Penyebab & Cara Atasi Penyakit Benjolan di Kepala Bayi Anda

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Penyebab & Cara Atasi Penyakit Benjolan di Kepala Bayi Anda

Serba serbi perawatan bayi tentunya membuat orang tua harus lebih teliti dalam memantau perkembangan setiap detail sang buah hati. Apalagi jika terlihat ada keanehan di bagian tubuh dan tingkah lakunya. Tak bisa dipungkiri jika Ibu akan menemukan banyak sekali pertanyaan dari kondisi anak, misalnya munculnya benjolan di kepala bayi Anda.

Jangan buru-buru panik dan takut jika ini sangat membahayakan. Yang Ibu perlukan adalah informasi yang benar dan cara penanganan yang tepat.

Baca Juga: Wajib Dilihat! Cara Membersihkan Kulit Kepala Bayi dari Kerak dan Ketombe

Mengapa Bisa Terjadi Benjolan di Kepala Bayi

Umumnya benjolan yang sering ditemukan di kepala bayi adalah kelenjar getah bening yang sedang aktif. Benjolan ini bisa dijumpai pada area sekitar belakang telinga. Hal ini lumrah terjadi sebagai respon terhadap proses alami tubuh seperti saat akan tumbuh gigi, demam, atau sedang alergi. Kondisi benjolan ini akibat pembesaran kelenjar getah bening ini tak perlu dikhawatirkan jika tidak membesar secara berkala dan sangat mendadak. Bahkan kondisi membesarnya kelenjar getah bening ini juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Tapi tidak semua benjolan di kepala bayi disebabkan oleh kelenjar getah bening. Ada beberapa kondisi lain yang mungkin terjadi pada bayi Anda jika ditemukan benjolan, antara lain:

  1. Benturan

    Benjolan yang terjadi karena benturan atau kecelakaan terjadi karena reaksi tubuh untuk menyembuhkan diri. Benturan yang berwarna ungu adalah tanda bahwa ada pendarahan di bawah kulit atau bahkan bisa menyebabkan pendarahan pada otak. Benjolan karena benturan ini bisa hilang setelah beberapa hari. Namun jika belum hilang dan kondisi anak semakin parah seperti muntah atau kejang, maka kondisi ini harus mendapatkan penanganan dari tim medis.
  2. Hemangioma (Tumor Jinak Pembuluh Darah)

    Benjolan ini umumnya berwarna merah karena terbentuk dari sekumpulan pembuluh darah yang tumbuh tidak normal dan menjadi satu muncul pada kulit bayi. Hemangioma ini sering ditemukan pada area wajah, leher, kulit kepala, dada dan punggung anak usia kurang dari 18 bulan.

    Benjolan hemangioma ini tidak bersifat kanker dan akan hilang dengan sendirinya sehingga Ibu tidak perlu khawatir dengan kondisi ini. Namun Anda perlu memeriksakan hal ini jika benjolan ini membuat pernapasan dan penglihatan terganggu.
  3. Furunkel (Bisul)

    Benjolan yang terjadi akibat infeksi folikel rambut pada lapisan kulit yang lebih dalam. Ada juga karbunkel yang merupakan kelompok folikel rambut yang terinfeksi yang bisa menyebabkan nyeri dan demam pada bayi Anda.
  4. Kutil (Infeksi Virus HPV)

    Benjolan kutil terjadi karena infeksi virus Human Papillomavirus (HPV) yang bisa merusak kulit. Benjolan ini terlihat seperti benjolan kecil yang terkadang membuat proyeksi memanjang pada permukaan kulit kepala.
  5. Folikulitis (Infeksi Akar Rambut)

    Benjolan yang terjadi karena adanya peradangan pada folikel rambut tempat rambut tumbuh karena infeksi bakteri. Benjolan ini tidak berbahaya meski menyebabkan rasa gatal dan perih.
  6. Lipoma (Tumor Jinak Sel Lemak)

    Benjolan pada kepala bayi ini terbentuk dari timbunan lemak berbentuk bulat atau lonjong. Benjolan akibat Lipoma ini akan tumbuh perlahan hingga berdiameter 10cm dan perlu dihilangkan karena bisa membuat bayi tidak nyaman.
  7. Limfangioma (Tumor Jinak Pembuluh Limfatik)

    Benjolan ini termasuk jenis tumor jinak yang akan menyerang bayi baru lahir dan anak-anak. Kelainan bawaan ini ditandai dengan pembengkakan pada area leher dan kepala. Kondisi ini perlu ditangani oleh tim medis meski termasuk tumor jinak.
  8. Nevus (Tahi Lalat)

