Cara Menggunakan Test Pack untuk Uji Kehamilan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Cara Menggunakan Test Pack untuk Uji Kehamilan

Ibu yang telah berpengalaman dalam hamil dan melahirkan pasti tak asing dengan alat uji kehamilan atau test pack. Namun untuk ibu muda yang baru menikah, pastinya sangat asing dengan alat ini. Jika Ibu sedang merencanakan kehamilan dengan pasangan, Ibu nantinya harus familiar dengan test pack. Test pack menjadi alat yang akan digunakan setiap bulannya untuk mengecek apakah program kehamilan yang direncanakan berhasil atau tidak.

Seperti apa test pack bekerja dalam mendeteksi kehamilan? Apakah benar-benar akurat? Yuk, kita simak beberapa ulasan mengenai test pack berikut ini.

Apa Itu Test Pack?

Test pack merupakan alat yang digunakan untuk menguji kehamilan, apakah seseorang positif hamil atau tidak. Alat yang berbentuk stik ini dirancang untuk mengetahui apakah air kencing yang dijadikan sampel mengandung suatu hormon bernama human chorionic gonadotropin (HCG). 

Hormon HCG ini merupakan hormon yang diproduksi oleh tubuh setelah terjadi pembuahan dan sel telur berhasil menempel pada dinding rahim. Begitu hormon ini diproduksi tubuh, maka hormon ini akan mengalir ke air kencing. Kadarnya meningkat pesat (sampai dua kali lipat), sehingga dapat diketahui pada air kencingnya. 

Test pack dapat mendeteksi atau menguji kehamilan dengan sesegera mungkin, bahkan dalam jangka waktu beberapa hari setelah berhubungan. Test pack bekerja dengan cara mendeteksi adanya hormon hCG (human chorionic gonadotropin) di dalam urine seseorang. Hal ini dikarenakan saat kondisi hamil, produksi hCG akan meningkat pesat hingga dua kali lipat dalam jangka waktu dua hari.

Umumnya hCG akan melonjak dalam waktu 6 hari setelah pembuahan, ini yang membuat test pack mudah menganalisa apakah urine seseorang positif atau negatif. Saat pembuahan berhasil dan hCG meningkat, wanita juga umumnya akan mengalami flek kecoklatan.

Cara Kerja

Umumnya, semua test pack yang dijual di pasaran memiliki cara kerja yang sama, yaitu dengan cara mengecek apakah ada hormon kehamilan atau hCG pada urin atau tidak. Test pack bekerja dengan mengukur banyaknya kadar hCG. Perlu Ibu ketahui bahwa hormon hCG merupakan hormon yang dibuat oleh sel yang membentuk plasenta.

Ibu yang memiliki siklus menstruasi normal yaitu 28 hari akan berovulasi pada hari ke-14. Jika sel telur dibuahi 1-2 hari kemudian, maka embrio akan tumbuh selama beberapa hari ke depan yang dilanjutkan dengan terbentuknya plasenta.

Ketika plasenta terbentuk, hormon hCG mulai masuk ke aliran darah yang kemudian disaring oleh ginjal. Pada saat inilah hormon hCG mulai terkandung dalam urin.

Ketika Ibu mengecek kehamilan dengan test pack pada hari ke 25 atau 26, maka test pack akan mendeteksi adanya hormon hCG. Dan hasil test pack yang keluar pun positif.

Pada beberapa test pack yang lebih canggih menggunakan hormon hyperglycosylated hCG (H-hCG) sebagai penentunya. H-hCG mulai terbentuk beberapa saat setelah pembuahan sehingga dapat dideteksi lebih awal sebelum hCG muncul.

Syarat Memakai Test Pack

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin hasil dari test pack benar-benar akurat. Syarat tersebut antara lain:

  1. Baca petunjuk cara pemakaian test pack terlebih dahulu
  2. Gunakan test pack dalam waktu 5-6 hari setelah pembuahan
  3. Gunakan test pack di waktu yang tepat
  4. Hindari membaca hasil test pack terlalu cepat

Dengan memenuhi beberapa syarat di atas, Ibu dapat membaca hasil test pack dengan lebih tepat dan akurat. Jika hasil yang terlihat belum akurat, Ibu bisa mengulanginya beberapa waktu kedepan untuk lebih meyakinkan.

