Masa Menyusui

Ketahui Gejala dan Cara Mengobati Cacar Air Pada Anak

Ditulis oleh: Amicis

Ketahui Gejala dan Cara Mengobati Cacar Air Pada Anak

Buah Hati Ibu sedang mengalami cacar air? Cacar air merupakan penyakit infeksi yang berasal dari virus varicella zoster. Umumnya, cacar air pada anak terjadi di bawah usia 10 tahun dan bisa sembuh dengan sendirinya. Cacar air juga akan diderita sebanyak satu kali seumur hidupnya. Tetapi terdapat kemungkinan, anak juga akan mengalaminya kembali begitu dewasa kelak dengan jenis cacar yang berbeda.

Baca juga:Cegah Polio Pada Anak Sekarang Juga!

Ibu bisa melihat ciri cacar air yang khas dan kelihatan jelas yaitu benjolan merah berisikan cairan dan terasa gatal. Area yang sering ditumbuhi cacar air bisa pada wajah, tangan, kaki, perut, punggung hingga kepala. Penasaran ingin tahu lebih soal penyakit cacar air utamanya pada anak 1 tahun? Yuk Bu, lihat di bawah ini.

Jenis Cacar pada Anak

Meski memiliki ciri yang tidak berbeda jauh, yaitu bintik-bintik merah di sejumlah bagian tubuh anak. Ternyata tak hanya cacar air pada anak yang bisa terjadi, melainkan jenis cacar api dan cacar ular. Mari Bu, kita kupas satu per satu selengkapnya dilansir dari KlikDokter.

Cacar Air

Seperti paparan sebelumnya, cacar air timbul dari virus varicella zoster. Virus ini mudah menular melalui udara dan sentuhan kulit. Gejala awal yang dirasakan yaitu demam dan bentol-bentol kemerahan yang muncul pada berbagai area tubuh.

Penyakit ini bisa diobati dengan antivirus saat 48 jam pertama setelah muncul bentol, dan pada sebagian besar kasus bisa sembuh sendiri dalam waktu satu minggu. Namun, untuk penyembuhan luka bisa mencapai dua minggu.

Setelah sembuh jika daya tahan atau imun tubuh menurun, cacar air pada anak dapat muncul kembali dan berkembang menjadi cacar api atau cacar ular. Maka dari itu, tidak sepenuhnya jenis cacar ini hilang. Jika terjadi pada usia di bawah 1 tahun, Ibu bisa memberikan salep cacar air untuk bayi sesuai rekomendasi dokter.

Cacar Api

Berbeda dengan cacar air yang timbul dari virus, cacar api disebabkan oleh bakteri S. Aureus atau S. Pyogenes. Namun begitu, cara penularannya sama seperti cacar air yaitu melalui sentuhan kulit. Cacar api juga berisi bentol air yang muncul pada area wajah, tangan dan kaki.

Akan tetapi, ukuran dan bentuknya lebih besar dari cacar air dan terlihat kendur. Dalam beberapa hari, bentol akan pecah dan terdapat bekas berwarna kekuningan yang juga akan hilang. Umumnya, cacar api diobati dengan antibiotik.

Cacar Ular

Ibu pasti sudah tak asing lagi dengan jenis cacar satu ini. Sebetulnya cacar ular memiliki gejala yang belum diketahui secara pasti. Perbedaan dari dua jenis cacar sebelumnya, yakni merasakan sakit kepala dan mudah lelah. Setelah itu, munculnya ruam merah yang bergerombol, disertai rasa nyeri dan gatal.

Setelah 7 hingga 10 hari, terdapat koreng yang mengelupas dengan sendirinya. Cacar ular juga berasal dari virus dan dapat sembuh tanpa pengobatan. Jika anak mengalami jenis cacar ini, segera periksakan ke dokter agar dapat ditangani secara cepat. Dokter biasanya akan memberikan obat antivirus.

Cacar Monyet

Tidak berbeda jauh dengan cacar air pada anak, jenis cacar ini juga muncul bintil berair pada kulit yang dapat berubah menjadi nanah. Sumber utama penularan diketahui berasal dari hewan pengerat dan primata seperti tikus, tupai dan monyet yang ditemukan pertama kali di Afrika pada 1970.

