Terapi Uap Bayi di Rumah: Cara, Manfaat, dan Dampak

Ditulis oleh: Amicis

Terapi Uap Bayi di Rumah: Cara, Manfaat, dan Dampak

Saat terjadi keluhan pada pernapasan bayi, terapi uap bisa dilakukan di rumah oleh orang tua atau keluarga. Keluhan yang sering dirasakan adalah penyempitan saluran pernapasan akibat asma dan bronkiolitis. Moms tidak perlu ke rumah sakit untuk melakukan terapi uap, karena terapi uap bayi sangat mudah dilakukan dan tentunya bisa membuat bayi menjadi lebih nyaman.

Baca Juga: Mudah Dilakukan, Cara Membersihkan Mainan Gigitan Bayi, Bahan Plastik, Kain, dan Berbulu

Apalagi biaya yang dikeluarkan pun tidak semahal dan serepot saat Anda melakukan terapi uap di rumah sakit atau klinik meski cara dan peralatannya berbeda. Sebelum Anda bersiap untuk melakukan terapi uap bayi di rumah, tidak ada salahnya Moms mendapatkan pemahaman tentang cara dan dampak jika melakukan terapi uap bayi di rumah.

Cara Terapi Uap Bayi di Rumah

Anda bisa melakukan terapi uap bayi di rumah dengan beberapa cara. Tentunya disesuaikan dengan fasilitas yang ada di rumah dan ketersediaan bahan-bahan yang Anda miliki. Berikut ini beberapa cara terapi uap di rumah yang disesuaikan dengan kondisi Anda.

  1. Membuat Ruang Uap

    Anda bisa membuat sebuah ruangan yang ada di rumah menjadi seolah-olah ruang uap professional dengan segala keterbatasan dan kemampuan. Misalnya memilih kamar mandi yang ukurannya lebih kecil dan ketersediaan air yang baik.

    Caranya cukup mudah, Anda bisa mengisi bak mandi atau ember dengan air panas. Setelah itu Anda bisa menggendong bayi dan berada di dalam ruangan tersebut selama 15 menit. Uap dari air panas akan bertahan di ruangan kecil tersebut dan bayi akan lebih mudah menghirupnya. Bayi bisa dipijat atau disusui agar betah berlama-lama dalam kamar mandi tersebut. Perhatikan durasi berada di ruang uap agar tidak terjadi sesak napas.
  2. Menggunakan Pelembab Udara (Humidifier)

    Dengan bantuan alat pelembab udara atau humidifier, Anda juga bisa melakukan terapi uap bayi di rumah secara mandiri. Alat ini bisa dibeli di toko elektronik dengan berbagai pilihan merk dan tipe. Jika Anda memiliki humidifier di rumah, terapi uap yang bisa dilakukan adalah mengajak bayi untuk berada di ruangan yang diletakkan humidifier.

    Anda bisa memilih kamar anak atau kamar utama untuk melakukan terapi uap bayi menggunakan humidifier ini. Perhatikan durasi terapi uap dengan humidifier ini jangan sampai terlalu lama karena justru akan membuat anak semakin sesak napas.
  3. Menggunakan Nebulizer

    Cara lain yang bisa dilakukan untuk terapi uap bayi di rumah adalah menggunakan nebulizer, yaitu alat yang bisa mengubah obat cair menjadi uap. Obat ini memang cukup ampuh mengatasi permasalah bayi yang mengalami gangguan pernapasan, namun perlu dipahami bahwa penggunaan nebulizer harus mendapatkan izin dari dokter.

    Untuk itulah sebelum Anda menggunakan nebulizer untuk alat terapi uap bayi di rumah, harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sesuai dengan kondisi anak dan dosis yang tepat.
  4. Minyak Kayu Putih

    Sama seperti mengurung diri di dalam kamar mandi, Anda juga bisa menggunakan minyak kayu putih sebagai alat terapi uap bayi sederhana. Campurkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam air panas yang telah diletakkan di ember atau wadah dengan penampang besar.

    Gendong bayi dan arahkan kepalanya ke bawah menghadap wadah. Anda bisa melakukan pijatan di area punggung agar lendir yang terjebak di tenggorokan dan hidung bisa keluar.

