Hamil Tapi Tidak Mengalami Mual dan Muntah? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Hamil Tapi Tidak Mengalami Mual dan Muntah? Ini Penyebabnya

Setiap Ibu hamil akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun, sebagian besar Ibu menjadikan gejala mual dan muntah sebagai penanda pasti terjadinya kehamilan. Lalu, bagaimana jika Ibu sedang berada di trimester pertama tetapi tidak mengalami mual atau muntah? Ibu mungkin mulai bertanya-tanya, apakah Buah Hati dalam kandungan baik-baik saja? Normalkah? Cari tahu penyebabnya, yuk.

Mengapa Ibu Tidak Mengalami Mual & Muntah Saat Hamil?

Penelitian yang dilakukan oleh Bustos et al. (2017) memperkirakan 70% hingga 80% Ibu hamil mengalami mual dan muntah. Sehingga, 20% sampai 30% Ibu hamil tidak mengalami mual dan muntah sama sekali.

Banyak Ibu hamil mengalami mual dan muntah di trimester pertama kehamilan. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap mual dan muntah diantaranya peningkatan hormon dan penurunan gula darah. Selain itu, Ibu yang hamil kembar atau lelah karena sakit, stres, atau bepergian juga dapat mengalami mual dan muntah yang lebih parah.

Jika Ibu tidak mengalami mual dan muntah, tubuh Ibu mungkin lebih mampu beradaptasi pada peningkatan hormon hCG (human chorionic gonadotropin), estrogen, dan hormon lain yang muncul selama trimester pertama. Hormon-hormon tersebut melonjak dengan cepat selama kehamilan yang dapat membuat Ibu merasa mual dan muntah. Begitu Ibu mencapai trimester kedua, kadar hormon tersebut akan berkurang, sehingga mual dan muntah mulai berkurang.

Terkadang, tidak adanya mual dan muntah selama kehamilan bisa terjadi karena kadar hormon Ibu yang jauh lebih rendah dari biasanya, yang mungkin mengindikasikan peningkatan risiko keguguran. Namun tidak selalu begitu. Pastikan Ibu untuk secara teratur memeriksakan kehamilan ke Obgyn untuk memastikan bahwa Ibu dan Buah Hati dalam keadaan sehat dan perkembangan Buah Hati yang sesuai dengan kurva.

Normalkah Tidak Mengalami Mual Muntah Saat Hamil?

Ibu perlu memahami bahwa tidak ada yang dinamakan kehamilan normal. Hal ini disebabkan setiap Ibu hamil memiliki tanda kehamilan yang bervariasi. Jadi, apa yang Ibu rasakan akan berbeda dengan Ibu hamil lainnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jika pada trimester pertama Ibu tidak mengalami mual dan muntah, belum tentu pada trimester berikutnya akan berlanjut seperti itu. Oleh karena itu, untuk memastikan Buah Hati berkembang dengan sempurna di dalam kandungan, Ibu perlu melakukan kontrol ke Obgyn secara teratur.

Terdapat mitos yang menyebutkan bahwa jika Ibu tidak mengalami mual dan muntah, artinya Ibu sedang mengandung Buah Hati laki-laki, karena peningkatan hormon yang lebih stabil. Namun belum ada bukti ilmiah secara medis yang membenarkan hal tersebut.

Apakah Hamil tapi Tidak Mual & Muntah Berisiko Mengalami Keguguran?

Mual dan muntah merupakan gejala kehamilan yang paling umum pada trimester pertama, sehingga bagi Ibu hamil yang tidak mengalami mual dan muntah akan mempertanyakan kondisi Buah Hati dalam kandungan. Namun, tidak mengalami mual dan muntah belum tentu berisiko mengalami keguguran.

Teori tentang hubungan antara kehamilan tanpa mual dan muntah dengan risiko keguguran dimulai ketika pada tahun 2016, penelitian medis menemukan bahwa Ibu hamil yang sebelumnya pernah mengalami keguguran akan memiliki kemungkinan 50% sampai 75% lebih kecil mengalami keguguran kembali apabila menunjukkan gejala mual dan muntah. Namun, tidak semua kehamilan tanpa mual dan muntah berisiko mengalami keguguran. Selama Ibu secara rutin memeriksakan kehamilan ke Obgyn, dan hasil yang diperoleh menunjukkan kehamilan Ibu sehat, maka Ibu tidak perlu khawatir.

Walau begitu, Ibu yang sedang hamil perlu mengetahui beberapa tanda keguguran sebagai langkah preventif. Tanda dan gejala keguguran dapat meliputi:

  1. Pendarahan vagina

Pendarahan bervariasi, dari bercak kecoklatan hingga pendarahan berwarna merah cerah yang banyak. Namun, pendarahan vagina ringan relatif umum terjadi selama trimester pertama kehamilan. Walaupun begitu, segera hubungi Obgyn jika Ibu mulai mengalami pendarahan untuk mendapatkan pertolongan sesegera mungkin.

  1. Nyeri panggul atau nyeri punggung bawah, bisa konstan atau datang dan pergi.
  2. Gejala kehamilan yang tiba-tiba hilang, bisa berupa mual, muntah, dan nyeri payudara yang tiba-tiba menghilang.
  3. Kemungkinan gejala lain yang kurang umum termasuk peningkatan keputihan, kebocoran cairan ketuban, atau keluarnya jaringan.

Sekarang Ibu sudah tahu ya apa yang menyebabkan ibu hamil tidak mengalami mual dan muntah. Meskipun begitu, Ibu harus tetap menjaga kesehatan Ibu dan Buah Hati yang ada dalam kandungan. Salah satu caranya yaitu dengan mengkonsumsi susu hamil yang sesuai dengan kebutuhan. Cari tahu cara memilih susu hamil beserta rekomendasinya yang tepat, yuk.