Masa Menyusui

14 Jenis Imunisasi Anak yang Ibu Harus Ketahui, Penting!

Ditulis oleh: Amicis

14 Jenis Imunisasi Anak yang Ibu Harus Ketahui, Penting!

Imunisasi atau vaksin merupakan metode yang efektif untuk mencegah serta meminimalisir si kecil terkena infeksi. Imunisasi mampu melindungi anak dari penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yang merupakan organisasi profesi Dokter Spesialis Anak Indonesia di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun sudah merancang dan membuat jadwal imunisasi anak untuk melindunginya di awal kehidupan. Ibu pun sudah semestinya memahami pentingnya imunisasi anak untuk si kecil.

Baca juga:Mengenal Lebih Jauh Vaksinasi Anak

Berikut ini merupakan jenis imunisasi wajib untuk bayi dan anak yang perlu Ibu ketahui. Jangan lupa catat jadwalnya ya, Bu!

1. BCG

BCG merupakan salah satu jenis imunisasi dasar yang wajib diberikan untuk bayi baru lahir. Pemberian BCG harus dilakukan sebelum bayi berusia 3 bulan. Jika lebih, maka dokter akan melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Vaksin BCG dapat diberikan pada bayi jika uji tuberkulin menunjukkan hasil negatif.

Vaksin ini bertujuan untuk melindungi si kecil dari penyakit TB atau Tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru. Vaksin BCG hanya diberikan 1 kali seumur hidup di bagian lengan atas. Perlu diketahui, bahwa vaksin ini tidak lagi memproteksi tubuh dari infeksi jika disuntikkan pada orang dewasa yang telah berusia diatas 35 tahun.

2. DTP

Imunisasi anak selanjutnya yang wajib diberikan adalah Difteri, Tetanus, dan Pertusis atau disebut DTP. Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah si kecil dari bahaya penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Pemberian vaksin DTP diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Kemudian diberikan lagi booster vaksin DTP pada saat ia berusia 18 bulan, 5 tahun, 10 tahun dan 18 tahun.

3. Campak

Imunisasi campak merupakan salah satu imunisasi dasar lengkap yang harus diberikan pada saat bayi menginjak 9 bulan. Kemudian, vaksin ini diberikan lagi pada saat si kecil berusia 2 tahun dan 6 tahun. Tujuan pemberian vaksin campak adalah melindungi anak dari penyakit campak yang berbahaya. Jika sampai usia 12 bulan si kecil belum juga mendapatkan imunisasi campak, maka ia dapat diberikan vaksin MMR atau Measles, Mumps, and Rubella sebagai pengganti campak pada saat berusia 15 bulan. MMR mampu melindungi si kecil dari penyakit campak, rubella, dan gondongan.

4. Hepatitis B

Hepatitis B merupakan imunisasi anak yang bertujuan untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi pada saat proses melahirkan. Vaksin ini juga bertujuan untuk menurunkan risiko penyakit hati dan kanker dalam jangka panjang. Vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat bayi baru lahir, usia 1-2 bulan dan usia 6-18 bulan.

Untuk bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B, maka ia perlu mendapatkan vaksin hepatitis B dosis pertama sebelum berusia 12 jam, ditambah dengan imunoglobulin hepatitis B pada di bagian paha yang berbeda. Kemudian vaksin selanjutnya diberikan sesuai jadwal. Nantinya saat berusia 9-18 bulan, bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B harus diperiksa anti HBs dan HbsAg-nya.

5. Hib

Bayi juga wajib diberikan vaksin Hib atau Haemophilus influenzae tipe B pada saat berusia 2, 4, dan 6 bulan kemudian diulang pada usia 12-15 bulan. Vaksin ini diberikan dengan dosis yang tergantung dari usia bayi. Hib bertujuan untuk mencegah bayi terinfeksi bakteri haemophilus influenzae type b yang mengakibatkan risiko radang paru, radang otak, dan sepsis.

