu membuat si kecil nyaman setelah imunisasi. Bayi akan lebih rileks dan akhirnya Moms lega karena ia tidak rewel lagi.

    Yang perlu diingat, jangan lupa untuk memotong kuku sebelum memijat bayi agar tidak melukai kulitnya. Moms bisa menggunakan minyak telon atau aroma terapi saat memijat untuk menimbulkan efek nyaman.
  7. Bawa ke Dokter Jika Terjadi Tanda Gawat Darurat

    Meskipun efek samping yang sangat serius akibat imunisasi jarang terjadi, namun beberapa kasus menunjukkan efek yangs serius setelah imunisasi. Oleh karena itu Moms perlu segera membawa si kecil ke dokter jika terdapat tanda berikut ini pada si kecil:

    • Sesak napas
    • Kejang
    • Demam tinggi
    • Pucat
    • Gatal seluruh tubuh
    • Hilang kesadaran
    Jika Moms menemukan tanda-tanda tersebut, jangan ragu lagi untuk segera bawa si kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Cegah Polio Pada Anak Sekarang Juga!

Jadi sudah tahu kan Moms apa yang membuat bayi rewel setelah imunisasi? Selama kerewelan tersebut masih normal dan dapat diatasi, tak perlu panik yang justru membuat bayi semakin rewel. Pastikan Moms memberikan ketenangan agar masa-masa sulit tersebut dapat teratasi dengan baik.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari imunisasi asalkan Moms sudah tahu ilmunya. Dan jangan lupa pastikan bayi dalam keadaan sehat sebelum imunisasi ya, Moms!