Penyebab Bayi Sering Gumoh dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Penyebab Bayi Sering Gumoh dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Gumoh adalah keluarnya cairan dari mulut bayi yang biasanya terjadi setelah ia menyusu. Pada dasarnya, gumoh adalah hal yang normal dan tidak berbahaya. Gumoh sendiri akan berkurang saat bayi memasuki usia 18 bulan. Nah, untuk lebih lengkapnya cari tahu penyebab gumoh beserta gejala yang perlu diwaspadai di artikel berikut.

Penyebab Bayi Sering Gumoh

Gumoh pada bayi terjadi karena ukuran lambung yang masih berukuran kecil serta otot kerongkongan dan lambung yang masih lemah. Gumoh umumnya disebabkan karena bayi minum susu terlalu banyak atau menelan banyak udara saat menyusu. Sehingga, susu yang sudah masuk ke dalam tubuh, mengalir keluar melalui mulut.

Adakalanya bayi dapat gumoh melalui hidung. Bagaimana bisa? Gumoh pada bayi juga dapat dialami melalui hidung. Hal ini disebabkan karena tenggorokan dan hidung saling terhubung sehingga gumoh dapat terjadi. 

Ciri-ciri Gumoh

Lantas, bagaimana tanda-tanda gumoh bayi yang normal? Di bawah ini adalah ciri-cirinya:

  • Kenaikan berat badan yang normal
  • Gumoh terjadi selama menyusui atau setelahnya
  • Gumoh tidak menyebabkan tangisan 
  • Gumoh tidak disertai dengan sesak nafas

Pada dasarnya gumoh pada bayi tidak berbahaya, karena fungsi pencernaannya yang belum sempurna. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir ya Ibu.  

Namun, gumoh dapat membuat bayi tidak mau menyusu karena merasa kembung atau tidak nyaman di perutnya. Kembung hanya merupakan salah satu dari penyebab bayi tidak mau menyusu dan masih ada berbagai penyebab lainnya. Untuk mengetahui penyebab lainnya, baca artikel berikut ini yuk: Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu dan Cara Mengatasinya.

Gumoh yang Berbahaya pada Bayi 

Berikut merupakan tanda atau ciri-ciri gumoh pada bayi yang berbahaya, seperti yang dilansir dari Mayoclinic

  • Berat badan bayi yang tidak naik
  • Meludah secara paksa
  • Meludahkan cairan berwarna hijau atau kuning
  • Meludahkan darah
  • Menolak untuk menyusui berulang kali
  • Terdapat darah di tinja
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Gumoh pada usia bayi 6 bulan atau lebih
  • Menangis lebih dari 3 jam sehari dan lebih mudah marah
  • Popok basah yang lebih sedikit dari biasanya

Jika Ibu mendapati ciri-ciri gumoh bayi di atas, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Perbedaan antara Gumoh dan Muntah 

Terdapat perbedaan antara bayi gumoh dan muntah. Melansir dari Mayoclinic, gumoh merupakan aliran pelan isi perut bayi melalui mulut. Gumoh pada bayi dapat dikatakan normal, jika bayi masih menunjukkan tanda-tanda bayi sehat, dapat makan dengan normal, dan memiliki kenaikan berat badan yang stabil. 

Sedangkan, muntah adalah ketika aliran yang keluar dari mulut kuat. Muntah dapat terjadi, ketika bayi sedang mengalami sakit seperti contoh diare, infeksi pencernaan ataupun mabuk kendaraan. 

Jika bayi mengalami gumoh atau muntah, berilah asupan air yang lebih karena dikhawatirkan bayi mengalami dehidrasi atau hilangnya cairan dalam tubuh. 

Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Menyusui

Ada beberapa daftar makanan yang perlu dihindari Ibu saat menyusui bayi karena bisa menjadi salah satu penyebab gumoh, yaitu sebagai berikut:

1. Makanan pedas

Nah bagi Ibu yang suka makanan pedas, sebaiknya untuk sementara waktu hindari terlebih dahulu. Pasalnya, makanan pedas yang dikonsumsi Ibu dapat menyebabkan bayi kolik dan diare. 

2. Kafein

Selain makanan pedas, kafein juga merupakan salah satu yang sebaiknya dihindari saat Ibu menyusui bayi. Pencernaan bayi yang belum sempurna untuk mencerna kafein, jika terjadi penumpukan pada sistem pencernaannya, dapat menyebabkan sakit dan masalah tidur. Dilansir dari Web Md, ibu menyusui dibatasi konsumsi kafein sebesar 300 mg per hari. 

3. Alkohol

Selanjutnya yang perlu dihindari Ibu saat menyusui adalah alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan jumlah ASI menurun sebesar 20 persen. Selain itu, juga dapat berpengaruh pada pola tidur bayi, dan keterlambatan kognitif bayi di kemudian hari. 

4. Ikan

Ikan merupakan salah satu sumber protein yang penting bagi tubuh. Namun pastikan Ibu hindari mengkonsumsi ikan yang memiliki kandungan merkuri yang tinggi seperti ikan makarel. Pasalnya, merkuri dapat berpengaruh pada sistem saraf bayi. Ibu dapat mengkonsumsi salmon yang lebih aman. 

Nah, itulah merupakan ulasan mengenai penyebab gumoh pada bayi. Memang, gumoh merupakan hal yang normal terjadi. Namun ketika terdapat gejala-gejala gumoh yang berbahaya, Ibu sebaiknya membawa bayi ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat ya Ibu!