Gaya Hidup

Pentingkah Susu Hamil Meski Sudah Makan Sehat dan Bergizi?

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Theresia Sugiarto

Theresia adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2018 dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Selain itu, Theresia juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Pentingkah Susu Hamil Meski Sudah Makan Sehat dan Bergizi?

Ibu hamil sangat dianjurkan tetap mengonsumsi susu kehamilan, meskipun sudah menerapkan pola makan sehat sehari-hari. Susu khusus kehamilan berfungsi sebagai pelengkap pelindung (nutritional gap filler) untuk menutup celah kekurangan mikronutrisi seperti Asam Folat, Kalsium, Zat Besi, dan DHA yang jumlahnya sering kali tidak tercukupi secara konsisten hanya dari piring makan harian. Waktu terbaik untuk mulai mengonsumsi susu kehamilan adalah sejak masa perencanaan kehamilan (promil) atau awal trimester pertama dan dilanjutkan hingga masa menyusui untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. 

Tantangan ini kerap diperberat oleh nafsu makan Ibu yang naik turun tak menentu sepanjang masa kehamilan. Kebutuhan gizi yang besar tersebut tentu tidak selalu mudah dipenuhi hanya melalui menu makan di rumah yang porsinya bisa berubah-ubah setiap hari. Kondisi inilah yang membuat peran susu pendamping dengan kandungan nutrisi spesifik menjadi penting, untuk menjaga keseimbangan gizi harian yang dibutuhkan tubuh meski nafsu makan Ibu sedang tidak stabil.

Kebutuhan PROTEIN, Asam Folat, dan DHA saat Hamil

Kebutuhan nutrisi Ibu hamil berbeda dibandingkan sebelum masa kehamilan. Pemenuhan gizi yang tepat penting untuk menjaga kesehatan Ibu dan mendukung tumbuh kembang janin. Berikut rincian kebutuhan tiga nutrisi utama yang krusial bagi Ibu dan buah hati:

  • PROTEIN: Ibu hamil membutuhkan protein sebanyak 61 gram di trimester pertama, 70 gram di trimester kedua, dan 90 gram di trimester ketiga per hari (Kementerian Kesehatan RI, 2019).
  • Asam Folat: Ibu memerlukan asupan 600 mikrogram asam folat setiap harinya, konsisten sejak trimester pertama hingga ketiga (Kementerian Kesehatan RI, 2019).
  • DHA: Ibu disarankan memenuhi kebutuhan DHA sebanyak 200 hingga 300 miligram per hari (Granot et al., 2011).

Ketiga nutrisi tersebut memegang peran penting selama masa kehamilan. Protein berfungsi membangun jaringan tubuh janin serta mendukung perkembangan organ plasenta. Asam folat berperan mencegah risiko cacat tabung saraf pada bayi. Sementara itu, DHA dibutuhkan untuk perkembangan saraf otak janin dan menjaga kesehatan matanya.

Kebutuhan protein terus bertambah seiring meningkatnya usia kehamilan, sementara asam folat dan DHA perlu dipenuhi dalam jumlah cukup besar secara konsisten sejak trimester pertama hingga akhir kehamilan. Oleh sebab itu, konsistensi dalam memenuhi nutrisi harian menjadi kunci kesehatan Ibu. Pemenuhan gizi yang stabil membantu buah hati tumbuh optimal sejak dalam rahim.

Pemenuhan Nutrisi: Makanan Harian vs Peran Pelengkap Susu Hamil

Berikut ini panduan untuk memahami bagaimana susu kehamilan melengkapi kecukupan gizi harian Ibu:

Mikronutrisi Krusial Keterbatasan Pemenuhan dari Makanan Harian Peran Pelengkap Susu Kehamilan
Asam Folat (600 mcg/hari) Mudah rusak oleh proses pemanasan dan pemasakan makanan. Dosis terukur stabil untuk mencegah cacat tabung saraf janin (NTD).
Kalsium (1200 mg/hari) Butuh porsi makanan sangat besar yang rawan memicu begah. Menyediakan kalsium tinggi yang mudah diserap untuk pembentukan tulang janin.
Zat Besi Penyerapan zat besi dari sayuran nabati (non-heme) tergolong rendah. Membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia pada Ibu.
DHA & Omega-3 Asupan dari ikan laut berisiko terbatas akibat kekhawatiran merkuri. Mengandung DHA murni teruji aman untuk perkembangan otak dan indra penglihatan janin.