Penyakit yang tergolong langka ini dapat menular dari percikan air liur yang masuk melalui hidung, mata, mulut dan luka, serta benda yang terkontaminasi seperti pakaian dan alat makan. Gejala cacar monyet muncul 5-21 hari sejak terinfeksi virus.

Gejala Cacar Air yang Muncul pada Anak

Selain melihat gejala khas cacar air pada anak, yaitu demam yang disertai munculnya bintik-bintik merah berisikan air pada 10-21 hari setelah terpapar virus, anak dapat merasakan nyeri otot, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan. Rasa gatal juga muncul seiringan dengan timbulnya ruam merah pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, lengan, perut, punggung hingga wajah.

Bintik merah ini rentan pecah dan mengelupas dengan sendirinya. Usahakan Buah Hati tidak menggaruk bintik air agar tidak muncul risiko atau infeksi kulit selanjutnya. Namun begitu, ada juga gejala cacar air pada anak tanpa demam, serta area bintik merah yang tumbuh pada tubuh. Tidak bisa disamakan Bu, gejala cacar air pada anak satu dengan lainnya.

Terlebih lagi, faktor usia dan kekebalan tubuh setiap penderitanya. Jika timbul gejala yang lebih parah seperti komplikasi sulit bernafas, dehidrasi dan demam tidak turun sehabis hari ketiga atau keempat, bawa anak segera ke dokter spesialis untuk mendapat penanganan yang tepat.

Pengobatan Cacar Air Pada Anak

Umumnya, pengobatan cacar air pada anak dilakukan di rumah. Untuk itu, Ibu perlu melakukan beberapa cara untuk mengobati cacar air yang terjadi pada anak berikut ini.

  • Istirahat cukup

    Sering kali anak aktif walaupun sedang sakit. Namun, Ibu perlu membimbingnya agar mendapat waktu tidur yang cukup bahkan lebih baik berlebih dari jam tidurnya. Hal ini tentu bermanfaat untuk pemulihannya dari penyakit cacar air.
  • Mengonsumsi makanan bergizi

    Agar imun tubuhnya meningkat, makanan bergizi seimbang dapat menghindarkannya dari risiko terkena cacar air pada kemudian hari. Ibu bisa memberikan makanan sehat kesukaannya, agar menghindari kehilangan nafsu makan yang mungkin saja terjadi pada Buah Hati.
  • Beri asupan minum air putih

    Salah satu gejala cacar air pada anak yaitu dehidrasi. Untuk menghindarinya, Ibu perlu memastikan Buah Hati mendapat asupan cairan yang tidak boleh kurang.
  • Jaga kebersihan kulit

    Ibu bisa memandikannya dengan air hangat dan sabun khusus kulit sensitif secara perlahan. Kalau tidak ingin mandi, kompres pada kulit dengan handuk lembut.
  • Usahakan gunting kukunya

    Saat mengalami cacar air pada anak, rasa gatal tentu timbul setelah ruam berisikan air. Ibu disarankan memotong kuku Buah Hati agar tidak melukai kulit saat menggaruk, serta memberikan lotion atau salep sesuai dengan anjuran dokter spesialis anak. Jika masih bayi, Ibu bisa memakaikannya sarung tangan.
  • Hindari beraktivitas di luar rumah

    Meski ia tetap ingin bermain, Ibu bisa memberitahunya untuk tetap berada di rumah. Ibu tunda dulu membawanya bepergian dan bersentuhan dengan orang lain. Karena risiko menular yang tinggi, bisa saja anak menularkan pada orang yang belum mendapatkan vaksinasi.
  • Gunakan pakaian nyaman

    Karena Buah Hati umumnya mengalami rasa gatal yang cukup mengganggu, Ibu bisa memberikannya baju yang cenderung tipis, lembut dan longgar. Ganti juga seprai agar ia merasa lebih nyaman saat tidur.

Baca juga:Waspadai Penyebab Kolik Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Jika pengobatan cacar air pada anak di atas sudah Ibu lakukan, akan tetapi anak masih mengalami gejala demam lebih dari empat hari atau lebih dari 38 derajat celcius, sesak nafas, bintik mengeluarkan nanah dan bengkak, nyeri kepala hebat, sulit dibangunkan dan berjalan, lesu berat, muntah, serta silau pada cahaya, disarankan Ibu segera membawanya ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Semoga Buah Hati senantiasa sehat dan lekas pulih jika mengalami cacar air ya, Bu!