    Benjolan ini muncul di kulit kepala bayi atau wajah sebagai plak berwarna kuning. Kondisi ini akan semakin terlihat dan menonjol pada masa pubertas. Meskipun Nevus ini jarang sekali terjadi, namun sangat berpotensi menjadi kanker kulit.
  9. Skin Tag (Daging Tumbuh)

    Benjolan ini adalah kulit jinak yang tumbuh seperti balon kecil dan menggantung pada permukaan kulit seperti halnya kutil. Daging tumbuh tidak berbahaya dan bisa lepas sendiri namun beberapa akan tetap bertahan hingga dewasa. Ukuran tumbuhnya pun bervariasi hingga 5 cm.
  10. Sarkoma (Tumor di Jaringan Tubuh Bagian Tengah)

    Benjolan ini merupakan kelompok tumor yang menyerang jaringan tubuh bagian tengah (mesoderm), tapi juga bisa menyerang jaringan tubuh bagian luar (ektoderm) dan sering didapati pada jaringan ikat sel otot, tulang, dan pembuluh darah.
  11. Kista

    Ada beberapa jenis kista yang muncul sebagai benjolan di kepala seperti kista dermoid dan kista sebasea.
  12. Karsinoma Sel Basa

    Benjolan yang sering ditemukan pada kepala bayi. Kondisi ini terjadi karena paparan sinar matahari yang intens. Umumnya benjolan dari Karsinoma sel basal ini berwarna merah dengan bentuk seperti bekas luka.
  13. Tumor Tulang Kepala

    Benjolan ini terjadi karena pembelahan sel yang tidak terkendali atau dari penyakit lainnya yang mengakibatkan terjadinya tumor tulang kepala.
  14. Kanker Kepala

    Terjadi karena adanya pertumbuhan sel kanker karena menyebarnya sel kanker dari bagian tubuh lainnya.
  15. Rambut Gagal Tumbuh

    Kondisi ini muncul saat setelah mencukur rambut maka rambut yang seharusnya keluar menembus kulit malah masuk ke dalam kulit. Akhirnya rambut terjebak di dalam kulit dan menjadi benjolan kecil kemerahan. Kondisi ini memang tidak berbahaya namun pada kondisi tertentu bisa menyebabkan infeksi.

Penanganan Benjolan di Kepala Bayi

Jika Ibu merasa tidak nyaman dengan benjolan di kepala bayi, Anda bisa melakukan konsultasi pada dokter. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti biopsi jaringan untuk diperiksa secara mikroskopik. Namun untuk Langkah penanganan mandiri yang bisa Anda lakukan di rumah adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Ketahui, Cara Membersihkan Hidung Bayi yang Tersumbat dengan Aman

  1. Memandikan anak 2 kali sehari menggunakan sabun bayi dan bersihkan di bagian benjolan.
  2. Hindari berinteraksi dengan benjolan terlalu sering seperti memencet atau mencungkil benjolan.
  3. Hindari menggunakan penutup kepala bayi terlalu ketat dan kotor.
  4. Posisikan tidur bayi agar tidak menindih bagian benjolan.
  5. Kompres dengan handuk yang diberikan es batu selama 5 menit.

Pencegahan Benjolan di Kepala Bayi

Melakukan pencegahan benjolan di kepala bayi ini perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa penyebab yang paling umum ditemukan adalah aktifnya kelenjar getah bening di bagian leher dan kulit kepala. Tentu munculnya benjolan dari kelenjar getah bening ini diakibatkan oleh reaksi demam, tumbuh gigi, atau alergi. Tentu Anda bisa mengatasi penyebab munculnya kelenjar getah bening ini seperti menurunkan demam dan mengobati alerginya.

Baca Juga: Wajib Tahu! Cara Membersihkan Telinga Bayi Bagian Dalam yang Bau, Kering, dan Tersumbat

Perlu diketahui jika kelenjar getah bening merupakan cairan imunitas yang melakukan perlawanan terhadap kondisi tidak normal pada tubuh bayi. Jadi munculnya kelenjar getah bening ini adalah pertanda baik bagi tubuh bayi. Ibu bisa melakukan beberapa hal ini agar benjolan yang diakibatkan oleh kelenjar getah bening bisa menghilang.

Namun jika benjolan di kepala bayi disebabkan oleh faktor lain seperti yang disebutkan sebelumnya, maka Anda perlu bantuan tim medis karena perlu dilakukan diagnosis penyebab dari benjolan tersebut. Nantinya akan diketahui cara penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab benjolan di kepala bayi.