Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.
Minum susu ibu hamil tidak otomatis membuat tubuh Ibu menjadi gemuk berlebihan. Susu kehamilan diformulasikan khusus untuk melengkapi nutrisi janin dan menutup celah kekurangan gizi (nutritional gap) harian Ibu, bukan sebagai pemicu penumpukan lemak. Tambahan kalori dari dua gelas susu hamil sehari (sekitar 300–400 kkal) terhitung sangat pas untuk mencukupi kebutuhan energi ekstra trimester kehamilan. Nutrisi utama seperti protein dan kalsium bekerja efektif meningkatkan Berat Badan Janin (BBJ) secara optimal tanpa memicu peningkatan lemak tubuh berlebih pada Ibu, selama dikonsumsi sesuai porsi harian yang dianjurkan.
Hal yang lebih penting untuk dicermati adalah dari mana asal kalori tersebut. Kalori dari makanan bergizi, seperti protein dan lemak baik, secara langsung mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Sebaliknya, kalori dari gula tambahan dan camilan manis lebih berisiko memicu lonjakan berat badan berlebih tanpa memberikan manfaat gizi yang sepadan. Diformulasikan dengan kandungan nutrisi seimbang, konsumsi susu kehamilan memberikan penambahan berat badan sehat yang memang dibutuhkan tubuh selama kehamilan, bukan sekadar penumpukan kalori kosong.
Rasa khawatir Ibu sangat wajar, terutama jika belum membayangkan berapa banyak kalori tambahan yang sebenarnya dibutuhkan saat hamil. PRENAGEN mommy dirancang khusus sebagai pelengkap gizi harian, bukan pengganti makanan utama. Takaran saji setiap gelasnya sudah diperhitungkan dengan cermat untuk memenuhi porsi kalori ekstra yang dibutuhkan Ibu hamil, sehingga tidak akan memicu asupan kalori berlebihan.
Hal terpenting yang perlu dijaga adalah cara dan pola konsumsinya. Selama diminum sesuai anjuran (dua gelas sehari) dan didampingi pola makan seimbang, kontribusinya terhadap penambahan berat badan Ibu tetap berada dalam batas aman. Kenaikan berat badan berlebih umumnya terjadi akibat konsumsi melebihi takaran yang disarankan atau dibarengi dengan asupan makanan lain yang tinggi gula dan kalori, bukan disebabkan oleh susu hamil itu sendiri.. Jika Ibu merasa khawatir, Ibu dapat mempelajari penyebab berat badan bumil turun atau melonjak drastis secara lebih mendalam.
Selama hamil, tubuh Ibu memang butuh tambahan energi dari waktu ke waktu. Menurut pedoman resmi Kemenkes, tambahan energi yang dibutuhkan Ibu hamil sekitar 180 kkal di trimester pertama, dan naik menjadi 300 kkal di trimester kedua dan ketiga (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Tambahan ini perlu dipenuhi entah dari mana pun sumbernya, baik dari porsi makan yang lebih besar maupun susu kehamilan.
Satu gelas PRENAGEN mommy mengandung energi sekitar 180 kkal dengan kadar lemak yang terjaga rendah. Di sinilah susu kehamilan bisa jadi solusi praktis. Ada kalanya Ibu bingung harus menambah asupan dari mana, apalagi kalau sedang malas memasak, tidak sempat menyiapkan makanan ekstra, atau memang sedang mual dan susah makan besar. Dalam situasi seperti ini, satu gelas PRENAGEN mommy bisa membantu memenuhi sebagian tambahan energi harian tanpa Ibu perlu pusing memikirkan menu tambahan. Meski begitu, susu ini tetap berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Asupan bergizi seimbang dari lauk-pauk, sayuran, dan buah tetap jadi fondasi utama kebutuhan gizi Ibu hamil. Menjaga pola makan yang tercukupi nutrisinya akan membuat kenaikan berat badan Ibu tetap berada di jalur yang ideal.
Kebutuhan porsi dan kenaikan berat badan ideal selama hamil berbeda-beda tergantung pada Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil (IOM Guidelines, 2009):
| Kategori IMT Sebelum Hamil | Target Kenaikan BB Total | Panduan Porsi Susu Kehamilan Harian |
|---|---|---|
| Underweight (<18,5) | 12,5–18 kg | 2 gelas sehari. Membantu mengejar kecukupan energi & kenaikan BB ideal. |
| Normal (18,5 – 24,9) | 11,5–16 kg | 2 gelas sehari. Menjaga kestabilan pertumbuhan janin dan gizi Ibu. |
| Overweight (25,0 – 29,9) | 7–11,5 kg | 1–2 gelas sehari. Utamakan varian susu gula terkontrol & nutrisi tinggi. |
| Obesitas (≥30,0) | 5–9 kg | 1 gelas sehari (atau sesuai rekomendasi dokter spesialis kandungan). |
Pemicu utama penambahan berat badan drastis dan risiko diabetes saat hamil umumnya berasal dari asupan gula tambahan (added sugar), seperti sirup, camilan manis, atau makanan cepat saji.
Bagi Ibu yang memiliki risiko gula darah tinggi, beberapa panduan konsumsi berikut dapat diterapkan:
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, lonjakan berat badan berlebih lebih sering berasal dari konsumsi gula tambahan yang tidak terkontrol, camilan manis, minuman kemasan, atau dessert dibanding dari susu kehamilan itu sendiri. Sumber-sumber ini berkontribusi pada penumpukan kalori tanpa memberikan nilai gizi yang berarti bagi janin. Oleh karena itu, langkah yang tepat bukan menghentikan konsumsi susu kehamilan, melainkan membatasi camilan tinggi gula di luar itu.
Kini banyak Ibu yang mulai memperhatikan kandungan pemanis dalam susu hamil mereka untuk menjaga berat badan tetap stabil. Namun, mungkin Ibu bertanya-tanya: apakah susu dengan gula yang lebih rendah atau tanpa gula tambahan tetap bisa mencukupi kebutuhan gizi janin? Untuk menjawab kekhawatiran ini, Ibu bisa membaca penjelasan lengkapnya di: Apakah Susu Hamil Tanpa Tambahan Gula Tetap Bernutrisi?
Selain kadar gula yang terukur, kelengkapan nutrisi dan rasa yang nyaman di lidah juga menjadi pertimbangan Ibu saat memilih susu kehamilan. Ingin tahu lebih lebih lengkap terkait kandungan PRENAGEN mommy? Ibu bisa menyimak ulasanya di: Mengapa Kandungan PRENAGEN mommy Disukai Para Ibu.
Referensi: