Masa Kehamilan

Begini Cara Mencegah Stunting Pada Masa Kehamilan, Mudah Bu!

Ditulis oleh: Amicis

Begini Cara Mencegah Stunting Pada Masa Kehamilan, Mudah Bu!

Stunting merupakan permasalahan pada anak yang sampai kini masih banyak terjadi di Indonesia. Hingga saat ini, terdapat 8,9 juta anak Indonesia yang mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan. Stunting mengakibatkan anak memiliki perawakan yang pendek dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Tak hanya itu, anak stunting juga memiliki keterbatasan dalam berpikir, kesulitan dalam memecahkan masalah, serta sulit berkonsentrasi. Jika dibiarkan, anak stunting akan mengalami gangguan tumbuh kembang hingga dewasa nanti. Tentu saja kondisi ini harus dicegah.

Kabar baiknya, mencegah stunting pada masa kehamilan dapat dilakukan. Umumnya stunting disebabkan oleh kurangnya nutrisi selama masa kehamilan, faktor genetik, serta sanitasi yang buruk. Untuk mencegahnya, ibu perlu memenuhi nutrisi selama periode 1000 hari pertama kehidupan bayi, termasuk pada masa kehamilan. Nah, berikut ini beberapa hal mengenai stunting, serta cara mencegah stunting pada masa kehamilan yang perlu ibu tahu.

Baca juga:Stunting Bayi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Pencegahan

Apa Itu Stunting dan Bagaimana Cirinya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang menyebabkan anak bertubuh pendek, jauh dari rata-rata tinggi anak seusianya. Stunting umumnya akan terlihat ketika anak berusia 2 tahun. Meskipun demikian, stunting sebenarnya sudah terjadi ketika bayi masih berada dalam kandungan yang diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi ibu selama masa kehamilan.

Stunting juga dapat terjadi ketika anak memasuki usia balita, yakni saat ia tidak mendapat asupan gizi cukup dari ASI dan MPASI-nya. Anak dalam masa periode emas membutuhkan berbagai nutrisi seperti zat besi, zink, serta protein. Namun karena kebutuhan ini tidak tercukupi, anak akan berisiko terkena stunting yang mengganggu tumbuh kembangnya.

Beberapa ciri anak stunting antara lain:

  • Pertumbuhan lambat
  • Lebih pendek dari anak-anak sebayanya
  • Wajah lebih muda dari anak seumurannya
  • Memori belajar buruk
  • Menjadi pendiam pada usia 8-10 tahun
  • Berat badan tidak naik selama periode tertentu
  • Terlambat menstruasi
  • Mudah terserang infeksi

Penyebab Stunting

Stunting tentu sangat mengganggu pertumbuhan serta perkembangan anak. Bahkan stunting pada anak usia dini dapat meningkatkan risiko kematian. Oleh sebab itu, stunting harus diatasi dengan segera. Namun sebelum terlambat, ibu perlu tahu cara mencegah stunting pada anak. Ibu juga perlu tahu mengenai penyebab stunting sebelum mencegah dan mengatasinya.

Penyebab umum stunting antara lain:

  • Kebutuhan nutrisi selama kehamilan kurang


    Stunting dapat mulai terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Hal ini dikarenakan asupan gizi serta nutrisi ibu yang kurang selama masa kehamilan. Akibatnya, pertumbuhan janin dalam kandungan melambat dan berlanjut hingga bayi dilahirkan. Itulah sebabnya penting bagi ibu untuk mencegah stunting pada masa kehamilan.
  • Kebutuhan gizi anak tidak tercukupi


    Faktor penyebab stunting selanjutnya disebabkan oleh kebutuhan gizi anak yang tidak tercukupi. Nutrisi dan gizi yang dimaksud meliputi zat besi, zink, serta protein. Umumnya, gizi buruk mulai terjadi ketika bayi berusia 3 bulan dan terus berlanjut hingga anak berusia 3 tahun.
  • Infeksi pada anak


    Infeksi juga dapat menjadi penyebab stunting. Infeksi yang tidak teratasi seperti infeksi saluran kencing, TB paru, dan lainnya, membuat pertumbuhan anak melambat dan akhirnya mengalami stunting.
  • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi


    Masalah gizi umumnya hanya diperhatikan oleh orang-orang perkotaan saja. Sebaran akan pengetahuan akan gizi yang kurang merata, membuat banyak ibu tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nutrisi selama kehamilan dan setelah anak dilahirkan.
  • Akses fasilitas kesehatan yang tidak memadai


    Layanan kesehatan ibu dan anak yang kurang memadai mengakibatkan angka stunting semakin tinggi. Hal ini umumnya terjadi di pelosok dan daerah terpencil.
  • Kurangnya akses terhadap makanan bergizi


    Bagi golongan tertentu, mendapatkan makanan yang bergizi cukup sulit. Umumnya hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi di mana harga makanan bergizi yang tergolong mahal bagi sebagian orang.

