Masa Kehamilan

Bahaya Anemia yang Mengintai Ibu Hamil

Ditulis oleh: Taufiq

Bahaya Anemia yang Mengintai Ibu Hamil

Kurang darah atau yang biasa dikenal dengan anemia merupakan penyakit yang sering diderita oleh para perempuan. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada perempuan lajang saja tetapi juga menyerang ibu hamil tanpa terkecuali. Jika Ibu tengah hamil dan menderita anemia, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan kandungan secara berkala untuk memastikan kehamilan tetap sehat, sekaligus menjaga konsumsi gizi ibu hamil yang kaya akan zat besi. Sebab jika dibiarkan, anemia ini bisa berujung pada bahaya yang lebih sentral untuk ibu dan juga bayi yang dikandung.

Lantas, bahaya apa saja yang mengintai para ibu hamil yang menderita anemia?

  1. Ancaman bahaya pada janin. Kondisi anemia yang diderita Ibu juga akan berpengaruh pada janin yang sedang dikandung. Gangguan tersebut bisa berupa berat badan bayi yang berada di bawah batas normal, lahir secara prematur, mikrosomia, atau yang terburuk bisa menyebabkan kematian pada janin. Kondisi ini bisa muncul karena hemoglobin berfungsi untuk membantu tumbuh kembang janin, sehingga anemia yang diderita justru meningkatkan risiko pada janin karena menghambat tumbuh kembangnya.
  2. Keguguran. Keguguran atau yang juga dikenal sebagai abortus, bisa terjadi karena kondisi ibu dan bayi tidak adekuat selama kehamilan. Hal ini disebabkan oleh anemia yang diderita oleh ibu. 
  3. Risiko persalinan. Gangguan pada otot uterus atau rahim merupakan efek dari kasus anemia yang diderita oleh ibu hamil. Hal ini menyebabkan proses persalinan menjadi lebih lama dan juga berisiko.
  4. Gangguan produksi ASI. Ternyata, anemia tidak hanya mengintai janin yang berada di kandungan saja. Ketika si bayi berhasil lahir, anemia pun masih mengancam karena menurut penelitian kondisi ini bisa menggangu produksi ASI. Padahal seperti yang sudah Ibu ketahui, ASI merupakan salah satu elemen penting yang membantu tumbuh kembang anak.
  5. Memperlambat masa penyembuhan dan meningkatkan kemungkinan infeksi. Anemia membuat ibu yang sedang hamil rentan terkena penyakit dan juga infeksi. Hal ini juga berlaku setelah kelahiran terutama di masa nifas, di mana ibu yang menderita anemia akan lebih rentan terkena infeksi dibanding ibu yang tidak menderita anemia. Infeksi ini bisa memperlambat masa penyembuhan dan bisa menyebabkan kematian.
  6. Kematian ibu yang mengandung. Untuk kasus terburuk, anemia juga bisa berujung pada kematian ibu yang tengah hamil atau ketika berada dalam proses persalinan.

Untuk mengatasi anemia yang diderita, Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan agar mendapatkan penanganan yang sesuai. Ibu juga bisa mengonsumsi makanan yang bisa membantu mencegah atau mengurangi anemia. Dengan begitu, kondisi anemia yang Ibu derita bisa sedikit teratasi.