Langkah Dasar Pemulihan Pasca Operasi Caesar

Ditulis oleh: Amicis

Langkah Dasar Pemulihan Pasca Operasi Caesar

Operasi caesar adalah operasi besar yang bisa meninggalkan rasa sakit sesudahnya. Bahkan gerakan-gerakan kecil sekalipun, seperti bergeser dari tempat tidur, batuk, tertawa bisa membuat luka Ibu terasa nyeri. Hal ini dapat berlangsung hingga 6 bulan sesudah operasi. Bersabarlah dan berikanlah tubuh Ibu waktu yang diperlukan untuk dapat kembali pulih, sambil melakukan langkah pemulihan pasca operasi caesar. Sesudah operasi caesar, umumnya Ibu yang baru melahirkan memang masih mempunyai keterbatasan dalam melakukan kegiatan fisik lainnya.

Baca Juga: Mengapa Harus Melahirkan dengan Operasi Caesar?

Langkah perawatan dapat dimulai dengan membiasakan Ibu merasa nyaman, terhadap luka bekas operasi. Prosesnya memang memerlukan waktu yang lebih lama daripada dengan persalinan normal.

Langkah Tepat Pemulihan Pasca Operasi Caesar

  • Gerak-gerakkan Kaki dan Berjalan-jalan Ringan
    Rasa sakit yang dirasakan pasca caesar mungkin membuat Ibu berpikir tidak mampu lagi untuk berjalan. Namun, kuatkanlah fisik Ibu dan semangatlah untuk berupaya menggerakkan kaki dan berjalan-jalan ringan. Saat di tempat tidur, coba sesekali menggerakkan pergelangan kaki Ibu. Semakin cepat Ibu bangun dan bergerak, maka makin baik juga untuk kelancaran sirkulasi darah. Jika Ibu tidak bergerak untuk memperlancar peredaran darah, akan menyebabkan meningkatnya terbentuknya bekuan darah dan bekuan darah tersebut dapat terhambat di kaki atau paru-paru, sehingga menyebabkan kondisi serius. Selain dapat mencegah sembelit dan membantu tubuh Ibu pulih, kegiatan ini juga dapat memperkenalkan bayi Ibu kepada keadaan di sekitar dirinya. Namun, hindarilah olahraga berat atau mengangkat beban dulu.
  • Mengelola Emosi dengan Baik
    Merupakan hal yang wajar jika Ibu mengalami perasaan yang tidak diduga sebelumnya. Biasanya, perasaan Ibu tergantung kepada harapan sebelum melahirkan, serta proses persalinan itu sendiri. Ibu mungkin sempat merasa baik jika sebenarnya Ibu ingin melahirkan normal, tetapi yang terjadi harus menjalani caesar. Pemulihan pasca operasi caesar berkaitan dengan kecemasan kepada komplikasi medis, stres, rasa nyeri, kelelahan karena operasi besar, dan juga status psikologis Ibu. Jadi, upayakanlah mengelola emosi Ibu dengan baik, misalnya jika Ibu merasa sedih, kecewa, jangan abaikan perasaan itu. Sangat dianjurkan untuk mendiskusikan emosi tersebut dengan pasangan, dokter, teman atau psikolog. Segeralah minta bantuan psikolog jika Ibu mengalami depresi pasca melahirkan yang diiringi oleh kemunculan perasaan negatif yang tak kunjung pergi.
  • Mencukupi Waktu Istirahat
    Istirahatlah tiap kali bayi Ibu beristirahat juga, termasuk di siang hari. Sementara itu pada malam hari, upayakanlah untuk tidur selama 7-8 jam jika memungkinkan. Tidur bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan jaringan, bahkan membantu proses penyembuhan luka. Jangan lupa untuk selalu banyak minum air putih, dan mengonsumsi makanan kaya serat guna mencegah konstipasi. Selain cukup tidur, Ibu juga dianjurkan untuk tidak beraktivitas yang menyebabkan adanya tekanan pada perut meningkat, misalnya naik dan turun tangga berulang kali. Oleh sebab itu, siapkan segala keperluan Ibu dan bayi seperti makanan, minuman, dan popok dekat dengan Ibu agar mudah dijangkau. Janganlah ragu untuk meminta bantuan orang-orang di sekitar Ibu, untuk menjaga bayi atau menggantikan popok agar Ibu bisa berbaring istirahat selama beberapa menit. Meskipun sebentar, namun hal tersebut bermanfaat untuk menjaga tubuhmu tetap fit maupun pemulihan pasca operasi caesar.

Baca Juga: Tips Menghilangkan Stretchmark Pasca Operasi Caesar

Selain beberapa langkah pemulihan pascar operasi caesar, jangan lupa untuk meminum obat pereda nyeri sesuai dengan anjuran dokter. Tak perlu khawatir karena obat yang diresepkan dokter biasanya aman untuk Ibu-Ibu yang sedang menyusui. Setelah melahirkan, Ibu juga membutuhkan nutrisi yang bisa didapatkan dari PRENAGEN lactamon khusus Ibu menyusui, yang diperkaya dengana sam folat, zat besi, omega-6, omega-3 yang mempu meningkatkan produksi asi.