12 Cara Memperbanyak ASI untuk Ibu Menyusui yang Sehat

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

12 Cara Memperbanyak ASI untuk Ibu Menyusui yang Sehat

Setelah mengalami fase panjang kehamilan dan fase mendebarkan persalinan, selanjutnya ibu akan masuk ke dalam fase menyusui. Terlihat mudah, namun ternyata fase menyusui ini memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi ibu baru. Berbagai macam drama menyusui mulai muncul di awal pemberian ASI, seperti ASI belum keluar, ASI tidak lancar, bayi bingung puting, dan lain sebagainya. Umumnya, keluarnya ASI yang sedikit dan tidak lancar menjadi masalah utama yang kerap dihadapi oleh para ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui untuk memahami bagaimana sesungguhnya proses produksi ASI bekerja sebelum tahu cara memperbanyak ASI itu sendiri. Pada dasarnya, produksi ASI tergantung pada sistem penawaran dan permintaan.

Baca juga:Produksi ASI Berlimpah dengan Bantuan Susu Ibu Menyusui

Sejak ibu mengandung, sesungguhnya hormon dalam tubuh ibu sudah memerintahkan payudara untuk mulai membuat ASI. Namun, setelah melahirkan tubuh ibu belum tahu persis berapa banyak jumlah ASI yang dibutuhkan, saat itulah waktu yang paling tepat untuk membangun suplai ASI yang baik. Apabila memang sering dipakai, ASI akan diproduksi semakin banyak, begitu pula sebaliknya apabila tidak dipakai produksi akan berhenti dengan sendirinya. Berikut ini 12 langkah memperbanyak ASI secara alami bagi ibu menyusui, yaitu:

Sering Menyusui

Hal ini merupakan kunci paling penting untuk meningkatkan produksi ASI. Produksi ASI akan semakin lancar jika payudara terus-menerus dirangsang. Cara yang dapat ibu lakukan adalah dengan meningkatkan frekuensi bayi menyusui selama 72 jam pertama kelahirannya atau segera perah ASI setelahnya. Makin sering penyaluran ASI keluar melalui isapan bayi, produksi ASI juga akan meningkat secara alamiah.

Memijat Payudara

Cara memperbanyak ASI selanjutnya adalah dengan memijat payudara. Jika dilakukan dengan benar, pemijatan payudara dapat merangsang produksi ASI agar meningkat. Caranya, tekan bagian dinding pangkal payudara dengan jari telunjuk dan jari tengah. Kemudian lakukan gerakan melingkar selama kurang lebih 30 menit, gerakan ini dilakukan dari pangkal hingga menuju puting payudara. Lakukan berulang hingga ASI terasa deras saat dipompa atau disusui langsung.

Skin to Skin

Saat memberikan ASI kepada si kecil, usahakan untuk melakukan kontak langsung dengan kulit bayi. Hindari menggunakan kain atau bahan lain yang menghalangi skin to skin antara ibu dan bayi. Perlu ibu ketahui bahwa kontak kulit antara ibu dan bayi dapat merangsang payudara untuk menghasilkan ASI yang banyak. Selain itu, skin to skin dapat menguatkan bonding antara ibu dan bayi.

Mengosongkan Kedua Payudara saat Menyusui

Ibu dianjurkan untuk menyusui bayi cukup lama hingga ASI yang terdapat pada kedua payudara kosong. Jadi, ASI yang sudah diproduksi di payudara sebaiknya langsung dialirkan melalui saluran ASI atau puting dengan menikmati waktu menyusui. Selain itu, sebaiknya jangan menjadwalkan waktu menyusui, susui bayi kapanpun ia memerlukannya.

Memompa ASI

Seusai menyusui, terutama jika ibu merasa payudara belum terasa kosong lebih baik untuk segera memompanya. Bagi ibu seorang wanita karir, cobalah memompa ASI hingga 15 menit setiap beberapa jam sekali ketika Anda bekerja. Sebaiknya gunakan pompa yang bisa memompa 2 payudara sekaligus untuk lebih menstimulasi produksi ASI daripada pompa yang hanya bisa membantu 1 payudara saja.

Ciptakan Suasana Nyaman

Menciptakan suasana menyusui yang nyaman dan kondusif juga merupakan salah satu cara memperbanyak ASI. Pada saat menyusu, bayi tidak akan tenang jika terdapat suara berisik yang mengganggu di sekitarnya. Meskipun masih bayi, pendengaran si kecil sangat sensitif, ia pun sudah memiliki indera pendengaran yang baik. Jadi pastikan bayi menyusu dalam suasana yang tenang dan nyaman agar ia dapat menyusu dalam waktu yang lama hingga tertidur. Suasana yang nyaman juga membuat ibu rileks sehingga menghasilkan jumlah ASI yang banyak.