 

Nutrisi Mana yang Paling Sering Kurang?

Dalam menu harian, tidak semua nutrisi dapat dipenuhi dengan tingkat keberhasilan yang sama. Ibu perlu mengenali nutrisi mana yang mudah didapatkan dan mana yang sering terlewatkan. Berikut ini gambaran pemenuhan tiga nutrisi penting dari hidangan makanan sehari-hari:

  • PROTEIN: Cenderung lebih mudah tercukupi dari lauk-pauk harian seperti telur, ayam, tahu, atau tempe, meski asupannya berisiko menurun mendekati akhir kehamilan saat kebutuhan justru meningkat.
  • Asam Folat: Seringkali kurang karena sumber alaminya seperti sayuran hijau dan buah (jeruk, mangga) jarang dikonsumsi dalam jumlah cukup setiap hari.
  • DHA: Sebagian besar Ibu bisa mendekati kecukupan dari ikan berlemak seperti salmon dan sarden, namun pencapaiannya sangat bergantung pada konsumsi ikan secara rutin.

Data menunjukkan bahwaasupan protein Ibu hamil cenderung tercukupi dengan baik pada awal kehamilan, namun berisiko menurun dan tidak lagi sepenuhnya memenuhi kebutuhan yang terus meningkat menjelang trimester ketiga (Murphy et al., 2021). Sebaliknya, statistik menunjukkan hal berbeda untuk pemenuhan kebutuhan asam folat Ibu. Hanya sekitar 7 persen Ibu hamil yang berhasil memenuhi kebutuhan asam folat dari makanan harian (Franke et al., 2008). Fakta ini memperlihatkan bahwa tambahan susu yang mengandung asam folat penting untuk ibu hamil agar kebutuhan gizinya tercukupi.

Sementara itu, hampir 90 persen Ibu hamil tercatat berhasil mencapai angka minimum kebutuhan DHA harian (Franke et al., 2008). Meski demikian, capaian ini sangat bergantung pada konsumsi ikan secara rutin, sesuatu yang tidak selalu mudah dilakukan, terutama bagi Ibu yang kurang menyukai makanan laut atau sedang mengalami mual di awal kehamilan. Bagi kelompok ini, susu dengan kandungan DHA bisa menjadi alternatif praktis untuk tetap menjaga asupan harian.

Ibu dapat melakukan evaluasi sederhana terhadap pola makan harian di rumah. Perhatikan apakah piring makan Ibu sudah rutin berisi sayuran hijau, telur, dan ikan. Jika variasi makanan dirasa masih kurang, Ibu tidak perlu merasa cemas atau khawatir. Kehadiran susu hamil dapat menjadi solusi praktis untuk menutup kekurangan nutrisi tersebut secara aman.

Apa Risikonya Kalau Gap Nutrisi Dibiarkan?

Kondisi Kekurangan nutrisi yang berlangsung lama dapat membawa dampak kurang baik bagi perkembangan janin. Beberapa risiko utama yang perlu Ibu waspadai meliputi gangguan tumbuh kembang otak dan sistem saraf, berat lahir rendah, hingga terhambatnya pertumbuhan fisik janin seperti lingkar kepala dan panjang lahir.

Asupan DHA yang cukup terbukti mendukung peningkatan berat lahir, lingkar kepala, dan panjang lahir, sementara asam folat berperan penting dalam pembentukan tulang belakang, otak, dan tengkorak janin (Morse, 2012). Nutrisi yang terpenuhi juga meningkatkan kemampuan visual dan kognitif buah hati. Namun, kekurangan nutrisi sering tidak menunjukkan gejala fisik yang jelas pada tubuh Ibu. Banyak Ibu baru menyadarinya saat pemeriksaan kehamilan menunjukkan hasil yang kurang optimal.