Efek Stunting

Lantas, apa efek yang ditimbulkan jika anak mengalami stunting? Berikut ini efek samping stunting yang perlu ibu ketahui.

  1. Gangguan kognitif
  2. Sulit konsentrasi dan mengalami kendala belajar
  3. Rentan mengalami penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, dan sejenisnya
  4. Kecerdasan terganggu hingga mempengaruhi kesuksesan masa depan

Cara Mencegah Stunting

Melihat dampak yang luas terhadap stunting pada anak, tentunya kondisi ini harus dicegah. Mencegah stunting pada masa kehamilan dapat dilakukan sebagai langkah awal. Berikut ini cara mencegah stunting pada masa kehamilan yang perlu ibu tahu.

1. Pastikan Nutrisi Cukup Selama Masa Kehamilan

Program pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memastikan bahwa ibu mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa kehamilan. Beberapa nutrisi penting yang wajib dipenuhi antara lain asam folat, zat besi, serta yodium. Jika ibu kekurangan zat besi, maka dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Kondisi ini juga meningkatkan risiko stunting pada anak ketika dilahirkan. Untuk itulah, penting bagi ibu hamil untuk mengonsumsi berbagai makanan yang bernutrisi seperti kentang, brokoli, hati ayam, papaya, alpukat, sayuran hijau dan juga susu khusus ibu hamil.

2. Rutin Lakukan Pemeriksaan Kehamilan

Cara mencegah stunting pada saat kehamilan selanjutnya adalah dengan rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan selama masa kehamilan. Dengan rutin periksa, dokter dapat memastikan nutrisi yang selama ini dikonsumsi ibu hamil. Dokter juga akan memberikan suplemen tambahan untuk ibu hamil jika membutuhkannya. Selain itu, periksa kehamilan rutin juga dapat mendeteksi jika terdapat kelainan atau komplikasi serta masalah lain dalam kehamilan. Kondisi tersebut dapat diatasi secepat mungkin agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.

3. Hindari Paparan Asap Rokok

Ibu hamil juga perlu menghindari paparan asap rokok sebagai upaya mencegah stunting pada masa kehamilan. Asap rokok juga perlu dihindari agar janin tumbuh dengan sehat. Janin dapat menyerap nutrisi dari ibu secara optimal jika kondisi ibu dan bayi sehat. Perlu diketahui bahwa paparan asap rokok dapat mengakibatkan risiko bayi lahir prematur serta memiliki berat badan kurang. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk melarang anggota keluarga merokok di dalam rumah atau di dekat ibu hamil. Setelah bayi lahir pun, bayi harus dijauhkan dari paparan rokok yang memicu gangguan paru-paru dan pernapasan.

4. Jaga Kesehatan Selama Kehamilan

Cara mencegah stunting pada masa kehamilan berikutnya adalah dengan menghindari infeksi selama kehamilan. Ibu hamil diharapkan selalu menjaga kesehatan dan mengikuti pola hidup sehat dan bersih agar tidak rentan mengalami infeksi. Ibu juga perlu mengonsumsi vitamin C dalam jumlah cukup agar dapat melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi saat kehamilan dapat meningkatkan risiko stunting pada anak karena selama infeksi, nutrisi yang masuk ke tubuh ibu jauh lebih berkurang.

Baca juga:Inilah Nutrisi Bagi Ibu Hamil Untuk Perkembangan Janin

Itulah beberapa hal mengenai stunting, serta cara mencegah stunting pada masa kehamilan yang perlu ibu terapkan. Selama bisa dicegah, pastikan ibu mengupayakan dengan optimal agar bayi tumbuh dengan sehat dan optimal. Semangat, bu!