Memantau tumbuh kembang anak, terutama di periode emas yaitu usia 0 hingga 3 tahun, sangat krusial untuk mendeteksi potensi kelainan sedini mungkin dan menentukan stimulasi yang tepat. Namun, Ibu perlu memahami perbedaan mendasar antara tumbuh dan kembang agar pemantauan berjalan optimal.
Tumbuh atau growth adalah perubahan fisik yang dapat diukur angkanya, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Sedangkan kembang atau development adalah peningkatan kemampuan struktur tubuh yang lebih kompleks, seperti kemampuan bicara, motorik, hingga sosial emosional.
Kedua proses ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti genetik dan usia, serta faktor eksternal yang meliputi nutrisi, stimulasi, dan lingkungan. Agar Ibu dapat memantau dengan cermat, berikut adalah indikator lengkap tahapan tumbuh kembang anak usia 0 sampai 3 tahun.
Perkembangan Fisik
Dalam tumbuh kembang anak, Ibu perlu memperhatikan perkembangan fisik anak. Berikut ini akan dipaparkan mengenai bagaimana tahapan perkembangan fisik anak usia 0 – 3 tahun.
Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif anak berkaitan dengan bagaimana anak mempelajari lingkungannya serta beradaptasi dengannya. Perkembangan ini juga sangat berkaitan dengan pengetahuan anak sesuai dengan usianya. Ibu perlu menyimak bagaimana perkembangan kognitif anak 0-3 tahun berikut ini.
-
0 - 3 Bulan
Di usia 0-3 bulan, anak mulai berlatih fokus terhadap matanya dengan mengikuti benda-benda di sekelilingnya yang bergerak ke kiri dan ke kanan. Ibu dapat menstimulasinya dengan menggerak-gerakkan benda yang menarik ke kiri dan kanan agar anak dapat semakin fokus. Selain itu di usia ini anak sudah dapat mengekspresikan rasa kantuk atau bosannya dengan menangis.
-
3 - 6 Bulan
Selain penglihatannya yang mulai fokus, anak juga sudah mampu mengenali wajah ayah dan ibu serta orang-orang di sekelilingnya. Stimulasi anak dengan lebih baik lagi agar tumbuh lebih optimal.
-
6 - 12 Bulan
Sedikit demi sedikit anak sudah dapat mengenal benda-benda di sekitarnya. Ia dapat membedakan dan pada anak tertentu mulai dapat menyebutkan nama-nama benda yang ada di rumah.
-
1 - 2 Tahun
Anak usia 1 – 2 tahun mulai dapat diberikan pelatihan toilet training agar dapat lebih mandiri. Ajarkan juga mana hal yang baik dan buruk di usia ini karena anak mulai dapat mengerti.
-
2 - 3 Tahun
Anak mulai dapat mengenal warna dan abjad di usia ini. Meskipun berlatih membaca tidak disarankan di usia ini, namun Ibu dapat mulai memperkenalkan bentuk-bentuk huruf untuk menstimulasi kognitifnya.
Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik anak terdiri dari motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar meliputi keterampilan anak dalam menggerakkan otot besar, sedangkan motorik halus merupakan kemampuan anak dalam menggerakkan otot kecilnya. Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang motorik anak usia 0 - 3 tahun.
Perkembangan Bahasa
Selain mengalami perkembangan fisik, kognitif dan juga motorik, anak juga akan mengalami perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa anak juga dapat dilihat dan diukur sesuai usianya. Pantau tumbuh kembang anak dalam hal perkembangan bahasa anak usia 0 – 3 tahun berikut ini.
Baca Juga: Kenali Ciri – Ciri Tangisan Manipulatif Pada Anak
-
0 – 3 Bulan
Ketika anak berusia 1 bulan, ia mulai dapat mengeluarkan suara ‘oh’ atau ‘uh’ namun masih lemah, sedangkan di usia 2 bulan anak dapat mengeluarkan suara dengan lebih nyaring dan jelas. Pada usia 3 bulan, anak mulai bisa berceloteh, bermain ludah dan juga pintar mengenali suara orang-orang di sekelilingnya.
-
3 - 6 Bulan
Dari segi bahasa, anak mulai memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Ia sudah mengenal suara orang terdekatnya serta sudah dapat menirukan beberapa suara yang dikenalnya.
-
6 - 12 Bulan
Kemampuan bahasa anak sangat berkembang pesat, bahkan Ibu mungkin akan kaget ketika anak sudah mulai dapat memanggil ‘papa’ atau ‘mama’ di usia maksimal 12 bulan.