Jangan Stres

Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari 80% gagalnya ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif justru datang dari faktor psikologis. Kondisi psikologis ibu menyusui sangat mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif. Perbanyaklah waktu istirahat untuk mengembalikan tenaga dan menghindarkan ibu dari kondisi stres. Janganlah ragu untuk meminta bantuan dari suami, asisten rumah tangga, saudara ataupun nenek si kecil.

Mengonsumsi Kurma

Tidak banyak yang tahu bahwa kurma ternyata mampu meningkatkan produksi ASI. Ibu dapat rutin makan kurma atau sari kurma sebagai cara memperbanyak ASI secara alami. Kurma mengandung nutrisi yang sangat tinggi sehingga baik untuk ASI. Selain volumenya yang banyak, sari kurma juga membuat ASI menjadi lebih berkualitas.

Hindari Memberikan ASI dengan Botol atau Dot

Ketika ibu pergi bekerja atau harus meninggalkan bayi, hindari memberikan ASI pada bayi dengan menggunakan botol atau dot. Pasalnya, dot dapat membuat bayi ‘bingung puting’ atau enggan menyusu lagi. Bayi yang sudah merasakan nikmatnya menyusu dengan botol atau dot bisa melupakan payudara ibu. Hal ini dikarenakan bayi tidak memerlukan usaha lebih untuk menyedot ASI ketika minum menggunakan dot. Inilah yang membuat kemampuan menyedot bayi berkurang sehingga tidak mau menyusu. Padahal, ASI yang tidak diberikan secara langsung pada bayi dapat mengakibatkan payudara memproduksi ASI dengan volume yang sedikit.

Pastikan Waktu Tidur Cukup

Tidur yang cukup sangat penting untuk ibu menyusui. Kualitas tidur yang baik rupanya berdampak pada kuantitas ASI. Oleh karena itu, jika ibu ingin memperbanyak produksi ASI, pastikan ibu memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya. Jangan ragu untuk ikut tidur ketika bayi terlelap. Hal ini juga baik untuk kesehatan mental ibu, lho!

Minum Susu Ibu Menyusui

Jika dirasa ASI ibu sangat sedikit dan segala cara memperbanyak ASI sudah dilakukan, namun tak kunjung membuahkan hasil, ibu bisa minum susu khusus untuk ibu menyusui. Susu ibu menyusui dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, memperbanyak produksi ASI, serta memperbaiki kualitas ASI. Jadi tak hanya kuantitas ASI saja yang ditingkatkan, namun kualitasnya juga. Salah satu produk susu ibu menyusui yang direkomendasikan adalah Prenagen Lactamom.

Kunjungi Ahli Laktasi

Cara ini sebaiknya hanya dilakukan, jika masih ragu atau ibu belum menemukan penyebab dan solusi dari masalah menyusui. Konsultasikan segera masalah produksi ASI dengan ahli laktasi. Umumnya, mereka akan menimbang berat bayi dan memberikan penanganan lebih tepat dalam meningkatkan produksi ASI.

Baca juga:Produksi ASI Berkurang? Konsumsi Makanan Ini, Mommy!

Menurut para ahli, kondisi berkurangnya produksi ASI jarang sekali terjadi. Para ibu mengeluhkan berkurangnya produksi ASI biasanya ketika merasa kehilangan rasa penuh pada payudaranya, atau ketika ASI yang keluar tidak lagi deras seperti sebelumnya atau bahkan sedikit. Sebenarnya rasa kosong ASI pada payudara yang tidak lagi banyak, mungkin saja disebabkan karena bayi semakin sering minum ASI sehingga ASI tidak lagi menumpuk di payudara.

Oleh karena itu, ibu tidak perlu khawatir jika buah hati kekurangan ASI. Apabila berat badan bayi terus bertambah, apalagi ketika bayi selalu menyusu setiap dua sampai tiga jam. Selain itu, tanda baik lainnya adalah ketika bayi sering mengompol dan harus ganti popok 7-8 kali sehari. Akan tetapi, ibu menyusui harus selalu menjaga kesehatan dan tetap rileks agar pemberian ASI bagi buah hati tetap lancar.