Mual Muntah di Kehamilan 4 Bulan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Mual Muntah di Kehamilan 4 Bulan

Kami mengerti kekhawatiran yang Ibu rasakan. Mual dan muntah merupakan gejala yang wajar ditemukan pada kehamilan triwulan (3 bulan) pertama. Biasanya mual dan muntah terjadi pada pagi hari, sehingga sering disebut dengan istilah morning sickness. Sementara setengah dari wanita hamil mengalami morning sickness, 1,5 – 2 % mengalami Hiperemesis Gravidarum (HG), suatu kondisi yang lebih serius. Hiperemesis gravidarum sendiri adalah mual dan muntah hebat dalam masa kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin di dalam kandungan. Pada umumnya, HG terjadi pada minggu ke 6 - 12 masa kehamilan, yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16 – 20 masa kehamilan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi ini, baca artikel berikut ya: Gejala Hiperemesis Gravidarum dan Penanganannya.

Jika Ibu sudah menginjak usia kehamilan 4 bulan dan masih merasakan mual-mual, kami sarankan agar Ibu memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Karena ditakutkan ada penyebab lain yang mendasari mual saat hamil tersebut.

Sebetulnya keadaan ini tidak berpengaruh ke janin jika asupan gizi Ibu terpenuhi. Bagaimanapun sulitnya, Ibu harus tetap makan demi kesehatan Ibu dan janin dalam kandungan. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mengurangi mual dan muntah adalah:

  • Bila muntah adalah masalah di pagi hari, segeralah konsumsi makanan kering seperti roti, sereal, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, atau Ibu coba makan makanan ringan tinggi protein seperti keju sebelum pergi tidur. Hal ini disebabkan protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna.
  • Makan makanan ringan setiap 2 sampai 3 jam lebih baik dari 3 kali makan porsi besar. Makanlah secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna.
  • Perbanyak makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi cairan dalam satu waktu. Cobalah minuman yang segar, seperti jus apel atau anggur.
  • Hindari makanan pedas, gorengan, ataupun berminyak. Disarankan para ibu rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan sesuai dengan hasil wawancara dan pemeriksaan fisik secara langsung. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk mencari penyebab dan menilai gangguan-gangguan yang mungkin terjadi akibat mual-muntah yang telah Ibu alami.

Dari penjelasan di atas, sekarang Ibu sudah tahu bahwa mual dan muntah yang masih berlanjut hingga bulan ke 4, tidak akan mempengaruhi janin bila asupan gizi harian tetap Ibu penuhi. 

Namun, Ibu harus tetap waspada jika mengalami mual dan muntah yang berlebihan karena itu bisa menyebabkan dehidrasi. Selain itu, Ibu juga perlu waspada jika muntah berwarna kuning. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi. Untuk antisipasi jika Ibu mengalami muntah kuning, yuk cari tahu lebih banyak penyebab dan cara mengatasinya dengan membaca artikel ini: Penyebab dan Cara Mengatasi Muntah Kuning.