-
1 - 2 Tahun
Kosakata anak di usia ini mulai banyak, meskipun anak masih akan banyak meniru apa yang Ibu katakan. Oleh karena itu hindari mengeluarkan kata-kata negatif agar anak tak meniru.
-
2 - 3 Tahun
Meskipun anak sudah dapat berbicara dengan lancar di usia ini, namun Ibu tetap harus menstimulasi kemampuan bahasa anak dengan mengajaknya mengobrol atau membacakan buku untuknya.
Perkembangan Psikososial
Perkembangan psikososial anak dapat dilihat dari bagaimana anak merespon lingkungannya. Perkembangan ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak di tahap selanjutnya. Untuk itulah simak perkembangan psikososial anak usia 0 – 3 tahun berikut ini.
-
0 - 3 Bulan
Di usia 1 hingga maksimal 3 bulan, anak sudah dapat menatap orang di sekelilingnya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa anak merasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya. Namun ia juga dapat menghisap jemarinya ketika merasa tidak nyaman.
-
3 - 6 Bulan
anak sudah mulai bisa membedakan mana wajah yang membuatnya nyaman dan mana wajah yang membuatnya tidak nyaman. Ia akan rewel ketika berada di lingkungan yang tidak disukainya dan akan terlihat ceria ketika berada di lingkungan yang nyaman.
-
6 - 12 Bulan
Di masa ini, kemampuan psikososialnya berkembang pesat, ia akan terlihat lebih lengket dengan pengasuhnya. Namun ia juga bisa memberontak ketika ada orang asing yang mendekati atau menggendongnya.
-
1 - 2 Tahun
Anak usia 1 hingga 2 tahun akan terlihat ekspresif. Ia sudah mulai bisa menolak hal yang tidak disukainya. Ia juga mulai terlihat tertarik dengan hal-hal di sekelilingnya. Oleh karena itu ajaklah anak bereksplorasi dengan dunia luar di usia ini.
-
2 - 3 Tahun
Hati-hati Ibu, katrena di usia ini anak mulai bisa menunjukkan gejala tantrum. Ia bisa sangat marah ketika ada hal yang mengganggu atau tak disukainya. Bahkan ia akan memberontak ketika keinginannya tak dituruti. Oleh karena itu Ibu perlu bijak menghadapi perilaku anak di usia ini.
Tips Mengawal Tumbuh Kembang Anak
Selain mengetahui tumbuh kembang anak yang ideal sesuai dengan usianya, Ibu juga perlu mempraktekkan tips mengawal tumbuh kembang anak berikut ini agar anak tumbuh dengan optimal. Apa saja tipsnya?
-
Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak
Gizi merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Ibu perlu memastikan bahwa gizi yang diberikan pada anak sudah cukup dan sesuai dengan kebutuhannya. Usahakan untuk memberikan ASI sampai dengan 2 tahun serta melengkapinya dengan makanan pendamping yang seimbang. Setelah usia 2 tahun, Ibu dapat mulai menyapih anak dengan cara berikut ini: Cara Menyapih Anak dari ASI agar Tidak Rewel pada Malam Hari.
-
Beri Stimulasi yang Tepat
Dalam rangka mengawal tumbuh kembang anak, Ibu juga perlu memberikan stimulasi yang tepat. Stimulasi dapat diberikan dengan memberikan permainan yang tepat sesuai dengan usia anak. Beri anak ruang untuk eksplorasi dengan lingkungannya agar mencapai tumbuh kembang yang optimal.
-
Meluangkan Waktu untuk Anak
Tumbuh kembang anak rupanya juga dipengaruhi oleh kehadiran orang tua. Orang tua tak hanya perlu hadir secara fisik, namun juga psikis. Kedekatan antara orang tua dan anak akan membantu anak tumbuh dengan baik dan optimalkan. Oleh karena itu, luangkan waktu sebanyak mungkin untuk anak dan jaga kelekatan atau bonding dengan anak.
Baca Juga: Makanan Untuk Anak Usia Satu Tahun
Sudah tahu kan Ibu betapa pentingnya mengetahui tumbuh kembang anak yang ideal sejak dini? Dengan mengetahui tahapan perkembangan di atas, Ibu sudah dapat membantu anak untuk berkembang dengan baik. Jika indikator pertumbuhan anak belum sesuai dengan usianya, segera konsultasikan ke dokter ya!