6. Polio

Untuk mencegah penyakit polio, si kecil juga perlu diberikan vaksin polio. Vaksin ini diberikan 4 dosis dengan jadwal pemberian pertama pada saat lahir, kemudian dilanjutkan saat ia berusia 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin ini juga harus diulang saat si kecil berusia 18 bulan dan 4-6 tahun.

7. MMR

Vaksin MMR atau Measles, Mumps, and Rubella diberikan 2 kali pada anak, yaitu pada saat si kecil berusia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Dosis pertama dan kedua minimal harus berjarak 28 hari. Pemberian vaksin MMR dapat dilakukan bersamaan dengan vaksin lainnya. Vaksin ini mencegah si kecil dari penyakit campak, gondongan, dan rubella.

8. Cacar Air

Meskipun bukan termasuk imunisasi wajib dasar, namun imunisasi cacar air perlu diberikan pada si kecil untuk mencegah penyakit cacar air. Vaksin ini diberikan pada si kecil yang belum pernah terkena cacar air, yaitu saat berusia 12 hingga 15 bulan.

9. Pneumokokus

Imunisasi anak selanjutnya yang perlu diberikan adalah pneumokokus. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit pneumonia pada si kecil. Vaksin diberikan saat bayi berusia 2, 4 dan 6 bulan, kemudian diberikan juga booster tambahan pada saat si kecil berusia 1 tahun.

10. Rotavirus

Vaksin rotavirus juga bukan merupakan imunisasi wajib dasar, namun cukup penting untuk mencegah penyakit diare yang disebabkan oleh virus rotavirus. Diare pada bayi dapat menimbulkan risiko dehidrasi yang berbahaya bagi si kecil. Oleh karena itu, vaksin rotavirus sangat diperlukan. Vaksin ini terbagi menjadi 2 jenis yang diberikan sebanyak 2 atau 3 dosis, tergantung jenis vaksinnya. Vaksin ini dapat diberikan dengan cara diminum atau disuntik saat bayi berusia 2, 4, dan 6 bulan.

11. Influenza

Vaksin influenza bertujuan untuk mencegah si kecil terkena virus flu. Vaksin ini dapat diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan dengan jeda pemberian 6-12 bulan. Meskipun sudah diberikan vaksin influenza, namun si kecil masih tetap dapat terkena batuk pilek dengan taraf yang tidak terlalu parah.

12. Tifoid

Tifoid juga bukan merupakan imunisasi wajib dasar, namun penting diberikan pada anak untuk mencegah penyakit thypoid. Vaksin ini diberikan pada saat si kecil berusia 2 tahun dan dapat diulang setiap 2-3 tahun. Sebagaimana Ibu ketahui, bahwa demam typhoid merupakan penyakit yang berbahaya dan mengancam nyawa, sehingga pemberian vaksin ini penting untuk dilakukan.

13. HPV

HPV merupakan vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit menular seksual yang dibawa oleh orang tua. Gejala penyakit ini antara lain adanya kutil di sekitar vagina dan vulva, di sekitar anus, rektum, leher rahim, serta selangkangan. Vaksin HPV diberikan pada anak yang berusia diatas 10 tahun dengan dosis 3 kali dalam interval 1-6 bulan.

14. Hepatitis A

Ibu juga perlu tahu mengenai vaksin hepatitis A yang diberikan untuk si kecil, guna mencegah penyakit hepatitis A. Vaksin ini diberikan pada anak yang berusia 2 tahun dan diulang dalam interval 1 tahun.

Baca juga:Cegah Polio Pada Anak Sekarang Juga!

Itulah 14 jenis imunisasi anak yang penting dan perlu Ibu ketahui. Selain paham tujuan dan fungsi vaksin tersebut, Ibu juga perlu tahu kapan pemberian vaksin yang tepat agar tidak terlambat. Jangan lupa selalu meminta petugas untuk mencatat vaksin si kecil dalam buku KIA (Kartu Imunisasi Anak) supaya dapat terus dipantau jadwal pemberiannya. Terlambat memberikan vaksin pada si kecil dapat mempengaruhi kesehatan si kecil lho, Bu! Jadi pastikan bayi dan anak selalu diberikan vaksin tepat waktu, ya.