Kondisi ini dapat memburuk saat Ibu mengalami keluhan mual saat hamil pada trimester awal. Rasa mual membuat Ibu sulit mengonsumsi makanan padat bergizi dalam porsi yang cukup. Akibatnya, asupan nutrisi harian menjadi semakin berkurang dan berpotensi mengganggu kesehatan janin. Susu hamil dengan wujud cair hadir sebagai solusi yang lebih mudah diterima oleh lambung.

Jika celah nutrisi dibiarkan, tubuh Ibu akan mengambil cadangan nutrisi alami yang ada. Akibatnya, Ibu menjadi lebih mudah merasa lelah, lemas, dan daya tahan tubuh menurun. Kondisi tubuh Ibu yang lemah tentu dapat memengaruhi kenyamanan selama menjalani masa kehamilan. Oleh karena itu, melengkapi nutrisi harian sangat penting demi menjaga kesehatan Ibu dan buah hati.

Solusi Alternatif Bagi Ibu Hamil yang Mual atau Sensitif Bau Susu

Rasa mual hebat (emesis gravidarum) sering kali membuat Ibu sulit meminum susu hangat. Jangan berkecil hati, Ibu tetap dapat menyiasatinya dengan beberapa trik praktis berikut:

  • Gunakan Susu Khusus Anti-Mual: Pada trimester pertama, Ibu dapat memilih varian susu dengan formula Vitamin B6 dan Protein tinggi yang teruji meredakan mual muntah (seperti PRENAGEN Emesis).
  • Variasikan Rasa yang Segar: Pilih varian rasa buah segar seperti Strawberry Delight atau Avocado Coffee (bebas kafein) agar tidak bosan dengan rasa susu polos.
  • Ubah Waktu Minum: Jika mual sering datang di pagi hari, alihkan jadwal minum susu menjadi malam hari beberapa saat sebelum tidur.

Peran Susu Kehamilan Melengkapi Menu Harian

Susu kehamilan dirancang khusus untuk melengkapi nutrisi yang sulit dipenuhi dari makanan saja. Produk ini diformulasikan secara ilmiah untuk mendampingi makanan bergizi yang Ibu konsumsi. Kehadirannya memberikan berbagai manfaat praktis untuk menjaga keseimbangan gizi harian Ibu:

  • Nutrisi Terukur: Menyediakan PROTEIN, asam folat, dan DHA dalam takaran pas setiap porsi.
  • Mudah Dikonsumsi: Menjadi pilihan tepat saat Ibu mengalami penurunan nafsu makan atau mual.
  • Praktis dan Hemat Waktu: Ibu tidak perlu pusing menghitung kombinasi makanan bergizi setiap hari.

Satu gelas susu kehamilan memberikan kombinasi nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Ibu tidak perlu repot menyusun menu makanan yang rumit hanya untuk memenuhi satu jenis nutrisi. Posisikan susu sebagai pelengkap makanan harian, bukan sebagai pengganti hidangan utama Ibu. Dengan kombinasi makan seimbang dan minum susu, seluruh kebutuhan gizi Ibu akan terpenuhi.

Selain PROTEIN dan asam folat, susu hamil juga kaya akan kalsium serta vitamin D. Kombinasi nutrisi ini berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi buah hati. Susu hamil juga membantu mencegah risiko anemia yang sering dialami oleh Ibu selama kehamilan. Meminum susu hamil secara teratur merupakan langkah nyata dalam memberikan perlindungan nutrisi terbaik.

Kapan Waktu Terbaik Minum Susu Hamil?

Susu hamil bisa diminum kapan saja sesuai kenyamanan Ibu, baik setelah sarapan, sebagai camilan sore, maupun sebelum tidur. Tidak ada jam khusus yang terbukti paling efektif. Hal yang terpenting adalah mengonsumsinya secara rutin setiap hari agar asupan protein, asam folat, DHA, dan nutrisi penting lainnya terpenuhi lebih konsisten.

