Penyebab dan Cara Mengatasi Mual Saat Masa Kehamilan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Penyebab dan Cara Mengatasi Mual Saat Masa Kehamilan

Mual saat hamil merupakan gangguan umum yang terjadi semasa kehamilan, dan seringkali dijadikan patokan bahwa janin di dalam perut sedang berkembang. Tidak hanya itu, banyak yang beranggapan pula bahwa mual muntah ini merupakan tanda bahwa janin yang dikandung kuat dan aktif. Atas dasar inilah, banyak ibu hamil yang kemudian merasa khawatir ketika tidak merasakan mual dan muntah selama periode kehamilan. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar.

Ketika kadar hormon hCG dalam tubuh ibu hamil meningkat dan memicu timbulnya rasa mual, jika tubuh Ibu bisa mentoleransi perubahan pada hormon kehamilan tersebut dengan baik, maka rasa mual itu tidak akan muncul. Tidak mengalami mual saat hamil bukanlah membahayakan. Begitu pula dengan ibu yang mengalami mual saat hamil, tidak perlu khawatir. Janin tetap ternutrisi dengan baik jika ibu tetap bisa makan dan minum. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah jika ibu mengalami mual muntah berlebihan hingga dehidrasi dan kekurangan nutrisi. 

Selain dehidrasi dan kekurangan nutrisi, Ibu perlu waspada jika muntah yang Ibu keluarkan berwarna kuning. Kondisi ini menandakan ada masalah pada organ empedu Ibu. Penyebabnya pun sangat beragam. Untuk mengetahuinya, baca artikel berikut ya Bu: Penyebab dan Cara Mengatasi Muntah Kuning

Lantas apa sih penyebab mual saat hamil? Berikut ini akan dibahas secara tuntas mengenai penyebab dan cara mengatasi mual saat hamil. Simak ya, bu!

Penyebab Mual Saat Hamil

Waktu mual saat hamil terjadi berbeda-beda, namun umumnya ibu hamil mengalami mual saat menginjak minggu keenam. Namun ada juga ibu yang mengalaminya sejak awal kehamilan. Kemudian banyak ibu yang bertanya kapan mual saat hamil berhenti. Hal ini juga tidak menentu, ada yang berhenti di minggu ke-12 namun ada juga yang masih berlangsung hingga melahirkan. Selanjutnya ibu juga perlu tahu penyebab mual saat hamil, antara lain:

1. Peningkatan Hormon Progesteron dan Estrogen

Wanita hamil akan mengalami peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Peningkatan hormon progesteron dapat memicu pergerakan organ di sistem pencernaan. Mulai dari usus kecil, lambung, sampai kerongkongan sehingga bisa menimbulkan mual saat hamil. Sedangkan peningkatan hormon estrogen dapat memicu peningkatan asam lambung yang menimbulkan perasaan tidak nyaman di perut, dan rasa asam di mulut yang mengakibatkan ibu hamil mengalami mual-mual.

2. Peningkatan Hormon HCG

Ibu tentunya sudah tidak asing dengan istilah morning sickness. Morning sickness sendiri merupakan kondisi mual muntah yang sering dialami oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin) di dalam tubuh ibu hamil. Hormon ini juga menjadi pertanda adanya kehamilan, serta menyebabkan tanda strip dua pada alat tes kehamilan. 

Ketika hormon ini meningkat, maka rasa mual pun cenderung memuncak. Inilah yang kemudian membuat ibu sering muntah dan mencari cara untuk mengatasi mual saat hamil, agar aktivitas tidak terganggu.

Nah meski disebut sebagai morning sickness, sebetulnya mual saat hamil ini tidak selalu terjadi di pagi hari saja, melainkan sepanjang hari. Keluhan ini muncul di trimester pertama dan akan terus berlanjut hingga menjelang melahirkan. Pada beberapa kasus, ada pula ibu hamil yang mengalaminya hingga fase melahirkan. Jadi mual muntah merupakan kondisi normal yang dapat menunjukkan jika kehamilannya baik-baik saja.

Sebaliknya, sebagian wanita hamil malah tidak merasakan mual dan muntah selama kehamilan karena tidak ada peningkatan hormon hCG tersebut. Kondisi tersebut juga normal, loh. Selengkapnya, baca di sini yuk: Ciri-Ciri Orang Hamil Tanpa Mual dan Muntah

Mual dan muntah selama kehamilan adalah kondisi yang wajar. Tapi, apakah itu tanda janin sehat? Yuk, baca artikel ini untuk mengetahui faktanya: Benarkah Mual dan Muntah Saat Hamil Pertanda Janin Kuat?

3. Sensitivitas Terhadap Bau Meningkat

Penyebab mual saat hamil selanjutnya adalah sensitivitas ibu yang meningkat terhadap bau. Ibu akan mual saat mencium bau kamar mandi, bau parfum tertentu, bahkan aroma tubuh sendiri. Hal ini sangat wajar terjadi pada ibu hamil di trimester awal kehamilan karena perubahan hormon.