Waktu Terbaik Pemakaian

Perlu Ibu ketahui bahwa waktu yang paling baik untuk menggunakan test pack adalah di pagi hari setelah bangun tidur. Ketika bangun tidur, urin yang dihasilkan lebih pekat sehingga kandungan hCG yang terkandung pada urin lebih cepat terdeteksi. Ini bisa Ibu lakukan ketika belum terlambat menstruasi namun ingin mengecek apakah pembuahan yang dilakukan berhasil atau tidak.

Namun jika jadwal menstruasi sudah terlambat, maka Ibu dapat mengecek kehamilan dengan test pack kapan saja. Tidak perlu menunggu pagi hari saat bangun tidur. Hal ini dikarenakan kadar hCG pada urin sudah cukup tinggi.

Ibu juga disarankan untuk segera tes kehamilan bila mengalami tanda-tanda hamil muda seperti mual muntah, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelelahan, dan perubahan selera makan. Lebih lanjut baca tentang tanda awal kehamilan berikut ini: Tanda-tanda Awal Kehamilan yang Wajib Ibu Tahu.

Keakuratan Test Pack

Pada umumnya, tingkat keakuratan test pack sudah cukup tinggi. Namun semuanya kembali pada cara pemakaian masing-masing. 90% jenis test pack memberi instruksi untuk memegang stik test pack di bawah aliran urin, lalu meletakkannya pada permukaan datar dalam beberapa menit. Namun ada juga test pack yang menginstruksikan untuk merendam stik test pack ke dalam wadah yang berisi air seni. Untuk itulah Ibu perlu dengan cermat membaca petunjuk yang tertera pada kemasan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Meskipun keakuratan cukup tinggi, namun Ibu perlu waspada terhadap tanda negatif palsu atau tanda positif palsu. Tanda negatif palsu terjadi ketika Ibu mengecek kehamilan dengan test pack terlalu dini sehingga hasil menunjukkan negatif, padahal sebenarnya positif. Jika ini terjadi, lakukan pengecekan kembali beberapa hari ke depan. Jika kondisi ini terjadi, yuk cari tahu solusi kenapa hasil test pack negatif padahal sedang hamil.

Sedangkan positif palsu terjadi ketika hasil test pack menunjukkan positif, namun faktanya negatif. Positif palsu lebih kerap terjadi ketimbang negatif palsu. Biasanya positif palsu terjadi pada ibu yang sedang menjalani terapi kesuburan atau ibu yang mengalami keguguran di awal kehamilan. Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lantas bagaimana jika hasilnya samar? Biasanya garis dua yang terlihat pada test pack namun samar menunjukkan tanda positif. Hasil terlihat samar karena kadar hCG yang belum terlalu tinggi. Kemungkinan ini terjadi pada ibu yang terlalu dini mengecek kehamilannya. Jika benar-benar positif, dalam beberapa hari kedepan test pack akan menunjukkan dua garis yang jelas ketika ibu melakukan tes ulang.

Perlu diingat Bu, bahwa Ibu harus memastikan bahwa test pack yang digunakan tidak kadaluarsa agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat. test pack yang kadaluarsa akan menunjukkan hasil yang salah. Selain itu, kurang akuratnya test pack juga dapat terjadi jika Ibu tidak benar menggunakannya. Konsultasikan dengan dokter untuk segala kemungkinan yang terjadi.

Langkah Selanjutnya Jika Positif

Jika Ibu mengalami terlambat haid dan test pack menunjukkan tanda positif, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan guna mendapat kepastian. Dokter nantinya akan mendeteksi kehamilan dengan USG dan memastikan apakah Ibu benar-benar hamil. Dokter juga akan menjadwalkan USG ulang pada minggu ke-6 kehamilan untuk mengecek apakah menebalnya kantung rahim benar-benar berisi janin atau hanya kehamilan ektopik saja.

Jika dokter menyatakan bahwa kehamilan dapat dipertahankan, maka Ibu harus mulai mempersiapkan diri menyambut kehamilan dan proses persalinan. Meskipun 9 bulan terlihat panjang, namun akan terasa singkat ketika Ibu mengalami berbagai momen kehamilan nanti. Ibu perlu menyiapkan gizi terbaik serta mengkonsumsi asam folat guna menyelamatkan janin dari berbagai kelainan kehamilan.

Jadi, sudah paham kan Bu mengenai test pack dan serba-serbinya? Selamat merancang kehamilan yang membahagiakan, Bu!