Fungsi Air Ketuban bagi Janin dalam Kandungan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Fungsi Air Ketuban bagi Janin dalam Kandungan

Ibu mungkin sudah tidak asing dengan istilah air ketuban. Air ketuban adalah cairan berwarna kekuningan yang mengelilingi janin yang ada di dalam kandungan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, maka jumlah cairan ini pun semakin banyak. Air ketuban berfungsi sebagai pelindung janin dari benturan, membantu perkembangan paru-paru, dan lain sebagainya. Selengkapnya, baca di sini ya.

Komposisi Air Ketuban

Amnion, nama lain dari air ketuban mempunyai komposisi yang terdiri atas berbagai macam zat berbeda. Sebesar 98% kandungannya adalah air, sementara 2% lainya berupa:

  • Elektrolit, glukosa, derifat protein (asam urat, kreatinin, dan ureum), lemak, dan lemak protein (fosfolipid dan kolesterol)
  • Hormon (HCG, estrogen, Hpl, prolaktin, progesteron)
  • Enzim (meliputi seluruh enzim yang ada pada tubuh manusia)
  • Pigmen bilirubin pada awal kehamilan yang kemudian akan berkurang dan menghilang pada saat organ hati sudah matang
  • Bahan-bahan dari janin seperti rambut dan verniks (sel minyak)

Fungsi Air Ketuban

Mendukung Perkembangan Sistem Pencernaan

Sebagai produk metabolisme janin, air ketuban pada dasarnya memiliki peran utama dalam membantu pertukaran zat-zat antara Ibu dan bayi. Di samping itu, janin juga secara konstan menghisap dan menghembuskan cairan tersebut, sekitar 340 ml per hari, atau kurang dari 500 ml. Janin Ibu memuntahkan kembali kurang lebih setengah dari jumlah itu dan sisanya dikeluarkan dalam bentuk air seni. Di sisi lain, air ketuban diperbarui seluruhnya setiap tiga hari, jadi bukan merupakan kesatuan cairan yang sama sepanjang kehamilan.

Melindungi Janin dari Benturan

Air ketuban berfungsi sebagai penghalang fisik yang mampu melindungi si janin seperti semacam bantalan terhadap trauma, kecelakaan, dan lain sebagainya. 

Mencegah Infeksi

Selain itu, air ketuban merupakan bagian sistem imun seorang bayi, sebab air ketuban mengandung berbagai bahan kimiawi imun yang memerangi berbagai jenis virus dan bakteri merugikan. 

Melapisi Membran Timpani

Fakta lain yang tidak kalah menarik, cairan ketuban melapisi kedua sisi membran timpani pada telinga bayi, sehingga getaran bunyi bisa masuk dari telinga luar menuju telinga dalam.

Mendukung Perkembangan Paru-paru

Para bayi juga membutuhkan air ketuban untuk perkembangan paru-paru mereka. Paru-paru seorang bayi yang baru lahir serupa dengan pembungkus plastik yang kusut. Pada saat janin menghisap air ketuban, ia merangsang produksi sejumlah jaringan paru-paru untuk berkembang. Akan tetapi, apabila terlalu banyak insulin pada bayi misalnya dalam kasus tertentu seperti diabetes selama hamil, bisa menghambat produksi zat surfaktan. Insulin tinggi bisa memperlambat perkembangan paru-paru dan menimbulkan stres pada bayi yang baru lahir.

Menyeimbangkan Diri

Fungsi air ketuban bagi janin salah satunya yaitu untuk belajar menyeimbangkan dirinya dalam ruang selama terendam di dalamnya.

Warna dan Volume Air Ketuban Normal

Warna air ketuban umumnya bening atau kekuningan, tetapi dapat menjadi hijau atau cokelat jika tercampur dengan feses janin (mekonium), yang bisa menunjukkan stres atau hipoksia pada janin dalam kandungan.

Normalnya, bayi akan membuang feses pertama kali setelah lahir. Jika bayi menghirup campuran mekonium dan air ketuban saat persalinan, ini dapat menyebabkan sindrom aspirasi mekonium yang mempengaruhi pernapasan bayi.

Volume air ketuban meningkat seiring dengan perkembangan kehamilan. Pada usia kehamilan 34 minggu, volume air ketuban dapat mencapai puncaknya sekitar 800 ml, namun akan menurun hingga sekitar 600 ml menjelang waktu persalinan atau pada usia kehamilan 40 minggu.

Pada saat persalinan mendekat, kantung ketuban biasanya pecah secara alami, memungkinkan cairan ketuban keluar melalui leher rahim dan vagina karena robekan pada kantong ketuban. Namun, dalam beberapa kasus, kantung ketuban mungkin perlu dipecah menggunakan teknik amniotomi jika tidak pecah secara alami meski sudah waktunya persalinan.

Cara Mengatasi Air Ketuban Pecah Dini

Mungkin Ibu sudah mengetahui air ketuban yang pecah sebagai penanda bahwa bayi atau janin akan lahir. Tetapi bagaimana jika air ketuban pecah dini sebelum waktunya atau disebut juga dengan premature rupture of membranes? Sebagai langkah siaga, berikut beberapa tips yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasinya.

  • Jangan panik. Kemungkinan besar penyebab ketuban pecah dikarenakan kondisi Ibu yang sakit atau kecelakaan. Usahakan Ibu tidak banyak gerak dan mengatur nafas sebisa mungkin.
     
  • Catat jam dan menit saat ketuban pecah. Langkah ini akan sangat berguna bagi tim medis atau dokter untuk mengetahui seberapa besar peluang janin untuk diselamatkan. Untuk informasi selengkapnya tentang kondisi air ketuban pecah beserta penyebab dan ciri-cirinya, simak artikel ini: Kondisi Air Ketuban Pecah, Ciri dan Penyebabnya.
     
  • Apabila Ibu mendapati ketuban sudah pecah, sesegera mungkin bawa ke bidan atau dokter kandungan guna mendapat penanganan yang benar dan cepat. Risiko infeksi dan janin terlalu banyak menelan air ketuban bisa dihindari.

Fungsi air ketuban sangat banyak dan penting bagi kandungan. Jagalah kesehatan diri Ibu agar masa kehamilan berjalan lancar hingga tiba saatnya melahirkan. Ibu juga harus mempersiapkan persalinan dengan baik, ikuti tips berikut ini: Memahami Pentingnya Persiapan Melahirkan untuk Ibu.

Referensi:

  • Cleveland Clinic. Amniotic Fluid. (Diakses pada 27 Juni 2024). https://my.clevelandclinic.org/health/body/23310-amniotic-fluid.
  • Mount Sinai. Amniotic fluid. (Diakses pada 27 Juni 2024). https://www.mountsinai.org/health-library/special-topic/amniotic-fluid.