Nutrisi promil untuk suami yang perlu diperhatikan meliputi zinc, folat, vitamin C, serta zat gizi dengan peran antioksidan lainnya. Sumbernya dapat diperoleh dari makanan laut, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah segar. Skoracka et al. (2020) menjelaskan bahwa pola makan bergizi berperan dalam mendukung kesehatan sperma, meskipun tidak menjamin kehamilan akan terjadi lebih cepat.
Persiapan kehamilan memang perlu dijalani berdua, Bu. Selain kondisi reproduksi Ibu, kualitas sperma suami turut berperan dalam proses pembuahan. Karena itu, kebiasaan makan dan gaya hidup suami juga perlu mendapat perhatian sejak mulai merencanakan kehadiran buah hati.
Kualitas sperma turut memengaruhi peluang terjadinya pembuahan. Untuk menilainya, dokter memeriksa jumlah, kemampuan bergerak atau motilitas, serta bentuk sperma atau morfologi melalui analisis semen. Jadi, kondisi sperma tidak bisa dipastikan hanya dari penampilan atau kebugaran suami.
Meski tubuh pria terus membentuk sperma baru, kualitasnya dapat berubah seiring bertambahnya usia. Kovac et al. (2013) menjelaskan bahwa usia ayah yang lebih lanjut berkaitan dengan meningkatnya kerusakan DNA sperma, yaitu materi genetik yang berperan dalam perkembangan embrio. Salah satu upaya menjaga kesehatan sperma adalah memenuhi kebutuhan gizi; Skoracka et al. (2020) membahas peran nutrisi dalam membantu mengurangi stres oksidatif yang dapat merusak sel sperma.
Manfaat perubahan pola makan dan gaya hidup tentu tidak muncul dalam beberapa hari. Karena pembentukan serta pematangan sperma membutuhkan waktu, Ibu dan suami dapat menjadikan sekitar tiga bulan sebagai masa awal membangun kebiasaan sehat. Lanjutkan kebiasaan tersebut secara konsisten, tanpa menganggap tiga bulan sebagai jaminan kehamilan akan terjadi.
Perhatikan terlebih dahulu sumber protein dalam menu sehari-hari. Skoracka et al. (2020) menemukan bahwa pola makan tinggi daging merah dan daging olahan berkaitan dengan kualitas semen yang lebih rendah. Sebagai gantinya, suami dapat memilih lebih banyak unggas tanpa lemak, ikan, atau kacang-kacangan. Lengkapi menu tersebut dengan beberapa nutrisi berikut:
| Nutrisi | Peran dalam Tubuh | Sumber Nutrisi |
|---|---|---|
| Zinc | Mendukung pembentukan DNA dan pembelahan sel. | Tiram, kepiting, unggas, dan kacang-kacangan. |
| Folat dan asam folat | Membantu pembentukan DNA dan materi genetik lainnya. | Folat dari sayuran hijau, asparagus, dan kacang merah; asam folat dari pangan fortifikasi atau suplemen sesuai kebutuhan. |
| Vitamin C | Berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. | Jeruk, kiwi, stroberi, paprika, dan brokoli. |
Sumber nutrisi tersebut dapat disajikan dalam berbagai menu sesuai selera. Sayuran, misalnya, bisa diolah menjadi masakan, salad, atau lalapan. Jika dikonsumsi mentah, pastikan bahan sudah dicuci bersih. Pilih menu yang disukai suami agar pola makan bergizi lebih mudah diterapkan secara rutin.
Perhatian pada nutrisi perlu berjalan bersama perubahan kebiasaan sehari-hari. Menu bergizi tidak menghapus dampak paparan rokok atau kurang tidur yang terus berulang. Berikut dua hal yang perlu dibicarakan dan diupayakan bersama suami:
Sharma et al. (2013) membahas hubungan merokok dengan penurunan jumlah, pergerakan, dan bentuk normal sperma. Paparan rokok juga dapat meningkatkan stres oksidatif yang merusak DNA sperma. Karena itu, berhenti merokok merupakan langkah penting dalam promil untuk pria, bukan kebiasaan yang cukup diimbangi dengan vitamin atau makanan sehat.
Kesibukan kerja atau kebiasaan tidur larut bisa membuat waktu istirahat suami terus berkurang. Lateef dan Akintubosun (2020) menjelaskan bahwa gangguan tidur dapat memengaruhi hormon reproduksi, termasuk testosteron yang berperan dalam pembentukan sperma. Meski pengaruhnya berbeda pada setiap orang, tidur perlu menjadi bagian dari persiapan kehamilan.
Suami dapat menargetkan sekitar delapan jam tidur setiap malam, dalam rentang kebutuhan umum orang dewasa sekitar 7–9 jam. Usahakan waktu tidur dan bangun lebih teratur agar rutinitas ini mudah dijalani. Perhatikan juga apakah suami bangun dalam keadaan segar dan tetap mampu berkonsentrasi pada siang hari.
Perbaikan pola makan suami bisa menjadi awal bagi Ibu untuk ikut menata menu sehari-hari. Sharma et al. (2013) merangkum penelitian tentang fertility diet yang mengutamakan PROTEIN nabati, lemak tak jenuh tunggal, serta kecukupan zat besi dan multivitamin. Pola ini berkaitan dengan risiko gangguan kesuburan akibat masalah ovulasi yang lebih rendah, meskipun tidak menjamin kehamilan terjadi lebih cepat.
Mulailah bersama dari hal sederhana, seperti memilih bahan makanan saat berbelanja dan menyiapkan bekal. Kebiasaan ini bisa membuat persiapan kehamilan terasa lebih ringan karena dijalani berdua. Untuk suplemen, sesuaikan pilihan dengan kebutuhan masing-masing melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sudah menyiapkan menu untuk suami, tetapi masih bingung kebutuhan nutrisi Ibu sendiri? Kenali zat gizi yang perlu diperhatikan sejak masa promil agar lebih mudah menentukan pilihan makanan sehari-hari. Yuk, temukan panduannya di sini: Nutrisi Terbaik untuk Mendukung Ibu dalam Program Hamil.
Referensi