Bayi Muntah Terus: Penyebab, Gejala, dan Cara Meringankan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Bayi Muntah Terus: Penyebab, Gejala, dan Cara Meringankan

Apakah Ibu panik saat bayi mengalami muntah? Ya, ketika bayi muntah, terlebih jika muntahnya terus menerus dan sulit dihentikan, pastinya akan membuat orang tua panik dan khawatir. Bayangan sesuatu yang membahayakan bisa terlintas dan membuat perasaan tidak nyaman. Tenang Bu, bayi muntah terus memang bisa mengindikasikan kondisi berbahaya, namun bisa juga sebaliknya.

Ada baiknya Ibu mengetahui serba serbi bayi muntah terus agar paham penyebab, gejala, dan cara meringankan muntah pada bayi. Ibu nantinya dapat waspada dan bertindak dengan tepat dalam menangani bayi yang muntah.

Penyebab

Sebelum mengetahui cara meringankan muntah pada bayi, Ibu perlu tahu apa saja yang menyebabkan bayi mengalami muntah. Berikut beberapa penyebabnya:

  1. Gastroenteritis

    Infeksi saluran cerna atau yang biasa disebut gastroenteritis merupakan salah satu penyebab muntah yang paling sering dialami oleh anak. Infeksi ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti virus, bakteri, serta parasit yang ketika menginfeksi mampu membuat bayi muntah bahkan diare selama berhari-hari.
  2. Infeksi

    Selain infeksi saluran cerna, bayi juga rentan terkena infeksi lain seperti flu, infeksi saluran kemih, serta infeksi telinga yang membuat bayi muntah. Ketika terkena infeksi, reaksi tubuh bisa bermacam-macam, salah satunya adalah muntah.
  3. Keracunan

    Bayi muntah terus juga bisa disebabkan oleh keracunan, baik keracunan makanan atau keracunan benda asing. Oleh karena itu perhatikan pola makan serta pola bermain bayi ya Ibu, jangan sampai keracunan menjadi biang muntah yang tentu berbahaya bagi anak.
  4. Tersedak

    Saat bayi batuk atau tersedak, hal ini juga memicu muntah. Tak heran jika saat bayi batuk dan tersedak biasanya juga disusul muntah
  5. Menangis Terus

    Anak yang menangis terus juga dapat memicu terjadinya muntah. Saat menangis,lambung ikut terpicu untuk mengeluarkan isinya. Terlebih jika bayi menangis terlalu kuat.
  6. Mabuk Perjalanan

    Faktor lain yang bisa menyebabkan bayi muntah adalah mabuk perjalanan. Ketika mabuk perjalanan, terjadi ketidakseimbangan antara otak dengan
  7. Stres

    Rupanya faktor psikologis seperti stres juga mampu memicu terjadinya muntah pada bayi. Rasa cemas berlebihan membuat bayi stres dan akhirnya muntah.
  8. Kelainan pada Saraf

    Salah satu penyebab muntah yang cukup rumit adalah kelainan pada saraf yang tidak disadari oleh Ibu. Kelainan ini dapat terjadi karena masalah metabolisme tubuh, karena pernah cedera, bisa juga karena tumor. Namun kelainan ini tidak ditandai muntah saja, tapi juga akan ada gejala lain, misalnya benjolan pada kepala yang baru disadari jika bayi ini dielus kepalanya. Jika Ibu menemukan benjolan ini di kepala bayi, yuk pahami kemungkinan penyebabnya di sini:  Benjolan di Kepala Bayi dan Cara Menghilangkannya

Gejala

Gejala bayi muntah terus dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu gejala bayi muntah yang tidak berbahaya dan gejala bayi muntah yang berbahaya.

Gejala bayi muntah yang masih dalam taraf normal ditandai dengan:

  1. Setelah muntah, bayi tidak terlihat lemas
  2. Tidak terdapat demam
  3. Masih mau makan dan minum
  4. Tidak rewel
  5. Muntah mereda setelah 6-24 jam
  6. Tidak mengeluarkan darah

Sedangkan gejala muntah yang perlu diwaspadai dan tergolong berbahaya meliputi:

  1. Muntah terus menerus tanpa jeda
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Muncul gejala dehidrasi, seperti mulut kering, buang air kecil lebih sedikit, dan menangis tapi tidak keluar air mata
  4. Tubuh lemas
  5. Anak tidak responsif
  6. Kulit pucat dan dingin
  7. Napas pendek
  8. Mengeluarkan darah

Jika gejala muntah pada bayi tergolong normal, maka Ibu bisa melakukan perawatan di rumah saja. Lakukan cara meringankan muntah pada bayi yang membuat bayi nyaman. Namun jika terdapat gejala muntah yang berbahaya, segera bawa bayi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Perbedaan Gumoh dan Muntah pada Bayi

Muntah bisa didefinisikan sebagai proses pengeluaran kembali sebagian atau seluruh isi lambung, yang biasanya terjadi tak lama setelah makanan masuk ke dalam lambung. Pada bayi, keluarnya isi lambung ini tak selalu disebut muntah, namun bisa juga regurgitasi atau gumoh.