Manfaat Terapi Uap Bayi

Dengan peralatan sederhana yang ada di rumah, Anda sudah bisa melakukan terapi uap bayi yang terbukti efektif meredakan saluran pernapasan bayi yang tersumbat karena pilek atau gejala sakit pernapasan lainnya. Beberapa manfaat yang bisa didapat dari terapi uap bayi ini antara lain:

Baca Juga: Wajib Tahu! 10 Jenis Serat untuk Bayi Sembelit

  1. Mengencerkan Dahak

    Berbeda dengan orang dewasa, bayi belum bisa mengeluarkan dahak sendiri yang berada di sekitar tenggorokan dan rongga hidung. Dengan melakukan terapi uap ini, maka sangat manjur untuk mengencerkan dahak yang kental sehingga bisa mengalir keluar sendiri. Bayi tidak perlu melakukan apapun karena dahak akan mengalir sendiri dari rongga hidung.
  2. Obat Flu

    Penggunaan obat untuk bayi sebaiknya diminimalisir atau bahkan dihindari sama sekali. Melakukan terapi uap bayi di rumah bisa membuat flu bayi menjadi lebih ringan tanpa pemberian obat. Apalagi pengobatan terapi uap ini dianggap lebih aman dan cepat menangani flu pada anak. Lakukan terapi uap rutin setiap harinya bagi bayi yang sedang flu, maka penyakit ini akan cepat sembuh.
  3. Mengobati Gejala Asma

    Jika bayi diketahui memiliki riwayat asma, maka melakukan terapi uap bayi ini sangat dianjurkan karena bisa meredakan gejala asma dan masalah pernapasan lainnya. Dengan terapi uap yang rutin dilakukan, maka masalah pernapasan pada bayi bisa diobati dengan cara yang sederhana dan tidak menyakiti bayi.
  4. Mencegah Sinusitis

    Masalah pernapasan lain yang bisa disembuhkan dengan terapi uap ini adalah sinusitis. Bayi juga rentan menderita sinusitis seperti orang dewasa sehingga penanganan yang tepat perlu dilakukan agar tidak semakin parah. Melakukan terapi uap secara rutin bisa meredakan gejala sinusitis pada bayi.
  5. Mengatasi Radang

    Dikarenakan satu dan lain hal, bayi bisa mengalami radang di tenggorokan sehingga membuat tidak nyaman dan rewel. Dengan melakukan terapi uap bayi secara rutin, radang yang ada di area tenggorokan bisa hilang dan menjaga organ pernapasan bekerja normal kembali.

Dampak Terapi Uap Bayi

Meski memiliki manfaat yang cukup besar dan mudah dilakukan, bukan berarti terapi uap bayi ini tidak memiliki resiko sama sekali. Ada beberapa dampak yang mungkin terjadi jika Anda melakukan terapi uap bayi ini di rumah. Berikut ini dampak terapi uap bayi yang mungkin dialami bayi.

  1. Gangguan Infeksi Saluran Pernapasan

    Uap panas atau hangat yang dihirup oleh bayi memang sangat ampuh dalam meredakan batuk pilek dan mengeluarkan lendir yang terjebak. Tapi ada baiknya terapi uap bayi ini dihentikan jika bayi sudah sembuh dari batuk pileknya. Melakukan terapi uap tanpa adanya gangguan pernapasan justru akan mengganggu saluran pernapasan dan berpotensi terjadinya infeksi.
  2. Infeksi Jamur di Mulut

    Anda tidak boleh melakukan terapi uap bayi berlebihan. Ada baiknya hanya dilakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore selama terjadi gangguan pernapasan yang meresahkan. Uap panas yang sering dihirup bisa mengakibatkan infeksi mulut yang sering terlihat dari suara serak dan mulut kering.
  3. Luka Bakar di Area Mulut

    Setiap bayi memiliki sensitivitas yang berbeda-beda. Jika Anda mendapatkan informasi dari rekan atau keluarga tentang pola penguapan yang berhasil, tapi belum tentu sesuai dengan kondisi bayi Anda. Beberapa bayi memiliki sensitifitas pada area rongga mulut seperti gusi dan lidah. Jika terapi ini terlalu sering atau terlalu lama dilakukan maka akan memicu luka bakar di area tersebut.

Baca Juga: Batuk Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Dengan segala manfaat dan dampaknya, maka Moms bisa melakukan terapi uap bayi dengan waktu yang tidak terlalu lama dan intensitas yang dibatasi. Perhatikan pada beberapa kali terapi uap mandiri pertama, apakah si kecil nyaman dengan terapi ini atau malah menunjukkan kondisi yang lebih buruk. Jika anak tidak nyaman lebih baik tidak dipaksakan dan pilih alternatif terapi yang lain saja ya, Moms.