Kenali Tumbuh Kembang Anak Usia Dini yang Ideal!

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Kenali Tumbuh Kembang Anak Usia Dini yang Ideal!

Setiap orang tua pasti menginginkan anak dapat tumbuh dengan baik dan optimal. Ketika anak tumbuh dengan baik, orang tua akan merasa lega dan bahagia. Tak heran jika orang tua akan selalu memantau setiap detik perkembangan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan.

Namun tak semua orang tua tahu tahapan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya. Perlu diketahui bahwa tahapan perkembangan anak ada indikatornya lho, Ibu. Di setiap tahapan umur anak akan mengalami fase perkembangan yang berbeda-beda. Untuk itulah penting bagi orang tua untuk mengetahui hal ini agar jika terdapat suatu keganjilan dalam tumbuh kembang anak usia dini, dapat terdeteksi sedini mungkin.

Selain itu mengetahui tumbuh kembang anak juga berfungsi untuk menentukan stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Usia 0-3 tahun merupakan periode emas dimana pertumbuhan dan perkembangan akan berkembang dengan optimal. Jadi mulai sekarang, yuk perhatikan tumbuh kembang anak dan pastikan setiap perkembangannya sesuai dengan umurnya, ya Ibu.

Sebelum mengetahui indikator tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya, penting bagi Ibu untuk mengetahui apa pengertian dari tumbuh kembang anak. Tumbuh (growth) merupakan perubahan fisik yang dapat dilihat dan diukur, sedangkan kembang (development) merupakan perubahan struktur kemampuan tubuh yang lebih kompleks. Jadi tumbuh kembang anak adalah pertumbuhan serta perkembangan anak yang terbagi menjadi 2 hal, yaitu pertumbuhan fisik dan pertumbuhan kemampuan struktur tubuh.

Baca Juga: Ibu dan Ayah, Wajib Tahu Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Pertumbuhan anak dapat dipantau dengan melihat tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan hal lain yang dapat diukur dengan alat ukur tertentu. Tentu hal ini berbeda dengan perkembangan anak yang tidak dapat diukur dengan alat ukur yang terstandarisasi, perkembangan ini meliputi kapan anak mulai bisa bicara, duduk, berjalan, dan lain sebagainya. Perkembangan anak ini tidak diukur dengan alat, melainkan dilihat dari cara anak bermain, bersikap, dan juga bicara.

Lantas apa yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak?

Tumbuh kembang anak usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal terdiri dari usia, genetik, kromosom, ras, dan juga jenis kelamin. Dan untuk faktor eksternal meliputi stimulasi orang tua, keadaan ekonomi, sosial, dan juga nutrisi.

Di periode emas anak, Ibu harus lebih jeli dan cermat memantau tumbuh kembang anak karena akan berpengaruh besar terhadap perkembangan anak selanjutnya. Dengan pantauan dan stimulasi yang tepat, tumbuh kembang anak akan optimal dan kelainan tumbuh kembang anak dapat dicegah sejak dini.

Perkembangan Fisik

Dalam tumbuh kembang anak, Ibu perlu memperhatikan perkembangan fisik anak. Berikut ini akan dipaparkan mengenai bagaimana tahapan perkembangan fisik anak usia 0 – 3 tahun.

  • 0 - 3 Bulan

    Di masa awal kelahirannya, anak akan mengalami penurunan berat badan. Namun Ibu tak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang wajar. Berat badan anak akan perlahan-lahan naik seiring dengan bertambahnya usia. Dengan nutrisi serta ASI yang tepat, perlahan anak akan mengalami pertumbuhan berat badan yang baik. Berat badan anak usia 0 – 3 bulan akan bertambah 500-1200 gram setiap bulannya, sedangkan tinggi badannya akan bertambah 20% dari tinggi badannya ketika lahir.
  • 3 - 6 Bulan

    Di usia ini anak mengalami pertumbuhan fisik yang pesat. Berat badan mulai bertambah sekitar 500 sampai 1000 gram setiap bulannya, serta tinggi badannya pun mengalami perkembangan yang signifikan.
  • 6 - 12 Bulan

    Ibu akan terkejut melihat perkembangan fisik anak karena di usia ini perkembangan fisik anak berkembang sangat pesat. Rambut mulai tumbuh lebat dan lingkar kepala bertambah. Tinggi badan anak pun berkembang optimal di usia ini.
  • 1 - 2 Tahun

    Berat badan anak usia 1 - 2 tahun berada di kisaran 7 sampai 14 kilogram untuk anak perempuan dan 7 sampai 15 kilogram untuk anak laki-laki. Sedangkan tinggi badan anak perempuan mencapai 68 hingga 80 cm dan 71 hingga 93 cm untuk anak laki-laki.
  • 2 - 3 Tahun

    anak akan mengalami pertumbuhan fisik yang cukup pesat, berat badan maksimal anak laki-laki mencapai 18 kilogram dan anak perempuan mencapai 17 kilogram. Sedangkan tinggi badan anak laki-laki maksimal mencapai 103 cm dan anak perempuan mencapai 101 cm. 

    Setelah mengetahui rentang berat badan ideal anak berdasarkan usianya, yuk bantu mereka memiliki berat badan ideal dengan mempelajari kiat-kiatnya di artikel berikut: 10 Cara Menggemukkan Badan Anak agar Berat Badannya Ideal

Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif anak berkaitan dengan bagaimana anak mempelajari lingkungannya serta beradaptasi dengannya. Perkembangan ini juga sangat berkaitan dengan pengetahuan anak sesuai dengan usianya. Ibu perlu menyimak bagaimana perkembangan kognitif anak 0-3 tahun berikut ini.

  • 0 - 3 Bulan

    Di usia 0-3 bulan, anak mulai berlatih fokus terhadap matanya dengan mengikuti benda-benda di sekelilingnya yang bergerak ke kiri dan ke kanan. Ibu dapat menstimulasinya dengan menggerak-gerakkan benda yang menarik ke kiri dan kanan agar anak dapat semakin fokus. Selain itu di usia ini anak sudah dapat mengekspresikan rasa kantuk atau bosannya dengan menangis.
  • 3 - 6 Bulan

    Selain penglihatannya yang mulai fokus, anak juga sudah mampu mengenali wajah ayah dan ibu serta orang-orang di sekelilingnya. Stimulasi anak dengan lebih baik lagi agar tumbuh lebih optimal.
  • 6 - 12 Bulan

    Sedikit demi sedikit anak sudah dapat mengenal benda-benda di sekitarnya. Ia dapat membedakan dan pada anak tertentu mulai dapat menyebutkan nama-nama benda yang ada di rumah.
  • 1 - 2 Tahun

    Anak usia 1 – 2 tahun mulai dapat diberikan pelatihan toilet training agar dapat lebih mandiri. Ajarkan juga mana hal yang baik dan buruk di usia ini karena anak mulai dapat mengerti.
  • 2 - 3 Tahun

    Anak mulai dapat mengenal warna dan abjad di usia ini. Meskipun berlatih membaca tidak disarankan di usia ini, namun Ibu dapat mulai memperkenalkan bentuk-bentuk huruf untuk menstimulasi kognitifnya.

Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik anak terdiri dari motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar meliputi keterampilan anak dalam menggerakkan otot besar, sedangkan motorik halus merupakan kemampuan anak dalam menggerakkan otot kecilnya. Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang motorik anak usia 0 - 3 tahun.

  • 0 - 3 Bulan

    Di usia 1 bulan, anak mulai dapat menggerakkan anggota tubuhnya seperti tangan dan kaki. anak juga mulai dapat mengangkat kepalanya hingga 45 derajat jika ditengkurapkan. Sedangkan di usia 2 bulan, anak sudah dapat menegakkan kepalanya selama beberapa detik dan di usia 3 bulan ia mampu menggenggam sesuatu dengan kuat. Stimulasi anak dengan memberikan benda yang mudah digenggam supaya kemampuan ini dapat berkembang dengan maksimal.
  • 3 - 6 Bulan

    Dari sisi motorik, anak sudah dapat mulai tengkurap dan duduk. Kepalanya sudah benar-benar tegak saat tengkurap dan di usia 6 bulan Ibu sudah dapat memberikan makanan dalam genggaman untuk melatih motorik halusnya.
  • 6 - 12 Bulan

    Gerakan motorik kasar dan halus anak sudah mulai berkembang pesat di usia ini. anak tak hanya mulai bisa duduk, namun sudah mulai bisa merangkak bahkan mencoba berjalan. Ibu perlu memberikan pengawasan ekstra di usia ini karena gerakan anak sangat aktif.
  • 1 - 2 Tahun

    Anak baru bisa berjalan di usia ini masih tergolong normal. Jika lebih dari 2 tahun anak belum juga bisa berjalan, Ibu bisa membawanya ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
  • 2 - 3 Tahun

    Tak hanya bisa berjalan, anak usia 2 – 3 tahun sudah mulai bisa melompat bahkan berlari. Anak juga sudah mulai dapat memegang krayon dengan baik karena motorik halusnya di usia ini sudah mulai terlatih. 

    Anak usia 2 tahun yang sangat aktif dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan atau perdarahan hidung karena mereka cenderung menjelajahi lingkungan sekitar dan mungkin terluka secara tidak sengaja. Yuk, ketahui selengkapnya di sini: Ketahui Penyebab dan Cara Mimisan pada Anak

Perkembangan Bahasa

Selain mengalami perkembangan fisik, kognitif dan juga motorik, anak juga akan mengalami perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa anak juga dapat dilihat dan diukur sesuai usianya. Pantau tumbuh kembang anak dalam hal perkembangan bahasa anak usia 0 – 3 tahun berikut ini.

