Pahami tentang Kehamilan Ektopik Yuk, Bu

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Pahami tentang Kehamilan Ektopik Yuk, Bu

Kehamilan ektopik adalah suatu kondisi kehamilan bermasalah di mana janin berkembang di luar rahim. Gejalanya bisa berupa sakit perut yang parah dan pendarahan dari vagina. Kondisi ini harus segera ditangani karena dapat mengancam nyawa Ibu dan menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi. Ibu, mari pahami kehamilan ektopik dengan lebih baik lagi di artikel ini.

Pengertian 

Kehamilan ektopik, atau hamil di luar kandungan, adalah kehamilan yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan tumbuh di luar rahim. Kondisi ini paling sering ditemukan pada saluran telur, sehingga kadang-kadang disebut juga sebagai kehamilan tuba. Namun, kehamilan seperti ini juga bisa terjadi di ovarium atau leher rahim.

Menurut Alomedika, dari setiap 100 ibu hamil, 2 di antaranya mengalami kehamilan ektopik. Sayangnya, kondisi ini bisa merusak organ tubuh ibu dan bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan baik.

Penyebab 

Penyebab pasti kehamilan ektopik belum sepenuhnya dipahami, namun banyak ahli percaya bahwa penyumbatan pada saluran telur merupakan faktor penting. Ada beberapa kelainan yang dapat meningkatkan risiko kehamilan ini, antara lain peradangan dan ketidakseimbangan hormon pada saluran telur.

Kondisi medis yang mengubah bentuk saluran telur tersebut juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Selain itu, menjalani operasi pada saluran telur, yang dapat menyebabkan jaringan parut, meningkatkan kemungkinan kehamilan ektopik.

Infeksi Menular Seksual

Kehamilan ektopik cenderung lebih mudah terjadi apabila saluran telur tersumbat, dan sumbatan ini juga dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual. Berbagai mikroba dapat menyebabkan infeksi ini, tetapi mikroba yang paling sering adalah bakteri Chlamydia.

Perempuan dapat mengidap bakteri Chlamydia ini karena tertular bakteri tersebut dari pasangannya yang tidak merasa mengidap bakteri tersebut. Pada alat reproduksi perempuan, bakteri ini tinggal dulu di leher rahim, kemudian bakteri ini menjalar ke rahim dan akhirnya saluran telur.

Bakteri ini merusak saluran telur, sehingga terjadi jaringan parut yang menebal dan menyumbat saluran tersebut. Apabila hasil pembuahan menempel pada saluran yang rusak ini, maka terjadi kehamilan ektopik. 

Ciri-ciri 

Ciri-ciri kehamilan ektopik seringkali mirip dengan gejala kehamilan normal, seperti mual, nyeri payudara, dan hasil tes kehamilan positif. 

Namun, seiring dengan perkembangan kehamilan, ciri-ciri lain yang lebih spesifik untuk hamil di luar kandungan mungkin muncul, termasuk nyeri hebat di bagian panggul, pendarahan vagina, dan nyeri bahu. Selain itu, penderita juga umumnya mengalami nyeri saat buang air besar atau buang air kecil.

Jika Ibu mengalami ciri-ciri tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG yang menunjukkan bahwa dinding rahim Ibu lebih tebal dari biasanya, namun tanpa adanya janin. Dokter juga akan mengidentifikasi massa yang menyerupai kantung kehamilan yang menempel pada organ selain rahim.

Pengobatan 

Perawatan untuk kehamilan ektopik biasanya melibatkan pengobatan dan operasi. Jika organ yang terkena dapat diselamatkan, dokter mungkin akan memberikan obat methotrexate untuk menghentikan pertumbuhan janin sekaligus memantau kadar hormon hCG untuk mengukur keberhasilan pengobatan.

Namun, jika kehamilan tersebut menyebabkan robekan pada organ ibu atau pendarahan, operasi akan dilakukan untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa. 

Jika kondisi ini terlambat diketahui dan ditangani, terdapat beberapa risiko komplikasi yang bahkan dapat mengancam nyawa Ibu. Baca informasi selengkapnya di sini yuk: Pentingnya Mengetahui Lebih Jauh Kehamilan Ektopik

Bisakah Kehamilan Ektopik Dicegah?

Kehamilan ektopik tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun risikonya dapat dikurangi dengan menghindari perilaku seksual berisiko yang dapat memicu penyakit menular seksual yang akan mengganggu saluran telur. Selain itu, menghindari kebiasaan merokok maupun paparan asap rokok itu sendiri sangatlah penting, karena asap ini dapat merusak struktur saluran telur dan meningkatkan risiko kehamilan ini.

Jika Ibu mencurigai bahwa Ibu hamil di luar kandungan, Ibu perlu melakukan pemeriksaan USG sesegera mungkin. Melalui USG ini, dokter dapat menentukan lokasi kehamilan dengan tepat. Apabila Ibu memang hamil di luar kandungan, maka dokter dapat mengambil tindakan untuk mencegah kerusakan pada organ Ibu.

Jadi, jika Ibu baru saja mendapat hasil tes kehamilan positif namun belum melakukan USG, sebaiknya jadwalkan janji temu dengan dokter untuk memastikan lokasi kehamilan Ibu. Memahami berbagai jenis prosedur USG juga dapat bermanfaat bagi Ibu. Yuk, pelajari lebih lanjut tentang USG ini di sini: Yuk, Kenali Manfaat USG Kehamilan dan Ragam Jenisnya.

Sumber: 

  • Ectopic Pregnancy Foundation. Risk Factors for Ectopic Pregnancy. Diakses 27 Juni 2024. https://www.ectopicpregnancy.co.uk/for-patients/risk-factors-for-ectopic-pregnancy 
  • Alomedika. Epidemiologi Kehamilan Ektopik. Diakses 19 Juni 2024. https://www.alomedika.com/penyakit/obstetrik-dan-ginekologi/kehamilan-ektopik/epidemiologi