Gumoh sifatnya pasif, yaitu tidak membutuhkan usaha serta paksaan dari anak untuk mengosongkan lambung. Sedangkan muntah sifatnya aktif, yaitu terjadi paksaan untuk mengosongkan isi lambung.

Gumoh biasanya terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan dimana sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna. Beberapa hal yang menyebabkan bayi gumoh antara lain bayi belum mampu menyesuaikan diri dengan makanan di awal kelahiran, terlalu kenyang setelah menyusu, posisi kurang tepat saat menyusu, udara masuk saat menyusu, serta tersedak. Sedangkan muntah bisa terjadi pada bayi dan juga anak yang lebih besar, biasanya disebabkan oleh infeksi, keracunan, atau penyakit lainnya.

Perbedaan mendasar antara gumoh dan muntah terletak pada jumlahnya. Volume gumoh lebih sedikit dari muntah, karena ketika gumoh isi lambung tidak terkuras. Sedangkan volume muntah jauh lebih banyak dari gumoh, karena ketika muntah isi lambung dipaksa ikut terkuras. Selain itu, gumoh hanya terjadi sekali, sedangkan muntah bisa terjadi berulang kali.

Untuk mengetahui penjelasan lengkap terkait gumoh. Ibu bisa baca artikel yang khusus membahas gumoh di sini: Penyebab Bayi Sering Gumoh dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Cara Meringankan Muntah pada Bayi

Meski muntah pada bayi tidak selalu harus dikhawatirkan, namun sebaiknya Ibu melakukan cara meringankan muntah pada bayi agar bayi merasa nyaman. Meski tergolong normal sekalipun, muntah pada bayi harus diatas.

Berikut ini beberapa cara meringankan muntah pada bayi yang bisa Ibu lakukan:

  1. Atur Posisi Bayi Saat Menyusu

    Cara meringankan muntah pada bayi yang pertama adalah dengan mengatur posisi bayi saat menyusu. Salah posisi menyusu bisa menjadi penyebab bayi muntah. Jadi Ibu harus memastikan kepala bayi lebih tinggi dari perut pada saat menyusu.
  2. Mencegah Dehidrasi

    Ibu juga perlu memastikan bahwa bayi tidak mengalami dehidrasi pada saat muntah terus. Caranya adalah dengan memberikan minuman atau ASI sedikit demi sedikit namun sering agar cairan pada tubuh bayi tetap tercukupi. Jika bayi sudah diatas 1 tahun, Ibu bisa memberikan jus buah sebagai selingan.
  3. Ajak Bayi Beristirahat

    Cara meringankan muntah pada bayi selanjutnya adalah mengajaknya untuk istirahat sejenak. Biarkan bayi istirahat di tempat tidur sampai ia merasa lebih nyaman, hindari mengajaknya bermain dulu ya, Ibu!
  4. Hindari Memberikan Obat yang Justru Memicu Muntah

    Terkadang saat bayi muntah terus, orang tua panik dan memberikan obat. Padahal, dengan meminum obat, bisa jadi bayi malah terpancing untuk muntah dan mengeluarkan seluruh isi perutnya. Jika ini terjadi, stop pemberian obat jenis apapun ya!
  5. Hindari Makanan Padat pada 6 Jam Pertama

    Ibu juga perlu menghindari pemberian makanan padat pada bayi pada 6 jam pertama setelah muntah, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara meringankan muntah pada bayi. Lebih baik berikan ASI atau minuman lain sesaat setelah muntah, agar muntah bayi tidak semakin menjadi.
  6. Bawa ke Dokter

    Jika terdapat tanda-tanda bahaya saat bayi muntah, lebih baik Ibu segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik. Tanda bahaya meliputi bayi terlihat dehidrasi, tidak responsif, atau mengeluarkan darah.

Itulah beberapa hal yang perlu Ibu ketahui tentang bayi muntah terus. Tak perlu panik, yang terpenting adalah bagaimana caranya meringankan muntahnya tanpa mengabaikan tanda bahaya. Semangat, Ibu!