Baca Juga: Kenali Ciri – Ciri Tangisan Manipulatif Pada Anak

  • 0 – 3 Bulan

    Ketika anak berusia 1 bulan, ia mulai dapat mengeluarkan suara ‘oh’ atau ‘uh’ namun masih lemah, sedangkan di usia 2 bulan anak dapat mengeluarkan suara dengan lebih nyaring dan jelas. Pada usia 3 bulan, anak mulai bisa berceloteh, bermain ludah dan juga pintar mengenali suara orang-orang di sekelilingnya.
  • 3 - 6 Bulan

    Dari segi bahasa, anak mulai memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Ia sudah mengenal suara orang terdekatnya serta sudah dapat menirukan beberapa suara yang dikenalnya.
  • 6 - 12 Bulan

    Kemampuan bahasa anak sangat berkembang pesat, bahkan Ibu mungkin akan kaget ketika anak sudah mulai dapat memanggil ‘papa’ atau ‘mama’ di usia maksimal 12 bulan.
  • 1 - 2 Tahun

    Kosakata anak di usia ini mulai banyak, meskipun anak masih akan banyak meniru apa yang Ibu katakan. Oleh karena itu hindari mengeluarkan kata-kata negatif agar anak tak meniru.
  • 2 - 3 Tahun

    Meskipun anak sudah dapat berbicara dengan lancar di usia ini, namun Ibu tetap harus menstimulasi kemampuan bahasa anak dengan mengajaknya mengobrol atau membacakan buku untuknya.

Perkembangan Psikososial

Perkembangan psikososial anak dapat dilihat dari bagaimana anak merespon lingkungannya. Perkembangan ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak di tahap selanjutnya. Untuk itulah simak perkembangan psikososial anak usia 0 – 3 tahun berikut ini.

  • 0 - 3 Bulan

    Di usia 1 hingga maksimal 3 bulan, anak sudah dapat menatap orang di sekelilingnya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa anak merasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya. Namun ia juga dapat menghisap jemarinya ketika merasa tidak nyaman.
  • 3 - 6 Bulan

    anak sudah mulai bisa membedakan mana wajah yang membuatnya nyaman dan mana wajah yang membuatnya tidak nyaman. Ia akan rewel ketika berada di lingkungan yang tidak disukainya dan akan terlihat ceria ketika berada di lingkungan yang nyaman.
  • 6 - 12 Bulan

    Di masa ini, kemampuan psikososialnya berkembang pesat, ia akan terlihat lebih lengket dengan pengasuhnya. Namun ia juga bisa memberontak ketika ada orang asing yang mendekati atau menggendongnya.
  • 1 - 2 Tahun

    Anak usia 1 hingga 2 tahun akan terlihat ekspresif. Ia sudah mulai bisa menolak hal yang tidak disukainya. Ia juga mulai terlihat tertarik dengan hal-hal di sekelilingnya. Oleh karena itu ajaklah anak bereksplorasi dengan dunia luar di usia ini.
  • 2 - 3 Tahun

    Hati-hati Ibu, katrena di usia ini anak mulai bisa menunjukkan gejala tantrum. Ia bisa sangat marah ketika ada hal yang mengganggu atau tak disukainya. Bahkan ia akan memberontak ketika keinginannya tak dituruti. Oleh karena itu Ibu perlu bijak menghadapi perilaku anak di usia ini.

Tips Mengawal Tumbuh Kembang Anak

Selain mengetahui tumbuh kembang anak yang ideal sesuai dengan usianya, Ibu juga perlu mempraktekkan tips mengawal tumbuh kembang anak berikut ini agar anak tumbuh dengan optimal. Apa saja tipsnya?

  1. Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak

    Gizi merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Ibu perlu memastikan bahwa gizi yang diberikan pada anak sudah cukup dan sesuai dengan kebutuhannya. Usahakan untuk memberikan ASI sampai dengan 2 tahun serta melengkapinya dengan makanan pendamping yang seimbang. Setelah usia 2 tahun, Ibu dapat mulai menyapih anak dengan cara berikut ini: Cara Menyapih Anak dari ASI agar Tidak Rewel pada Malam Hari.
  2. Beri Stimulasi yang Tepat

    Dalam rangka mengawal tumbuh kembang anak, Ibu juga perlu memberikan stimulasi yang tepat. Stimulasi dapat diberikan dengan memberikan permainan yang tepat sesuai dengan usia anak. Beri anak ruang untuk eksplorasi dengan lingkungannya agar mencapai tumbuh kembang yang optimal.
  3. Meluangkan Waktu untuk Anak

    Tumbuh kembang anak rupanya juga dipengaruhi oleh kehadiran orang tua. Orang tua tak hanya perlu hadir secara fisik, namun juga psikis. Kedekatan antara orang tua dan anak akan membantu anak tumbuh dengan baik dan optimalkan. Oleh karena itu, luangkan waktu sebanyak mungkin untuk anak dan jaga kelekatan atau bonding dengan anak.

Baca Juga: Makanan Untuk Anak Usia Satu Tahun

Sudah tahu kan Ibu betapa pentingnya mengetahui tumbuh kembang anak yang ideal sejak dini? Dengan mengetahui tahapan perkembangan di atas, Ibu sudah dapat membantu anak untuk berkembang dengan baik. Jika indikator pertumbuhan anak belum sesuai dengan usianya, segera konsultasikan ke dokter ya!