Minum Paracetamol Saat Hamil, Boleh Nggak Sih?

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Minum Paracetamol Saat Hamil, Boleh Nggak Sih?

Paracetamol adalah obat yang umum digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, atau untuk meredakan nyeri. Mengonsumsi paracetamol saat hamil sebenarnya boleh saja, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ya. Hal ini penting untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul pada Buah Hati di dalam rahim. Baca lebih lanjut yuk.

Minum Paracetamol Saat Hamil Boleh Kok 

Paracetamol sering digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri, termasuk sakit kepala dan penurun demam. NHS menyatakan bahwa Parasetamol adalah obat penghilang rasa sakit yang umum digunakan oleh Ibu hamil dan tidak membahayakan janin.

Walaupun diperbolehkan, Ibu hamil tetap harus mengikuti dosis yang sesuai dengan anjuran dokter. Karena selain berisiko mengakibatkan overdosis, hal ini untuk menghindari dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap janin.

Parasetamol bukan satu-satunya obat yang boleh diminum selama hamil. Ada juga kok obat-obatan lain yang sama-sama aman untuk ibu hamil. Yuk, cek di sini: Jenis Obat-obatan yang Aman untuk Ibu Hamil

Aturan Minum Paracetamol Untuk Ibu Hamil

Selain berkonsultasi dengan dokter, berikut beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan sebelum mengonsumsi Paracetamol.

Cek Kadar Kafeinnya Ya

Beberapa jenis Paracetamol yang dijual bebas di pasaran mengandung bahan kafein. Pastikan Ibu tidak mengonsumsi Paracetamol dengan kadar kafein tinggi karena berisiko mengakibatkan keguguran, Buah Hati lahir dengan berat badan rendah, atau menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.

Dosis kafein maksimal yang diperbolehkan dikonsumsi Ibu hamil adalah 200 mg per hari. Dosis ini sudah termasuk kafein yang bersumber dari makanan, minuman, ataupun obat-obatan.

Konsumsi Sesuai Dosis Ibu Hamil

Selain memperhatikan kandungan kafein, pastikan Ibu minum Paracetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Umumnya dosis yang diperbolehkan untuk Ibu hamil yang mengalami nyeri dan demam yaitu 500 mg. Dosis ini dapat diberikan setiap 4-6 jam sekali, dengan dosis maksimal 4000 mg per hari.

Konsultasi Dengan Dokter Jika Sedang Konsumsi Obat-obatan Lainnya

Tahukah Ibu bahwa Paracetamol dapat berinteraksi dengan penggunaan obat lain yang diminum secara bersamaan. Dampak yang ditimbulkan termasuk meningkatkan risiko kerusakan organ hati. Oleh karena itu, pastikan Ibu untuk selalu berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Sekarang Ibu sudah mengerti tentang aturan dalam mengonsumsi Paracetamol bagi Ibu Hamil. Untuk memastikan tumbuh kembang Buah Hati di dalam rahim berlangsung sempurna, Ibu perlu mengikuti anjuran dosis penggunaan obat yang disarankan dokter. Selain itu, Ibu bisa mengonsumsi asam folat secara teratur, yang salah satunya dapat Ibu dapatkan dari Folavit. Cari tahu lebih lanjut tentang folavit di sini yuk: Manfaat Folavit Untuk Ibu Hamil dan Dosis yang Dianjurkan.