Pilih susu kehamilan yang sesuai kebutuhan dan mudah dikonsumsi setiap hari. PRENAGEN punya beberapa varian yang bisa Ibu sesuaikan dengan setiap tahap kehamilan, dari PRENAGEN emesis untuk Ibu yang mudah mual sampai PRENAGEN mommy untuk kebutuhan harian. Kenali pilihannya di panduan susu ibu hamil yang bagus untuk perkembangan buah hati.

Referensi:

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2019.
  • Granot, E., Jakobovich, E., Rabinowitz, R., Levy, P., & Schlesinger, M. (2011). DHA Supplementation during Pregnancy and Lactation Affects Infants’ Cellular but Not Humoral Immune Response. Mediators of Inflammation, 2011, 1–6. https://doi.org/10.1155/2011/493925
  • Murphy, M. M., Higgins, K. A., Bi, X., & Barraj, L. M. (2021). Adequacy and sources of protein intake among pregnant women in the United States, NHANES 2003-2012. Nutrients, 13(3), 795. https://doi.org/10.3390/nu13030795
  • Franke, C., Verwied-Jorky, S., Campoy, C., Trak-Fellermeier, M., & Decsi, T. (2008). Dietary intake of natural sources of docosahexaenoic acid and folate in pregnant women of three European cohorts. Annals of Nutrition and Metabolism, 53(3-4), 167-174. https://doi.org/10.1159/000172978
  • Morse, N. L. (2012). Benefits of docosahexaenoic acid, folic acid, vitamin D and iodine on foetal and infant brain development and function following maternal supplementation during pregnancy and lactation. Nutrients, 4(7), 799-840. https://doi.org/10.3390/nu4070799
  • Elango, R., & Ball, R. O. (2016). Protein and Amino Acid Requirements during Pregnancy. Advances in Nutrition, 7(4), 839S-844S. https://doi.org/10.3945/an.115.011817
  • Prevention of neural tube defects: Results of the Medical Research Council Vitamin Study. (1991). The Lancet, 338(8760), 131–137. https://doi.org/10.1016/0140-6736(91)90133-a
  • Innis, S. (2005). Essential fatty acid transfer and fetal development. Placenta, 26, S70–S75. https://doi.org/10.1016/j.placenta.2005.01.005

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Cara Tepat Membandingkan Susu Hamil dari Label Nutrisi
Bingung pilih susu kehamilan yang tepat? Bandingkan protein, DHA, asam folat & kalori PRENAGEN mommy dengan merek lain lewat label resmi.
Masa Kehamilan
Susu Ibu Hamil Bisakah Menambah Berat Badan? Ini Faktanya
Apakah minum susu ibu hamil bikin gemuk? Cek fakta medis dampak pada BB ibu vs janin, panduan porsi berdasarkan IMT, dan batas gula aman di sini.
Masa Kehamilan
Apakah Susu Hamil Bebas Gula Tambahan Tetap Bernutrisi?
Apakah susu hamil bebas gula tambahan tetap bernutrisi? Cek jaminan nutrisinya, beda laktosa vs gula tambahan, batas WHO, dan rekomendasi PRENAGEN di sini.
Masa Kehamilan
Susu UHT atau Bubuk, Mana Lebih Cocok untuk Ibu Bekerja?
Lebih bagus susu UHT atau susu bubuk untuk ibu hamil bekerja? Cek beda gizi, kepraktisan di kantor, batas simpan UHT, dan tips nutrisinya di sini.
Masa Kehamilan
Pentingkah Susu Hamil Meski Sudah Makan Sehat dan Bergizi?
Apakah ibu hamil perlu minum susu meski sudah makan sehat? Cek pemicu nutrisi, tabel pembanding gizi, waktu terbaik memulainya, dan solusinya di sini.
Masa Kehamilan
Pusar Ibu Hamil Menonjol Apakah Normal dan Kapan Kembali Seperti Semula
Pusar ibu hamil menonjol atau tidak menonjol 100% normal. Cek penyebabnya, beda dengan hernia, cara bersihkan aman, dan waktu pemulihannya di sini.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN