Kenali 13 Karakter Anak Sejak Usia Dini, Ibu Harus Paham!

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Kenali 13 Karakter Anak Sejak Usia Dini, Ibu Harus Paham!

Anak memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan anak ini tercermin dari karakter anak dan bagaimana anak berperilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk itu, memahami karakter anak menjadi sangat penting, terutama bagi ayah dan ibu serta keluarga terdekat. Karena keluarga merupakan lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak, sekaligus lingkungan pertama untuk anak mengenali diri dan sekelilingnya.

Oleh karenanya, ibu dapat mencoba memahami karakter anak usia dini dengan melihat beberapa ciri-ciri yang dapat diamati. Ciri-ciri tersebut biasanya muncul beriringan dengan semakin bertambahnya usia anak. Ketika telah memahami karakter anak, maka ibu dapat memposisikan diri dengan lebih baik dan memilih pola asuh yang tepat. Hal ini dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak agar lebih baik. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa karakter anak usia dini secara umum yang harus ibu pahami

Baca juga:20 Tipe Kepribadian Anak yang Ibu Harus Ketahui Sejak Usia Dini

1. Unik

Berdasarkan pada modul How To Adult: Hakikat Anak Usia Dini, karya Dr. Sri Tatminingsih, M.Pd dan Lin Cintasih, S.Pd., M.Pd., terdapat beberapa karakteristik yang dimiliki anak usia dini. Karakteristik yang pertama adalah bersifat unik. Sifat unik ini berasal dari sifat alamiah anak itu sendiri yang berbeda-beda.

Perbedaan dan keunikan dari masing-masing anak biasanya tercermin dari ciri, minat, passion, kesukaan, dan kegiatan yang anak-anak sukai dalam rentang waktu yang lama. Keunikan tersebut disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah dari hasrat dan keinginan anak tersebut. Sedangkan faktor eksternal biasanya dari perilaku orang tua dan lingkungan keluarga serta film yang ditontonnya.

2. Spontan

Anak usia dini memiliki karakter yang polos dan tidak manipulatif. Ketika menghadapi suatu hal, anak cenderung bersikap spontan. Spontanitas ini contohnya dapat ibu lihat ketika anak bertemu dengan kucing di jalan. Anak mungkin akan dengan semangat menunjuk kucing dan menirukan suaranya, karena anak secara spontan terkejut melihat kucing dan senang dengan kucing yang dianggap lucu. Namun ada juga anak yang secara spontan menjerit saat melihat kucing karena takut.

3. Ceroboh

Karakteristik anak usia dini yang spontan rupanya memicu anak untuk berperilaku ceroboh. Anak kerap berbuat sesuatu tanpa planning dan berpikir panjang. Contohnya ketika anak tanpa sengaja menjatuhkan biskuit ke lantai, maka ia akan mengambilnya kembali dan memasukkannya ke dalam mulut. Kecerobohan semacam inilah yang perlu diawasi agar tidak menimbulkan bahaya bagi anak. anak juga tak segan untuk memasukkan benda-benda disekitarnya ke dalam mulut, tidak peduli beda tersebut bersih atau kotor, bahkan berbahaya.

4. Aktif dan Energik

Anak usia dini memiliki karakteristik yang aktif serta juga enerjik. Tak heran jika ibu atau pengasuh kerap merasa lelah saat bersama anak. Ia selalu menari dan bertepuk tangan, terlebih melihat sesuatu yang menyenangkan seperti ketika sang ayah pulang dari bekerja. Namun karakteristik anak yang satu ini pertanda baik lho, bu. Biasanya anak yang aktif dan energik adalah anak yang cerdas dan mudah bergaul.

5. Egois

Karakter anak usia dini berikutnya yang dapat ibu amati adalah sifatnya yang cenderung egois. Anak usia dini tidak senang jika barang-barang yang ia miliki disentuh oleh orang lain. Ia juga akan merasa kesal dan cemburu apabila ayah dan ibunya bermain-main dengan anak kecil lainnya. Hal ini juga berkaitan dengan sifat egosentris yang dimilikinya. Namun ibu tak perlu khawatir, karena karakteristik ini normal dan umum dimiliki oleh seorang anak.

6. Pemarah

Sifat pemarah juga terkadang dimiliki oleh anak. Ia kerap merasa frustasi dan marah ketika keinginannya tidak terkabul. Meskipun sifat ini normal, namun ibu perlu mengontrolnya. Pasalnya, anak yang terlalu emosional dapat membuat hidup mereka sulit. Hindari segera menuruti permintaannya ketika ia kesal, beri pengertian sedikit demi sedikit. Normalnya, sifat pemarah ini berangsur hilang seiring dengan perkembangan usia.

7. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, ia akan selalu merasa penasaran terhadap semua hal. Terutama hal-hal yang belum pernah ia temukan sebelumnya. Oleh sebab itu, ibu jangan sampai kehabisan ide untuk bermain dan menjawab pertanyaan anak yang sangat antusias.

8. Kemampuan Mengingat Terbatas

Dengan volume otaknya yang masih dalam masa perkembangan, anak usia dini memiliki kemampuan mengingat yang terbatas. Namun ibu tidak perlu khawatir, karena hal ini normal. Ibu dapat membantu anak untuk meningkatkan kualitas mengingatnya dengan memberikan beberapa permainan sederhana.

9. Jiwa Petualang

Anak usia dini memiliki jiwa petualang yang sangat tinggi. Umumnya anak senang diajak ke tempat-tempat baru, seperti kebun binatang ataupun taman bunga. Ia senang bereksplorasi dengan tempat-tempat baru yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.

10. Punya Daya Khayal, Imajinasi dan Fantasi yang Tinggi

Pada rentang usia ini, ibu dapat melihat karakter anak yang memiliki daya khayal, imajinasi serta juga fantasi yang tinggi. Hal ini dapat tercermin dalam karya-karya yang dibuat anak, ia bisa memiliki ide fantastis yang kadang tak terpikirkan oleh orang dewasa. Ibu dapat melihat anak menggambar bunga yang setinggi pohon mangga atau mewarnai gambar dengan menggunakan alat makeup.

11. Mulai Senang Berkata-kata

Pada usia ini, karakter anak yang juga mulai terlihat adalah antusias mereka dalam berbicara. Anak akan menirukan suara burung, kucing, dan hewan-hewan di sekitarnya. Ia juga akan meniru kata-kata yang sering ia dengar dari orang tua dan film yang ia ditonton. Oleh karena itu, pastikan ibu tetap memberikan pengawasan agar tidak ada kalimat buruk yang masuk ke telinga anak.

12. Mudah Frustasi dan Tidak Sabar

Anak usia dini cenderung mudah putus asa, frustasi, dan tidak sabar. Contohnya ketika anak gagal membuka toples kue, ia akan menangis dan marah-marah. Ini adalah kesempatan ibu untuk membantu menenangkan, mencontohkan perilaku sabar dan lebih tenang kepada anak. Dengan adanya pembiasaan dan pembelajaran tersebut, anak akan tumbuh menjadi anak dengan pengelolaan emosional yang baik.

13. Sulit Fokus

Anak pada usia dini pada umumnya memiliki tingkat fokus yang singkat. Dalam waktu 10 menit saja, anak sudah mulai terganggu fokusnya. Ibu perlu memberikan berbagai permainan seru yang menarik agar anak tidak mudah bosan. Ibu juga sebaiknya tidak memaksakan anak ketika anak sudah tidak lagi merasa fokus.

Itulah 13 karakter anak usia dini yang penting untuk ibu kenali dan pahami. Dengan mengenal karakteristiknya, ibu akan lebih mudah dalam mengasuh dan mendidik anak. Nantinya ibu akan lebih memahami kondisi anak sehingga memudahkan dalam menyamainya. 

Dalam menerapkan pola asuh yang positif terhadap tumbuh kembang anak, ada salah satu jenis parenting yang perlu orang tua hindari, yaitu toxic parenting. Simak penjelasannya di artikel berikut yuk Bu: Pahami Toxic Parenting yang Berdampak Negatif Bagi Anak