4. Stres

Ternyata stres atau tekanan pada psikis ibu hamil juga dapat memperparah morning sickness. Saat ibu tidak rileks dan tenang, maka keinginan untuk muntah pun semakin besar. Itulah sebabnya ibu hamil perlu mengelola stres agar tidak membahayakan janin dan memperparah mual saat hamil.

Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

Setelah mengetahui faktor penyebab mual saat hamil, kini ibu perlu mencari tahu mengenai cara mengatasi mual saat hamil muda secara alami. Simak cara-cara berikut ini, bu.

1. Siapkan Biskuit dan Susu Khusus Ibu Hamil di Samping Tempat Tidur

Cara mengatasi mual saat trimester pertama adalah dengan menghindari perut kosong. Umumnya perut kosong terjadi ketika ibu bangun dari tempat tidur. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk menyiapkan biskuit tawar dan susu khusus ibu hamil berbentuk UHT di samping tempat tidur, agar ibu dapat langsung makan biskuit dan minum susu tersebut saat bangun. Hal ini cukup membantu mengatasi mual saat hamil di pagi hari.

Untuk mengetahui apa saja manfaat susu ibu hamil untuk mengurangi mual muntah dan rekomendasinya, baca artikel berikut yuk: Susu Ibu Hamil Trimester 1 untuk Atasi Mual Muntah

2. Istirahat Cukup

Mual saat hamil dapat juga disebabkan oleh fisik ibu yang kelelahan. Cara mengatasinya adalah dengan istirahat cukup. Pastikan ibu memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya. Hindari tidur terlalu larut, karena dapat menyebabkan ibu semakin lelah yang memicu morning sickness.

3. Makan Sedikit Tapi Sering

Makan dalam jumlah besar tidak direkomendasikan bagi ibu hamil. Pasalnya, perut penuh dapat memicu kembung dan asam lambung. Selain itu, pencernaan yang melambat saat hamil juga mengakibatkan perut penuh. Akibatnya, mual saat hamil menjadi semakin parah.

4. Hindari Bau yang Memicu Mual

Cara mengatasi mual saat hamil 1 bulan juga dapat dilakukan dengan menghindari bau yang memicu mual. Jika ibu sensitif terhadap bau tertentu, maka lebih baik menghindarinya untuk sementara waktu. Bau yang tidak disukai selama hamil dapat memperparah mual dan muntah saat hamil.

Berikut ini beberapa bau yang dapat memicu rasa mual Ibu saat hamil:

  • Parfum
  • Ayam dan Gorengan
  • Telur
  • Bahan Bakar
  • Bau Binatang
  • Ruangan Lembab dan Berdebu

Ibu mungkin bertanya-tanya kapan gejala mual dan muntah akan berhenti. Yuk, baca artikel ini untuk informasi selengkapnya:  Kapan Mual Muntah Saat Hamil Akan Hilang? Berikut Jawabannya. 

5. Hindari Pakaian yang Terlalu Ketat

Pakaian yang ketat ternyata juga menjadi pemicu mual pada ibu hamil. Perut ibu yang mulai membesar, tentu membuat ibu tidak nyaman dengan pakaian yang sempit. Oleh karena itu, cara mengatasi mual saat hamil trimester kedua adalah dengan menggunakan pakaian yang longgar dan tidak gerah. Ibu dapat memakai daster atau terusan yang memang dikhususkan untuk ibu hamil.

6. Lakukan Kegiatan yang Menyenangkan

Kegiatan yang seru dan menyenangkan akan membuat pikiran ibu sedikit teralihkan dari rasa mual dan muntah. Meskipun sedang hamil, tidak ada salahnya jika ibu melakukan hobi seperti jalan-jalan, mendengarkan musik, menggambar, atau hal lain yang menyenangkan. Hal terpenting, tetap jalani protokol kesehatan selama masa pandemi, serta rutin menjaga dan mengontrol kesehatan.

Nah untuk ibu hamil yang sering merasa mual dan muntah, untuk meredakan keluhan ini ibu dapat memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Ibu dapat juga mengonsumsi susu khusus ibu hamil yang mampu mengurangi mual saat hamil.

Mual dan muntah memang hal yang wajar terjadi ketika masa kehamilan. Hal yang tidak wajar adalah ketika Ibu muntah disertai keluar darah. Hal ini  bisa disebabkan banyak faktor, seperti morning sickness parah, gastritis, dan sindrom Mallory-Weiss. Baca penjelasan selengkapnya di sini: Penyebab Muntah Keluar Darah Saat Hamil.

Semoga ulasan di atas bermanfaat dan mampu meredakan mual muntah yang mengganggu di masa kehamilan. Tetap produktif ya, bu!